Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno –¬†Mataram kuno adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia.Kerajaan yang satu ini merupakan kerajaan Hindu Buddha yang sudah ada sejak abad ke-8 Masehi.Adapun daerah kekuasaan kerajaan mataram kuno adalah di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.Meskipun kerajaan tersebut telah runtuh dua 3 abad setelahnya, yakni abad ke-11, namun masih banyak peninggalan sejarah dari kerajaan tersebut yang menunjukkan betapa besarnya pengaruh mataram kuno pada kehidupan di masa itu.Adapun peninggalan dari mataram kuno adalah prasasti dan juga candi-candi. Untuk peninggalan berupa candi, ada beberapa candi yang bisa ditemui yakni candi Sewu, candi Arjuna, candi Bima, candi Borobudur, candi Mendut, candi Pawon, candi Puntadewa, dan candi Semar.

Adapun peninggalan lain dari kerajaan mataram kuno selain candi adalah prasasti. Berikut adalah beberapa prasasti peninggalan kerajaan mataram kuno.Pertama adalah prasasti Canggal atau juga biasa dikenal dengan prasasti Gunung Wungkir atau prasasti Sanjaya.Prasasti yang satu ini menunjukkan tahun 732 Masehi yang ditemukan di area candi Gunung Wukir, Magelang Jawa Tengah.Aksara yang digunakan pada prasasti ini adalah aksara Pallawa serta bahasa Sanskerta.Isi dari prasasti Canggal adalah pernyataan raja Sanjaya sebagai penguasa dari kerajaan Mataram kuno di tahun 732.Prasasti yang kedu adalah prasasti Kelurak.Prasasti ini menunjukkan tahun 782 Masehi dan ditemukan di sekitar candi Lumbung, kompleks candi Prambanan Jawa Tengah.Garis besar dari isi yang dituliskan pada prasasti ini adalah didirikannya sebuah bangunan suci, yakni candi Sewu, atas perintah dari Raja Indra yang memiliki gelar Sri Sanggramadhananjaya.

Prasasti peninggalan Mataram kuno yang ketiga adalah prasasti Mantyasih yang ditemukan di daerah Magelang Jawa Tengah.Prasasti ini cukup unik karena di dalamnya memuat silsilah kerajaan yakni nama-nama raja Mataram sebelum Raja Balitung berkuasa.

prasasti kalasan

prasasti kalasan

Selain itu, prasasti Mantyasih juga menjadi pernyataan bahwa pada zaman dahulu, desa Mantyasih Magelang merupakan desa yang bebas pajak.Prasasti yang keempat adalah prasasti Sojomerto. Prasasti ini ditemukan di desa Sojomerto,  Batang, Jawa Tengah. Bahasa yang digunakan pada prasasti ini adalah bahasa Melayu kuno.Tidak ada tahun yang jelas dalam prasasti ini, namun diperkirakan bahwa Prasasti Sojomerto berasal dari abad ke-7 atau awal abad ke-8 masehi.Adapun prasasti peninggalan kerajaan mataram kuno yang selanjutnya adalah prasasti Kalasan.Prasasti ini merupakan prasasti peninggalan dari Wangsa Sanjaya yang berasal dari kerajaan mataram kuno.Angka yang ditunjukkan pada prasasti ini adalah 778 masehi.Prasasti ini ditemukan di daerah Kalasan, Sleman Yogyakarta.Huruf yang digunakan adalah huruf Pranagari yang berasal dari India Utara serta bahasa Sanskerta.Dalam prasasti ini, terdapat perintah untuk membangun sebuah bangunan suci yang diperuntukkan untuk dewa.Bangunan suci yang dimaksud tersebut adalah candi Kalasan.

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • prasasti mataram kuno
  • prasasti kerajaan mataram kuno
  • prasasti peninggalan kerajaan mataram kuno
  • prasasti peninggalan mataram kuno
  • Peninggalan kerajaan mataram kuno
  • isi prasasti mataram kuno
  • isi prasasti kerajaan mataram kuno
  • prasasti peninggalan kerajaan mataram kuno menggunakan bahasa jawa kuno
  • tuliskan peninggalan keeajaan mataram kuno
  • prasasti peninggalan kerajaan mataram
loading...
Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno | Jaya Kurnia | 4.5