Pengertian Konsumerisme Dalam Sosiologi

Pengertian konsumerisme dalam sosiologi yakni kegiatan mengkonsumsi atau pemakaian barang secara berlebihan dan terjadi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadikan manusia sebagai pecandu produk dan sifat ini sulit untuk dihilangkan. Penyakit ini datang tanpa sadar dan menjadi penyakit jiwa yang cukup merepotkan anda. Diantara laki-laki dan perempuan, jika dikonversi maka lebih banyak perempuan yang lebih konsumtif dibandingkan dengan laki-laki. Jika anda lihat, kebanyakan toko yang ada dalam suatu kota akan lebih banyak yang menjual keperluan perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini menjadi parameter dalam menentukan apakah dalam suatu kota tersebut yang lebih konsumtif laki-laki atau perempuan. Namun jika anda teliti pada semua kota di Indonesia bisa dilihat jika banyak kota yang mayoritas perempuan yang konsumtif.

Melihat pengertian konsumerisme dalam sosiologi diatas bisa dilihat jika masyarakat Indoensia terlepas dari apakah laki-laki atau perempuan cenderung lebih konsumtif dibandingkan dengan masyarakat negara lainnya. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak ini menjadi factor utama alasan para pedagang besar untuk menanamkan modalnya dan memasarkan produknya di Indonesia. Banyak sekali pengusaha besar baik dalam bidang teknologi, pakaian, keperluan rumah tangga, sampai makanan yang mendirikan pabriknya di Indonesia. Karena meskipun masyarakat Indonesia memiliki pendapatan perkapita yang relatif rendah namun sifat konsumtif tiap masyarakat sangat tinggi sehingga untuk mendirikan dan memproduksi barang disini sangatlah menguntungkan.

Sifat konsumtif ini tentunya tidak datang dengan sendirinya, pastilah ada banyak iklan-iklan yang dengan sukses membius penonton untuk membeli produknya. Pada dasarnya memang sebagian besar masyarakat Indonesia suka sekali dengan barang baru sehingga setiap ada barang baru akan berlomba-lomba untuk membelinya. Hal ini dikarenakan sifat pamer yang banyak dijangkit masyarakat apalagi anak muda yang selalu tidak mau ketinggalan jika soal teknologi dan fashion. Sehingga secara mudah banyak yang terpengaruh dengan iklan-iklan yang sebenarnya hanya tayangan biasa saja namun sudah biasa membius banyak penontonnya untuk membeli produk yang sedang dibelinya. Apalagi soal teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat, untuk mengoleskan pasta gigi saja membutuhkan alat, tidak dengan tangan yang sebenarnya lebih menghemat tenaga dan biaya. Pengertian konsumerisme dalam sosiologi ini jika dipahami para pedagang bisa menguntungkannya.

Pengertian Konsumerisme Dalam Sosiologi

dengan memahami arti konsumerisme dalam suatu wilayah dengan baik maka pedagang tidak akan kesulitan menempatkan produknya untuk dijual dimana. Jika ingin bisa lancar dalam menjual produk sebaiknya penting untuk mengetahui keadaan pasar termasuk keinginan atau kebuuhan masyarakat suatu tempat sehingga untuk memasarkannya tidak akan mengalami kendala. Pengertian konsumerisme dalam sosiologi ini harus dipahami dengan baik agar menciptakan usaha yang lebih berkembang sesuai dengan harapan sehingga tidak akan mengalami kebangkrutan dini.

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • konsumerisme
  • pengertian konsumerisme
  • pengertian konsumerisme dalam sosiologi
  • pengertian konsumerisme menurut para ahli
  • konsumerisme adalah
  • konsumerisme sosiologi
  • pengertian konsumerisme dan contohnya
  • arti konsumerisme
  • definisi konsumerisme
  • konsumerisme dalam sosiologi
loading...
Pengertian Konsumerisme Dalam Sosiologi | Jaya Kurnia | 4.5