18 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi

18 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi – Puisi merupakan salah satu dari ragam karya sastra yang memiliki bahasa terikat dengan irama, rima, matra serta bait dan larik. Dalam setiap puisi pasti ada 18 unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi di dalamnya. Untuk mengetahui unsur intrinsik dan ekstrinsik ini perlu membaca dengan detail dan penuh dengan penghayatan ketika proses membacanya. Sehingga nanti dalam menemukan unsur-unsur tersebut bisa lebih lengkap dan tepat. Berikut ini penjelasan tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi antara lain:

  • Unsur intrinsik puisi

Unsur yang ada di dalam karya puisi dan adapun unsur-unsur intrinsik puisi adalah sebagai berikut:

 

  1. Tema adalah gagasan pokok pada puisi baik melalui tersurat maupun tersirat.
  2. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penyair lewat karyanya.
  3. Tipografi adalah bentuk puisi yang meliputi tatanan bait, larik, frase, kalimat, kata dan bunyi yang dihasilkan dari bentuk yang sangat mendukung rasa, isi dan suasana.
  4. Rasa adalah emosional atau perasaan sentuhan dari penyair dengan bentuk keheranan, kepuasan, kesedihan, kemarahan atau rasa yang lain.
  5. Perasaan adalah salah satu sikap penulis terhadap puisinya.
  6. Nada adalah sikap penyair kepada pembaca. Seperti rendah hati, mendikte, menggurui, persuasif dan lain-lain.
  7. Enjambemen adalah pemotongan frase atau kalimat di bagian akhir larik. Lalu diletakkan di larik awal di bars berikutnya. Bertujuan untuk memberi tekanan sebagai penghubung di bagian yang sebelumnya.
  8. Diksi adalah pemilihan kata yang digunakan untuk mengungkapkan suatu perasaan dalam sebuah puisi.
  9. Akulirik adalah salah satu tokoh aku atau penyair dalam puisi.
  10. Kata konkret adalah suatu imajinasi atau penggunaan jenis kata yang sangat tepat seperti diksi yang baik dan memiliki makna denotasi dari penyair.
  11. Majas adalah cara penyair menjelaskan pemikiran lewat gaya bahasa indah dalam puisinya. Verifikasi ini berupa rima baik di bagian awal, tengah maupun akhir.
  12. Ritma adalah tinggi-rendah, keras-lemah, panjang-pendek pada bunyi puisi.
  13. Rima adalah keindahan puisi berbentuk pengulangan bunyi baik di bagian awal, tengah atau akhir.
  14. Citraan atau pengimajian adalah suatu gambaran dalam pikiran atau angan-angan penyair. Gambar ini bisa berupa imaji atau citra. Gambar ini bisa berupa efek dari pikiran yang menyerupai gambar yang menangkap dari sebuah objek sehingga bisa dilihat mata dan diungkapkan lewat kata dalam puisi.

18 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi

  • Unsur ekstrinsik puisi

Unsur yang berada di luar naskah puisi, bisa berasal dari dalam diri penulis atau lingkungan ketika penulis menuliskan puisi. Adapun unsur ekstrinsik puisi adalah sebagai berikut:

  1. Unsur nilai cerita yang meliputi politik, sosial, ekomoni, budaya, adat dan lain-lain.
  2. Unsur biografi nerupakan riwayat hidup atau latar belakang dari penulis puisi.
  3. Unsur kemasyarakatan merupakn unsur situasi sosial ketika puisi tersebut dibuat.

Itulah 18 unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi yang perlu diketahui dan dipelajari khususnya bagi seorang penulis puisi dan pembaca yang ingin memaknai sebuah puisi yang dibacanya.

Artikel Lainnya :

10 Cara Berbicara Dengan Baik Dan Benar

10 Cara Berbicara Dengan Baik Dan Benar – Suatu komunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang baik antara si pembicara dengan lawan bicara. Terkadang, makna yang ingin disampaikan belum tentu sesuai dengan apa yang diterima oleh lawan bicara kita. Oleh karena itu diperlukan beberapa cara berbicara yang baik dan benar agar kedua belah pohak merasa nyaman selama berlangsungnya pembicaraan dan maksud yang ingin disampaikan tersalurkan dengan baik. Bentuk komunikasi verbal ini pada dasarnya menentukan  latar belakang seseorang. Orang yang mempunyai latar belakang sebagai pejabat dan petinggi – petinggi lainnya pastilah mempunyai gaya berbicara yang berbeda dengan orang yang hanya berjualan sayur di pasar. Berikut kami berikan 10 cara berbicara dengan baik dan benar secara umum :

  1. Awali dengan kalimat pembuka

Selalu gunakan kalimat pembuka ketika anda ingin memulai pembicaraan. Kalimat pembuka seperti kalimat sapaan selamat pagi, selamat siang bisa anda gunakan untuk memulai percakapan, atau jika anda seorang muslim maka kalimat sapaan salam akan memberikan kesan yang sangat baik untuk anda.

  1. Menatap lawan bicara

Salah satu bentuk penghormatan bahwa kita memperhatikan apa yang dibicarakan oleh lawan jenis kita yaitu dengan menatap mata lawan jenis ketika sedang berbicara. Hal ini akan membuat lawan bicara merasa di hargai dan akan membuatnya memperhatikan apa yang kita bicarakan juga.

  1. Menggunakan kalimat sopan

Perlakuan sopan bisa ditunjukkan dengan menggunakan bahasa yang sopan dan pantas ketika tengah berbicara dengan lawan bicara. Semua orang pasti ingin diperlakukan sopan, bahkan preman sekalipun ingin di perlakukan sopan. Menyusun kalimat yang terdiri dari kata – kata sopan akan sangat membantu anda menarik perhatian lawan bicara anda.

  1. Ciptakan situasi yang santai

Usahakan untuk selalu menciptakan suasana yang santai, misalnya dengan menambahkan sedikit gurauan.

  1. Hilangkan perasaan gugup

10 Cara Berbicara Dengan Baik Dan Benar

Berbicara dengan perasaan grogi adalah hal yang wajar apalagi ketika anda berhadapan dengan klien besar atau berbicara dengan pejabat tinggi. Namun usahakan untuk menghilangkan perasaan gugup tersebut sebelum anda bertemu dengan lawan bicara anda.

  1. Usahakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami

Aturan fleksibel sangat berlaku ketika anda hendak melakukan percakapan dengan lawan bicara anda. Anda harus menyesuaikan bahasa yang paling sesuai dengan latar belakang lawan bicara anda agar lawan bicara anda mengerti apa yang anda ingin sampaikan.

  1. Menggunakan intonasi yang jelas

Anda tentunya akan merasa sangat jengkel ketika anda mendengar lawan bicara anda tidak jelas dalam menyampaikan isi dari pembicaraan, oleh karena itu jangan biarkan lawan bicara anda merasakan hal yang sama. Gunakan intonasi yang baik agar maksud yang anda ingin sampaikan dapat tersalurkan dengan baik.

  1. Jangan gunakan nada tinggi

Menggunakan nada tinggi dalam sebuah pembicaraan bisa diartikan anda sedang mencari masalah dengan lawan bicara anda. Gunakan nada yang santai, agar suasana lebih kondusif dan tidak menegangkan.

  1. Jangan memotong pembicaraan

Memotong pembicaraan lawan bicara adalah hal yang harus anda hindari. Selain tidak sopan, hal tersebut juga akan membuat lawan bicara anda merasa jengkel dan kesal. Jika anda ingin menjawab apa yang ia sampaikan maka sebaiknya anda menunggu sampai beliau selesai dan barulah anda menyampaikan apa yang ingin anda sampaikan.

  1. Berikan salam penutup

Tips yang terakhir dari 10 cara berbicara dengan baik dan benar  yaitu salam penutup. Ucapan terima kasih atau kalimat sapaan yang lain akan sangat membantu anda untuk memberkan kesan bahwa pembicaraan tadi adalah pembicaraan yang menyenangkan.

Demikian 10 cara berbicara dengan baik dan benar yang dapat anda terapkan ketika hendak berbicara dengan lawan jenis. Usahakan untuk selalau mengasah kemampuan komunikasi anda, karena skill komunikasi yang baik merupakan bekal untuk dapat hidup di masyarakat dan lingkungan kerja.

Artikel Lainnya :

Pengertian Fakta dan Opini Beserta Contohnya

Pengertian Fakta dan Opini Beserta Contohnya – Saat anda sedang membaca suatu berita yang menyajikan informasi tertentu, seringkali anda menemukan perbedaan dari orang yang menulis berita tersebut. Dalam hal ini, dari segi pendapat dan sumber berita itu dimulai, ada kalanya anda menemukan berita yang termasuk dalam opini, dan ada pula berita yang termasuk dalam sebuah fakta. Tahukah anda mengenai pengertian fakta dan opini? Sebelumnya, anda harus tahu terlebih dahulu perbedaannya. Fakta dan opini memiliki perbedaan yang apabila disajikan bersamaan, anda bisa menemukan perbedaaannya dengan jelas. Misalnya dua orang membuat berita dari satu informasi yang sama. Orang yang satu menulis berita sesuai dengan fakta yang ada, sedangkan orang berikutnya menemukan informasi dan menuliskannya sesuai dengan opini.

Perbedaan dari dua berita tersebut menurut opini dan fakta yaitu:

Apabila anda menulis berita merupakan fakta:

  • Berita disajikan menurut sebenar-benarnya yang berasal dari sumber berita.
  • Kalimat fakta memuat informasi nyata dari yang anda dapatkan. Ada yang benar-benar terjadi dari kalimat yang ditulis.
  • Misalnya berita tersebut berupa berita mengenai kecelakaan, maka pada berita terdapat waktu dan tanggal terjadinya kecelakaan, tempat kecelakaan, berapa dan siapa saja orang yang terluka, dan lain-lain. Anda harus menuliskan sebenar-benarnya kejadian tersebut tanpa ada satu hal pun yang terlewat.

Apabila anda menulis sebuah berita dengan beropini, maka:

  • Berita tersebut disajikan menurut sudut pandang yang menulis berita.
  • Anda menuangkan perasaan anda pada berita yang anda buat.
  • Kalimat opini merupakan kalimat bentuk pernyataan seorang yang menulis berita.
  • Misalnya berita adanya sebuah kecelakaan, anda bisa menyatakan perasaan anda apabila anda bersedih mengenai kecelakaan tersebut.

Pengertian Fakta dan Opini Beserta Contohnya

Dari perbedaan antara fakta dan opini diatas, bisa ditarik kesimpulan mengenai pengertian fakta dan opini. Apabila fakta ialah kalimat yang didalamnya mengandung kejadian sebenarnya dari sebuah berita dimana orang yang menulis fakta mengungkapkan sesuatu yang benar-benar terjadi. Ada bukti nyata mengapa sebuah berita tersebut ditulis. Fakta juga bukanlah sebuah rekayasa semata karena sebuah berita fakta bisa dipertanggungjawabkan. Fakta menjawab pertanyaan mengenai kapan, siapa, dan dimana mengenai berita. Sedangkan opini ialah kalimat berita yang berisi argumen seseorang atau pendapat seseorang mengenai sesuatu yang juga bisa menyampaikan perasaan si penulis opini tersebut ke berita yang dibuat. Tak bisa diketahui dengan jelas mengenai kebenaran dan berita yang disampaikan. Opini juga menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana berita tersebut terjadi.

Dengan mengetahui pengertian fakta dan opini diatas, maka anda bisa membuat sebuah berita yang bagus. Dalam berita, anda bisa memakai kedua-duanya yaitu fakta dan opini. Dengan begitu, berita tidak menjadi terkesan monoton untuk dibaca. Orang yang mengetahui cara membedakan antara opini dan fakta juga bisa lebih mudah dalam menulis sebuah kalimat serta bisa mengetahui apakah dalam sebuah paragraf kalimat itu merupakan opini atau kalimat fakta.

Artikel Lainnya :

Pengertian Drama dan Unsur Drama

Pengertian Drama dan Unsur Drama – Kata drama sendiri berasal di bahasa Yunani yakni “draomai” yang artinya bereaksi, berbuat, bertindak. Dapat disimpulkan bahwa drama berarti tindakan atau perbuatan. Pengertian drama secara umum ialah sebuah karya sastra yang dibuat dengan cara ditulis dan dipertunjukan dengan pelakon atau aktor sebagai pemainnya. Drama sendiri juga dapat disimpulkan sebagai sebuah karya yang berupa cerita yang dimainkan oleh para pemainnya di atas panggung. Sebenarnya, pengertian drama dapat dijabarkan ke dalam arti luas dan arti sempit. Secara arti luas, pengertian drama sendiri ialah sebuah bentuk karya seni yang memiliki alur cerita yang dipertontonkan oleh orang banyak. Secara arti sempit, pengertian drama ialah sebuah kisah hidup manusia yang dibawa ke atas panggung.

Drama sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Dulu, drama memang sengaja dibuat sebagai permohonan atau do’a kepada dewa-dewa. Sama seperti di negara asalnya, Yunani, pengertian drama di Indonesia sendiri konsepnya tidak jauh berbeda dengan Yunani. Awalnya, drama di Indoneia dibuat untuk sebagai do’a atau permohonan yang dilakukan di upacara-upacara adat oleh para pemuka agama. Seiring berjalannya waktu, drama kini menjadi sebuah tontonan yang modern yang tentu banyak kita jumpai tak Cuma di atas panggung melainkan di layar kaca.

Dalam sebuah drama, ada beberapa unsur yang harus dimiliki. Unsur-unsur ini yang kemudian kita sebut sebagai unsur-unsur drama.

  1. Tema, yakni ide atau gagasan yang mewakili seluruh cerita drama.
  2. Alur, yakni jalan cerita dari sebuah drama dari awal hingga akhir cerita.
  3. Tokoh, yakni para pemain atau pelakon yang memerankan tokoh yang ada dalam drama tersebut. Pelakon yang memainkan peran utama disebut dengan tokoh utama, sedangkan pemain yang memerankan peran pembantu disebut dengan figuran.
  4. Watak, yakni sifat yang diperankan oleh tokoh dalam drama. Dalam drama ada dua watak yang harus diperankan. Yang pertama protagonis, ialah watak yang baik, lebut, sabar, penyayang. Yang kedua ialah watak antagonis yang merupakan watak yang jahat, dengki, iri, dan sebagainya.
  5. Latar atau setting, gambaran waktu, situasi, dan tempat dalam cerita drama.
  6. Amanat, pesan yang ingin disampaikan dalam drama tersebut kepada penonton.

Dalam sebuah drama, semua unsur-unsur drama akan ditulis dalam sebuah teks drama. Teks drama tentu akan selalu ada dalam memainkan sebuah drama. Berikut beberapa ciri dari teks drama.
Pengertian Drama dan Unsur Drama

  1. Seluruh cerita akan ditulis dalam bentuk dialog dan semuanya akan ditulis dalam teks drama.
  2. Semua dialog yang ditulis dalam teks drama tidak menggunakan tanda petik.
  3. Memiliki petunjuk yang lengkap untuk para pemain. Biasanya, petunjuk tersebut akan diulis dalam tanda kurung atau tanda lain yang berbeda dengan huruf dalam dialog.
  4. Terletak di samping atau di atas dialog

Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Pengertian dan Ciri Cerpen

Pengertian dan Ciri Cerpen – Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang disukai orang-orang. Bukan hanya untuk dibaca atau dinikmati, namun banyak juga yang suka membuatnya atau menjadikannya hobi. Bagi anda yang ingin mahir membuat cerpen tentunya terlebih dahulu harus memahami apa pengertian cerpen serta berbagai hal yang terkait dengannya seperti ciri-ciri serta unsur-unsurnya. Kali ini kita akan membahas berbagai hal tentang cerpen yaitu pengertian, ciri-ciri, dan unsurnya.

Pertama adalah pengertian cerpen. Secara umum cerpen merupakan karya sastra yang berbentuk cerita atau kisah yang diceritakan secara pendek, jelas, dan ringkas. Cerpen juga disebut sebagai prosa fiksi yang berisi tentang pengisahan yang hanya berfokus pada satu permasalahan atau konflik. Kemudian ada juga berbagai pengertian menurut para ahli. Seperti menurut Sumardjo & Saini yang mendefinisikan cerpen sebagai cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek. Pengertian lain diberikan oleh Aoh K.H, ia mendefinisikan cerpen sebagai salah satu karangan fiksi atau rekaan yang biasa disebut dengan kisahan prosa pendek. Menurut J.S. Badudu cerpen merupakan cerita yang menjurus dan terfokus pada satu peristiwa. Kemudian menurut H.B. Jassin cerpen merupakan sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian penting yaitu perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian. Masih ada banyak lagi pengertian-pengertian cerpen menurut para ahli. Untuk lebih memahami apa itu cerpen maka kita bisa melihatnya dari ciri-ciri cerpen.

Ciri-ciri cerpen juga sudah bisa kita lihat dari berbagai pengertian diatas. Jika kita rangkum berbagai ciri-ciri cerpen dari pengertian diatas maka yang pertama adalah bentuk tulisan singkat atau pendek. Menurut KBBI panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata. Dalam sebuah cerpen yang terpenting adalah memiliki tahap perkenalan, pertikaian (konflik), dan penyelesaian. Ciri-ciri yang kedua adalah bersifat fiktif walaupun biasanya berasal dari kehidupan sehari-hari atau pengalaman nyata. Bersifat fiktif karena walaupun ceritanya bisa terjadi di dunia nyata namun dalam penceritaannya di cerpen bisa ditambahkan atau dikurangi oleh pengarang. Ciri-ciri ketiga adalah mengangkat satu atau beberapa peristiwa (Sedikit peristiwa) saja. Biasanya hanya menggunakan 1 alur cerita. Ciri-ciri lainnya diantaranya adalah penokohan dalam cerpen sangat sederhana, menggunakan kata-kata yang mudah dipahami, dan habis dibaca dalam sekali duduk.

Pengertian dan Ciri Cerpen

Cerpen memiliki dua unsur utama yaitu unsur intrisik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrisik merupakan unsur yang membangun karya itu sendiri. Sementara unsru ekstrinsik merupakan unsur-unsur yang ada diluar karya sastra, namun secara tidak langsung emmpengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Adapun unsur intrisiknya yaitu tema, latar, alur, tokoh, perwatakan, dan nilai/amanat. Lalu unsur ekstrinsiknya yaitu nilai-nilai dalam cerita, latar belakang kehidupan pengarang, dan situasi sosial saat cerita dibuat. Itulah pengertian cerpen, ciri-ciri dan unsurnya.

Artikel Lainnya :

Pengertian Bahasa Secara Umum

Pengertian Bahasa Secara Umum – Bahasa adalah alat komunikasi yang wajib dimiliki oleh orang yang melakukan hubungan sosial dengan lainnnya. Dengan adanya bahasa segala sesuatu yang ingin kita utarakan dapat tersampaikan dengan baik. Bahasa sendiri merupakan alat pemersatu bangsa. Alat ini dapat digunakan untuk mempermudah kita dalam komunikasi satu sama lain yang masing-masing diantaranya memiliki budaya yang berbeda. Dalam hidup, kita harus berkomunkasi untuk terus menjaga komunikasi karena komunikasi adalah dasar atau langkah awal dalam manusia bersosialisasi untuk dapat tetap hidup. Untuk lebih mendetailnya, pengertian bahasa secara umum akan dijelaskan dibawah ini.

Dahulunya, bahasa tidaklah seperti sekarang ini yang telah direalisasikan kedalam kata. Dulu, bahasa hanya diutarakan dengan anggota tubuh. Mereka hanya menggunakan anggota tubuh mereka untuk menunjuk atau mengarahkan sesuatu yang ingin mereka ucapkan. Namun, hal tersebut sudah tidak terpakai lagi. Semakin kesini, orang-orang akan berpikir secara rasional. Mereka tidak dapat hanya menggunakan anggota tubuh saja sebagai alat komunikasi. Hal tersebut karena mereka menginginkan hal lebih yang masing-masing dari mereka mengerti tanpa harus ada kesalahpahaman. Saat ini, bahasa sudah diucapkan dengan kata-kata. Sehingga ketika seseorang mengucapkan salah satu kata, orang yang mendengarnya sudah dapat mengetahui dan tidak akan salah mengerti. Dan dapat disimpulkan bahwa pengertian bahasa dapat berarti alat komunikasi yang menjadikan kedua belah pihak tahu akan kemana arah pembicaraan mereka berlangsung.

Seperti yang kita tahu dan kita lihat, Indonesia memiliki banyak sekali ragam dan suku bangsa. Dalam pembagian daerah teritorialnya, bahasa di masing-masing daerah memiliki ragam bahasa yang berbeda. Mungkin mereka dapat mengutarakan sesuatu yang mereka maksud dengan orang-orang sesama suku ataupun sesama desa yang memiliki bahasa yang sama. Namun, untuk orang diluar daerah tersebut tidak akan mengerti apa maksud dari pembicaraan karena mereka sama sekali tidak mengetahui dan memahami bahasa yang orang lain ucapkan. Mereka butuh butuh bahasa pemersatu yaitu bahasa indonesia. Dengan adanya bahasa indonesa sebagai bahasa pemersatu, semua orang yang bertemu dengan suku dan daerah yang berbeda dapat menggunakan bahasa indonesia dan melakukan komunikasi. Untuk hasil dari pembicaraannya pun masing-masing pasti puas karena masing-masing dari mereka paham apa yang lawan bicara sampaikan.

Pengertian Bahasa Secara Umum

Seperti yang telah di ulas diatas dimana pengertian bahasa secara umum adalah alat komunikasi, bahasa merupakan alat yang sangat penting untuk manusia hidup. Dalam hidupnya, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Dan inilah peran bahasa sangat diperlukan. Untuk menjaga hubungan yang baik harus adanya komunikasi yang baik satu sama lain. Sehingga bahasa merupakan alat yang harus ada dan sangat krusial keberadaannya untuk menjalin sebuah hubungan antara manusia satu dengan manusia lain.

Artikel Lainnya :

10 Kata Baku dan Tidak Baku

10 Kata Baku dan Tidak Baku – Pemilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan makna secara tepat sebagaimana pendapat yang akan diungkapkan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan nilai rasa yang ingin dimiliki pembaca, pilihan kata menentukan karakter tulisan, misalnya formal, informal, ilmiah, populer dan lain sebagainya.

Dalam memilih kata kita harus berhati-hati karena ada perbedaan penggunaan kata sesuai dengan kalangan tertentu kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia melahirkan segugus Bahasa Indonesia Selingkung yaitu bahasa Indonesia yang digunakan sebagian kelompok kecil tertentu untuk keperluaa dunia mereka. Misalnya dalam ilmu kedokteran,biologi, teknik,ekonomi dan lain-lain. contohnya kata “tegangan” dan “gelombang” adalah istilah fisika yang memiliki makna tertentu dan tidak sama dengan makna dalam bahasa sehari-hari.

Penggunaan kata-kata dalam ragam tulisan resmi seperti dalam penulisan makalah, skripsi dan surat dinas tentu harus berbeda dengan penggunaan kata dalam ragam tulis yang tidak resmi seperti penulisan dalam pembuatan cerita pendek (cerpen), novel, puisi dan surat pribadi apalagi dengan pemakaian kata dalam ragam lisan yang tidak resmi. Jika dalam percakapan anak muda di warung kopi mungkin digunakan bahasa prokem, bahasa dialek, atau bahkan menggunakan bahasa daerah. Dalam bahasa tulis resmi hal itu semua harus dijauhkan, bahasa dalam ragam tulisan resmi harus resmi dan menggunakan kata-kata baku. Kata yang baku adalah kata yang baik dan resmi serta sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) namun pada kenyataannya masih banyak sekali orang-orang berpendidikan seperti siswa, mahasiswa bahkan orang yang sudah memasuki dunia pekerjaan belum dapat membedakan secara benar tentang kata baku dan tidak baku serta penempatannya.

Berikut adalah contoh 10 kata baku dan tidak baku :

Kata Baku :

  1. Menyontek
  2. Misi
  3. Nasihat
  4. Mengubah
  5. Sistem
  6. Tradisional
  7. Terampil
  8. Hierarki
  9. Ekstrem
  10. Telinga

Kata Tidak Baku :

  1. Mencontek
  2. Missi
  3. Nasehat
  4. Merubah
  5. Sistim
  6. Tradisionil
  7. Trampil
  8. Hirarki
  9. Ekstrem
  10. Kuping

10-kata-baku-dan-tidak-baku

Seorang penulis harus cermat dalam memilih kata yang diinginkan dan harus disesuaikan dengan apa yang hendak ia tulis, karena kesalahan dalam penempatan kata dapat berakibat fatal. Selain 10 kata baku dan tidak baku yang disebutkan di atas masih banyak sekali kata-kata baku maupun tidak baku yang perlu kita pelajari, mengingat pentingnya mengetahui perbedaan penggunaan kedua kata tersebut guna keperluan dalam dunia pendidikan, pekerjaan, jurnalis dan sebagainya. Di samping itu untuk menghindari keambiguan kata yang dapat menyebabkan kesalahan persepsi bagi pembaca maupun pendengar. bahasa indonesia adalah bahasa nasional dari negara indonesia namun sangat disayangkan sekali masih banyak orang yang menggunakan bahasa indonesia dengan salah, bahkan menggunakan bahasa indonesia gaul/sleng. mulai dari sekarang, mulai lah menggunakan bahasa indonesia yang baik dan juga benar.

Artikel Lainnya :

5 Pengertian Media Menurut Para Ahli

5 Pengertian Media Menurut Para Ahli – Media merupakan kata yang tidak asing bagi telinga kita. Hampir di setiap tempat kata tersebut muncul Kita dapat menyebutkan macam-macam media dengan mudah. Di sekolahpun guru sering menyebut kata media pembelajaran yang melengkapi intensitas kita mendengar istilah tersebut.

Media dibagi dalam 3 jenis yaitu media visual yaitu media yang dapat dilihat (contohnya Koran dan majalah), media audio yaitu mendia yang dapat didengar saja ( radio dan mp3), media audiovisual adalah media yang dapat dilihat dan didegarkan ( contohnya film dan video). Lalu sebenarnya apakah yang disebut dengan media itu? Media berdasarkan etimologi, merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang dapat diartikan sebagai antara atau sedang sehingga pengertiannya dapat mengarah pada sesuatu yang  mengantar atau  meneruskan informasi antara sumber dan penerima pesan.

Selain menurut etimologis, media memiliki banyak pengertian beberapa ahli memberikan pendapatnya mengenai pengertian dari media. Berikut 5 pengertian media menurut para ahli bahasa:

  1. Menurut Gerlach dan Ely

Media merupakan orang, material, ataupun kejadian yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru, dalam pengertian meliputi buku, guru, dan lingkungan sekolah

  1. Menurut Blake dan Horalsen

Media merupakan saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara pemberi pesan dengan penerima pesan.

  1. Menurut Degeng

Media merupakan komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati dengan pesan yang akan disampaikan kepada pembelajar yang dapat berupa alat, bahan, dan orang.

  1. Menurut Sadiman

Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan efisien dan sesuai dengan yang diharapkan,
5-pengertian-media-menurut-para-ahli

  1. Menurut Cangara

Media merupakan alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi yang memandang bahwa media yang paling mendominasi dalam komunikasi antarmanusia adalah panca indera seperti mata dan telinga. Pesan-pesan yang diterima oleh panca indera tersebut kemudian akan diteruskan ke pikiran manusia untuk kemudia diproses. Pikiran manusia kemudian akan mengontrol dan menentukan sikap apa yang akan dilakukan sebagai tanggapan terhadap rangsangan. Hasil pemikiran ini kemudian diwujudkan dalam bentuk nyata dengan sebuah tindakan.

Demikian lah 5 pengertian media menurut para ahli meskipun tidak sama persis pendapat satu ahli dengan ahli lainnya namun secara umum kelima pegertian yang dipaparkan oleh 5 ahli tersebut mengandung makna yang sama. Dapat disimpulkan dari pendapat kelima ahli tersebut bahwa media merupakan alat, sarana, perantara, dan penghubung untuk menyebarkan atau menyampaikan suatu pesan, gagasan, maupun informasi antara pemberi informasi dengan penerima informasi. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi anda.

Artikel Lainnya :

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Pantun

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Pantun – Setiap bentuk dari karya sastra memiliki pesan serta memiliki makna yang berbeda, gaya penyampaian maknanya pun akan berbeda antara penyair satu dengan lainnya.

Sebagai sebuah karya sastra, puisi memiliki banyak beberapa diantaranya adalah  puisi lama dan puisi jenaka. Puisi lama disebut dengan pantun. Pantun di definisikan debagai sebuah karya sastra puisi lama yang memiliki akhiran setiap bait dengan pola yang sama misalnya a,a,a,a atau a,i,a,i.

Setiap karya sastra baik pantun, puisi, lagu atau lainnya memiliki makna yang terdapat dalam setiap baitnya. Suasana, tokoh, latar tempat merupakan beberapa hal yang harus terdapat dalam sebuah karya sastra untuk memudahkan penikmat karya sastra memahami pesan yang ingin disampaikan. Unsur – unsur yang terdapat dalam sebuah karya sastra disebut dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut penjelasan lebih jauh mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik pantun:

  1. Unsur intrinsik

Hal – hal yang terdapat dalam sebuah pantun misalnya tokoh, tema, amanat, plot dan setting atau latar tempat. Unsur yang paling memiliki point penting adalah amanat atau pesan yang ingin disampaikan. Dalam sebuah pantun biasanya penciptanya akan menggunakan kalimat yang sembarang, namun memiliki akhiran atau rima yang sama. Berbeda dengan puisi biasa yang memiliki pemilihan kalimat yang lebih indah dan isi dari pesan yang ingin disampaikan bisa saling berkesinambungan.

  1. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik sebuah karya sastra adalah latar belakang pengarang, keadaan atau kondisi dari negara atau lingkungan ketika karya sastra tersebut sedang dibuat.

unsur intrinsik dan ekstrinsik pantun

Dalam pantun, tokoh, penokohan, latar, dan alur tidak terlalu berperan penting karena pada dasarnya pantun hanya memiliki 4 baris saja untuk mengungkapkan apa sebenarnya maksud karya sastra tersebut. Jika melihat dari definisi pantun sendiri yang merupakan sebuah puisi lama yang terdiri dari 4 baris yang memiliki rima atau sajak yang sama. 2 baris terakhir dari setiap pantun merupakan isi dari seluruh pantun, untuk itu tanpa perlu menelaah jauh dari awal hingga akhir anda sudah bisa menerka isi dari pantun tersebut melalui 2 baris terakhirnya.

Untuk memahami pantun dan karya sastra bentuk puisi lainnya seperti puisi jenaka, syair atau puisi baru anda bisa membaca referensi melalui berbagai ciptaan dari penyair – penyair lama seperti chairil anwar lewat bukunya berjudul “aku”. Dengan membaca berbagai referensi dari penyair ternama anda bisa mencoba untuk mengembangkan skill anda dengan menggunakan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dari sebuah karya sastra. Selain itu jika anda ingin menjadi penyair atau penulis pantun anda bisa menggunakan unsur intrinsik dan ekstrinsik pantun untuk melihat apakah karya anda sudah layak serta memenuhi unsur – unsur yang seharusnya ada dalam sebuah karya sastra pada umumnya.

Artikel Lainnya :

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama – Drama merupakan karya sastra yang berpusat pada dialog antar pemain ketimbang narasi dalam naskah. Meskipun begitu, drama tetap memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun ceritanya.

Kedua unsur tersebut bersama-sama membangun cerita yang diinginkan oleh pengarang. Unsur intrinsik merupakan unsur dalam sebuah cerita. Sementara unsur ekstrinsik adalah unsur luar atau faktor yang mempengaruhi jalan sebuah cerita. Unsur-unsur Intrinsik Drama :

1. Alur/Plot : Unsur intrinsik drama berikutnya adalah alur. Alur yang merupakan urutan peristiwa dalam drama umumnya memiliki urutan yang dimulai dari eksposisi (perkenalan tokoh dan informasi penting)àkomplikasi (pemaparan masalah yang ada)àklimaks (puncak permasalahan)àresolusi (penyelesaian masalah dan amanat). Alur memiliki tiga macam, yaitu alur maju yang terus berlangsung dari awal hingga akhir tanpa kilas balik, alur mundur yang diawali dari kilas balik masa lampau, dan alur campuran yang memiliki alur maju dan mundur dalam sebuah cerita.

2. Judul : Judul sangat penting bagi drama karena merupakan identitas yang menunjukkan cerita dalam drama secara singkat.

3. Tema : Tema dalam drama menggambarkan pokok persoalan secara keseluruhan yang ada dalam sebuah cerita.

4. Gaya Bahasa : Gaya bahasa dalam drama tentunya dominan karena untuk menentukan cerita yang terjadi. Pemilihan diksi dan gaya bahasa seperti bahasa gaul maupun bahasa formal yang lebih rumit merupakan bagian dari drama. Bahkan dalam drama juga ada penggunaan majas.

5. Latar : Latar menggambarkan lokasi, waktu, dan suasana yang ada dalam sebuah cerita.

6. Tokoh dan Penokohan : Tokoh merupakan pemeran dalam cerita. Tokoh protagonis adalah tokoh utama, antagonis adalah penentang tokoh utama, dan tritagonis adalah tokoh pendukung). Penokohan berarti cara menentukan watak. Penokohan dapat dilakukan dengan menyebutkan langsung di dalam cerita (analitik), maupun tidak langsung (dramatik). Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama.

7. Amanat : Pesan dan moral yang ingin disampaikan oleh penulis drama ada di amanat. Pengarang dapat menggambarkan amanat secara eksplisit (terang-terangan) dan implisit (tidak terkatakan namun bisa disimpulkan setelah mengerti seluruh cerita).
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama

8. Dialog : Dialog memainkan peran paling penting dalam drama karena naskah drama tentunya diisi oleh dialog ini. Dialog yang merupakan percakapan dalam cerita yang dijalin oleh tokoh-tokoh, harus bisa diceritakan dengan baik oleh penulis. Dalam dialog drama penulis sering menambahkan mimik wajah ataupun gaya yang dilakukan tokoh.

Unsur Ekstrinsik Drama

Unsur intrinsik dan ekstrinsik drama sangatlah penting. Untuk itu mengenal kedua-duanya sangat diperlukan. Unsur ekstrinsik adalah faktor atau unsur luar yang turut mempengaruhi isi drama. Unsur ekstrinsik antara lain adalah:

  1. Kepercayaan pengarang.
  2. Latar belakang dan pandangan hidup pengarang.
  3. Situasi sosial pada saat ceritanya diciptakan.
  4. Nilai-nilai agama, politik, ekonomi, budaya.
  5. Psikologis pengarang.
  6. Latar belakang yang melandasi penciptaan karya sastra.

Sekian uraian mengenai tema kali ini.

Artikel Lainnya :