Kehidupan Manusia Praaksara Di Indonesia

Kehidupan Manusia Praaksara Di Indonesia
Pengertian Masa Pra-Aksara
Zaman pra-aksara merupakan zaman ketika manusia pada saat itu belum mengenal tulisan, dan belum di temukannya keterangan yang tertulis mengenai adanya kehidupan manusia. Pada periode ini, cara hidup manusia dengan berburu  dan mengambil bahan makanan yang tersedia di alam. Mereka bertempat tinggal tak menentu, karena pola pikir manusia saat itu bergantung dengan alam yang menyediakan sumber makanan.
Zaman pra-aksara juga di sebut dengan zaman NIRLEKA. Nir yang artinya tanpa, sedangkan leka artinya tulisan. Maka zaman pra-aksara berakhir ketika manusia telah mengenal tulisan. Para ahli paleontologi dan arkeologi membagai masa pra-aksara Indonesia ke dalam dua zaman. Yaitu zaman logam dan zaman batu. Pengetahuan tersebut di proleh ketika penggalian dan benda purbakala dan fosil manusia. Kehidupan Manusia Praaksara Di Indonesia Zaman batu di bagi kembali dalam beberapa zaman berdasarkan kehalusan, jenis, bentuk, dan ukuran alat batu yang di ciptakannya.
Pembagian zaman batu :

Zaman Batu Tua/ Paleolitikum
Berdasarkan penemuan geologis, paleontologis, dan arkeologis, zaman batu di perkirakan berlangsung selama kurang lebih 600.000  tahun.
Pada zaman batu tua di temukan penemuan penguasaan teknologi. Pada saat iutu manusia hanya menggunakan alat-alat seperti kayu, batu, dan bambu. Mereka menggunakan batu yang masih kasar untuk berburu binatang, juga sebagai kapak yang di genggam untuk memotong kayu atau membunuh binatang buruan.

Selain pengusaan teknologi, pada masa ini juga manusia menemukan kondisi sosial yang dimana pada saat itu manusia masih berpindah-pindah tempat tinggal. Karena kepindahan mereka berdasarkan tersedianya bahan makanan, seperti hewan buruan.

Pada periode ini, manusia pra-aksara memiliki hasil-hasil kebudayaan berupa benda-benda.
Benda yang di perkirakan berasal dari zaman batu tua banyak di temukan di Ngandong dan Pacitan, Jawa Timur. Ciri utama dari kebudayaan Pacitan yaitu alat dari batu yang bentuknya bertangkai dan sering di sebut sebagai kapak genggam. Kapak genggam berfungsi sebagai alat penetak yang telah di perkirakan pernah di gunakan manusia jenis Pithecanthropus Erectus. Sedangkan kebudayaan Ngandong menghasilkan alat yang terbuat dari kapak genggam dari batu dan tulang  binatang.

Zaman Batu Tengah ( Mesolitikum )
Pada zaman ini di temukan kehidupan sosial yang memiliki ciri utama perdaban yaitu manusia telah bertempat tinggal tetap. Para ahli ilmuan purbakala menyebutkan bahwa pada zaman ini untuk mencapai taraf menetap memerlukan waktu selama ribuan tahun.
Ciri utama pada peradaban ini yaitu peninggalan sampah dapur .
Selain adanya penemuan hasil teknologi, pada zaman ini pun di temui keberadaan teknologi.

Zaman Batu Muda ( Neolitikum )
Ciri utama dari zaman batu muda yaitu manusia pada waktu itu telah menghasilkan makanan. Menurut ahli arkeologi,  adanya perubahan manusia telah menghasilkan makanan, maka ini merupakan satu revolusi perkembangan zaman pra-aksara Indonesia.

Selain di temukannya zaman batu, pada periode ini pun manusia purba sudah mampu membuat alat-alat perlengkapan yang terbuat dari bahan logam.
Zaman logam itu terdiri dari zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.

Zaman Tembaga
Zaman ini ialah zaman dimana awal mulanya manusia membuat peralatan dari logam. Zaman tembaga berkembang di negara Thailand, Vietnam, Singapura dan Semenanjung  Malaka.

Zaman Perunggu
Pada zaman ini, manusia telah membuat alat-alat perlengkapan yang terbuat dari bahan logam campuran yang lebih keras di bandingkan dengan tembaga, yaitu logam perunggu.
Kebudayaan perunggu telah berkembang di negara Indonesia yang sering di sebut dengan kebudayaan Dongson.
Ada dua teknik pembuatan logam perunggu, yaitu :
Teknik Cetakan Lilin
Teknik cetakan lilin yaitu teknik yang di gunakan dalam mengolah logam dengan membuat model dari lilin. Lilin ini akan di bungkus  memakai tanah liat yang sudah di bakar, kemudian lilin di simpan di atas tanah liat yang atasnya sudah di beri lubang.

Teknik Cetakan Setangkup
Teknik cetakan setangkup yaitu teknik yang menggunakan dua cetakan yang bisa di rapatkan atau di tangkupkan, cetakan tersebut sudah di beri lubang pada bagian atasnya. Ciri dari zaman perunggu ialah manusia sudah memiliki kehidupan yang teratur dan di pimpin oleh kepala suku.

Artikel Lainnya :

Kata Kunci Halaman Ini:

  • apa fungsi penggunaan pahat genggam bagi kehidupan manusia praaksara
  • kehidupan manusia praaksara di indonesia
  • kehidupan manusia praaksara indonesia
  • kehidupan manusia praaksara diindonesia
  • kehidupan manusia praakasara di indonesia
  • kehidupan manusia pada zaman praaksara
  • ciri-ciri kehidupan pada masa praksara
  • kehidupa manusia praaksara di Indonesia
  • kehidupan manusia pr
  • penguasaan teknologi mesolitikum
loading...
Kehidupan Manusia Praaksara Di Indonesia | Jaya Kurnia | 4.5