Apa saja macam-macam Variasi?

Variasi dikelompokkan menjadi tiga pasang tipe kontras.

  1. Germinal atau didapat, 2. Kontinu atau terputus-putus, 3. Determinan atau indeterminasi.
  2. Variasi blastagenik atau germinal

Ini adalah intrinsik yang, terlepas dari pengaruh eksternal, muncul dalam plasma nutfah hewan dan tumbuhan. Ini mungkin disebabkan oleh rekombinasi gen yang menghasilkan kelompok kombinasi baru, atau mungkin disebabkan oleh mutasi yang merupakan hasil dari beberapa perubahan radikal dalam kompleks gen.

Perubahan ini tidak bergantung pada kondisi eksternal untuk asalnya. Kondisi seperti itu dapat menghambat atau menahan perkembangan mereka karena tidak dapat menyebabkannya. Variasi germinal dapat terjadi pada setiap periode kehidupan dari awal kehidupan sampai kematian organisme. Contohnya adalah: sesekali terjadi angka supernumeri pada manusia, kucing domestik, kuda, dan hewan lainnya.

  1. Variasi Somatogenik atau Somatik

Variasi soma dan sel tubuh yang disebabkan oleh faktor lingkungan seperti makanan, intensitas panas cahaya, tekanan dll disebut variasi somatogenik. Ini juga disebut variasi yang diperoleh karena diperoleh oleh individu selama masa hidupnya.

Mereka hilang dengan kematian individu. Mereka tidak diwariskan dari orang tua atau ditransmisikan ke generasi mendatang.

Misalnya, leher jerapah yang panjang, otot atlet yang berkembang dengan baik, terkadang ada kehilangan jari pada pria, dll.

  1. Variasi Kontinyu

Jika variasi yang terjadi sangat kecil, melimpah dan dalam deret bergradasi maka variasi yang demikian disebut variasi kontinyu. Ini biasanya kualitatif. Jika variasi ini terjadi secara kebetulan (kebetulan), mereka disebut variasi Darwanian, atau fluktuasi yang dipengaruhi oleh seleksi alam.

Contoh variasi yang terus menerus adalah: gradasi perawakan, tinggi badan dan kecerdasan pada manusia; warna kulit, berat badan dan produksi susu pada sapi dll.

  1. Variasi Terputus

Variasi ini muncul tiba-tiba tanpa alasan yang diketahui. Mereka menunjukkan penyimpangan yang lebar dari kondisi normal dan tidak terkait dengan integral. Variasi terputus-putus ini juga disebut saltasi, atau olahraga atau mutasi.

Misalnya: pada vertebrata sering kali 6, 7 atau bahkan 8 digit telah diamati. Variasi tersebut juga dapat terjadi pada segmen cacing; kolom tulang belakang, tulang rusuk, otot dan dalam jumlah pelengkap. Variasi ini bersifat kuantitatif.

  1. Variasi tak tentu

Variasi yang tidak diatur oleh hukum apa pun tetapi terjadi dalam suatu arah perubahan yang imajiner atau dapat dipikirkan. Jadi variasi ini bergantung pada kebetulan saja variasi ukuran pada organisme yang berkerabat dekat adalah contoh variasi tak tentu.

  1. Tentukan Variasi

Variasi ini diatur oleh beberapa kekuatan yang tidak diketahui dan dipaksakan terjadi dalam satu garis atau garis tertentu, biasanya dalam arah adaptif. Ini juga dikenal sebagai variasi ortogenetik. Jenis variasi ini terlihat dalam evolusi kepala sari rusa Irlandia yang tumbuh terlalu besar atau gading mammoth Jefferson.

Selain variasi di atas, ini adalah variasi numerik atau meristik.

Variasi Meristik

Ketika suatu organisme memiliki bagian tambahan yang mirip dari jumlah normal, dikatakan telah mengalami variasi meristik. Perkembangan satu jari ekstra pada tangan atau kaki manusia, munculnya enam bukannya lima lengan normal pada bintang laut.

Related Posts