Apa itu Peningkatan Proses Mikroba?

Masalah dalam memproduksi produk dalam jumlah besar (misalnya dadih dan aseton) juga telah dibahas.

Mikroorganisme dipengaruhi oleh lingkungan yang terus berubah saat bergerak di dalam fermentor besar. Untuk menghindari masalah ini skala besar harus diambil sebagai titik referensi.

Efek yang mungkin harus dipelajari dengan stimulasi variasi skala besar dalam pengaturan percobaan skala kecil. Faktor pembatas (misalnya perpindahan massa) diperkecil dan dapat dipelajari dan dipertahankan dengan cara yang ekonomis.

Untuk produksi jumlah metabolit yang diinginkan, beberapa perhitungan sangat berguna. Misalnya, E. coli yang direkayasa secara genetik pada konsentrasi sel 1,5 g/L menghasilkan 150 mg/L insulin.

Berapa volume fermentor untuk mendapatkan 1,5 Kg insulin pada: (i) 1 g/L konsentrasi sel dan 150 mg produksi insulin dari g” 1 sel , (ii) 25 g/L konsentrasi sel dan 150 mg produksi insulin per g” 1 sel, dan (Hi) 25 g/L konsentrasi sel dan produksi insulin 500 mg per g~’ sel.

I. Hasil insulin per liter adalah 1 x 150 = 150 mg/1. Untuk produksi 1,5 Kg (=15,00,000 mg) insulin, volume fermentor yang dibutuhkan adalah 15,00,000/150=10,000 L.

  1. Produksi insulin per liter adalah 25 x 150 = 3.750 mg/L. Untuk produksi 1,5 Kg (15,00,000 mg) insulin, volume fermentor yang dibutuhkan adalah 15,00,000/3,750=400 L.

iii. Pada kasus ketiga konsentrasi sel (25g/L) dan konsentrasi insulin (500 mg/g) sangat tinggi. Pada kondisi tersebut produksi insulin per liter adalah 25 x 500 = 12.500 mg/L. Untuk produksi 1,5 Kg (15,00,000 mg) insulin, volume fermentor yang dibutuhkan adalah 15,00,000/12,500 = 120 L.

Mikroorganisme yang diinginkan dapat digunakan secara langsung untuk produksi produk. Karena ada beberapa resiko yang berhubungan dengan ekonomi, produksi dan kualitas produk. Harus ada lebih banyak keuntungan pada investasi kecil tetapi tidak sebaliknya.

Proses laboratorium perlu divalidasi di laboratorium pada tahap menengah di pabrik percontohan. Pabrik percontohan bertindak sebagai model kecil pabrik komersial.

Hasil yang diperoleh dari pilot plant sangat berguna dalam mendirikan pabrik skala komersial. Untuk mendirikan pabrik komersial diperlukan investasi modal di banyak bidang seperti desain dan konstruksi fermentor, utilitas (misalnya air uap, pemasangan listrik, infrastruktur lainnya), tenaga kerja (teknis dan non-teknis) dan pemasaran.

Hasil yang diperoleh dari pabrik percontohan secara teoritis diekstrapolasi dan diterapkan untuk pabrik komersial sejauh menyangkut investasi modal. Terakhir, laporan tekno-ekonomi disiapkan berdasarkan data investasi modal di atas. Atas dasar laporan ini, bank mendanai pendirian pabrik berskala komersial.

Related Posts