Apa saja Empat Jenis Utama Kenakalan Remaja?

Apa saja Empat Jenis Utama Kenakalan Remaja?

Kenakalan menunjukkan berbagai gaya perilaku atau bentuk perilaku. Masing-masing pola memiliki konteks sosialnya sendiri, penyebab yang diduga menyebabkannya, dan bentuk pencegahan atau pengobatan yang paling sering disarankan sesuai dengan pola yang dimaksud.

Howard Becker (1966: 226-38) merujuk pada empat jenis kenakalan: (a) kenakalan individu, (b) kenakalan yang didukung kelompok, (c) kenakalan terorganisir, dan (d) kenakalan situasional.

(a) Kenakalan individu:

Ini mengacu pada kenakalan di mana hanya satu individu yang terlibat dalam melakukan tindakan nakal dan penyebabnya terletak di dalam individu nakal tersebut. Sebagian besar penjelasan tentang perilaku nakal ini berasal dari psikiater.

Argumen mereka adalah bahwa kenakalan disebabkan oleh masalah psikologis yang terutama berasal dari pola interaksi keluarga yang rusak/rusak/patologis.

Penelitian Healy dan Bronner, Albert Bandura dan Richard Walters, Edwin Powers dan Helen Witmer, serta Henry Meyer dan Edgar Borgatta didasarkan pada pendekatan ini. Healy dan Bronner (1936) membandingkan remaja nakal dengan saudara kandung mereka yang tidak nakal dan menganalisis perbedaan di antara mereka.

Temuan mereka yang paling penting adalah bahwa lebih dari 90 persen anak nakal dibandingkan dengan 13 persen saudara kandung mereka yang tidak nakal memiliki kehidupan rumah tangga yang tidak bahagia dan merasa tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Sifat ketidakbahagiaan berbeda: ada yang merasa ditolak oleh orang tua dan ada yang merasa rendah diri atau cemburu pada saudara atau menderita konflik mental.

Mereka terlibat dalam kenakalan sebagai solusi untuk masalah ini, karena (kenakalan) membawa perhatian dari orang tua atau memberikan dukungan dari teman sebaya atau mengurangi perasaan bersalah mereka. Studi selanjutnya juga mengidentifikasi aspek penting dari hubungan keluarga yang mengarah ke kenakalan.

Bandura dan Walters membandingkan tindakan agresif anak nakal kulit putih dengan anak laki-laki yang tidak nakal tanpa tanda kesulitan ekonomi yang jelas.

Mereka menemukan bahwa anak nakal sedikit berbeda dari anak nakal dalam hubungan mereka dengan ibu mereka tetapi lebih dalam hubungan mereka dengan ayah mereka.

Dengan demikian, hubungan ayah-anak laki-laki daripada ibu-anak tampaknya lebih penting dalam kenakalan, karena anak laki-laki nakal tidak dapat menginternalisasi nilai-nilai moral karena tidak adanya teladan yang baik dari ayah mereka. Selain itu, disiplin mereka juga lebih keras dan tegas.

(b) kenakalan yang didukung kelompok:

Dalam jenis ini, kenakalan dilakukan dalam persahabatan dengan orang lain dan penyebabnya tidak terletak pada kepribadian individu atau keluarga pelaku, tetapi dalam budaya rumah dan lingkungan individu. Studi tentang Thrasher dan Shaw dan McKay berbicara tentang jenis kenakalan ini.

Temuan utama dalam memahami mengapa kaum muda menjadi nakal adalah pergaulan dan persahabatan mereka dengan orang lain yang sudah nakal. Hal ini kemudian dikemukakan dengan sangat jelas oleh Sutherland, yang mengembangkan teori asosiasi diferensial.

Berbeda dengan penjelasan psikogenik, rangkaian gagasan ini berfokus pada apa yang dipelajari dan dari siapa dipelajari daripada pada masalah yang mungkin menghasilkan motivasi untuk melakukan kenakalan.

(c) Kenakalan terorganisir:

Jenis ini mengacu pada kenakalan yang dilakukan oleh kelompok yang terorganisir secara formal. Kenakalan ini dianalisis di Amerika Serikat pada 1950-an dan konsep ‘subkultur nakal’ dikembangkan.

Konsep ini mengacu pada seperangkat nilai dan norma yang memandu perilaku anggota kelompok mendorong terjadinya pelanggaran, memberikan status berdasarkan tindakan tersebut dan menentukan hubungan tipikal untuk orang-orang yang gagal di luar pengelompokan yang diatur oleh norma kelompok.

Cohen adalah orang pertama yang merujuk pada jenis kenakalan ini. Dia diikuti oleh Cloward dan Ohlin dan beberapa lainnya.

(d) kenakalan situasional:

Ketiga jenis kenakalan yang disebutkan di atas memiliki satu kesamaan. Dalam semua itu, kenakalan dipandang memiliki akar yang dalam. Dalam kenakalan individu (menurut penjelasan psikogenik), akar kenakalan terutama terletak pada diri individu; dalam kenakalan kelompok yang didukung dan terorganisir (penjelasan sosiogenik).

Akar (kenakalan) terletak pada struktur masyarakat dengan penekanan baik pada bidang ekologi di mana kenakalan berlaku atau pada cara sistematis di mana struktur sosial menempatkan beberapa individu dalam posisi yang buruk untuk bersaing demi kesuksesan.

Kenakalan situasional memberikan perspektif yang berbeda. Di sini asumsinya adalah bahwa kenakalan tidak mengakar secara mendalam, dan motif kenakalan dan sarana untuk mengendalikannya seringkali relatif sederhana.

Seorang pemuda terlibat dalam tindakan kenakalan tanpa memiliki komitmen yang mendalam terhadap kenakalan karena pengendalian impuls yang kurang berkembang dan/atau karena penguatan pengekangan keluarga yang lebih lemah, dan karena ia memiliki relatif sedikit kerugian bahkan jika tertangkap.

David Matza adalah salah satu ulama yang merujuk pada jenis kenakalan ini. Namun, konsep kenakalan situasional tidak berkembang dan tidak diberikan banyak relevansi dalam masalah penyebab kenakalan. Ini adalah pelengkap daripada pengganti jenis lain.

Related Posts