Sistem dan Prinsip Pemungutan Pajak

Sistem dan Prinsip Pemungutan Pajak – Sistem pemungutan pajak yang diberlakukan mengikuti tiga 3 sistem yaitu self assessment system, official assessment system dan withholding tax system. Sedangkan prinsip nya adalah prinsip kesamaan (equality), prinsip kepastian (certainly), prinsip kelayakan (convenience) dan prinsip ekonomi (efficiency). Untuk mengetahui mengenai 3 sistem pemungutan pajak dan 4 prinsip pemungutan pajak, maka mari kita uraikan penjelasan mengenai ke semua hal tersebut dibawah ini, sehingga kita bisa mengetahui apa saja arti dari ke 7 hal diatas tersebut. Dan bila kita sudah mengetahui maksud dari prinsip dan sistem pemungutan pajak diatas maka pengetahuan kita akan pajak pastilah akan bertambah tentunya. Dan berikut adalah penjelasan mengenai 3 sistem pemungutan pajak :

1. Self Assesment System : sistem ini diberlakukan di indonesia. wajib pajak menghitung, menyetor dan juga melaporkan pajaknya sendiri. Intinya pajak yang dipungut melalui usaha atau kerja dari wajib pajak itu sendiri atau dengan kata lain wajib pajak sendirilah yang melakukan pembayaran pajaknya. Di indonesia, caranya adalah sebagai berikut ini : Wajib pajak menghitung berapa besarnya pajak penghasilan yang dimiliki. Kemudian membayarkan ke bank yang ditunjuk sebagai penerima pembayaran pajak, hal yang paling penting adalah melaporkan pajak nya dengan media SPT (surat pemberitahuan) ke kantor pajak.

2 Official Assessment System : Sistem ini melakukan pemungutan pajak yang dilakukan oleh fiskus (petugas pemungutan pajak). Di dalam sistem ini, pemungutan pajak dilakukan oleh pemerintah, jadi yang menghitung dan memungut besaran pajak dari masyarakat adalah petugas negara atau dilakukan oleh pihak negara. Sistem dan Prinsip Pemungutan Pajak.

3. Withholding Tax System : pemungutan dan pemotongan pajak di dalam sistem ini dilakukan oleh pihak ketiga selain negara dan wajib pajak sendiri. Contohnya, bisa kita lihat pada pemungutan pajak penghasilan orang pribadi yang bekerja sebagai karyawan  suatu perusahaan. Perusahaan, biasanya BUMN akan memotong dan memungut pajak dari penghasilan bulanan yang dimiliki pegawainya. Dalam hal ini perusahaan sebagai pihak ketiga, sistem ini juga ebrlaku di indonesia terutama di kantor kantor BUMN.

Dan untuk prinsip pemungutan pajak menurut adam smith ada 4 yaitu :
Sistem dan Prinsip Pemungutan Pajak

  1. Prinsip Kesamaan (equality)
  2. Prinsip Kepastian (certainly)
  3. Prinsip Kelayakan (Convenience)
  4. Prinsip Ekonomi (Efficiency)

Untuk bahasan mengenai prinsip pemungutan ajak dari adam smith akan kita bahas lagi secara lebih rinci di artikel selanjutnya.

Begitu lah materi bahasan kali ini, pajak memang terkesan seperti sangat rumit tapi padahal tidak seperti itu. Bila kita kurang paham tentang bagaimana cara penghitungan pajak maka kita tinggal bertanya kepada petugas pajak. Maka kita pasti akan dibantu oleh mereka. Mungkin sekian bahasan mengenai Sistem dan Prinsip Pemungutan Pajak ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Loading...

Artikel Lainnya :

Pencarian Terkait:

  • prinsip pemungutan pajak
Sistem dan Prinsip Pemungutan Pajak | Jaya Kurnia | 4.5