Bagaimana Kelaparan Mempengaruhi Sistem Tubuh?

Efek Sistem

Sistem pencernaan Produksi asam rendah oleh lambung Diare yang sering dan seringkali fatal

Sistem kardiovaskular

(Jantung dan pembuluh darah) Ukuran jantung berkurang, jumlah darah yang dipompa berkurang, detak jantung lambat, dan tekanan darah rendah

Akhirnya, gagal jantung

Sistem pernapasan Pernapasan lambat, kapasitas paru-paru berkurang

Pada akhirnya, gagal napas

Sistem reproduksi Berkurangnya ukuran ovarium pada wanita dan testis pada pria

Kehilangan gairah seks (libido)

Berhentinya periode menstruasi

Sistem saraf Apatis dan lekas marah, meskipun kecerdasan tetap utuh

Sistem otot Rendahnya kapasitas untuk berolahraga atau dunia karena berkurangnya ukuran dan kekuatan otot

Sistem hematologi (darah) Anemia

Sistem Metabolik Suhu tubuh rendah (hipotermia) sering menyebabkan kematian Akumulasi cairan di kulit, terutama akibat hilangnya lemak di bawah kulit

Sistem kekebalan tubuh Gangguan kemampuan untuk melawan infeksi dan memperbaiki luka

Kelaparan dapat terjadi akibat puasa, kelaparan, anoreksia nervosa, penyakit gastrointestinal yang parah, stroke, atau koma. Tubuh melawan kelaparan dengan menghancurkan jaringannya sendiri dan menggunakannya sebagai sumber kalori—seperti membakar furnitur untuk menghangatkan rumah. Akibatnya, organ dalam dan otot semakin rusak, dan lemak tubuh (jaringan adiposa) hampir menghilang.

Orang dewasa bisa kehilangan hingga setengah dari berat badannya, dan anak-anak bisa kehilangan lebih banyak lagi. Penurunan berat badan proporsional terbesar terjadi di hati dan usus, sedang di jantung dan ginjal, dan paling sedikit di sistem saraf. Tanda-tanda kekurusan yang paling jelas adalah pengecilan di area di mana tubuh biasanya menyimpan lemak, ukuran otot berkurang, dan tulang menonjol. Kulit menjadi tipis, kering, tidak elastis, pucat, dan dingin. Rambut yang menjadi siang dan jarang, mudah rontok. Sebagian besar sistem tubuh terpengaruh. Kelaparan total berakibat fatal dalam 8 hingga 12 minggu.

Perlakuan

Memulihkan asupan makanan ke jumlah normal membutuhkan waktu yang cukup lama; tergantung pada berapa lama seseorang tidak makan dan seberapa parah pengaruhnya terhadap tubuh. Saluran pencernaan menyusut selama kelaparan dan tidak dapat mengakomodasi diet normal sekaligus. Cairan seperti jus, susu, kaldu, dan sup bening direkomendasikan bagi mereka yang bisa makan melalui mulut. Setelah beberapa hari mengonsumsi cairan, diet padat dapat dimulai dan ditingkatkan secara bertahap menjadi 5.000 kalori atau lebih per hari. Biasanya dianjurkan makanan hambar, diberikan dalam porsi kecil dengan interval yang sering untuk menghindari diare. Seseorang harus mendapatkan 3 sampai 4 pon seminggu sampai berat badan normal tercapai. Beberapa orang perlu diberi makan melalui selang nasogastrik terlebih dahulu. Pemberian makanan intravena mungkin diperlukan jika malabsorpsi dan diare berlanjut.

Related Posts