4 Ciri Khusus Hewan Vivipar

4 Ciri Khusus Hewan Vivipar – Beberapa jenis hewan berdasarkan cara perkembang biakannya ada yang disebut sebagai hewan vivipar. Hewan vivipar adalah jenis hewan yang berkembang biak dengan cara beranak. Hewan-hewan ini biasanya merupakan golongan mamalia. Hewan-hewan vivipar ini memiliki beberapa ciri khusus yang dapat membedakannya dengan jenis hewan lainnya. Hewan-hewan tersebut melakukan pembuahan di dalam tubuh induknya. Pembuahan yang dilakukan oleh hewan jenis mamalia jantan kepada mamalia betina ini dilakukan di dalam tubuh mamalia betina. Pembuahan telur yang dilakukan oleh sperma hewan jantan ini di dalam indukan betinanya. Telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan berubah menjadi zigot yang nantinya akan berkembang menjadi embrio yang nantinya akan berkembang menjadi bayi-bayi mamalia kecil. Setelah mencapai usia yang sudah cukup matang dan cukup dewasa, janin mamalia ini akan lahir menjadi bayi-bayi mamalia kecil yang imut dan lucu. Bayi-bayi tersebutlah yang akan dibesarkan dan diasuh langsung oleh induknya. Hewan-hewan vivipar ini memiliki ciri kelamin yang berbeda antara hewan vivipar jantan dan hewan vivipar betina. Ciri-ciri kelamin juga berbeda untuk menandakan hewan jantan dan hewan betina. Ciri kelamin tersebut juga menandakan bahwa hewan-hewan tersebut memiliki sistem reproduksi yang berbeda satu sama lain.

Ciri khas hewan yang berkembang biak dengan cara beranak ini hampir sama dengan perkembang biakan manusia. 4 ciri khusus hewan vivipar dapat dijelaskan dalam beberapa poin berikut ini :

 

  • Punya puting susu. Kebanyakan hewan yang berkembang biak dengan cara beranak ini memiliki puting susu. Puting susu ini yang akan menghasilkan susu untuk menyusui anaknya. Tidak berbeda dengan manusia, hewan-hewan ini juga ketika melahirkan anaknya juga akan langsung memproduksi susu. Susunya ini akan diberikan untuk anak-anaknya. Jumlah puting susu pada hewan-hewan ini biasanya dalam jumlah yang cukup banyak. Sebagai contoh kucing, hewan ini memiliki puting susu berjumlah 8. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan susu anak-anak kucing yang biasanya ketika lahir jumlahnya tidak hanya satu. Biasanya jumlah anak kucing sekali melahirkan berjumlah lebih dari satu. Kadang kala ada kucing dewasa yang melahirkan anak kucing hingga berjumlah 4 ekor. Hewan lainnya yang memiliki puting susu lebih dari satu yang lainnya adalah anjing. Anjing ini memiliki puting susu berjumlah 6. Anjing betina dewasa bisa melahirkan anak-anak anjing kecil berjumlah lebih dari satu.  Hal ini berbeda dengan hewan-hewan mamalia yang ukurannya cukup besar. Hewan mamalia yang ukurannya cukup besar ini hanya bisa beranak sekali dalam setahun. Ketika melahirkan juga hanya berjumlah 1 ekor bayi mamalia. Puting susu pada mamalia yang cukup besar ini berjumlah  tidak sebanyak kucing maupun anjing. Sebab, jumlah anak yang dilahirkan oleh mamalia besar ini jumlahnya hanya satu.
  • Kebanyakan hewan-hewan yang berkembang biak dengan cara beranak ini memiliki daun telinga. Daun telinga ini jumlahnya sama dengan daun telinga manusia. Letaknya juga di kanan dan di kiri bagian tubuh hewan mamalia tersebut. Namun ukurannya berbeda dengan daun telinga manusia. Kebanyakan daun telinga hewan yang tergolong hewan vivipar ini tergolong cukup besar. Biasanya letaknya ada di kepala bagian atas hewan mamalia tersebut. Ukuran telinga dari hewan ini cukup besar sebab, menjadi alat bantu hewan mamalia tersebut untuk mencari makanan dan menghindari dari pemangsanya. Kebanyakan telinga hewan-hewan ini memiliki kepekaan yang cukup baik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketajaman pendengaran hewan tersebut. Sebab, ketajaman telinga itu untuk membuat hewan-hewan tersebut dapat bertahan hidup di alam liar. Jika daun telinga hewan tersebut tidak peka, maka hewan-hewan tersebut tidak akan sanggup bertahan pada alam liar yang penuh dengan predator-predator kejam yang siap untuk menerkam hewan tersebut kapan saja dan dimana saja.
  • Penutup tubuhnya adalah rambut. Penutup berupa rambut ini bertujuan untuk memberikan rasa hangat pada tubuh hewan tersebut. Ketika di luar cuacanya sedang panas rambut ini akan memberikan rasa nyaman pada hewan tersebut. Panas terik matahari ini tidak akan membuat tubuh hewan tersebut menjadi kepanasan sebab ada rambut yang menutupi seluruh tubuh hewan yang berkembang biak dengan cara beranak ini. Pada saat cuaca sedang dingin, rambut-rambut atau yang sering disebut sebagai bulu ini berfungsi untuk memberikan rasa nyaman dan sebagai perlindungan dari suhu dingin yang ada di luar. Rambut atau bulu ini dapat memberikan rasa hangat pada tubuh hewan vivipar tersebut. Demikian juga dengan anak-anaknya juga memiliki bulu-bulu yang cukup tebal. Anak-anak hewan ini masih memiliki kondisi yang masih sangat lemah. Bayi-bayi hewan tersebut belum memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di alam yang liar. Termasuk bertahan pada cuaca yang cukup ekstrim. Sehingga, bulu-bulu pada induknya yang melindungi anak-anaknya dari cuaca yang cukup ekstrim. Sebab jika tidak dilindungi, anak-anak tersebut akan rawan kematian.
    4-ciri-khusus-hewan-vivipar
  • Hewan-hewan tersebut sering dinamakan dengan hewan mamalia. Hewan-hewan tersebut memiliki banyak persamaan yang jumlahnya cukup banyak. Sehingga kelompok hewan-hewan vivipar ini disebut dengan hewan-hewan mamalia. Mamalia tidak hanya hidup di darat saja. Namun hewan mamalia ada juga yang hidupnya di air. Hewan sejenis ikan ini juga memiliki paru-paru seperti layaknya hewan mamalia yang hidup di darat untuk bernafas. Salah satu jenis hewan mamalia laut adalah ikan paus. Ikan paus ini memiliki paru-paru untuk bernafas dan memiliki cara berkembang biak dengan cara melahirkan anaknya. Mamalia laut ini memiliki ciri yang tidak berbeda dengan mamalia yang hidup di darat. Hewan laut ini setiap beranak hanya bisa melahirkan satu ekor anak ikan mamalia kecil setiap kali melahirkan.

Itulah 4 ciri khusus hewan vivipar yang dapat dijelaskan secara singkat. Hewan-hewan tersebut memiliki kesamaan untuk tetap bertahan hidup dan berkembang biak. Meskipun kemampuan untuk melahirkan anak setiap hewan berbeda antara satu hewan dengan hewan yang lainnya. Hal inilah yang menyebabkan beberapa hewan tidak perlu dikhawatirkan populasinya. Namun ada juga yang perlu dilindungi dengan baik. Sebab hewan-hewan tersebut hanya memiliki kemampuan melahirkan satu anak saja pada saat sekali proses kehamilannya. Bahkan gajah termasuk hewan yang harus sangat dijaga populasinya sebab gajah termasuk hewan yang memiliki kemampuan melahirkan hanya satu dalam sekali melahirkan dan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Artikel Lainnya :

Kata Kunci Halaman Ini:

  • ciri hewan beranak adalah memiliki daun telinga
  • ciri ciri vivipar
  • fungsi daun telinga pada hewan melahirkan
loading...
4 Ciri Khusus Hewan Vivipar | Jaya Kurnia | 4.5