Pernikahan Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974

Pernikahan Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 – Di dalam negara Republik Indonesia, semua hal yang memiliki sangkut paut dengan penduduk harus lah mendapat legalitas dari pemerintah dan tercatat secara resmi, seperti perkawinan, kelahiran ataupun kematian. Pernikahan Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Di dalam rangka tertib administrasi dan tertib hukum, maka tata cara untuk melakukan pernikahan wajib mengikuti prosedur sebagaimana diatur di dalam peraturan pemerintah tentang pelaksanaan undang-undang no 1 tahun 1974.

Di Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dalam pasal 1 disebutkan bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan baik lahir maupun bathin diantara seorang wanita dan seorang pria sebagai sebuah pasangan suami istri dan memiliki tujuan untuk memiliki rumah tangga yang kekal dan bahagia berdasarkan pada ketuhanan yang maha esa. Dan proses pencatatan pernikahan seperti yang termaktub di dalam BAB II pasal 2 ialah dilakukan oleh PPN (pegawai pencatat nikah) yang berada di wilayahnya masing-masing. Karena itu pegawai pencatat nikah memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam peraturan perundang-undangan di indonesia yang diatur dalam UU no. 32 tahun 1954.

Dan hingga sampai sekarang pun pegawai pencatat nikah ialah satu-satunya pejabat yang memiliki wewenang untuk mencatat perkawinan yang telah dilakukan berdasarkan hukum islam di wilayah.

Artinya, siapapun yang ingin melangsungkan perkawinan berdasarkan hukum islam, berada dibawah pengawasan PPN.
Pernikahan Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
Maka dari itu setelah mengenai mengenai pernikahan dalam Undang undang, hendaklah jangan sampai ada lagi yang namanya nikah siri krena sangat merugikan pihak wanita, pihak wanita lah yang paling rugi dengan nikah siri. Status pun tidak diakui oleh negara bahwa sudah menikah dan tidak memiliki dokumen dokumen resmi.

Demikian lah bahasan mengenai Pernikahan Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Semoga bermanfaat. Untuk menikah sebenarnya tidak sulit, bahkan kini menikah di KUA pun sudah gratis alias tidak perlu bayar, maka daripada itu jangan lah menunda-nunda untuk menikah, bila calon mempelai sudah ada maka segeralah menikah secepatnya karena menikah bisa mencegah kita dari berbagai perbuatan dosa dan tercela. Syarat untuk menikah di dalam islam pun simpel tidak menyusahkan, begitu juga syarat untuk menikah menurut peraturan pemerintah. Yang biasanya menahan seseorang atau pasangan untuk segera menikah adalah karena belum mapan atau belum punya rumah atau belum punya pekerjaan yang tetap. padahal itu bukan jaminan, banyak sekali yang tadinya saat sebelum nikah rezekinya seret, setelah menikah rezekinya langsung naik berkali-kali lipat. Maka dari itu yakinkan diri dan segerakan untuk menikah, jangan pernah ditunda-tunda lagi mulai sekarang. begitulah topik bahasan kali ini mengenai pernikahan ini, semoga wawasan dan juga pengetahuan kita bertambah tentunya, semoga tulisan diatas ini bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • Menurut UU No 1 th 1974 pegawai KUA dalam sebuah pernikahan berperan sebagai
loading...
Pernikahan Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 | Jaya Kurnia | 4.5