3 Tipe Budaya Politik dan Ciri-Cirinya

3 Tipe Budaya Politik dan Ciri Cirinya –┬áMengingat setiap orang hidup di tengah-tengah politik, apakah Anda telah mengetahui bahwa setiap bangsa, bahkan kelompok masyarakat, mempunyai budaya politik yang berbeda dengan karakter khas masing-masing? Ya, seperti halnya sebuah kebudayaan, maka budaya politik merupakan suatu sistem nilai yang tumbuh bersama masyarakat dan berada di tengah-tengah masyarakat sehingga setiap masyarakat mempunyai peran dan fungsi masing-masing untuk menentukan keberlanjutan kebijakan yang akan diimplementasikan. Budaya politik sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu budaya politik apatis yang ditandai dengan masyarakat dengan karakter berupa tidak acuh, pasif, dan tidak peduli dengan perubahan politik di masyarakat, budaya politik mobilisasi dengan karakter masyarakat yang menunggu perintah atau sentilan agar bergerak, serta budaya politik partisipasi dengan masyarakat yang aktif dengan setiap kebijakan yang ada.

Nah, setelah mengetahui bagian dari budaya politik, berikut ini terdapat penjelasan mengenai 3 tipe budaya politik dan ciri-cirinya yang dapat digunakan untuk memahami ilmu politik berdasarkan perbedaan budaya dengan baik. Sebagai berikut:

 

  • Budaya Politik Parokial

Budaya politik parokial sangat identik dengan masyarakat yang pasif terhadap kebijakan politik yang ada di suatu negara, atau secara sederhana, mempunyai tingkat partisipasi terhadap politik yang sangat rendah. Lalu, indikator apa yang digunakan untuk identifikasi budaya politik tersebut? Salah satunya adalah apabila frekuensi mengenai dimensi penentu berada pada ambang enol. Umumnya, budaya politik ini berada pada peran kepala kampung, kyai, dukun, dan lainnya yang bersifat religius.

  • Budaya Politik Kaula

Budaya politik kaula merupakan budaya politik yang berada satu tingkat di atas budaya politk parokial karena masyarakatnya sudah mempunyai pandangan dan orientasi lebih baik mengenai politik. Meskipun masih berada pada tingkat yang relatif pasif. Meskipun begitu, masyarakat sudah mengetahui dan aware dengan kebijakan baru yang ada di pemerintah, serta mempunyai pengetahuan mengenai aspek tersebut, tetapi masih tidak mempedulikan otoritas dalam pemerintahan.

  • Budaya Politik Partisipan

Budaya politik partisipan berada pada jenjang tertinggi dari budaya politik lainnya dengan karakter masyarakat yang berpartisipasi secara aktif terhadap setiap kegiatan politik. Karakter tersebut dapat ditandai dengan sikap menolak maupun menerima terhadap kebijakan yang berlaku dalam suatu pemerintahan. Meskipun begitu, setiap masyarakat mempunyai pemahaman yang baik dan kesadaran yang aktif untuk turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan politik.

Berdasarkan penjelasan mengenai 3 tipe budaya politik dan ciri-cirinya tersebut, menurut Anda, budaya politik apa yang paling tepat untuk menjelaskan kondisi politik di Indonesia? Ya, mengingat Indonesia merupakan suatu negara dengan kebudayaan yang beragam, tentu terdapat interaksi antara kebudayaan yang satu dan lainnya yang dapat mempengaruhi kebudayaan politik tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk mempertimbangkan bahwa gambaran budaya politik tetap harus ditelaah secara mendalam.

Artikel Lainnya :

loading...
3 Tipe Budaya Politik dan Ciri-Cirinya | Jaya Kurnia | 4.5