Pengertian Perusahaan Menurut Para Ahli

Pengertian Perusahaan Menurut Para Ahli – Anda tentunya sering mendengar tentang bereapa perusahaan terkemuka dan terkenal, bukan? Artikel kali ini tidak akan mengkaji tentang perusahaan-perusahaan terbesar dan sukses.

Akan tetapi, artikel kali ini akan membahas tentang apa itu perusahaan. Namun sebelumnya, akan lebih baik jika anda menyadari bahwa perusahaan itu merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang berskala besar. Kehidupan selalu berkaitan dengan ekonomi. Ekonomi yang baik dapat digunakan sebagai penunjang taraf kehidupan manusia. Setiap orang tentunya menginginkan kehidupan ekonomi yang baik dan mencukupi. Segala upaya dan usaha pun dillakukan untuk mendapatkan peningkatan ekonomi. Salah satu usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat kelas ekonomi atas adalah dengan mendirikan suatu perusahaan. Tentunya ini membutuhkan modal awal yang cukup besar. Jika anda ingintahu lebih banyak tentang perusahaan, maka jangan lewatkan tulisan berikut ini.

Pengertian tentang perusahaan yang pertama dikemukakan oleh Prof. Mr. W.L.P.A. Molengraff. Beliau mengatakan bahwa perusahaan adalah semuaperbuatan yang dilakukan secara terus-menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan pengahsilan dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang atau mengadakan perjanjian-perjanjian. Pengertian tentang perusahaan yang kedua dikemukakan oleh Abdul Kadir Muhammad dalam bukunya yang bertajuk pengantar Hukum Perusahaan di Indonesia. Beliau mengatakan bahwa perusahaan adalah tempat terjadinya perubahan mengacu pada badan hukum dan perbuatan badan usaha dalam menjalankan usahanya. Lebih lanjut lagi, beliau mengatakan bahwa perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi.

Pengertian perusahaan menurut para ahli yang selanjutnya dikemukakan oleh Mr. M. Polak. Beliau mengatakan bahwa perusahaan adalah adanya perhitungan-perhitungan tentang laba dan rugi yang dapat diperkirakan, dan segalanya dicatat di pembukuan. Sedangkan dalam UU No. 3 Tahun 1982 tentanng wajib daftar perusahaan Pasal 1 b. dikatakan bahwa perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang tetap dan terus-menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan/atau laba.

Nah itulah sekelumit informasi tentang perusahaan yang berhasil dihimpun khusus untuk anda, jika anda adalah seseorang yang memiliki modal besar dan ingin memiliki usaha sendiri, maka jangan ragu untuk mendirikan suatu perusahaan.

Pengertian Perusahaan Menurut Para Ahli

Mulailah dari bisnis yang merupakan hobi anda sendiri. Dengan demikian, anda bisa menaikkan taraf ekonomi anda dan orang-orang yang ada di sekeliling anda. Satu hal yang terpenting dari usaha kecil ini adalah kegigihan dan kerja keras. Karena, setiap usaha tanpa kerja keras adalah sia-sia. Jangan mudah menyerah dan putus asa. Karena setiap usaha yang mulia pasti ada hasilnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk meningkatkan wawasan anda tentang pengertian perusahaan menurut para ahli. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya dan salam sukses.

Artikel Lainnya :

Pengertian Usaha Kecil Menurut Para Ahli

Pengertian Usaha Kecil Menurut Para Ahli – Kehidupan selalu berkaitan dengan ekonomi. Ekonomi yang baik dapat digunakan sebagai penunjang taraf kehidupan manusia. Setiap orang tentunya menginginkan kehidupan ekonomi yang baik dan mencukupi.

Segala upaya dan usaha pun dillakukan untuk mendapatkan peningkatan ekonomi. Salah satu usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah disebut usaha kecil. Tulisan kali ini akan membahas tentang usaha kecil. Jika anda ingin mengetahui lebih dalam tentang usaha kecil, maka jangan lewatkan artikel berikut ini. artikel kali ini akan membahas tentang seluk beluk usahakecil yang berkaitan dengan pengertiannya, tujuannya dan juga manfaatnya. Semuanya akan dibahas di sini khusus untuk anda.

Pengertian yang pertama dikemukakan oleh M. Tohar. Beliau mengatakan bahwa usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang (Tohar, 2009:11). Pengertian yang kedua dikemukakan oleh Ina Primiana. Beliau mengatakan bahwa 1) usaha kecil adalah pengembangan empat kegiatan ekonomi utama yang menjadi motor penggerak pembangunan, yaitu; agribisnis, industri manufaktur, sumber daya manusia, dan bisnis kelautan. 2) usaha kecil adalah pengembanagn kawasan andalan untuk mempercepat pemulihan perekonomian melalui pendekatan wilayah atau daerah, yaitu dengan pemulihan wilayah atau daerah untuk mewadahi program prioritas dan pengembangan sektor-sektor dan potensi. 3) usaha kecil adalah peningkatan upaya-upayapemberdayaan masyarakat.

pengertian usaha kecil menurut para ahli yang selanjutnya dikemukakan oleh M. Kwartono. Beliau mengatakan bahwa usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Atau yang memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000 dan milik warga negara Indonesia. (Adi, 2007:12). Pengertian usaha kecil yang selanjutnya dikemukakan oleh Zulkarnain.

Beliau mengatakan bahwa usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memenuhi beberapa kriteria. (Zulkarnain, 2006:125). Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa usaha kecil dilakoni uleh masyarakat kecil sebagai pemilik modal atau pelaku utamanya.
Pengertian Usaha Kecil Menurut Para Ahli

Nah itulah sekelumit informasi tentang usaha kecil yang berhasil dihimpun khusus untuk anda, jika anda adalah seseorang yang ingin berusaha, akan tetapi terbentur dengan modal, maka usaha kecil adalah salah satu alternatif yang bisa anda coba. Dengan demikian, anda bisa menaikkan taraf ekonomi anda sedikit demi sedikit. Satu hal yang terpenting dari usaha kecil ini adalah kegigihan dan kerja keras. Karena, setiap usaha tanpa kerja keras adalah sia-sia. Jangan mudah menyerah dan putus asa. Karena setiap usaha yang mulia pasti ada hasilnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk meningkatkan wawasan anda tentang pengertian usaha kecil menurut para ahli. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya dan salam sukses.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • definisi bisnis kecil menurut para ahli
  • pengertian permainan kecil menurut sumber

Perbedaan Usaha Kecil Menengah dan Besar

Perbedaan Usaha Kecil Menengah dan Besar – Saat seseorang memutuskan untuk membuat usaha sendiri tentunya dia akan memulai dari usaha kecil terlebih dahulu. Setiap usaha yang berjalan disebut besar ataupun kecil atau bahkan kecil menengah berdasarkan pada jumlah nominal omzet dan asset.

Semakin tinggi atau semakin banyak omzet dan asset maka usaha tersebut bisa dibilang sebagai usaha yang besar. Usaha kecil biasanya dimulai dengan modal maksimal atau investasi awal Rp 100 juta, bila investasi atau modal lebih besar maka usaha tersebut sudah termasuk dalam usaha kecil menengah. Pengertian dari usaha kecil menengah yaitu suatu usaha tempat ekonomi produktif yang berdiri sendiri dimana usaha tersebut dibuat atau didirikan oleh perseorangan atau sebuah badan usaha yang tidak termasuk cabang perusahaan atau usaha lain yang dimiliki. Asset yang dimiliki oleh usaha ini berjumlah sekitar Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar dan omzet dari usaha tersebut adalah Rp 2,5 sampai Rp 50 miliar.

Usaha kecil menengah memang lebih baik dari usaha kecil sebab usaha ini ada kemungkinan lebih dekat untuk menjadi usaha yang lebih besar. Walaupun sebenarnya usaha tersebut juga masih agar sedikit berbeda dari usaha besar. Berikut ini adalah beberapa perbedaan usaha kecil menengah dan besar yang bisa anda jadikan referensi:

 

  1. Asset

Asset yang dimiliki oleh usaha kecil menengah hanyalah 500 juta sampai dengan 10 miliar. Untuk usaha besar maka asset yang dimiliki jumlahnya lebih banyak seperti sekitar 15 miliar ataupun lebih.

  1. Omset

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa omzet usaha kecil menengah adalah 2,5 miliar sampai 50 miliar. Sedangkan untuk usaha besar maka jumlah omzetnya lebih besar dari yang disebutkan seperti dua kali lipat dari jumlah omzet yang dimiliki oleh usaha kecil menengah.

  1. Fasilitas

Fasilitas yang dimiliki oleh usaha kecil menengah memiliki kualitas yang lebih baik daripada usaha kecil tetapi masih jauh dengan usaha besar.
Perbedaan Usaha Kecil Menengah dan Besar

  1. Karyawan

Usaha kecil menengah sudah bisa menyewa karyawan yang professional dibidangnya tetapi belum bisa menyediakan untuk berbagai bidang. Sedangkan untuk usaha besar hampir seluruh karyawan merupakan tenaga yang ahli dibidangnya.

Itulah beberapa perbedaan antara usaha besar dan usaha kecil menengah. Kalau diperhatikan perbedaan yang paling menonjol terlihat dari asset dan omzet yang dimiliki oleh masing-masing tipe usaha. Usaha kecil menengah sebenarnya dikelompokkan menjadi 4 yaitu livelihood activities atau sector informal, micro enterprise, small dynamic enterprise, fast moving enterprise. Jadi, sebenarnya usaha kecil menengah dan usaha besar tidak terlalu jauh berbeda selain dari omzet dan asset, anda bisa mengetahui info tersebut bila anda mencari tahu tentang perbedaan usaha kecil menengah dan besar.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • perbedaan dari usaha kecil dan usaha menengah
  • simpulan tentang perbedaan usaha mikro kecil menengah dan besar

Perbedaan Antara Usaha Besar dan Usaha Kecil

Perbedaan Antara Usaha Besar dan Usaha Kecil – Saat ini mencari kerja bukanlah hal yang mudah sebab persaingan bisnis menjadi semakin ketat yang menyebabkan setiap perusahaan terfokus pada kualitas karyawan dibandingkan dengan kuantitas sehingga semakin sedikit perusahaan yang menyediakan lowongan kerja.

Karena itulah, untuk mengatasi hal tersebut saat ini setiap orang disarankan untuk membuka usaha. Dengan membuka usaha, anda tidak hanya memperoleh pemasukan tetap tetapi juga memberi peluang kerja pada orang lain yang membutuhkan. Setiap usaha dibagi menjadi usaha besar dan usaha kecil dimana setiap usaha tersebut bisa membantu seseorang untuk memperoleh pekerjaan atau penghasilan. Oleh sebab itu, setiap orang yang merasa tertarik untuk membuka usaha bisa memulainya dari usaha kecil kemudian kembangkan usaha anda agar menjadi usaha yang lebih besar.

Membuat usaha yang dibuat menjadi besar memang tidak mudah sebab anda harus berpikir kreatif serta mencari tambahan modal agar usaha tersebut bisa berkembang dengan cepat dan menjadi lebih besar. Sebenarnya perbedaan antara usaha besar dan usaha kecil tidak terlalu menonjol, berikut adalah beberapa contoh perbedaan dari usaha besar dan kecil yang perlu anda tahu:

 

  1. Investasi

Besarnya investasi atau jumlah investasi yang mengalir ke dalam usaha yang dimiliki. Investasi yang digulirkan ke dalam usaha jumlahnya berbeda berdasarkan skala usaha yang dimiliki. Untuk usaha kecil jumlah maksimum investasi yang bisa didapat adalah Rp 100 juta. Sedangkan untuk usaha besar jumlahnya bisa sepuluh kali lipat yaitu mencapai Rp 1 miliar.

  1. Karyawan

Karyawan yang bekerja di usaha yang skalanya masih kecil kebanyakan bukan pekerja professional. Hal ini dikarenakan usaha tersebut baru berjalan dan belum memiliki modal cukup untuk menyewa tenaga ahli. Jumlah karyawan juga akan berbeda, untuk usaha besar jumlah karyawan lebih banyak sehingga proses produksi menjadi lebih cepat. Hasil produk yang diproduksi juga menjadi lebih banyak dikarenakan banyaknya jumlah karyawan yang bekerja.

  1. Peralatan

Pelatan atau mesin yang dipakai oleh usaha besar tentunya merupakan peralatan dengan kualitas terbaik. Sedangkan untuk usaha kecil peralatan yang digunakan mungkin belum secanggih dan sebagus peralatan yang digunakan oleh usaha yang lebih besar atau lebih tepatnya peralatan yang digunakan adalah peralatan sederhana.
Perbedaan Antara Usaha Besar dan Usaha Kecil

Itulah beberapa contoh perbedaan usaha kecil dan usaha besar yang perlu diketahui. Setiap usaha yang dijalankan selalu dimulai dari usaha kecil, jadi jangan pernah menyerah walaupun usaha anda masih kecil. Dengan ketekunan dan sifat pantang menyerah pastinya anda akan bisa mengumpulkan modal untuk membuat usaha kecil anda menjadi usaha yang besar. Orang yang harus berhati-hati dan menjalani bisnisnya dengan teUntuk mengetahui lebih jelas mengenai usaha besar dan usaha kecil maka sebaiknya anda perlu mengetahui tentang perbedaan antara usaha besar dan usaha kecil.

Artikel Lainnya :

3 Perbedaan Gaji dan Upah

3 Perbedaan Gaji dan Upah – Dalam Bahasa Indonesia terdapat perbedaan kata yang sebenarnya memiliki persamaan dalam maknanya. Salah satu contohnya adalah kata gaji dan upah. Sekilas kedua kata tersebut memang berbeda namun banyak orang yang meyakini maknanya sama yaitu sesuatu yang didapatkan setelah kita melakukan pekerjaan. Akan tetapi, banyak orang yang masih belum menyadari bahwa kedua kata tersebut memiliki perbedaan dalam konteksnya. Hal ini tentu akan membuat anda menjadi mengetahui bagaimana penggunaan kata tersebut. Hal ini perlu anda ketahui agar menjadi ilmu yang berguna untuk anda. Berikut ini adalah perbedaan antara gaji dengan upah yang perlu anda ketahui:

– Gaji : Gaji memiliki sebuah pengertian yaitu sebuah pembayaran yang dilakukan secara periodik melalui seorang atasan pada karyawannya yang berada di bawah naungan kontrak kerja. Kata gaji ini lebih bersifat formal dimana penggunaannya memang menjadi biaya yang dibutuhkan oleh sumber daya manusia untuk kelangsungan hidupnya. Dalam sebuah pekerjaan, seorang karyawan akan menerima gaji yaitu biaya yang sudah ditetapkan setelah bekerja yang disebut dengan gaji pokok. Selain itu, karyawan juga menerima tunjangan tambahan diluar gaji pokok.

– Upah : Upah adalah sebuah penerimaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup sumberdaya manusia yang dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku dan dibayar berdasarkan atas persetujuan penjual dan pembeli. Dalam hal ini karyawan akan menerimanya dalam bentuk uang karena jasa yang telah ia lakukan namun hal tersebut tidak pasti diberikan dalam waktu yang teratur.

Berikut ini adalah 3 perbedaan gaji dan upah yang perlu anda ketahui:

  1. Jangka waktu : Gaji dibayarkan secara periodik melalui jangka waktu yang sudah ditentukan dan dibayarkan secara teratur (biasanya 1 bulan sekali dan di awal bulan. Upah akan dibayar berdasarkan bagaimana kualitas / hasil pekerjaan dari seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan.
    3 Perbedaan Gaji dan Upah
  2. Organisasi : Besarnya gaji akan dibayarkan menurut jabatan yang dimiliki oleh seorang karyawan. Semakin besar jabatan tersebut maka semakin banyak pula gaji yang bisa didapatkan. Selain itu, upah dibayarkan secara tidak menentu jumlahnya karena tergantung pada hasil kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan.
  3. Status Kepegawaian : Gaji biasanya diberikan pada orang/karyawan yang memiliki pekerjaan yang tetap dengan status yang tetap. Sedangkan upah diberikan pada seorang pekerja yang memiliki status yang tidak tetap atau tidak menentu masa kerjanya.

Itulah 3 perbedaan gaji dan upah yang perlu anda ketahui. Memang sekilas kata tersebut memiliki makna yang sama, tetapi apabila dilihat dengan lebih jauh secara konteks maka kedua kata tersebut memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Itulah beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang bagaimana cara membedakan antara gaji dengan upah. Keduanya memang seolah sama tapi memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam prakteknya.

Artikel lainnya :

Incoming search terms:

  • jelaskan secara singkat perbedaan antara gaji dan upah dilihat dari jangkah waktu penerimaannya

Pengertian Lembaga Keuangan Mikro Islam

Pengertian Lembaga Keuangan Mikro Islam – Lembaga keuangan mikro merupakan lembaga keuangan yang berskala kecil yang mana lembaga keuangan ini membantu menyalurkan uang masyarakat dengan skala yang kecil.

Lembaga keuangan mikro ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam kecil yang sedang merintis usaha ukm atau usaha kecil lainya. Lembaga keuangan mikro ini diperuntukan untuk masyarakat yang menengah kebawah agar mereka juga bisa mengelola suatu usaha kemudian bisa mensejahterahkan kehidupan mereka.

Saat ini juga sudah ada lembaga keuangan mikro yang sesuai dengan aturan atau ajaran dari agama islam yaitu lembaga keuangan mikro syariah. Yang mana lembaga keuangan ini membantu para umat islma untuk terhidar dari transaksi uang yang menggunakan cara riba.

Lembaga keuangan mikro islam ini tidak memberikan bunga kepada para anggotanya, hal ini dikarenakan bunga merupakan uang riba yang menurut umat beraga islam bunga berarti uang haram. Oleh karena itu dengan adanya lembaga keuangan syariah bisa membantu umat islam untuk terhindar dari riba.

Pengertian lembaga keuangan mikro islam secara garis beras yaitu lembaga yang mengelola keuangan masyrakat sesuai dengan syariat agama islam. Lembaga keuangan mikro ini mempunyai fungsi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan primer, sekunder dan tersier dengan sistem yang sederhana. Dengan adanya lembaga keuangan mikro islam ini diharapkan bisa ikut andil dalam pembangunan ekonomi dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Lembaga keuangan mikro islam ini diperuntukan untuk usaha kecil, usaha mikro dan usaha menengah yang ketiga usaha tadi akan kita ulas lebih detail lagi dibawah ini.

 

  1. Usaha kecil

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan anak dari suatu perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana yang telah dimaksud dalam UUD.

  1. Usaha mikro

Usaha mikro yaitu usaha yang produktif yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi usaha mikro sebagaimana yang telah diataur didalam undang-undang 1945.
Pengertian Lembaga Keuangan Mikro Islam

  1. Usaha menengah

Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan anak dari suatu perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha menengah sebagaimana yang telah dimaksud dalam UUD.

Setelah kita mengetahui pengertian lembaga keuangan mikro islam kita bisa membedakan lembaga keuangan yang berbasis syariah dengan lembaga keuangan mikro yang non syariah. Selain itu kita juga menjadi tahu fungsi dari lembaga keuangan mikro islam.

Artikal Lainnya :

Pengertian Lembaga Keuangan Mikro Syariah

Pengertian Lembaga Keuangan Mikro Syariah – Lembaga keuangan mikro yaitu lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat.

Pengolahan simpanan dari lembaga keuangan mikro ini tidak semata-mata mencari keuntungan saja akan tetapi juga bertujuan untuk membantu masyarakat. Lembaga keuangan mikro ini berupaya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan menengah kebawah dan juga usaha mikro, kecil dan usaha menengah diperlukan dukungan yang komprehensif dari lembaga keuangan. Sedangkan lembaga keuangan syariah merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengatur aturan-aturan didalam ekonomi islam. Lembaga keuangan mikro syariah ini dalam setiap melakukan transaksi tidak pernah mengenakan bunga, baik pada saat menghimpun tabungan investasi masyarakat ataupun dalam pembiayaan bagi dunia usaha yang dibutuhkan. Dengan adanya lembaga keuangan mikro syariah ini sangat membantu khususnya bagi kaum muslim untuk terhindar dari bunga yang menyebabkan terjadinya riba.

Pengertian lembaga keuangan mikro syariah sendiri merupakan lembaga keuangan yang menyalurkan uang kepada masyarakat dengan menetapi hukum yang ada didalam islam. Lembaga keuangan ini sangat menghindari adanya riba pada proses transaksi mereka. Yang mana riba bagi orang yang beragama islam merupakan dosa besar sehingga terbentuklah lembaga keuangan mikro syariah ini untuk menghindari dari riba. Lembaga keuangan mikro syariah terdiri dari berbagai lembag yaitu BPRS, BMT dan koperasi syariah yang mana ketiga lembaga ini saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai ketiga lembaga tersebut.

 

  1. BPRS (Bank Pengkreditan Rakyat Syariah)

BPRS ini merupakan bank sistem yang mana transaksinya menggunakan cara konvensional namun berdasarkan prinsip syariah. BPRS tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak bisa menggunakan BPRS sebagai perantara transaksi keuangan mereka. Selain itu BPRS mempunyai bentuk hukum bank umum dan dapat berupa perseroan terbatas.

  1. BMT (Baitul Mal Wat Tamwil)

Pengertian dari BMT yitu merupakan lembaga keuangan islam yang memiliki kegiatan utama untuk menghimpun dan menditribusikan zisawib yaitu dan zakat, infak, sodaqoh, wakaf dan hibah tanpa melihat keuntungan yang didapatkan. Selain itu BMT juga mempunyai kegiatan untuk menghimpun dana dan mendistribusikan kembali kepada anggota.
Pengertian Lembaga Keuangan Mikro Syariah

  1. Kopersi syariah

Koperasi syariah merupakan suatu usaha baik kecil maupun menengan dengan menggunakan konsep syariah yang sesuai dengan aturan dari agama islam.

Dengan kita mengetahui pengertian lembaga keuangan mikro syariah kita bisa mengetahui apa saja tugas dari lembaga mikro syariah. Lembaga mikro syariah hampir sama dengan lembaga mikro yang dikelolah oleh bank akan tetapi yang membedakan dari keduanya yaitu lembaga syariah menggunakan konsep syariah sebagai acuan mereka.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • pengertian lembaga keuangan mikro syariah
  • pengertian lkm syariah

Pengertian Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank

Pengertian Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank – Lembaga keuangan tidak hanya bank saja akan tetapi ada lembaga keuangan yang lain selain bank. Lembaga keuangan sendiri merupakan lembaga yang menyediakan jasa yang berhubungan dengan keuangan kepada masyarakat luas.

Lembaga keuangan dimaksudkan sebagai perantara pihak-puhak yang kekurangan ataupun yang sedang membutuhkan uang. Lembaga keuangan ini mempunyai dua bentuk yang mana setiap bentuk mempunyai perbedaan fungsi antara keduanya, kedua bentuk tersebut yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank. Pengertian lembaga keuangan bank yaitu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang sedangkan lembaga keuangan bukan bank yaitu lembaga keuangan yang memberikan jasa-jasa keuangan dan menarik dana dari masyarakat. Dengan bedanya pengertian dari lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank tentunya memiliki perbedaan juga fungsi dan tugasnya. Akan tetapi sebenarnya tujuanya sama baik lembaga -keuangan bank maupun lembaga keuangan bukan bank sama-sama meyalurkan uang kepada masyarakat.

Pengertian lembaga keuangan bank dan non bank yang membedakan yaitu hanyalah fungsi dan tugasnya saja akan tetapi tujuan kedua lembaga ini tetaplah sama yaitu untuk meyalurkan uang kepada masyarakat dengan cara yang berbeda. Untuk lebih detailnya kita akan mengulas lebih detail lagi tentang fungsi dari lembaga keuangan bank dan non bank yang akan kita ulas dibawah ini.

 

  • Fungsi lembaga keuangan bank
  1. Sebagai tempat penitipan atau penyimpanan uang

Bank memiliki fungsi sebagai tempat untuk menyimpan uang, biasanya dalam menitipkan uang masyarakat diberikan bungan oleh bank tersebut. Penitipan uang di bank dibagi menjadi tiga yaitu rekening koran atau giro, depositi berjangka dan tabungan. Yang mana ketiga jenis penyimpanan uang ini memiliki fungsi yang berbeda.

  1. Sebagai pembeli atau penyalur kredit

Dalam hal ini bank dapat memanfaatkan uang yang telah disimpan oleh nasabah hal ini dikarenakan tidak semua nasabah datang berbondong-bondong untuk mengmbil uang mereka di bank tersebut.

  1. Sebagai perantara dalam lalu lintas pembayaran

Bank bertindak sebagai penghubung antara nasabah jika mereka melakukan transaksi. dalam hal ini nasabah tidak secara langsung untuk melakukan pembayaran akan tetapi memerintahkan bank untuk menjadi perantara pembayaran tersebut.
Pengertian Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank

  • Fungsi lembaga keuangan non bank

Sedangkan fungsi lembaga keuangan non bank yaitu sebagai pengumpul dana dan penyalur dana dari dan ke masyarakat.

Dengan kita mengetahui pengertian lembaga keuangan bank dan non bank kita menjadi tahu perbedaan antara kedua lembaga tersebut. Selain itu kita juga mengetaui fungsi-fungsi dari lembaga keuangan tersebut. Yang mana kedua lembaga keuangan itu memiliki fungsi yang berbeda akan tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu sama-sama menyalurkan uang kepada masyarakat.

Artikel Lainnya :

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank Menurut Para Ahli

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank Menurut Para Ahli – Secara umum, lembaga keuangan bukan bank merupakan suatu lembaga keuangan yang kegiatannya tidak dapat menerima dana dan menyalurkan dana masyarakat seperti yang dilakukan oleh bank pada umumnya.

Sehingga LKBB ini tidak memiliki cara untuk menghimpun dana yang lengkap seperti bank, namun kegiatan yang dilakukannya tidak jauh dari yang dilakukan oleh bank. Lembaga keuangan bukan bank hanya melakukan aktivitas dan kegiatan di bidang keuangan seperti jasa asuransi, pasar modal, dana pensiun, dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Sedangkan pengertian lembaga keuangan bukan bank secara khusus ialah suatu badan keuangan yang menjalankan kegiatan di bidang keuangan baik secara langsung maupun tak langsung, dengan mengeluarkan surat berharga dan menyalurkannya pada masyarakat untuk membiayai investasi-investasi perusahaan. Berdasarkan kebijakan pakto nomor 27 tahun 1998 bahwa lembaga keuangan bukan bank (LKBB)  tidak diperbolehkan menerima dan memperoleh dana dari masyarakat yang berbentuk tabungan, giro, dan deposito.

Lembaga keuangan bukan bank terdiri dari beberapa jenis antara lain leasing, pegadaian, asuransi, dan dana pensiun. Pertama, leasing. Leasing secara umum didefinisikan sebagai penyediaan barang modal dengan adanya imbalan berupa pembayaran sewa dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan pengertian leasing menurut keputusan menteri keuangan no. 1169/KMK.01/1991 pada tanggal 21 November 1991 bahwa leasing ialah suatu kegiatan pembiayaan berbentuk penyediaan barang modal baik dengan leasing hak opsi ataupun leasing tanpa hak opsi atau disebut dengan sewa guna usaha biasa dengan tujuan untuk digunakan oleh lessee (pengguna leasing) dalam jangka waktu tertentu yang berdasarkan pembayaran periodik atau secara berkala.

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank Menurut Para Ahli – Kedua, perusahaan umum pegadaian. Perusahaan Umum Pegadaian ialah perusahaan milik pemerintah yang memiliki tujuan untuk memberikan pinjaman dana kepada masayarakat yang memiliki ekonomi lemah dan membutuhkan. Pinjaman dana yang diberikan oleh perum pegadaian diberikan berdasarkan nilai atau besarnya barang yang menjadi jaminannya.
Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank Menurut Para Ahli

Perum pegadaian tidak memperhatikan untuk apa penggunaan uang yang dipinjamkannya tersebut, baik untuk mendirikan usaha, membayar hutang, atau bahkan untuk keperluan konsumsi dan rumah tangga. Ketiga, perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi ialah perusahaan yang bertujuan untuk memberikan jaminan kepada para nasabahnya yang mengalami musibah atau kerugian sesuai dengan surat perjanjian atau yang disebut dengan polis apabila terjadi musibah atau suatu peristiwa yang membuat nasabahnya mengalami kerugian, kerusakan barang, hingga yang membuatnya meninggal dunia. Contoh dari perusahaan asuransi adalah asuransi bumi putra, asuransi jiwasraya, asuransi sosial tenaga kerja, asuransi kerugian jasa raharja, dan asuransi kesehatan Indonesia (askes). Demikianlah penjelasan tentang pengertian lembaga keuangan bukan bank menurut para ahli dan jenis-jenisnya. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat untuk anda.

Artikel Lainnya :

Pengertian Lembaga Keuangan Syariah Non Bank

Pengertian Lembaga Keuangan Syariah Non Bank – Lembaga keuangan non bank syariah ialah suatu badan usaha yang bergerak di bidang keuangan dengan secara langsung maupun tidak langsung menghimpun dana-dana yang berasal dari masyarakat kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat untuk tujuan kegiatan-kegiatan yang produktif namun dengan ketentuan-ketentuan yang syariah.

Lembaga keuangan bukan bank syariah mendapatkan pembinaan serta pengawasan dari segi pemenuhan prinsip oleh dewan syariah MUI. Adapun fungsi daripada lembaga keuangan non bank syariah itu sendiri ialah memberikan jasa perantara pemilik modal serta pasar utang yang memiliki tanggung jawab dalam penyaluran dana atau uang dari investor. Lembaga keuangan syariah non bank juga memiliki beberapa prinsip yang diterapkannya antara lain akad tabarru’ dan akad tijari, saling tolong menolong, menghindari unsur gharar maysir dan riba, dan investasi hanya pada efek perusahaan dimana kegiatan usahanya sesuai dengan syariah islam.

Lembaga keuangan syariah non bank di Indonesia juga memiliki beberapa macam lembaga antara lain  perusahaan asuransi syariah (takaful),  reksadana syariah, koperasi pondok pesantren dan baitul maal wattamwil, pasar modal syariah, lembaga ziswaf, dan pegadaian syariah (rahn). Pertama, perusahaan asuransi syariah. Menurut definisi dari Dewan Syariah Nasional bahwa asuransi syariah ialah suatu badan usaha yang didirikan dengan tujuan untuk saling tolong menolong dan melindungi diantara sejumlah orang dengan melalui investasi yang berbentuk aset atau taba’rru dengan memberikan pola pengembalian untuk resiko tertentu yang akan dihadapinya dengan ketentuan yang syariah. Kedua, reksadana syariah. Pengertian Lembaga Keuangan Syariah Non Bank.

Pada umumnya, reksadana didefinisikan sebagai wadah yang digunakan dengan tujuan untuk menghimpun uang yang berasal dari masyarakat yang selanjutnya akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek seperti obligasi, saham, atau valuta asing oleh Manajer Investasi. Sedangkan pengertian reksadana syariah ialah reksadana dimana kebijakan dan pengelolaan investasinya menganut pada sistem yang syariah.
Pengertian Lembaga Keuangan Syariah Non Bank

Ketiga, pasar modal syariah. Prinsip pada pasar modal syariah ini berbeda dengan pasar modal yang konvensional. Pasar modal syariah menerapkan sistem yang syariah seperti misalnya saham atau surat berharga dengan prinsip syariah. Sedangkan kriteria saham yang syariah ialah saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dengan prinsip yang syariah. Keempat, lembaga ziswaf. Lembaga ziswaf ialah suatu lembaga yang ada dalam sistem keuangan islam, pasalnya islam memberikan dorongan kepada umanya untuk menjadi sukarela dalam melakukan amal atau disebut dengan volunteer.  Dana dari lembaga ziswaf ini hanya diperuntukkan kepentingan sosial atau yang sudah ditetapkan menurut syariah islam seperti misalnya zakat. Itulah sedikit penjelasan tentang pengertian lembaga keuangan syariah non bank dan penjelasannya. Semoga informasi di atas dapat menjadi referensi untuk anda.

Artikel Lainnya :