Apa peran Perhutanan sosial dalam konservasi hutan?

Perhutanan Sosial berarti pengembangan hutan di atas tanah masyarakat semata-mata untuk digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Ada dua tujuan utama ­dalam perhutanan sosial:

  1. Memanfaatkan tanah milik umum dan milik bersama desa untuk menghasilkan kayu bakar, pakan ternak dan kayu kecil secara desentralisasi untuk memenuhi kebutuhan lokal (khususnya masyarakat miskin) dan juga untuk konservasi tanah dan air.
  2. Mengurangi tekanan terhadap hutan alam. Dengan tidak adanya sumber daya alternatif, masyarakat desa cenderung mengeksploitasi hutan alam. Hal ini tidak dapat dihindari karena kebutuhan mereka dan kebutuhan hidup mereka (sapi penggembalaan) harus dipenuhi oleh hutan terdekat. Jika hutan alternatif dikembangkan dengan kerjasama mereka, mereka juga akan tertarik untuk melindungi hutan alam.

Perhutanan sosial melibatkan langkah-langkah berikut:

(i) Mendidik penduduk desa tentang perlunya melindungi dan melestarikan hutan alam. Secara khusus mereka perlu diberi tahu tentang peran penting yang dimainkan hutan dalam percakapan antara air dan tanah.

(ii) Masyarakat desa, anak sekolah dan buruh tani desa harus dilibatkan secara langsung dalam program perhutanan sosial.

(iii) Pembibitan harus dikembangkan di dekat desa untuk menumbuhkan tanaman yang bermanfaat dan cepat tumbuh dengan mengingat kebutuhan kayu bakar, pakan ternak, buah-buahan, pupuk kandang dll.

(iv) Identifikasi lahan desa yang cocok untuk mengembangkan perhutanan sosial.

(v) Pemanfaatan produk perhutanan sosial secara tepat harus tersedia bagi semua orang terutama yang membutuhkan.

Di negara kita perhutanan sosial dipraktikkan secara besar-besaran dan sekitar 160 juta hektar lahan berada di bawah program perhutanan sosial.

Keuntungan perhutanan sosial:

  1. Mendidik masyarakat tentang perlunya melindungi dan melestarikan hutan alam ­.
  2. Memberi mereka sumber alternatif kayu bakar dan pakan ternak sehingga mereka tidak perlu pergi ke hutan alam.
  3. Spesies yang dipilih untuk perhutanan sosial seperti Acacia, tumbuh sangat cepat dan menghasilkan ­biomassa yang dapat digunakan dalam waktu singkat.
  4. Melindungi hutan alam dari penggembalaan hewan.
  5. Lahan sampah di dalam dan sekitar desa akan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
  6. Pelibatan masyarakat pedesaan dalam program perhutanan sosial akan membangkitkan minat alami mereka terhadap konservasi hutan alam ­.
  7. Menyediakan buruh lahan jalan pekerjaan.

Related Posts