Hubungan Antara Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Indonesia

Hubungan Antara Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Indonesia – Dilihat dari pengaruh kondisi lingkungan fisiknya maka aktivitas sosial ekonomi manusia bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu: di daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi atau pegunungan. Pola dari kehidupan manusia sangatlah terpengaruh oleh kondisi dari lingkungan disekitarnya, begitupun dalam kehidupan sosial ekonomi. Di dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia melakukan pemanfaatan lahan dan pemanfaatan lahan tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kondisi fisik lainnya seperti cuaca, kemiringan lereng, jenis tanah, kondisi curah hujan dan ketersediaan air. Sebuah penduduk akan menempati area atau wilayah yang ciri fisik nya ideal, kriteria tersebut antara lain adalah sebagai berikut : di daerah tsb mudah untuk mendapatkan air tanah, kondisi udaranya sejuk, tofografinya datar, dan juga tanah nya subur.

Namun kondisi ideal dari wilayah tersebut tidak lah tersedia di semua tempat, maka dari itu manusia haruslah bisa beradaptasi dan juga mampu untuk mengembangkan kemampuan dirinya untuk bisa mengurangi dampak dari lingkungan yang kurang bagus/menguntungkan. Maka dari itu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Hubungan Antara Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Indonesia ini sebaiknya kita membahas nya secara lebih terperinci dibawah ini, berikut adalah bahasan mengenai aktifitas manusia di dataran rendah, di dataran tinggi dan di daerah pantai :

1. Daerah Pantai

Kegiatan dari suatu penduduk atau manusia yang berada di daerah pantai sangat erat berkaitan dengan kelautan dan juga perikanan, seperti dengan hal berikut ini :

  1. Budidaya rumput laut
  2. Budidaya mutiara
  3. Usaha/kegiatan nelayan menangkap ikan
  4. Tambak ikan di daerah payau
  5. Tambak udang di daerah payau
  6. Tambak pembuatan garam
  7. Dan juga biasanya di daerah dekat pantai karena udaranya panas maka sering dijadikan sebagai area perkebunan kelapa
  8. Selain itu pantai juga bisa dijadikan sebagai objek wisata yang tentunya akan menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga membuat roda perekonomian penduduk disekitarnya menjadi berjalan, terutama penduduk yang melakukan usaha di sektor perdagangan atau pun jasa
  9. Dan juga pada saat surut di beberapa tempat sering dilakukan pengelolaan sawah pasang surut

2. Dataran Rendah 

Dataran rendah biasanya sering dijadikan sebagai pusat kota karena tofografinya yang landai atau datar, bisa juga untuk dijadikan daerah industri dan lain sebagainya.

  1. Dataran rendah cocok sekali untuk dijadikan sbg lahan pertanian karena biasanya tanahnya subur dikarenakan proses sedimentasi, berbagai jenis tanaman bisa ditanam di dataran rendah ini, misalnya : berbagai jenis buah-buahan, palawija, padi dan lain sebagainya
  2. Seperti yang disinggung diatas, daerah dataran rendah ini cocok sekali untuk dijadikan sebagai daerah industri, perkotaan, perumahan, pertanian atau pemukiman penduduk
  3. Terutama untuk pemukiman, daerah dataran rendah memiliki potensi untuk bisa berkembang dengan sangat cepat karena tofografinya yang datar sehingga memudahkan dalam proses pembangunan
  4. Daerah dataran rendah selain reliefnya datar, juga memiliki kontur tanah yang cukup stabil dan jarang adanya barier alam sehingga proses pembangunan sarana maupun prasarana di daerah dataran rendah lebih mudah.

3 Dataran Tinggi dan Pegunungan

Di pegunungan atau dataran tinggi pada umumnya memiliki iklim atau cuaca yang sedang hingga dingin. maka kondisi ini sangat cocok untuk melakukan kegiatan :

  1. Di daerah pegunungan biasanya lereng pegunungan sering dijadikan sebagai hutan lindung atau juga dijadikan hutan produksi serta daerah wisata, misalnya di puncak bogor
  2. Selain itu di pegunungan dan dataran tinggi biasanya memiliki pemandangan alam yang bagus, seperti danau, agrowisata atau air terjun. sehingga dataran tinggi dan pegunungan bisa dijadikan sebagai tujuan wisata
  3. pegunungan dan dataran tinggi biasanya memiliki ketersediaan air dan rumput yang sangat banyak, maka cocok sekali untuk dijadikan daerah peternakan, terutama peternakan sapi. misalnya pangalengan, bandung
  4. Daerah dataran tinggi dan pegunungan cocok untuk dijadikan sebagai daerah perkebunan dan pertanian, seperti : tanaman hias, bunga, berbagai jenis tanaman sayuran, padi, teh, buah-buahan maupun kopi.

Begitulah pembahasan mengenai Hubungan Antara Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Indonesia ini, semoga pembahasan ini bermanfaat.

Loading...

Artikel Lainnya :

Hubungan Antara Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Indonesia | Jaya Kurnia | 4.5