Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana

Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana – Pernahkah Anda bekerja di suatu perusahaan yang tidak mempunyai pembagian kerja dan fungsi secara jelas berdasarkan bidangnya? Hm, meskipun kemungkinannya akan sangat kecil, perusahaan dengan sistem yang seperti itu tentu tidak akan bertahan lama dan dapat kolaps sewaktu-waktu karena sering terjadi miss antar pegawai.

Salah satu penyebabnya adalah terjadi tumpang tindih pekerjaan antara pegawai satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, tidak terkecuali, setiap perusahaan, institusi, dan lembaga lainnya harus mempunyai pembagian peran dan fungsi pegawai masing-masing untuk membentuk suatu lingkungan kerja yang sistematis, komprehensif, dengan visi-misi yang sama. Pada akhirnya, akan terbentuk suatu budaya kerja yang apik dan mumpuni untuk meningkatkan profil dan kualitas perusahaan hingga kancah internasional.

Pada dasarnya, tugas seorang wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana tentu cukup mudah diperkirakan, bukan? Salah satunya berkaitan dengan pengelolaan sarana dan prasarana yang ada di sebuah institusi pendidikan. Meskipun begitu, untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, berikut merupakan tugas wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, sebagai berikut:

 

  • Tidak jauh berbeda dengan tebak-tebak buah manggis tadi, tugas yang pertama berhubungan dengan penyusunan program untuk pengelolaan sarana dan prasarana yang digunakan di institusi yang bersangkutan.
  • Selain itu, berperan pula untuk membuat bahan kajian dan analisa mengenai kebutuhan akan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya dengan mengganti sarana yang sudah rusak, maupun mengadakan sarana-prasarana baru yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar-mengajar.
  • Untuk menyeimbangkan pengusulan pada pengadaan sarana-prasarana yang baru, maka wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana mempunyai tugas dalam melaksanakan inventarisasi barang dan alat yang ada. Hal ini bertujuan untuk melakukan pendataan pada setiap barang yang dimiliki oleh sebuah institusi pendidikan.
  • Pada setiap sarana dan prasarana yang rusak, waka bidang sarana dan prasarana akan melakukan perhitungan perkiraan, berkaitan dengan tingkat kerusakan barang tersebut sehingga dapat dipertimbangkan untuk dilakukan penggantian maupun pembelian barang baru.
  • Waka bidang sarana dan prasarana berperan penting dalam melakukan pengawasan mengenai pemeliharaan dan pengembangan sarana yang tersedia sehingga dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama karena terpelihara dengan baik.
  • Untuk tugas lainnya dapat menyesuaikan dengan penetapan yang diberikan oleh kepala sekolah sehingga menyesuaikan dengan kebutuhan dari setiap institusi pendidikan.

Tentunya, di sebuah organisasi dan struktur kepengurusan, setiap pengurus mempunyai peran yang berhubungan dengan fungsi lainnya, bukan? Begitu pula dengan tugas wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana yang berhubungan dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kesiswaan, pemeliharaan, dan lainnya. Oleh sebab itu, untuk membangun suatu budaya kerja yang komprehensif dan sistematis, pembagian peran dan tugas yang jelas menjadi sangat diperlukan. Sebuah organisasi yang baik merupakan organisasi yang terstruktur dan sistematis, dengan setiap individu mempunyai visi dan misi yang sejalan, bukan?

Artikel Lainnya :

Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan – Tidak ada yang salah dengan melakukan pembagian peran dan fungsi setiap bidang dalam sebuah organisasi, justru menjadi sebuah keharusan. Hal ini sangat berkaitan dengan berbagai manusia dengan karakter yang berbeda-beda yang bekerjasama untuk memperoleh tujuan, visi, dan misi yang sama. Oleh sebab itu,

pembagian tugas dan fungsi yang sesuai dengan peran masing-masing harus dilakukan dengan jelas. Tujuannya adalah untuk menghindari tugas yang tumpang tindih satu sama lain sehingga terbentuk suatu organisasi yang teratur, terstruktur, sistematis, dengan proses kinerja yang maksimal. Selain itu, diperlukan pula kesadaran dari setiap individu untuk memenuhi kewajiban kerja sesuai dengan tugas dan amanah yang diemban sehingga terbentuk suatu sistem yang komprehensif di suatu organisasi.

Seperti nama yang disemat, yaitu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, tentu sudah dapat ditebak bahwa peran tersebut sangat berkaitan dengan urusan kesiswaan, bukan? Oleh sebab itu, untuk mengetahui secara lebih jelas dan gamblang, berikut ini merupakan tugas wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, sebagai berikut:

  • Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka tugas pokok dari seorang wakil kepala sekolah bidang kesiswaan adalah menyusun berbagai program yang mempunyai ruang lingkup sebagai pembinaan untuk setiap siswa.
  • Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan berperan penting dalam melakukan bimbingan dan pengarahan jalannya organisasi siswa intra sekolah atau disebut sebagai OSIS, serta menjadi tangan panjang dari representasi pengurus OSIS.
  • Berkaitan dengan kegiatan OSIS sebagai representsasi dari siswa di sekolah, maka wakil kepala sekolah bidang kesiswaan mempunyi tugas untuk melakukan pembinaan kepada pengurus OSIS, khususnya yang berkaitan dengan keorganisasian.
  • Pilihan pada program kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah juga menjadi kewenangan dari seolah Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sehingga berperan untuk menentukan jenis kegiatan yang memberikan pengaruh positif terhadap setiap siswa yang ada.
  • Salah satu ajang bergengsi pada setiap sekolah adalah mengirimkan perwakilan untuk diajukan sebagai siswa teladan. Oleh sebab itu, tugas ini dipegang oleh seorang wakil kepala sekolah bidang kesiswaan untuk melakukan pemilihan terhadap calon yang akan diajukan.
  • Masih berkaitan dengan tugas sebelumnya, tugas untuk melakukan pemilihan pada siswa yang berkompeten untuk menjadi wakil sekolah dalam perlombaan di luar sekolah juga menjadi tugas dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Nah, setelah mengetahui peran dan tugas wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Anda tentu tidak perlu kebingungan lagi dalam menjalankan tugas dan peran sesuai fungsinya, bukan? Oleh sebab itu, dengan adanya peran dan tugas sistematis yang mengatur, tentu tidak akan terjadi proses yang tumpang tindih antar pegawai di sekolah. Meskipun terdapat standar yang mengatur, tidak setiap sekolah memberlakukan hal yang sama karena disesuaikan dengan kebutuhan dari setiap institusi pendidikan.

Artikel Lainnya :

Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum – Pada sebuah struktur organisasi, pembagian peran dan fungsi yang jelas dari setiap bidang merupakan hal yang wajib dilakukan. Tidak terkecuali suatu organisasi pendidikan, khususnya di suatu sekolah.

Terlebih lagi, setiap sekolah mempunyai jumlah pegawai yang cukup banyak sehingga apabila tidak dilakukan pembagian kerja yang jelas, akan terjadi tumpang tindih antara satu dan lainnya. Oleh sebab itu, agar terjalin sebuah struktur yang komprehensif, sangat penting bagi setiap pegawai untuk memahami peran dan fungsi masing-masing sesuai dengan jabatan yang diterima.

Misalnya sebagai seorang wali kelas yang berperan untuk mengawasi dan membimbing murid di satu kelas, guru mata pelajaran yang bertugas untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, dan lainnya.

Lembaga institusi pendidikan sendiri mempunyai struktur kepengurusan yang jelas sehingga pembagian kerja dan tugas pun mudah dipahami oleh setiap komponen. Salah satunya adalah tugas wakil kepala sekolah bidang kurikulum, sebagai berikut:

  • Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sangat erat hubungannya dengan perubahan, dan perkembangan, kurikulum yang ada dalam sistem pendidikan Indonesia. Oleh sebab itu, harus mempunyai pemahaman yang kuat dengan melakukan pengkajian dan mampu menguasai proses yang terjadi dalam pelaksanaan kurikulum yang berlaku.
  • Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum mempunyai wewenang dalam penyusunan tugas guru yang bekerja di suatu lembaga pendidikan, serta melakukan pembagian pada jadwal pelajaran yang diampu di setiap jenjang kelas.
  • Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum harus memastikan bahwa program pembelajaran belajar-mengajar yang berlangsung di setiap kelas selalu terlaksana secara efektif untuk meminimalisir terjadinya kesalahan.
  • Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum juga berwenang dalam melakukan analisa mengenai hasil belajar setiap siswa, serta memberlakukan sistem remedial atau mengulang mata pelajaran untuk siswa tertentu yang memperoleh nilai lebih rendah daripada standar.
  • Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum mempunyai wewenang sebagai koordinator pelaksana pada kegiatan penyusunan silabus atau rencana kegiatan pembelajaran menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Kegiatan ini dilakukan setiap semester dan tahunan.
  • Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum mempunyai kewajiban untuk melakukan penilaian dan pemilihan terhadap guru berprestasi yang berdedikasi untuk bersama-sama meningkatkan kualitas siswa dan sekolah.
  • Apabila sekolah mempunyai rencana untuk melaksanakan studi banding, maka Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum berkewajiban untuk mengkoordinir kegiatan tersebut sehingga terlaksana kegiatan studi banding berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar yang efektif, maupun tema lainnya menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Pada dasarnya, selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, masih terdapat tugas wakil kepala sekolah bidang kurikulum lainnya. Selain ditetapkan berdasarkan pada peraturan pemerintah, fungsi dan tugasnya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan suatu institusi pendidikan sehingga tidak dapat selalu disamakan antara satu dan lainnya.

Artikel Lainnya :

4 Kompetensi Guru dan Penjelasannya

4 Kompetensi Guru dan Penjelasannya Secara Lengkap – Guru merupakan sosok yang memberikan ilmu pengetahuan kepada para muridnya. Ilmu-ilmu inilah yang nantinya digunakan oleh mereka untuk menyonsong masa depan.

Untuk memberikan masa depan yang cemerlang kepada para muridnya, para guru memiliki kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh masing-masing guru. Bagi Anda yang ingin mengetahui kompetensi dasar apa yang harus dikuasai oleh seorang guru, simak penjelasannya di bawah ini.

Kompetensi seorang guru bahkan diterangkan di dalam Undang-Undang nomor 14 pasal 10 ayat 1. Di dalam undang-undang tersebut menerangkan jika kompetensi seorang guru terdiri dari kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Kompetensi dasar seorang guru berlaku untuk jenjang Sekolah Dasar hingga jenjang Sekolah Menengah Atas. Berikut 4 kompetensi guru dan penjelasannya secara lengkap:

  • Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam memahami para peserta didik, merancang dan melaksanakan pendidikan serta kemampuan mengembangkan kemampuan para peserta didiknya akan potensi yang dimiliki oleh para peserta didik.

  • Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan individu yang dewasa, berwibawa, stabil dan bijaksana. Kepribadian yang dimiliki oleh seorang guru nantinya dapat menjadi suri tauladan bagi para peserta didiknya. Kompetensi kepribadian dapat terbagi menjadi:

  • Kepribadian seorang guru haruslah bersumber dari norma-norma yang ada.
  • Seorang guru yang dewasa harus bekerja sebagai pendidik dengan kemandirian dan kedewasaan yang baik.
  • Berakhlak mulia dengan selalu melakukan hal-hal yang baik dan didasari dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya.
  • Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi dalam melakukan pembelajaran secara mendalam. Penguasaan materi dapat dilihat dari seberapa besar seorang guru mampu mengusai semua kurikulum sekolah yang sedang berlaku. Penguasaan materi nantinya dapat melahirkan ide-ide yang kreatif yang nantinya dapat digunakan sebagai pembelajaran kepada para murid.

  • Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan seorang guru dalam berkomunikasi dengan para peserta didik, orang tua para murid, tenaga pendidikan yang lain dan masyarakat yang berada di sekitarnya. Dalam hal ini, seorang guru harus pandai memposisikan dirinya diberbagai kesempatan. Selain cakap dalam berbicara, seorang guru harus memiliki tindak-tanduk yang baik agar dapat mudah berkomunikasi dengan orang lain.

Dari 4 kompetensi guru dan penjelasannya yang telah dijelaskan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa seorang guru haruslah memiliki kepribadian yang baik serta ilmu pengetahuan yang luas. Tanpa adanya kedua hal tersebut, sangat sulit seorang guru melakukan perannya sebagai pendidik. Sebagai tokoh yang menjadi panutan para muridnya, para guru harus menjadi sosok yang sempurna di mata orang lain. Dengan begitu, kemampuan seorang guru tidak perlu dipertanyakan lagi dalam melahirkan sosok murid yang berhasil.

Artikel Lainnya :

Keterlaluan! Guru Dipukuli Oleh Murid dan Orang Tuanya

Bantu Share ini ke rekan guru lainnya ya bu, pak… Keterlaluan! Guru Dipukuli Oleh Murid dan Orang Tuanya – Sering kali kita dengar jargon Guru adalah pahlawan tanda jasa tapi ini kah balasan bagi pahlawan yang begitu banyak jasa nya bagi bangsa dan tanah air indonesia?

Bahkan telah mahsyur cerita tentang apa yang dilakukan oleh Kaisar Hirohito saat usai negaranya kalah dalam perang dunia ke 2. Yang kaisar hirohito tanyakan seusai perang selesai adalah berapa banyak Guru yang masih tersisa? Dan kemudian menteri pendidikannya mengatakan bahwa ada 45.000 guru yang masih hidup. Setelah itu kemudian kaisar hirohito mendatangi para guru tersebut satu persatu.

Dari cuplikan sejarah dari negeri jepang tersebut, kita bisa mengambil intisari akan betapa sangat penting nya GURU di dalam pembangunan bangsa. Tapi coba lihat apa yang terjadi di negeri indonesia kita tercinta ini? Belum lepas dari ingatan kita semua terhadap kasus yang menimpa Pak Samhudi salah satu rekan kita yang diperkarakan karena mencubit salah satu siswa nakalnya, dan kini telah divonis 3 bulan penjara! Dan kini? Astagfirullah hal adzim, sungguh luar biasa moral, sikap dan perilaku dari orang tua siswa yang ada di indonesia ini. Disaat anak nya salah dan mengumpat kata-kata kotor, bukan nya dinasehati malah dibela dan kemudian memukuli Pak Guru Dasrul secara bersama-sama.

Ibu dan bapak, apakah kita akan diam saja melihat ketidak adilan yang terjadi ini? Berikut adalah kronologi kejadian yang menimpa salah satu rekan kita yaitu Pak Dasrul seorang Guru di SMK 2 Makassar.

Kejadian terjadi pada Rabu, 10 agustus 2016. pak Dasrul yang merupakan guru mata pelajaran arsitek. Menyuruh siswa nya untuk mengeluarkan alat-alat untuk menggambar seperti pensil, buku dan pulpen serta penggaris namun MA (15 thn) murid nya tidak membawa semua perlengkapan tersebut dengan alasan “lupa”.

Kemudian MA (15) oleh Pak Dasrul ditegur namun tidak menerima dan kemudian kelakuan MA malah menjadi-jadi dengan sengaja keluar masuk kelas tanpa izin terlebih dahulu, alasannya katanya ingin ke WC. Kemudian Pak Dasrul menegur kembali dan mendorong pundak murid nya itu (MA).
Keterlaluan! Guru Dipukuli Oleh Murid dan Orang Tuanya_2

Tapi MA (15) tidak terima dan malah menelepon orang tuanya (padahal siswa sudah dilarang bawa HPke sekolah).

Setelah kejadian tersebut Pak Dasrul pergi mengajar kembali di kelas lain, setelah selesai mengajar Pak Dasrul kemudian berpapasan dengan Adnan Achmad (43) orang tua dari MA. Tanpa bertanya dulu atau mengklarifikasi Adnan Achmad orang tua MA langsung memukuli Pak Dasrul dan parah nya MA ikuta-ikutan memukuli juga.

Apakah ini tindakan yang wajar dan bisa dimaafkan begitu saja? meski di lain kesempatan Adnan Achmad dan MA menyatakan bahwa Pak Dasrul melakukan penamparan (yang kita belum ketahui benar atau tidak nya).

Tapi apakah Murid yang sudah kelewatan nakal dan bandel nya harus dibiarkan begitu saja? inti dari pendidikan itu adalah mengubah siswa menjadi pribadi yang baik, tapi jika kelakuan seperti MA ini dilindungi apakah itu tindakan yang benar?

 

Mungkin masyarakat dan Orang di luar sana tidak paham akan sikap dan perilaku murid murid jaman sekarang yang sudah sangat keterlaluan nakal dan tidak punya sopan santun nya. Tengoklah diberita, banyak anak umur belasan dan masih berstatus pelajar sudah melakukan kejahatan seperti begal, geng motor, pencurian dan sebagainya.

Apakah perilaku seperti itu harus dibiarkan saja? Guru terbelenggu oleh HAM, Guru sekarang serba takut di dalam mendidik murid, Guru Akan disalahkan disaat murid nya gagal atau tidak mencapai apa yang sudah ditargetkan tapi kenapa disaat guru hendak mendidik siswa agar mereka menjadi pribadi yang baik, malah terjadi seperti ini?

Apa yang harus guru lakukan? apa diam saja meski mengetahui betapa nakal dan tidak sopan nya kelakuan siswa? Apakah harus seperti itu? Guru cukup memberikan materi saja, tanpa peduli siswa memperhatikan pelajaran atau tidak, tanpa peduli siswa mengerti atau tidak, tanpa peduli sikap siswa pantas atau tidak?

Semoga takkan terulang lagi kejadian pendzaliman terhadap guru! Kita doakan Pak Dasrul semoga mendapat keadilan, dan Orang Tua Murid (adnan achmad) dan MA mendapat hukuman yang setimpal! Amin

referensi :

  • http://www.wajibbaca.com/2016/08/kronologi-guru-smk-2-makasar-dihajar.html
  • http://news.rakyatku.com/read/16486/2016/08/10/begini-cerita-guru-smkn-2-makassar-saat-dipukul-orangtua-murid
  • http://news.rakyatku.com/read/16480/2016/08/10/ini-pengakuan-guru-smkn-2-makassar-yang-dipukul-orangtua-siswa
  • http://news.rakyatku.com/read/16467/2016/08/10/tegur-siswanya-guru-smk-2-makassar-disikat-orangtua-murid
  • https://m.tempo.co/read/news/2016/08/10/058794774/murid-dipukul-guru-dianiaya-orang-tua

Semoga kasus ini menjadi yang terakhir kali nya.

Artikel Lainnya :