Apa pentingnya ternak sapi dalam industri kulit dan pupuk?

Apa pentingnya ternak sapi dalam industri kulit dan pupuk?

Industri kulit:

Kulit menemukan sejumlah kegunaan di berbagai bidang. Alas kaki ­, pakaian, dompet, ikat pinggang semuanya terbuat dari kulit. Kulit diperoleh dari hewan kemudian diolah sebelum dibuat menjadi berbagai macam barang. Industri kulit disebut juga industri penyamakan karena di sinilah kulit mentah yang diperoleh dari hewan “diolah” sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Di antara hewan yang menyediakan hide (kulit) untuk industri kulit ternak adalah yang paling penting. Kulit sapi dan kerbau merupakan sumber utama pasokan kulit. Kulit sapi disebut kips dan kulit kerbau disebut buff.

Dalam penyamakan, kulit mentah yang diperoleh dari hewan diproses melalui berbagai langkah seperti pengulitan, pengawetan, pengasinan dan penyamakan. Proses penyamakan ­merupakan proses yang sangat rumit dan melibatkan tiga langkah utama. Ini adalah pre-tanning, tanning dan post-tanning. Proses pre-tanning itu sendiri melibatkan sejumlah langkah seperti perendaman, pengapuran, pencabutan bulu, pemadatan, penghilangan dan pengawetan.

Proses penyamakan melibatkan perawatan kulit dengan bahan penyamakan organik, anorganik dan sintetik. Pada dasarnya ada tiga jenis penyamakan. Ini adalah penyamakan nabati, penyamakan krom dan penyamakan minyak ­. Pada langkah pasca penyamakan kulit mengalami sejumlah perawatan mekanis, fisik dan kimia.

Populasi sapi di India adalah salah satu yang tertinggi di dunia dan karenanya tidak heran India adalah salah satu pemasok utama barang-barang kulit ke pasar dunia. Untuk meningkatkan kualitas penelitian kulit sedang berlangsung dan ada sebuah Lembaga untuk tujuan ini – Pusat Penelitian Kulit Pusat (CLRI) di Madras. Tannaries juga hadir di Karnataka – Mysore Chrome Tannaries, Ban ­berlimpah. Di negara bagian kami, Athani dan kota-kota terdekat sangat terkenal dengan produksi alas kaki berkualitas. Kanpur di India Utara juga sangat terkenal dengan pembuatan barang-barang kulit.

Biogas:

Ternak India menghasilkan sejumlah besar kotoran yang dapat dimanfaatkan dengan baik untuk tujuan memanfaatkan energi. Kotoran sapi mengalami pembusukan secara normal oleh bakteri pembusuk dan mengeluarkan gas. Penelitian telah menunjukkan bahwa gas ini dapat digunakan untuk tujuan yang sama seperti gas alam.

Populer disebut gas gobar atau biogas, gas yang diperoleh dari kotoran ternak dapat menciptakan revolusi energi di pedesaan India. Perkiraan menunjukkan bahwa rata-rata produksi tahunan ­kotoran sapi di negara kita melebihi 1.500 juta ton. Bahkan jika jumlah kecil ini digunakan untuk tujuan produksi biogas, ini akan menyelesaikan seluruh masalah energi di pedesaan India. Dalam produksi biogas, kotoran ternak, urin, dan beberapa limbah pertanian dimasukkan ke dalam tangki besar yang dibangun untuk tujuan ini bersama sejumlah air.

Bakteri yang biasanya ada dalam limbah ini menyebabkan pembusukan dan melepaskan gas yang dapat dialirkan melalui pipa. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar memasak dan juga dapat digunakan untuk keperluan penerangan. Pabrik biogas dapat dibangun dengan berbagai ukuran ­tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan kotoran hewan dan limbah tanaman. Bahkan satu keluarga dengan produksi kotoran sapi 40-50 kg per hari dapat memiliki pabrik gas gobar kecil yang akan memasok semua kebutuhan bahan bakar dan penerangan harian mereka.

Penggunaan biogas juga memiliki manfaat tidak langsung karena melindungi hutan yang seharusnya ditebang untuk menyediakan kayu bakar.

Pupuk:

Pupuk terdiri dari dua jenis yaitu pupuk kimia dan pupuk organik. Meskipun pupuk kimia memiliki efek penargetan seperti menyediakan jenis nutrisi tertentu, harganya sangat mahal dan seringkali juga memiliki efek buruk pada tanaman. Sebaliknya pupuk organik yang biasa disebut pupuk organik atau pupuk kandang sama sekali tidak berdampak buruk bagi tanaman. Selain itu, harganya sangat murah dalam artian setiap petani dapat memproduksi sendiri pupuk kandang di pekarangan rumahnya. Dalam produksi pupuk kandang peran ternak sapi, kerbau, domba, kambing dan unggas memegang peranan yang sangat penting.

Kotoran hewan ini merupakan sumber bahan nitrogen yang sangat kaya. Biasanya di pekarangan sebuah lubang digali di mana semua kotoran hewan dan limbah tumbuhan dibuang. Seiring berjalannya waktu karena aktivitas bakteri dan juga cacing tanah, semuanya diubah menjadi pupuk yang sangat kaya yang disebut kompos. Kotoran ternak, bahkan setelah produksi biogas dapat digunakan sebagai pupuk kandang.

Related Posts