4 Fungsi Pemilu Sebagai Demokrasi Politik

Posted on

4 fungsi pemilu sebagai demokrasi politik – Pemilu atau pemilihan umum adalah salah satu wujud nyata dari sebuah tatanan yang demokratis. Rakyak yang menjadi pusat tertinggi kekuasaan memiliki andil yang besar atas terwujudnya pemerintahan yang baik. Pemilu hadir ketika pemerintahan yang katanya demokratis namun nyatanya hanya menjadi ajang arisan terstruktur oleh pihak yang memiliki wewenang. Hak rakyat terenggut tanpa mereka sadari dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebelum Indonesia lahir, sistem pemilihan masih menggunakan sistem turun temurun, yaitu ketika kepulauan nusantara masih terdiri dari kerajaan-kerajaan yang berdaulat atas masing-masing wilayahnya. Kemudian hal tersebut sedikit berubah ketika para pedagang dari eropa datang dan akhirnya mengeruk kekayaan nusantara. Pemimpin wilayah dipilih oleh penjajah, dan para raja yang belum dapat ditundukkan masih menggunakan sistem monarki. Ketika merdeka, Indonesia ingin agar rakyatnya memiliki hak atas negaranya. Suatu rumus dibuat namun belum bekerja secara efektif. Beberapa tahun hal tersebut diotak-atik hingga terwujudlah pemilihan atas pemimpin wilayah dan negara oleh rakyat secara langsung.

Diadakannya sebuah pemilihan umum yang secara jelas menggunakan wewenang rakyat atas negaranya adalah salah satu tanda bahwa negera ini adalah negara demokratis. Meski pada kenyataannya belum dapat berjalan dengan baik, Indonesia selalu berbenah agar nantinya bisa mewujudkan negara yang benar-benar demokratis. Hal tersebut terbukti dari tetap diberlakukannya pemilu. Apakah pemilu hanya sebagai simbol pemerintahan yang demokratis? Jawabannya adalah tidak. Setidaknya terdapat 4 fungsi pemilu sebagai demokrasi politik di Indonesia.

  • Pemerintah dipilih dan diawasi langsung oleh rakyat

Diadakannya pemilu adalah cara yang paling memungkinkan bagi rakyat Indonesia untuk memilih wakilnya sebagai pelaksana pemerintahan. Pemilu dilaksanakan dengan memberikan kesempatan bagi rakyat untuk memilih secara langsung tanpa tendensi apapun dari pihak manapun. Hal ini juga menjadi tanda bahwa rakyat memiliki wewenang dan tugas untuk mengawasi orang yang dipilihny tersebut, karena bagaimanapun dia adalah wakil dari rakyat.

  • Sebagai wujud legitimasi politik

Seorang raja di pemerintahan monarki cukup dengan menerima kekuasanan dari ayahnya sebagai wujud legitimasi. Hal tersebut tidak bisa dilakukan di negara yang menggunakan sistem demokrasi. Legitimasi politik dapat terwujud dengan adanya simbol pemilihan langsung dari rakyat, yaitu pemilu.

  • Sebagai jalan pergantian elit politik

Pelaksana tugas pemerintahan terus diawasi oleh rakyatnya. Mereka terus bekerja selama periode tertentu sesuai aturan yang berlaku. Ketika masa tugas mereka habis, rakyat berhak memilih penggantinya dengan jalan pemilu.

  • Sebagai bentuk pendidikan politik

Pendidikan politik sangat penting bagi masyarakat. Melaksanakan pemilu adalah salah satu cara untuk memberikan pendidikan mengenai politik pada masyarakat yang mayoritas tidak peduli. Mereka yang memilih langsung, secara otomatis juga telah berperan dalam dunia politik di negaranya.

Negara yang lahir dari rakyat yang berpolitik dapat bergerak dengan baik ketika mereka tetap berperan aktif dalam politik. Menjadi rakyat yang paham atas 4 fungsi pemilu sebagai demokrasi politik adalah salah satu bentuk untuk ambil bagian dalam menggerakkan negara ini menuju titik yang lebih baik.

Artikel Lainnya :

Loading...