Adaptasi Scansorial atau Arboreal (informasi lengkap)

Hanya beberapa hewan yang turun ke pohon untuk keselamatan, mundur dan makanan yang berlimpah dan mudah diperoleh.

Pemanjat dapat terdiri dari tiga jenis (a) Pemanjat dinding dan batu (b) Bentuk terestrial-arboreal (c) Bentuk arboreal.

(sebuah) Tembok dan Pemanjat Tebing

Ini sangat cocok untuk memanjat di dinding bangunan serta di permukaan serupa di alam. Contohnya adalah: tokek-kadal. Di antara mamalia, contohnya adalah tupai terbang.

(b) Bentuk terrestrio-arboreal

Ini mampu memanjat tetapi mereka merasa betah di bawah tanah. Contohnya adalah: sejumlah karnivora, hewan pengerat dan insektivora.

(c) Bentuk arboreal

Ini membuat pohon menjadi rumah mereka dan beberapa kadang-kadang turun ke tanah. Bentuknya mencakup beberapa primata dan berdasarkan penggeraknya mereka dapat dibagi menjadi tiga subdivisi berikut:

(i) Pelari cabang:

Berbagai tupai, lemur, bunglon, dll. adalah contoh dari subdivisi ini. Mereka hidup dan bergerak di permukaan atas dahan dengan keempat kakinya.

(ii) Formulir yang ditangguhkan:

Kelelawar, sloth dan lemur terbang (Galeopithecus) dll adalah contohnya. Hewan-hewan ini beristirahat dan bergerak

(iii) Formulir cabang:

Bentuk-bentuk ini berayun dengan tungkai depan mereka. Contohnya adalah monyet, kera mirip manusia, dll. Adaptasi scansorial yang diperoleh adalah sebagai berikut:

  1. Kontur tubuh:

Dada dan tulang rusuk diperkuat dan dalam bentuk yang lebih arboreal, tulang rusuknya sangat melengkung. Biasanya vertebra dorso-lumbal memanjang dan bertambah jumlahnya dari 19-25 atau 27.

  1. Girdel:

Korset dada adalah klavikula dan skapula yang kuat dan berkembang dengan baik. Ilium di korset panggul luas untuk menopang jeroan dalam bentuk yang memiliki postur terbalik di pohon.

  1. Tungkai:

Pada tungkai depan segmen proksimal atau humerus menjadi memanjang dalam bentuk menggantung. Pada sloth, humerus sangat panjang. Lengan siamang sangat panjang sehingga tangan menyentuh tanah saat berdiri tegak.

  1. Syndactyly dan zygodactyly pada tungkai:

Kaki bisa memegang. Jika kaki tidak dapat memegang, jari-jari tersebut memiliki cakar misalnya. Tupai, kucing dll. Bantalan perekat di ujung jari atau di telapak kaki terjadi pada Hyla, tokek (kadal) dan Dendrohyrax (mamalia) dll. berlawanan dengan bundel luar yang dibentuk oleh perpaduan jari ke-4 dan ke-5. Di kaki kondisinya terbalik, bundel luar tiga jari dan bundel dalam.

Jika kaki dapat memegang, sindaktili (penyatuan digit) sering terjadi. Contoh yang terkenal adalah bunglon. Di sini sindaktili ditandai baik pada tungkai depan maupun tungkai belakang.

Di tangan, tiga jari pertama terdiri dari dua jari. Pada burung beo, pelatuk, dll. jari kaki terluar diputar ke belakang sedemikian rupa sehingga jari kaki ke-4 dan hallux berlawanan dengan jari ke-2 dan ke-3. Jenis kaki di mana rotasi jari kaki bagian luar bersifat permanen disebut zygodactylous.

  1. Ekor:

Ekor dapat memegang (misalnya bunglon, oppossum, dan beberapa monyet). Jika ekor tidak dapat memegang, ia memiliki duri atau sisik seperti pada tupai terbang (Anomalurus).

  1. Organ Aksesori Lainnya:

Organ pendakian aksesori lainnya adalah paruh (seperti pada burung beo), duri dan tuberkel yang ditemukan di lengan depan pada beberapa lemur (Hapalemur grisous). Pada Lemur cetta terdapat organ panjat yaitu sekeping kulit keras pada lengan bagian depan sebagai penonjolan.

Related Posts