Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi Nilai Sub kebudayaan Menyimpang

Proses pembentukan perilaku menyimpang sebagai hasil proses sosialisasi nilai sub kebudayaan yang menyimpang. Pengertian masyarakat menunjukan pada sejumlah manusia, sedangkan pengertian kebudayaan menunjukan pola-pola perilaku yang khas dari masyarakat tersebut. Masyarakat dan kebudayaan sebenarnya merupakan perwujudan dan abstraksi dari perilaku manusia. Faktor biologis bisa mempengaruhi kepribadian secara langsung, misalnya seseorang yang mempunyai badan yang lemah, bisa mempunyai sifat rendah diri. Beberapa faktor biologis yang dalam mempengaruhi kepribadian penting, misalnya sistem syaraf, watak watak se k 5ual, proses pendewasaan dan juga kelainan kelainan biologis pada diri seseorang. Faktor psikologis yang mempengaruhi kepribadian adalah temperamen, kemampuan belajar, perasaan, keterampilan, keinginan dan lain sebagainya.

Di dalam setiap masyarakat, akan dijumpai suatu proses, dimana seorang anggota masyarakat yang baru mempelajari norma norma dan kebudayaan masyarakat dimana ia jadi anggota. proses tersebut dinamakan proses sosialisasi. Walaupun terdapat perbedaan antara kepribadian yang satu dengan yang lainnya, tetapi masyarakat mempunyai pola pola perilaku individu yang didasarkan pada kepribadiannya. Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi Nilai Sub kebudayaan Menyimpang.

Apabila diperhatikan kebiasaan kebiasaan masyarakat di dunia akan dijumpai perilaku di suatu masyarakat di larang, sedangkan pada masyarakat yang lain malah dijadikan kebiasaan. Misalnya di inggris mengeluarkan bunyi desis dari mulut dianggap sebagai perbuatan yang menghina, namun di jepang tindakan tersebut dianggap sebagai tanda mengharga terhadap orang orang yang berasal dari derajat sosial yang lebih tinggi. Di Afrika bunyi desis dianggap sebagai tepuk tangan. Banyak lagi contoh yang bisa membuktikan betapa besarnya pengaruh kebudayaan terhadap perilaku seseorang serta kepribadian yang terdapat di dalamnya.

Dalam masalah pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian sebaiknya individu membatasi pada kebudayaan yang secara langsung mempengaruhi kepribadiannya. Hal itu karena individu yang bersangkutan memang tinggal di lingkungan yang demikian.

Dari beberapa kenyataan diatas, dapatlah diambil kesimpulan betapa besarnya pengaruh kebudayaan terhadap pembentukan kepribadian. Akan tetapi, dalam perkembangannya kepribadian tersebut tidak hanya memerankan kebudayaan pokok, tetapi dalam rangka kerja sama dengan individu lain, lingkungan alam dan lingkungan sosialnya.
perilaku-menyimpang-sebagai-hasil-sosialisasi-nilai-sub-kebudayaan-menyimpang

Dan itulah bahasan mengenai Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi Nilai Sub kebudayaan Menyimpang. Tentunya mempelajari mengenai proses pembentukan perilaku menyimpang ini tentu saja akan sangat berguna. Hingga nantinya kita bisa mengetahui apa-apa saja yang menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang dan kemudian kita akan bisa mencegahnya.

Karena perilaku menyimpang ini tidak terjadi begitu saja secara tiba-tiba melainkan terjadi karena adanya suatu proses dan keadaan serta kejadian yang menyertainya. Maka dari itu mempelajari hal ini sangat lah penting dalam upaya untuk bisa mencegah terjadi perilaku penyimpang. Sekian terima kasih.

Artikel Lainnya :

Kata Kunci Halaman Ini:

  • jelaskan proses pembentukan perilaku menyimpang sebagai hasil proses sosialisasi nilai subkebudayaan menyimpang
  • contoh sosialisasi sub kebudayaan menyimpang
  • jelaskan proses pembentukan prilaku meyimpang sebagai hasil proses sosialisasi nilai subkebudayaan meyimpang
  • abstraksi perilaku mrnyimpang
  • Jelaskan proses pembentukan perilaku menyimpang sebagai hasil proses sosialisasi nilai subkebudayaan penyimpangan
  • pengaruh proses soialisasi nilai nilai subkebudayaan menyimpang
  • pengertian perilaku menyimpang sebagai hasil dari sub kebudayaan menyimpang
  • pengertian sub kebudayaan menyimpang
Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi Nilai Sub kebudayaan Menyimpang | Jaya Kurnia | 4.5