Apa yang dimaksud Paleontologi

Secara etimologis, Paleontologi adalah kata yang terdiri dari tiga istilah Yunani: palaios (kuno), ontos (menjadi), dan logos (risalah, studi). Dipahami sebagai ilmu yang mempelajari makhluk hidup tumbuhan dan hewan dari masa lampau atau sebelum masa sekarang, yang didasarkan pada sisa-sisa fosilnya.

Pada batuan sedimen biasanya terdapat sisa-sisa makhluk hidup dari zaman lain. Makhluk-makhluk ini telah mengalami perubahan radikal dalam sifat mereka, kehilangan hampir semua, dan kadang-kadang sepenuhnya, materi hewan atau tumbuhan, yang digantikan oleh mineral atau materi anorganik lainnya. Operasi ini dilakukan dengan sangat akurat sehingga makhluk-makhluk itu tidak hanya melestarikan bentuk dan penampilannya, tetapi juga detail terkecil dari organisasi mereka.

Paleontologi adalah ilmu dasar dalam bidang Geologi dan Biologi, merupakan salah satu sumber informasi terkaya tentang sejarah kehidupan; Kajiannya juga memberikan sejumlah besar informasi tentang aspek lain dari sejarah Bumi seperti peristiwa geologis, perubahan geografis yang terjadi dari waktu ke waktu, iklim yang telah ada, usia lapisan kerak bumi dan lingkungan sedimen purba.

Pada awal abad ke-19, ketika prinsip-prinsip dasar geologi cararn ditetapkan, sifat asli fosil tidak diketahui. Ketika menentukan penerapannya dalam penanggalan relatif strata kerak bumi dan melihat kegunaannya dalam penentuan lingkungan sedimen kuno, Paleontologi menjadi terkonsolidasi sebagai ilmu formal.

Mengingat betapa luas dan beragamnya bidang paleontologi, Anda perlu memanfaatkan teknik dan pengetahuan dari ilmu lain, menggunakan metode analisis kimia dan fisika serta analisis matematika dan statistik. Paleontologi mendukung dan bergantung pada stratigrafi, sedimentologi, petrografi, zoologi, botani, genetika, embriologi, ekologi, sistematika, atau bidang lain yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang fosil.

Paleontologi membagi bidang penelitiannya menjadi berbagai disiplin ilmu, seperti paleobiologi, paleobotani, palaeozoologi (berbeda dalam paleontologi invertebrata dan paleontologi vertebrata), paleontologi stratigrafi (biostratigrafi), biokronologi, paleoekologi, palaeogeografi, paleobiogeografi, dan palaeoikhnologi.

Demikian pula, keberadaan fosil kecil telah mendorong munculnya mikropaleontologi, yang membahas bentuk-bentuk fosil yang mewakili karakter mikroskopis.

biologi

Fosil

geologi

4

Related Posts