Rukun dan Syarat Pernikahan Dalam Islam

Rukun dan Syarat Pernikahan Dalam Islam – Para ahli fikih berbeda pendapat dalam menentukan rukun dan syarat pernikahan. Perbedaan tersebut adalah dalam menempatkan mana yang termasuk syarat dan mana yang termasuk rukun. Jumhur ulama sebagaimana mazhab syafi’i mengemukakan bahwa rukun nikah ada¬† lima seperti dibawah ini : a. Calon suami, syarat-syaratnya sebagai berikut :

    1. Bukan mahram si wanita, calon suami bukan termasuk yang haram dinikahi karena adanya hubungan nasab atau sepersusuan.
  1. Orang yang dikehendaki, yakni adanya keridaan dari masing-masing pihak. Dasarnya adalah hadis dari abu hurairah r.a, yaitu : “Dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sehingga ia meminta izinnya”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)
  2. Mu’ayyan (beridentitas jelas) harus ada kepastian siapa identitas mempelai laki-laki dengan menyebut nama atau sifatnya yang khusus.

b. Calon istri, syaratnya adalah :

  1. Bukan mahram si laki-laki
  2. Terbebas dari halangan nikah. Misalnya masih dalam masa iddah atau masih berstatus sebagai istri orang.

c. Wali, yaitu bapak kandung mempelai wanita, penerima wasiat atau kerabat terdekat dan seterusnya sesuai dengan urutan ashabah wanita tersebut, atau orang bijak dari keluarga wanita, atau pemimpin setempat, Rasulullah saw bersabda : “Tidak ada nikah, kecuali dengan wali”.

Umar bin Khattab r.a berkata, “wanita tidak boleh dinikahi, kecuali atas izin walinya atau orang bijak dari keluarganya atau seorang pemimpin”.

Syarat wali adalah :

Rukun dan Syarat Pernikahan Dalam Islam

  • Orang yang dikehendaki, bukan orang yang dibenci
  • Laki-laki, bukan perempuan atau banci
  • Mahram si wanita
  • Balig, bukan anak-anak
  • Berakal, tidak gila
  • Adil, tidak fasik
  • Tidak terhalang wali lain
  • Tidak buta
  • Tidak berbeda agama
  • Merdeka, bukan budak

d. Dua orang saksi

Firman Allah swt : “Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil diantara kalian”. (Q.S. AT-Talaq/67:2).

Syarat saksi adalah :

  1. Berjumlah dua orang, bukan budak, bukan wanita dan bukan orang fasiq
  2. Tidak boleh merangkap sebagai saksi walaupun memenuhi kwalifikasi sebagai saksi
  3. Sunnah dalam keadaan rela dan tidak terpaksa

e. Sigah (Ijab Kabul), Yaitu perkataan dari mempelai laki-laki atau wakilnya ketika akad nikah. Syarat shighat adalah :

  1. Tidak bergantung dengan syarat lain
  2. Tidak terikat dengan waktu tertentu
  3. Boleh dengan bahasa asing
  4. Dengan menggunakan kata “tazwij” atau “nikah” tidak boleh dalam bentuk kinayah (sindiran), karena kinayah membutuhkan niat sedangkan niat itu sesuatu yang abstrak
  5. Qabul harus dengan ucapan “Qabiltu nikahaha/tazwijaha” dan boleh didahulukan dari ijab.

Begitulah Rukun dan Syarat Pernikahan Dalam Islam. Tentunya diharapkan setelah mengetahui syarat dan rukun pernikahan di dalam agama islam ini, kita menjadi terpacu untuk segera menikah (terutamanya yang belum menikah) karena syarat dan rukun nikah itu tidak ribet. sangat mudah sekali. tinggal kita nya sudah siap atau belum saja untuk menikah.

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • dibawah ini merupakan rukun nikah kecuali
  • dibawah ini termasuk rukun nikah adalah
loading...
Rukun dan Syarat Pernikahan Dalam Islam | Jaya Kurnia | 4.5