5 Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Denyut Jantung

5 Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Denyut Jantung –┬áKecepatan denyut jantung bisa disebabkan oleh banyak hal yang belum begitu banyak dipahami masyarakat. Denyut yang terlalu rendah atau tinggi dapat dijadikan sebagain indikator adanya masalah. Apalagi jika perubahan denyut jantung tersebut disertai dengan gejala lain seperti sesak napas, sering pingsan atau pusing. Denyut jantung seseorang juga bisa dipengaruhi oleh aktivitas dan usianya. Untuk lebih jelanya, berikut ini adalah 5 faktor apa saja yang mempengaruhi kecepatan danyut jantung manusia.

1. Berubah posisi atau Hipotensi postural : Faktor penyebab yang pertama adalah adanya perubahan posisi. Pada beberapa orang, ada yang saat berdiri secara mendadak dapat menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah, penglihatan kabur, pusing, bahkan sampai pingsan. Gejala ini dikenal dengan istilah Hipotensi postural. Salah satu penyebab hal ini bisa terjadi adalah adanya kerusakan pada sistem saraf simpatis, penderita mengkonsumsi obat diabetes, simpatolitik atau bisa juga karena adanya kegagalan dalam otonom primer. Saat seseorang berdiri, dari yang awalnya berbaring akan mengalami kondisi dimana aliran darah akan mengalih dengan cepat. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tekanan kardiovaskular pada jantung dengan tubuh yang tidak memiliki tingkatan yang sama dengan jantung. Resistansi total perifer dan denyut jantung akan lebih lebih tinggi saat seseorang berdiri daripada saat berbaring.

2. Pengaruh olahraga Satu dari 5 faktor yang mempengaruhi kecepatan denyut jantung selanjutnya adalah olahraga. Olahraga fisik sangat mempengaruhi kondisi sistem kardiovaskuler yang tentunya juga berdampak pada frekuensi denyut jantung. Curah jantung dan denyut jantung dapat meningkat selama aktivitas olahraga secara signifikan. Faktor utama yang memberikan dampak cukup besar pada sistem kardiovaskular saat aktivitas olahraga adalah adanya penurunan jumlah resistansi perifer total.

3. Pengaruh aktivitas respirasi : Faktor selanjutnya adalah adanya aktivitas respirasi. Aktivitas fisik memang berkaitan erat dengan proses ekspirasi dan inspirasi. Hal ini memberikan efek yang cukup besar pada curah jantung dan juga aliran darah. Saat inspirasi normal maka tekanan intratoraks akan berada pada angka 7 mmHg. Pada posisi tersebut, diafragma akan berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Selama kegiatan inspirasi maka tekanan intratoraks akan berkurang sehingga menyebabkan adanya penurunan tekanan pada area vena sentral. Akibatnya, terjadi peningkatan volume pada vena sentral dan aliran balik vena sehingga proses pengisian jantung kanan turut meningkat.

4. Pengaruh jenis kelamin Pada dasarnya, jenis kelamin juga mempengaruhi frekuensi denyut jantung pada manusia. Perempuan yang masuk dalam masa premenopause akan mempunyai masa ventrikel bagian kiri yang terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan pria pada umur yang sama.

5. Pengaruh umur : Sistem kardiovaskular juga dipengaruhi oleh variabel usia. Saat usia bertambah satu maka akan terjadi perubahan tekanan arteri dan denyut jantung istirahat pada tubuh manusia. Perubahan ini juga berpengaruh pada prmbuluh darah.

Demikianlah ulasan terkait dengan 5 faktor yang mempengaruhi denyut jantung. Semoga informasi ini menambah wawasan Anda.

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • Fungsi tubulus pada pria
  • makna jalan hidup manusia
loading...
5 Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Denyut Jantung | Jaya Kurnia | 4.5