Sifat Sejarah Kontinuitas dan Diskontinuitas

Sifat Sejarah Kontinuitas dan Diskontinuitas – Sejarah merupakan peristiwa masa lampau yang benar-benar terjadi dan memiliki bukti otentik yang bisa menjelaskan adanya peristiwa. Kehidupan tak lepas dari sejarah masa lalu yang mana telah membentuk suatu bangsa hingga berdiri sendiri. Peristiwa masa lampau ini sebagian dibukukan menjadi suatu naskah sejarah namun sebagian lagi tidak dibukukan. Semua sejarah harus memiliki fakta untuk bisa dideskripsikan kedalam sebuah cerita baik naratif atau eksplanatif. Dengan tidak adanya bukti otentik maka sejarah tidak akan bisa dibenarkan. Para sejarawan, dalam menulis sejarah harus melalui serangkaian uji kebenaran tentang sejarah yang mana dicari melalui sumber personal atau berupa barang yang keduanya bersangkutan dengan sejarah yang ingin ditelitinya. Tidak mudah menemukan sebuah bukti kebenaran tentang adanya sejarah, beberapa narasumber mungkin bisa membelokkan sejarah sehingga cerita yang ditulis bisa menjadi lain daripada yang sebenarnya terjadi.

Sejarah memiliki sifat yakni kontinuitas atau diskontinuitas. Sifat sejarah kontinuitas yakni berkesinambungan, adanya satu kaitan dengan masa sekarang. Konsep sejarah kontinuitas ini menghubungkan antara sejarah dengan masa sekarang dimana beberapa hal yang terjadi dalam sejarah masa lampau masih digunakan di masa sekarang. Contohnya yakni UUD atau Pancasila yang mana merupakan produk dari pemikiran masa lampau atau produk sejarah namun masih digunakan hingga kini. Selain itu juga ada sifat diskontinuitas yang mana sifat ini berkebalikan dengan sifat kontinuitas yakni tidak adanya kaitan antara sejarah dengan masa sekarang. Beberapa hal yang terjadi dimasa lalu memang tidak dilakukan di masa sekarang. Sifat kontinuitas dalam sejarah ini hanya mengambil hal penting saja yang mana masih sesuai dengan perkembangan jaman. Produk sejarah seperti UUD atau Pancasila meskipun termasuk pemikiran masa lampau masih bisa diterapkan di masa sekarang sehingga masih bermanfaat.

Seiring dengan berubahnya waktu, subjek sejarah juga berubah termasuk masyarakatnya. Jika dulu anak muda Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk memerdekakan negerinya maka kini bisa dilihat jika hanya sebagian saja yang turun ke jalan dan berani menyampaikan aspirasinya secara lantang. Perbedaan keduanya disebabkan karena perbedaan dan gaya hidup. Jika dulu masyarakat merasa tertekan dengan adanya penjajah maka sekarang bisa bersantai karena negaranya sudah merdeka.
Sifat Sejarah Kontinuitas dan Diskontinuitas

Hal ini mengacu pada faktor diskontunuitas dalam sejarah dimana semangat rela berkorban tidak mengalir pada darah anak muda Indonesia di masa sekarang. Jadi bisa dikatakan jika sifat sejarah diskontinuitas dipengaruhi juga oleh kebutuhan masyarakat dan juga perubahan jaman. Tidak semua sejarah harus diaplikasikan di masa sekarang. Kenyataannya sejarah memang hanya untuk dikenang dan dijadikan pedoman dalam melanjutkan hidup. Kesimpulannya yakni sifat sejarah kontinuitas hanya di beberapa aspek saja sedangkan pada aspek lainnya tidak menganut sifat ini.

Artikel Lainnya :

loading...
Sifat Sejarah Kontinuitas dan Diskontinuitas | Jaya Kurnia | 4.5