Apa yang dimaksud Kekerasan seksual

Kekerasan seksual adalah kekerasan yang dimanifestasikan dengan agresi melalui kekuatan fisik, mental atau moral, menurunkan seseorang ke kondisi inferioritas, untuk menanamkan perilaku seksual yang bertentangan dengan keinginan mereka. Ini adalah tindakan yang tujuannya adalah untuk menundukkan tubuh dan kehendak korban.

Kekerasan seksual dapat berupa: fisik, melalui tindakan seksual, sentuhan, dll.

Psikologis, ketika ada pelecehan seksual, lamaran tidak senonoh, sindiran, dll.

Sensory, terjadi ketika sengaja atau tidak diekspos, tulisan, gambar, panggilan telepon, bahasa verbal atau gestural, dll.

Kekerasan semacam ini memanifestasikan dirinya dalam berbagai cara, beberapa di antaranya adalah:

Pemerkosaan: kejahatan yang dilakukan oleh orang dewasa dengan melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, menggunakan kepercayaan yang dia miliki dalam dirinya.

Pelacuran paksa: mengacu pada eksploitasi tubuh orang lain agar si penghisap mendapatkan uang.

Penculikan: mengacu pada penahanan paksa orang tersebut untuk melakukan hubungan seksual dengannya.

Pelecehan seksual: terjadi dalam kasus di mana bos, menggunakan posisinya, membuat proposal kepada bawahan untuk berhubungan seks dengannya, dan jika dia menolak, kerusakan dapat terjadi .

Pemerkosaan: adalah ketika penetrasi seksual terjadi dengan paksa.

Perdagangan orang: mengacu pada perdagangan orang secara ilegal untuk tujuan eksploitasi seksual, perbudakan reproduksi , dll.

Seks transaksional: mengacu pada pertukaran bantuan seksual dengan imbalan makanan atau perlindungan.
Kekerasan seksual tidak ada bedanya jika mereka anak-anak, perempuan atau laki-laki, siapa pun bisa menjadi korban dari jenis kekerasan ini.

Kasus kekerasan seksual yang paling umum terjadi pada anak-anak (pedofilia) dan pemerkosaan terhadap perempuan. Pelaku seksual tidak harus menjadi orang asing, dalam banyak kasus, kedekatannya sehari-hari yang memungkinkan dia untuk mendapatkan kepercayaan dari korbannya.

Asal usul kekerasan seksual didasarkan pada tiga faktor utama:

Faktor psikologis: orang dengan harga diri seksual yang buruk, ketidakmampuan untuk mencapai gairah tanpa menggunakan kekerasan, riwayat pribadi sebagai korban pelecehan seksual, gangguan kepribadian, dll.

Faktor sosial: bahasa seksis, reifikasi perempuan di media.

Faktor situasional: konsumsi semua jenis obat-obatan, hasrat seksual yang mendesak, dll.

3 ️

Related Posts