2 Prinsip Asuransi yang paling penting

Asuransi didasarkan pada (i) Prinsip Kerjasama dan, (ii) Prinsip Kemungkinan.

(i) Prinsip Kerjasama:

Asuransi adalah perangkat kerjasama. Jika satu orang menanggung kerugiannya sendiri, itu tidak bisa sepenuhnya menjadi asuransi karena dalam asuransi, kerugian ditanggung bersama oleh sekelompok orang yang bersedia bekerja sama. Pada zaman dahulu, orang-orang dari suatu kelompok rela membagi kerugian kepada anggota kelompok. Mereka biasa membagi kerugian kepada anggota kelompok.

Mereka biasa berbagi kerugian pada saat kerusakan. Mereka mengumpulkan dana yang cukup dari masyarakat dan dibayarkan kepada tanggungan almarhum atau orang yang menderita kerugian harta benda. Kerja sama timbal balik berlaku sejak awal hingga era Kristus di sebagian besar negara. Akhir-akhir ini koperasi ­mengambil bentuk lain dimana disepakati antara individu dan masyarakat untuk membayar sejumlah uang di muka untuk menjadi anggota masyarakat.

Masyarakat dengan mengumpulkan dana, menjamin pembayaran sejumlah tertentu pada saat kerugian kepada setiap anggota masyarakat. Penghimpunan dana dan pembebanan bagian dari anggota terlebih dahulu menjadi pekerjaan salah satu lembaga yang disebut penanggung.

Sekarang menjadi tugas dan tanggung jawab penanggung untuk mendapatkan dana yang cukup dari anggota masyarakat untuk membayar mereka pada saat terjadi risiko yang dipertanggungkan. Dengan demikian, bagian rugi berupa premi. Saat ini, semua tertanggung memberikan premi untuk bergabung dengan skema asuransi. Dengan demikian, tertanggung bekerja sama untuk berbagi kerugian seseorang dengan pembayaran premi di muka.

(ii) Prinsip dan Teori Probabilitas:

Kerugian dalam bentuk premi hanya dapat didistribusikan berdasarkan teori probabilitas. Kemungkinan kerugian diperkirakan terlebih dahulu untuk membubuhkan jumlah premi. Karena tingkat kerugian tergantung pada berbagai faktor, faktor yang mempengaruhi dianalisis sebelum menentukan jumlah kerugian. Dengan bantuan prinsip ini, ketidakpastian kehilangan diubah menjadi kepastian.

Penanggung tidak harus menderita kerugian juga harus mendapatkan rejeki nomplok. Oleh karena itu, penanggung hanya perlu membebankan jumlah yang cukup untuk menutup kerugian. Probabilitas menunjukkan kemungkinan kerugian dan berapa jumlah kerugiannya.

Inersia sejumlah besar diterapkan saat menghitung probabilitas. Semakin besar jumlah orang yang terpapar, semakin baik dan praktis temuan probabilitasnya. Oleh karena itu, hukum bilangan besar diterapkan dalam prinsip probabilitas.

Di setiap bidang asuransi, hukum jumlah besar sangat penting. Prinsip-prinsip ini memperhitungkan bahwa peristiwa masa lalu akan menimbulkan kelembaman yang sama. Asuransi, berdasarkan pengalaman masa lalu, kondisi sekarang dan prospek masa depan, menetapkan jumlah premi.

Tanpa premi, tidak ada kerjasama yang mungkin dan premi tidak dapat dihitung tanpa bantuan teori probabilitas, dan akibatnya tidak ada asuransi yang mungkin. Jadi kedua prinsip ini merupakan dua kaki utama dari asuransi.

Related Posts