3 Tolak Ukur Untuk Mengetahui Pemerataan Pendapatan

3 Tolak Ukur Untuk Mengetahui Pemerataan Pendapatan – Distribusi pendapatan atau kemerataan pendapatan yaitu kesamaan atau kesetaraan dalam pendapatan di masyarakat pada suatu negara. Dengan mempelajari dan mengetahui mengenai tingkat distribusi pendapatan maka kita akan bisa memahami tentang seberapa besar kesenjangan atau ketimpangan pendapatan antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin di dalam suatu negara. Dengan kata lain, distribusi pendapatan menunjukan kemerataan pendapatan suatu negara. Ada tiga tolak ukur untuk mengetahui kemerataan pendapatan yaitu : kurva lorenz, rasio indeks Gini dan kriteria bank dunia.

1. Rasio Indeks Gini : rasio indeks gini atau biasa disebut koefisien gini merupakan ukuran ketimpangan atau ketidakmerataan pendapatan di suatu negara. angka koefisien gini berkiasar antara 0-1. Semakin kecil koefisien gini maka semakin merata distribusi pendapatannya. Semakin besar koefisien gini (semakin mendekati satu), semakin tidak merata pendapatannya. Kriteria ketimpangan pendapatan berdasarkan koefisien gini, yaitu :

  • 0.71 – 1.00 menunjukan ketimpangan sangat tinggi
  • 0.50 – 0.70 menunjukan ketimpangan tinggi
  • 0.36 – 0.49 menunjukan ketimpangan sedang
  • 0.20 – 0.35 menunjukan ketimpangan rendah

2. Kurva Lorenz : Kurva lorenz merupakan kurva yang menunjukan perbandingan persentase pendapatan yang diperoleh dengan persentase jumlah penduduk. 3 Tolak Ukur Untuk Mengetahui Pemerataan Pendapatan.

3. Kriteria Bank Dunia : menurut bank dunia, kriteria dari ketidakmerataan didasarkan pada bagian/persentase pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk. Ketiga lapisan penduduk tersebut, yaitu :

  • 40% penduduk berpendapatan terendah (penduduk termiskin)
  • 40% penduduk berpendapatan menengah
  • 20% penduduk berpendapatan tinggi (penduduk terkaya)

Di dalam menghitung distribusi pendapatan menurut bank dunia yang menjadi patokan adalah 40% penduduk termiskin, kriterianya sebagai berikut :

  • jika 40% penduduk termiskin menikmati < 12% pendapatan nasional, berarti ketimpangan tinggi.
  • jika 40% penduduk termiskin menikmati 12% – 17% pendapatan nasionalm berarti ketimpangan sedang.
  • jika 40% penduduk termiskin menikmati > 17% pendapatan nasional, berarti ketimpangan rendah.
    3 tolak ukur untuk mengetahui pemerataan pendapatan

Nah begitu lah penjelasan mengenai ketiga tolak ukur di dalam pemerataan pendapatan tersebut. Pemerataan pendapatan ini sangat lah mutlak harus terjadi dan dilakukan karena bila tidak maka akan berdampak negatif. Kesenjangan atau ketimpangan yang terjadi bisa memunculkan benih benih kecemburuan sosial, selain itu tingkat kriminalitas pun bisa semakin bertambah jika terlalu banyak penduduk yang berada di garis kemiskinan.

Maka sudah sepantasnya pemerintah dari negara mana saja memperhatikan mengenai pemerataan pendapatan ini, jangan sampai kemajuan yang terjadi di dalam suatu negara hanya dinikmati oleh kalangan itu Рitu saja, yaitu kalangan para orang kaya. Sedangkan yang berada di garis kemiskinan tidak bisa merasakan dampak dari kemajuan dan pembangunan yang terjadi di negara nya. Karena ketimpangan pendapatang yang terlalu tinggi akan berakibat buruk. Maka dari itu semoga saja pemerintahan kita juga memikirkan betul betul mengenai masalah ini. Semoga bahasan kali ini mengenai 3 Tolak Ukur Untuk Mengetahui Pemerataan Pendapatan ini, bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • tolak ukur 3E
  • sebutkan 3 tolak ukur menilai kemerataan distribusi pendapatan nasional
  • kriteria mengukur tingkat pemerataan distribusi pendapatan
  • ketidakmerataan pendapatan nasional
  • jelaskan alat ukur pemerataan pembangunan
  • cara menghitung pemerataan bank dunia
  • cara menghitung pemerataan
  • alat untuk mengukur tingkat pemerataan pendapatan dalam masyarakat digunakam
  • 3 tolak ukur pendapatan nasional
  • tolok ukur untuk menilai pemerataan distribusi
loading...
3 Tolak Ukur Untuk Mengetahui Pemerataan Pendapatan | Jaya Kurnia | 4.5