Apa hukum rayleigh-jeans tentang radiasi benda hitam dan ‘bencana ultra violet’?

Bencana ultraviolet atau bencana Rayleigh-Jeans muncul pada awal abad ke-20. Menurut konsep fisika kelas ini, bencana ultraviolet atau bencana Rayleigh-Jeans menyatakan bahwa;

Benda hitam pada kesetimbangan termal akan memancarkan radiasi di semua rentang frekuensi dan ketika frekuensi meningkat, energi emisi radiasi meningkat.

Benda hitam adalah materi, yang dapat menyerap sekaligus memancarkan semua energi yang bersentuhan dengannya. Energi dapat berupa radiasi elektromagnetik atau energi panas. Ketika suatu materi berada dalam kesetimbangan dengan sumber energi, ia diamati untuk memancarkan –

  • Radiasi karakteristik dengan intensitas lebih dari yang lain.
  • Semakin tinggi suhu materi semakin tinggi intensitasnya
  • Peningkatan suhu meningkatkan intensitas dan energi radiasi yang dipancarkan.
  • Kenaikan suhu, menggeser intensitas yang lebih tinggi ke sisi panjang gelombang yang lebih rendah.

Dengan demikian, intensitas frekuensi karakteristik radiasi yang dipancarkan dari benda hitam adalah fungsi dari suhu (T) dan energi/panjang gelombang (λ).

Rayleigh-Jeans menganggap intensitas sebagai fungsi energi/panjang gelombang dan suhu dan menurunkan ekspresi sebagai berikut –

(λ,T) (=frac{2cKbT}{{{lambda }^{4}}})

Relasi bekerja dengan baik pada frekuensi yang lebih rendah dari 105GHz. Tetapi pada frekuensi tinggi atau panjang gelombang yang lebih rendah,

Hubungan Rayleigh memprediksi intensitas tak terbatas sebagai → 0. Karena intensitas, adalah kuantitas terbatas, peristiwa yang tidak mungkin diprediksi dengan intensitas tak terbatas oleh caral gelombang radiasi elektromagnetik dikenal sebagai ‘bencana ultraviolet’.

2

Related Posts