Perbedaan Gugatan dan Permohonan

Perbedaan Gugatan dan Permohonan -Di dalam hukum yang ada di Indonesia, tertera kata gugatan dan permohonan. Kedua kata ini menjadi kata yang sering didengar pada suatu sidang yang ada di Indonesia. Meskipun begitu, masih banyak pihak yang masih belum mengetahui perbedaan antara gugatan dan permohonan tersebut. Karena kedua kata ini sangat penting dalam suatu persidangan, ada baiknya jika Anda mengetahui perbedaan tersebut. Permohonan merupakan masalah perdata yang saat diajukan berupa permohonan yang telah ditandatangani oleh pemohon yang nantinya diberikan kepada Ketua Pengadilan Negeri. Permohonan sering kali disebut dikenal sebagai gugatan voluntair yang berarti gugatan sepihak tanpa adanya pihak lain yang ditanyakan sebagai tergugat. Berikut ciri-ciri dari permohonan:

  • Permasalahan yang nantinya diajukan merupakan masalah yang dimiliki sepihak saja atau for the benefit of one party only.
  • Masalah yang diajukan ke pengadilan negeri merupakan sengketa tanpa pihak lain atau without dispute of different with another party.
  • Tidak ada pihak lain yang dinyatakan sebagai lawan dan bersifat satu pihak atau ex parte.

Landasan permohonan tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 mengenai kuasa hakim dan pasal 2 ayat 1 yang menjelaskan tentang penegasan, kewenangan suatu badan peradilan yang mampu menuntaskan masalah permohonan  dan menuntaskan masalah suatu partai politik. Dalam menyelesaikan permasalahan yang bersifat satu pihak /ex parte pun sangat mudah dab sederhana. Pemeriksa hanya cukup mendengarkan segala permasalahan yang diajukan pemohon, memeriksa segala bukti yang berasal dari saksi dan ketiadaan kesimpulan. Jika segala permohonan selesai diperiksa, pengadilan akan menetapkan keputusan yang dianggap tepat. Untuk permohonan yang diajukan oleh partai, keputusan yang diambil pengadilan disebut dengan vonis atau award. Perbedaan Gugatan dan Permohonan.

Untuk masalah gugatan, masyarakat Indonesia lebih mengenal gugatan sebagai gugatan perdata saja. Padahal menurut penjelasan yang telah disebutkan di atas, permohonan voluntair juga dikategorikan sebagai gugatan. Secara garis besar, gugatan merupakan permasalahan yang mengkaitkan dua pihak, satu orang berperan sebagai penggugat dan pihak yang lainnya berperan sebagai tergugat. Gugatan ini nantinya akan dilayangkan kepada Ketua Pengadilan Negeri.

Perbedaan Gugatan dan Permohonan

Penyelesaian yang terjadi pada masalah yang gugatan dikenal dengan yuridiksi contentiosa. Yuridiksi contentiosa merupakan kewenanga peradilan untuk memeriksa permasalahan yang terjadi antara pihak-pihak yang berselisih paham. Gugatan yang terjadi di dalam peradilan dapat berupa gugatan secara tertulis dan gugatan secara lisan. Dari kedua bentuk gugatan, gugatan secara tertulislah yang nantinya akan diutamakan untuk menyelesaikannya. Berikut ciri-ciri dari sebuah gugatan:

  • Permasalahan yang terjadi merupakan sengketa.
  • Sengketa terjadi minimal diantara dua orang. Tak memungkin sengketa terjadi lebih dari dua pihak.
  • Tidak boleh dikerjakan oleh penggugat saja dan tergugat saja.
  • Pemeriksaan dilakukan mulai dari persidangan hingga keputusan selesai dijatuhkan.

Itulah informasi mengenai perbedaan gugatan dan permohonan.

Artikel lainnya :

Kata Kunci Halaman Ini:

  • perbedaan gugatan dan permohonan
  • perbedaan permohonan dan gugatan
  • gugatan dan permohonan
  • perbedaan gugatan dengan permohonan
  • beda gugatan dan permohonan
  • ciri ciri permohonan
  • permohonan dan gugatan
  • pengertian gugatan dan permohonan
  • nedanya permohonan dan gugatan
  • jelaskan perbedaan antara gugatan dan permohonan
Perbedaan Gugatan dan Permohonan | Jaya Kurnia | 4.5