Apa itu Metode Pengajaran Sains Heuristik?

Metode Pengajaran Sains Heuristik:

Para ahli berpendapat bahwa Heuristik berasal dari kata Yunani Heuriskin, yang berarti menemukan. Metode yang dikenal sebagai metode Heuristik ditemukan atas gagasan bahwa dengan menempatkan seorang siswa pada posisi penemu, dia akan belajar lebih banyak daripada sekadar diberi tahu tentang berbagai hal.

Penghargaan penemuan metode ini diberikan kepada Profesor Armstrong, yang berpandangan bahwa informasi fakta dan konsep ilmiah tidak dapat disampaikan dengan baik melalui ceramah atau melalui materi tertulis dalam bentuk buku teks. Dia berpendapat bahwa siswa harus diberi kesempatan untuk mengumpulkan informasi ilmiah sendiri.

Atas dasar pemikirannya inilah ia menemukan metode Heuristik. Metode pengajaran ini terutama bertujuan untuk mengembangkan pandangan ilmiah di kalangan siswa, yang dianggap sebagai salah satu tujuan utama pengajaran sains oleh mayoritas ahli.

Melalui metode ini, para siswa dijadikan penyelidik mandiri yang aktif dan mereka dimanjakan dalam berbagai kegiatan di mana informasi ilmiah yang penting dapat dikumpulkan. Dengan demikian mereka menjadi peserta aktif, bukan penerima pasif pengetahuan dengan bantuan metode ini.

Dengan metode ini diyakini bahwa setiap pelajaran IPA harus disajikan dalam bentuk inkuiri di depan siswa. Ciri utama karya ilmiah adalah bahwa ia muncul dari keinginan untuk mengetahui dari pengetahuan kita sendiri suatu hal yang pasti tentang mana keingintahuan telah berakhir.

Dalam metode ini, sebuah masalah dilontarkan di depan siswa oleh guru dan dia meminta mereka untuk menyelesaikannya sendiri. Untuk ini, mereka disediakan fasilitas dan peralatan penting oleh guru. Tidak hanya itu, guru juga memberi mereka bimbingan dan instruksi yang tepat bagaimana cara menyelesaikannya.

Siswa diperbolehkan untuk berdiskusi satu sama lain, setelah itu mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk memecahkan masalah. Bantuan dan bimbingan secara wajar diberikan oleh guru kepada siswa agar dapat memecahkan masalah secara efektif dan tepat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tujuan utama dari metode ini adalah untuk memberikan pelatihan metode kepada siswa. Kurang pertimbangan diberikan pada pengetahuan. Ini adalah metode pengajaran formal daripada informal.

Ketika metode Heuristik digunakan oleh guru, maka setiap siswa diberikan selembar instruksi dan mereka diminta untuk melakukan percobaan yang berhubungan dengan masalah yang diberikan kepada mereka. Dengan mengikuti instruksi yang diberikan dalam bentuk tertulis, siswa melakukan percobaan.

Guru terus membimbing siswa untuk melakukan percobaan dengan baik dari waktu ke waktu. Apa pun yang dilakukan siswa, mereka mencatatnya di buku catatan mereka. Setelah melakukan percobaan, mereka juga menarik kesimpulan dari percobaan dan menyarankan metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Kapan Menggunakan:

Dengan demikian dari pembahasan di atas jelas bahwa metode ini harus digunakan hanya ketika jumlah siswa yang mendapatkan pendidikan di kelas kurang dan guru sangat berkualitas dan mampu mengontrol tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh berbagai siswa pada suatu waktu. . Tidak hanya itu, penyediaan berbagai peralatan dan perlengkapan di sekolah juga harus memadai, karena tanpa itu tidak mungkin siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran.

Demikian berbagai metode pengajaran yang umumnya digunakan oleh guru IPA telah disebutkan dalam bab ini, namun sangat penting untuk memilih jenis metode yang paling tepat. Penting untuk diingat bahwa pilihan suatu metode tergantung pada tujuan pendidikan dan kondisi di mana pembelajaran akan berlangsung.

Tujuan pembelajaran telah dijelaskan secara singkat dalam bab ini dan guru harus menganalisa sendiri kondisi yang lazim terjadi di dalam kelas. Hanya setelah menganalisis fakta-fakta ini dia harus memilih metode pengajaran, jika tidak, dia tidak akan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dengan sukses.

Related Posts