Memahami Makna Beriman Kepada Hari Akhir

Memahami Makna Beriman Kepada Hari Akhir – Hari Akhir menurut bahasa artinya “Hari Penghabisan” (Q.S. al-Baqarah/2: 177), juga disebut “Hari Pembalasan” (Q.S. al-Fatihah/1:4). Sedangkan menurut istilah, Hari Akhir adalah hari mulai hancurnya alam semesta berikut isinya dan berakhirnya kehidupan semua makhluk Allah Swt. Hari Akhir juga disebut hari Kiamat, yaitu hari penegakan hukum Allah Swt. yang seadil-adilnya (Q.S. al-Mumtahanah/60:3).
Kebenaran akan datangnya Hari Akhir dapat ditemukan melalul kajian ayat-ayat al-Qur’an, ilmu pengetahuan, dan panca indra. Melalui kajian akan kebenaran adanya Hari Akhir, kalian dapat menghayati akan nilai-nilai keimanan kepada Hari Akhir. Berikut disajikan informasi terkait dengan Hari Akhir menurut ketiga sudut pandang tersebut. Mari kalian pelajari bersama!

1. Hari Akhir Menurut aI-Qur’an
Hari Akhir atau Hari Kiamat menurut al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua:
a. Kiamat Sugra (kecil)
Kiamat Sugra adalah peristiwa datangnya kematian bagi semua makhluk termasuk manusia yang bersifat lokal dan individu. Firman Allah Swt. dalam Q.S.Ali lmrãn/3:185:Q.S.Ali lmran3Memahami makna beriman kepada hari akhir. Sebelum terjadi hari kiamat, mereka yang telah mati mengalami proses awal kehidupan akhirat yang disebut alam barzakh. Alam barzakh adalah alam yang menjadi batas antara alam dunia dan alam akhirat. Pada masa itu manusia sudah menyadari akan kebenaran janji Allah Swt. Bahkan kepada mereka yang jahat sudah diperlihatkan neraka dan siksa.

Peristiwa-peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah mati antara lain:
1) Fitnah kubur: yaitu beragam pertanyaan yang diajukan kepada orang yang meninggal tentang Tuhannya, agamanya, nabinya
imannya, dan kiblatnya.
2) Siksa dan nikmat kubur: siksa kubur diperuntukkan bagi orang yang zalim, munafik, kafir dan. Nikmat kubur diperuntukkan bagi orang yang baik amal ibadahnya di dunia.

b. Kiamat Kubra (besar)
Peristiwa berakhirnya seluruh kehidupan makhluk dan hancur lebumya alam semesta secara total dan serentak. Proses terjadinya hari kiamat tersebut dijelaskan oleh Allah Swt. dalam banyak ayat.
Dalam QS.  az-Zalzalah/99:1-5 dijelaskan peristiwa terjadinya kiamat dimulai dengan datangnya gempa yang sangat dahsyat. Dalam QS. al-Qari’ah/101:1-5 dijelaskan keadaan manusia bagaikan anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung bagai bulu yang dihambur-hamburkan.

Berdasarkan ayat-ayat tersebut, peristiwa kiamat merupakan kejadian yang sangat hebat, yaitu tatkala Malaikat Israfil meniup sangkakala. Kemudian bumi diangkat, gunung-gunung dibenturkan dan terjadilah kerusakan hebat. Langit pecah bergelegar, benda-benda bumi pun bertebaran laksana kabut. Sementara manusia akan kacau balau kebingungan hanya Allah Swt saja yang Maha Kekal.

2. Hari Kiamat Menurut Ilmu Pengetahuan

a. Menurut Geologi
Bumi terbuat dari gas yang berputar (chaos catastrope). Setelah diam gas itu menjadi dingin maka gas yang berat mengendap ke bawah, yang ringan berada diatas. Melalui proses evolusi yang lama sekali, gas bagian luar mengeras menjadi batu, kerikil, pasir dan sebagainya. Sedangkan bagian tengah masih panas. Bumi beredar karena adanya daya tarik matahari terhadap bumi berkurang. Akibatnya bumi akan bergeser dari matahari sehingga putaran bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib seperti meteor (menyala/hancur).

b. Menurut Teori Fisika
Letak matahari kira kira 150 juta km jauhnya dari bumi, namun sinar matahari sampai kebumi selama 8 menit 20 detik. Garis tengah matahari = 1.4 juta km dan luas permukaannya 616 x 1010 km =622160 km. Menurut para ahli fisika energi matahari dipancarkan ke angkasa dan sekitarnya 5,7 x 1027 kalori = 5853,9 kalori/menit dan mampu menyala 50 milyar tahun dengan panas 15 juta derajat celcius.

Memahami Makna Beriman Kepada Hari Akhir
Kalau suatu ketika matahari tidak muncul atau cahayanya redup karena tenaga/sinarnya habis, maka tidak ada angin dan awan yang berakibat hujan tidak akan turun. Selanjutnya gunung-gunung akan meletus, ombak bergulung-gulung, air laut naik sehingga hancurlah bumi ini.

3. Bukti Indrawi Terjadinya Hari Akhir

Imam Ath Thabari dan Ibnu Katsir berpendapat bahwa telah diperlihatkan peristiwa peristiwa yang menakjubkan di dunia sebagaimana berikut ini :

a. Peristiwa pembunuhan yang dipermasalahkan oleh Bani Israil, akan dihidupkan kembali oleh Allah Swt . hanya dengan perantaraan daging sapi yang dipukulkan ke tubuh orang yang terbunuh (Q.S. Al-Baqarah/2:72-73).

b. Peristiwa nabi ibrahim dan burung-burung yang dicincangnya kemudian diletakan di tiap-tiap bagian di atas bukit lalu Allah swt berfirman : “Panggilah! Niscaya mereka datang kepadamu dengan segera” (Q.S. Al-Baqarah/2:260).

Kedua informasi diatas memang dijelaskan oleh Al-quran tetapi bukan berita langsung bahwa hari akhir akan datang, melainkan informasi historis (sejarah) tentang peristiwa yang pernah terjadi dan menjadi bukti secara indrawi bahwa kiamat pasti akan datang.

Loading...

Adapun manfaat memahami makna beriman kepada hari akhir adalah agar menjadikan kita sebagai umat yang selalu mengingat bahwa kehidupan duniawi hanyalah sementara dan pasti akan berakhir. Hingga kita tak selalu mengejar dunia namun juga mengejar akhirat. Demikian bahasan mengenai iman pada hari akhir yang ditulis oleh pengayaan, semoga bermanfaat bagi kita sesama muslim.

Pencarian Terkait:

  • makna beriman kepada hari akhir
  • pengertian hari akhir menurut ilmu pengetahuan
  • makna iman kepada hari akhir
  • hari kiamat menurut ilmu pengetahuan
  • makna hari akhir
  • mengaitkan hari akhir dengan ilmu pengetahuan
  • memahami makna beriman kepada hari akhir
  • hari akhir menurut ilmu pengetahuan
  • bukti kebenaran akan terjadinya hari akhir menurut al quran
  • pengertian kiamat menurut ilmu pengetahuan
Memahami Makna Beriman Kepada Hari Akhir | Jaya Kurnia | 4.5