Sejarah Perkembangan Hukum Laut Internasional

Sejarah Perkembangan Hukum Laut Internasional –┬áPerkembangan hukum laut internasional mengalami perjalanan sejarah yang cukup panjang dan menjadi topic yang cukup menarik untuk dibahas. Sejarah keberadaan seberadaan hukum laut ini bisa dilihat sebelum masa didirikannya United Nation atau Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang hanya merupakan sebuah penjelmaan dari Negara-negara Maritim besar yang berada di dunia Eropa pada masa itu. Pada masa itu lahir sebuah doktrin yang disebut dengan mare liberum atau laut bebas dimana Hugo Grotius adalah seorng yang mencetuskannya. Akan tetapi, hukum laut telah mengalami transformasi sehingga menjadi sebuah keseimbangan diantara kepentingan Negara-negara Maritim dan juga Non-maritim yang lebih baik.

Sejarah perkmbangan hukum laut internasional diawali dengan sebuah langkah konkret PBB untuk mengkodifikasi hukum laut internasional ini dilakukan pada saat konferensi PBB mengenai hukum laut atau UNCLOS I yaitu United Nations Conference On The Law Odd The Sea yang diselenggarakan di Jenewa pada tanggal 24 Februari sampai dengan tanggal 28 April tahun 1958. Pada konferensi ini kemudian dihasikan empat konferensi, empat optimal protocol dan juga menghasilkan Sembilan resolusi. Masyarakat internasional merasa tidak puas dengan hasil tersebut dan kemudian tahun 1960 diadakan UNCLOS II untuk menyempurnakan hasil UNCLOS I namun gagal.

Dari sini, diselenggarakan UNCLOS III pada tahun 1973 dan diakhiri dengan di sahkannya naskah akhir konverensi yang dilakukan di Jamaica pada tanggal 10 Desember 1982 dan dilaksanakan oleh 118 Negara dan saat ini dikenal dengan Konvensi PBB Hukum Laut 1982. Naskah tersebut mencakup beberapa hal berikut ini:

  1. Kodifikasi ketentuan hukum laut, seperti kebebasan di laut lepas dan juga hak lintas damai di zona laut territorial
  2. Pengembangan hukum laut yang telah ada, misalnya ketentuan tentang lebar laut territorial dengan maksimum yang menjadi 12 mil laut serta kriteria dari landas kontinen
  3. Penciptaan aturan baru, misalnya asas negara-negara kepulauan, ZEE (zona ekonomi Eksklusif) dan juga penambangan dasar lau internasional

Pada hasil UNCLOS 1982, ditentukan batas-batas maritime yang meliputi Batas Laut Teritorial atau Territorial Sea, Perairan Zona Ekononomi Eksklusif (ZEE) atau Economic Exclusive Zone dan juga Batas Landas Kontinen atau Continental Shelf.

Selain mengatur tentang batas maritim laut, pada hasil UNCLOS 1982 juga mengatur mengenai hak dan kewajuban Negara pantai yang mana harus dipatuhi oleh negara-negara di dunia. Negara pantai ini bisa menegakkan peraturan perundangan mereka seperti yang dicantumkan daam konvensi Hukum Laut Internasional pada UNLOS III tepatnya pada pasal 73. Apabila negara pantai melakukan penahanan atau penangkapan kappa asing, maka harus segera melaporkan kepada negara bendera beserta tindakan yang diambil tentang hukuman yang dijatuhkan dengan menggunakan saluran yang tepat. Seperti itulah sejarah perkmbangan hukum laut internasional yang ditetapkan dalam konvensi PBB.

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • sejarah perkembangan hukum laut internasional
  • sejarah hukum laut internasional
loading...
Sejarah Perkembangan Hukum Laut Internasional | Jaya Kurnia | 4.5