Pengertian Lembaga Keuangan Internasional

Pengertian Lembaga Keuangan Internasional – Lembaga Keuangan Internasional merupakan suatu lembaga keuangan yang sudah ditetapkan oleh beberapa negara dan menjadi subyek hukum internasional. Pada umumnya pemegang saham atau pemiliknya adalah pemerintah nasional, organisasi, serta lembaga-lembaga internasional.

Lembaga keuangan internasional memiliki beberapa jenis seperti IMF, Bank Dunia, IDB, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis dari lembaga keuangan internasional tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Pertama, IMF (International Monetary Fund). IMF merupakan sebuah organisasi internasional yang memiliki tanggung jawab dalam mengatur sistem keuangan global serta menyediakan pinjaman pada negara-negara anggotanya dimana membantu masalah keseimbangan neraca finansial masing-masing negara. Organisasi IMF memiliki misi, salah satunya adalah membantu negara-negara di dunia yang mengalami kesulitan dalam perekonomiannya. Kemudian sebagai imbalan atas bantuan dari IMF, negara-negara tersebut wajib melakukan kebijakan tertentu seperti misalnya privatisasi BUMN. IMF sebagai organisasi internasional dijuluki sebagai organisasi yang paling berkuasa pada abad 20 dimana IMF memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kesejahteraan negara-negara di dunia.

Sedangkan tujuan daripada IMF sendiri antara lain untuk memperluas investasi dan perdagangan dunia, memajukan kerjasama keuangan atau moneter internasional dengan mendirikan sebuah lembaga, memajukan stabilitas pada kurs valuta asing, menyediakan uang yang mana dapat dipinjamkan, dan untuk membatasi serta mengurangi praktek-praktek terhadap pembayaran internasional. Kedua, Bank Dunia. Bank Dunia adalah lembaga keuangan internasional yang memberikan pelayanan untuk menyediakan pinjaman dana kepada negara-negara berkembang. Tujuan dari Bank Dunia adalah untuk mengurangi kemiskinan suatu negara di dunia. Bank Dunia tidak sama dengan World Bank Group. Pengertian Lembaga Keuangan Internasional.

Jika Bank Dunia ia hanya terdiri dari 2 lembaga saja yakni Bank Internasional yang berfungsi untuk pembangunan dan rekonstruksi serta asosiasi pembangunan nasional. Sedangkan World Bank Group terdiri dari Bank Internasional, asosiasi pembangunan nasional, MIGA (Multiteral Investment Guarantee Agency), International Finance Corporation, dan ICSID (International Century for Settlement of Investment Disputes.
Pengertian Lembaga Keuangan Internasional

Ketiga, IDB (Islamic Development Bank). IDB merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang bertujuan memberikan pinjaman dana untuk proyek produktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Lembaga keuangan yang berdiri pada 20 Oktober 1975 ini didirikan oleh negara-negara di dunia yang bergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam). IDM mengoperasikan semua dana khusus dengan tujuan-tujuan tertentu, misalnya dana untuk membantu masyarakat muslim di negara non-anggota dan memiliki kewenangan untuk menerima dan memobilisasi dana berdasarkan sumber dana finansial syariah kompatibel. Adapun tujuan daripada didirikannya IDB yaitu untuk mendorong pembangunan sosial dan kemajuan ekonomi negara-negara anggota maupun masyarakat muslim sesuai dengan prinsip syariah islam. Itulah pengertian lembaga keuangan internasional beserta jenis-jenisnya yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini.

Artikel Lainnya :

Pengertian Lembaga Keuangan Bank

Pengertian Lembaga Keuangan Bank – Di Indonesia, banyak terdapat lembaga-lembaga keuangan. Salah satunya adalah Lembaga Keuangan Bank. Bank merupakan sebuah lembaga keuangan yang didirikan umumnya untuk tempat penyimpanan uang, peminjaman uang, serta menerbitkan bank note atau yang disebut dengan promes.

Sehingga Bank ini merupakan tempat untuk mengumpulkan semua dana masyarakat atau simpanan uang masyarakat yang nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan uang dalam bentuk kredit. Selain untuk menyimpan dana dari masyarakat dan meminjamkan uang kepada masyarakat, Bank juga memiliki 2 tujuan lainnya yaitu untuk menyediakan alat pembayaran efisien bagi para nasabah dan meningkatkan arus uang untuk investasi dan pemanfaatan lain yang lebih produktif.

Pertama, tujuan Bank sebagai tempat untuk menyediakan alat pembayaran efisien bagi para nasabah. Misalnya adalah lembaga keuangan Bank menyediakan alat-alat pembayaran efisien seperti uang tunai, tabungan, serta kartu kredit untuk nasabahnya dalam menyimpan uang mereka di Bank. Dengan demikian, akan memudahkan para nasabah yang akan menyimpan uang atau berinvestasi di Bank. Kedua, tujuan Bank sebagai tempat untuk meningkatkan arus uang untuk investasi dan pemanfaatan lain yang lebih produktif.  Maksudnya adalah para nasabah mendapatkan kemudahan dalam berinvestasi di Bank karena Bank menyediakan tabungan kepada para nasabah.

Pengertian Lembaga Keuangan Bank, Lalu dana investasi dari nasabah yang berupa uang tersebut dimanfaatkan oleh Bank untuk meminjamkan uang tersebut kepada pihak atau masyarakat lain yang sedang membutuhkan melalui kredit. Peminjaman tersebut sebagian besar diberikan untuk masyarakat yang ingin memulai bisnis namun terkendala modal. Oleh sebab itu, melalui lembaga keuangan Bank ini masyarakat dapat meminjam uang kepada Bank dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan. Jika peran ini berlangsung terus menerus dan kontinyu, tentu dapat meningkatkan perekonomian negara. Pasalnya, dengan adanya arus dana ini, uang tidak hanya diam di Bank dan dapat berputar melalui pinjaman kepada masyarakat, masyarakat pun memperoleh dana pinjaman untuk memulai usaha dimana hal itu dapat meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Pengertian Lembaga Keuangan Bank

Secara umum, semua jenis lembaga keuangan Bank pada umumnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menerima simpanan dana dari masyarakat atau untuk berinvestasi serta untuk tempat pinjam meminjam dana kepada masyarakat yang membutuhkannya. Peran lembaga keuangan Bank tentu sangat penting dalam perekonomian suatu negara, termasuk di Indonesia. Karena tanpa adanya suatu lembaga keuangan Bank, maka arus dana dan perekonomian suatu negara akan menjadi kacau. Dana atau uang masyarakat tidak bisa di manajemen dengan baik. Dimana masyarakat yang kekurangan dana tidak mendapatkan wadah peminjaman dana dan perekonomian pun akan melemah. Itulah sedikit ulasan tentang pengertian lembaga keuangan Bank dan tujuannya.

Artikel lainnya :

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank -Lembaga keuangan adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang keuangan untuk menarik atau menyalurkan dana kepada masyarakat. Pada umumnya, apabila kita mengambil contoh lembaga keuangan tentu yang ada di benak kita adalah Bank.

Padahal, ada juga lembaga keuangan bukan bank yang berdiri dengan pandangan sejalan namun memiliki tujuan yang berbeda-beda. Lembaga keuangan bukan bank adalah suatu lembaga keuangan yang baik secara langsung maupun tidak langsung menghimpun dana-dana yang berasal dari masyarakat untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengertian lain dari lembaga keuangan bukan bank menurut SK Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan No. KEP-38/MK/IV/1972, bahwa lembaga keuangan bukan bank adalah semua badan atau lembaga yang melakukan aktivitas di bidang keuangan baik secara langsung ataupun tidak langsung menjadi wadah dana dengan cara menerbitkan surat-surat berharga kemudian disalurkan kembali pada masyarakat untuk membiayai investasi pada perusahaan.

Tujuan daripada lembaga keuangan bukan bank ialah untuk membantu serta mendorong perkembangan dan pertumbuhan pasar modal untuk membantu permodalan pada perusahaan dengan ekonomi yang rendah. Adapun jenis-jenis daripada lembaga keuangan bukan bank antara lain lembaga perantara penerbitan, lembaga pembiayaan pembangunan, perusahaan asuransi, perdagangan surat berharga, leasing, dan lain-lain. Pertama, Lembaga Perantara Penerbitan dan Lembaga Pembiayaan Pembangunan serta Perdagangan Surat Berharga ialah lembaga-lembaga yang menghimpun dana dari dalam negeri dan luar negeri dengan mengelurkan surat berharga, melaksanakan usaha komisioner atau makelar, serta berperan dalam pasar modal.

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank – Kedua, Perusahaan Asuransi. Perusahaan Asuransi ialah suatu lembaga yang bertugas untuk menghimpun uang melalui penarikan premi asuransi serta memberi janji untuk memberi ganti rugi jika terjadi musibah yang menimpa anggota yang mengikuti program asuransi tersebut. Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 bahwa asuransi ialah suatu bentuk perjanjian diantara 2 pihak atau lebih yang mana pihak penanggung memberi ikatan kepada pihak tertanggung dengan memperoleh premi asuransi untuk memberi ganti rugi kepada tertanggung atas kerugian, kehilangan keuntungan, dan kerusakan atau untuk memberikan pembayaran atas meninggal atau hidupnya orang yang dipertanggungkan.
Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank

Ketiga, Leasing. Leasing ialah semua kegiatan atau aktivitas pembiayaan pada perusahaan dalam bentuk penyediaan barang modal yang mana dimanfaatkan perusahaan pada jangka waktu tertentu yang mendasarkan pada pembayaran secara periodik atau berkala. Yang menggunakan jasa leasing disebut lessee, dimana lessee ini membayarkan sejumlah nominal yang telah ditentukan kepada pemilik secara rutin. Keempat, Bursa Efek. Bursa efek ialah tempat yang mempertemukan antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menawarkan dana atau kelebihan dana. Bursa efek disebut juga sebagai pasar modal. Itulah pengertian lembaga keuangan bukan bank dan penjelasannya yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat menjadi manfaat untuk anda semua.

Artikel Lainnya :

8 Cabang Ilmu Ekonomi

8 Cabang Ilmu Ekonomi – Sudahkah kita tahu dan coba sebutkan mengenai cabang cabang dari ilmu ekonomi yang ada dan apa saja kah itu? Tentunya banyak diantara kita yang sudah mengetahui tentang 8 cabang dari ilmu ekonomi ini, namun tentunya masih banyak pula yang belum mengetahui nya.

Kadang kala kebanyakan orang menganggap bahwa ilmu ekonomi ya ilmu ekonomi saja, tidak ada cabang dari ilmu ekonomi ini, padahal sebenarnya ada dan jumlah nya cukup banyak yaitu delapan. Maka dari itu pada kali ini kita akan membahas mengenai 8 cabang dari ilmu ekonomi ini, sehingga diharapkan bisa memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan baru, terutama mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ilmu ekonomi.

Manusia adalah mahluk yang di dalam aktifitas kesehariannya tidak akan bisa lepas dari aktifitas ekonomi, karena setiap kebutuhan hidupnya harus didapatkan dengan cara membeli. Seperti membeli beras, baju, celana dan lain-lain. Aktifitas seperti itu adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia, maka dari itu akan sangat bagus sekali jika kita mempelajari ilmu ekonomi secara lebih mendalam.

Inilah 8 Cabang Ilmu Ekonomi :

  1. Ilmu Ekonomi Industri : Ekonomi industri adalah cabang ilmu ekonomi yang memfokuskan diri membahas mengenai interaksi dari berbagai perusahaan di dalam sebuah industri. Termasuk juga di dalamnya membahas mengenai struktur pasar dan persaingan usaha.
  2. Ilmu Ekonomi Publik : Ekonomi publik merupakan cabang dari ilmu ekonomi yang mengkaji, membahas dan menelaah mengenai masalah ekonomi dari khalayak ramai (masyarakat/publik, negara/pemerintah). Atau juga disebut sebagai cabang ilmu ekonomi yang mengkaji tentang kebijakaan yang dikeluarkan oleh pemerintah di dalam suatu perekonomian. Misalnya : Kebijakan subsidi, Pajak, Pendidikan, Hutang pemerintah dsb.
  3. Ilmu Ekonomi Moneter : Ekonomi moneter merupakan salah satu dari cabang ilmu ekonomi yang membahas dan mengkaji mengenai fungsi, sifat dan juga pengaruh dari uang terhadap perekonomian. Misalnya : Perbankan, Inflasi, Jumlah uang yang beredar di masyarakat, tingkat suku bunga atau lembaga lembaga keuangan lainnya.
    8 cabang ilmu ekonomi
  4. Ilmu Ekonomi Regional : Ekonomi regional merupakan salah satu cabang dari ilmu ekonomi yang fokus dan mengkaji mengenai industri ekonomi yang terjadi diantara suatu wilayah dengan wilayah lainnya dan proses perkembangan dari suatu wilayah/daerah. Misalnya : Demografi, transfortasi dan juga infrastruktur.
  5. Ilmu Ekonomi Internasional : Ekonomi internasional merupakan cabang ilmu ekonomu yang membahas dan mengkaji mengenai kegiatan perekonomian yang terjadi diantara suatu negara dengan negara lainnya. Misalnya : Ekspor dan Impor.
  6. Ilmu Ekonomi Syariah : Ekonomi syariah adalah cabang dari ilmu ekonomi yang bertujuan untuk menerapkan sistem perekonomian yang sesuai dengan syariat agama islam.
  7. Ilmu Ekonomi SDA (Sumber Daya Alam) : Ekonomi SDA adalah cabang dari ilmu ekonomi yang membahas, dan mengkaji mengenai analisis masalah dan juga alokasi dari SDA yang optimal berdasarkan ekonomi. Misalnya :
  8. Ilmu Ekonomi SDM (Sumber Daya Manusia) : Ekonomi SDM adalah cabang dari ilmu ekonomi yang khusus membahas mengenai hal hal yang berhubungan dengan faktor sumber daya manusia (tenaga kerja) atau kualitas tenaga kerja. Misalnya :  Produktifitas pekerja dan jumlah upah minimum regional (UMR)

Itulah bahasan mengenai 8 Cabang Ilmu Ekonomi, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Lainnya :

5 Pembagian Ilmu Ekonomi

5 Pembagian Ilmu Ekonomi – Manusia di dalam setiap bidang kehidupannya tidak pernah bisa terlepas dari yang namanya ekonomi, dari sejak dahulu kala hingga sekarang. Jika zaman dahulu melakukan aktifitas ekonomi dengan cara barter maka kini kita sudah mengenal dengan yang namanya uang.

Setelah adanya uang, kemudian kita mengenal yang disebut dengan check dan juga setelah itu ada juga kartu kredit. Semua hal tersebut adalah alat tukar atau alat pembayaran yang berfungsi untuk melakukan aktifitas ekonomi yaitu perdagangan atau jual beli.

Di dalam segala bidang kehidupan modern saat ini, sulit rasanya untuk terlepas dari aktifitas ekonomi, karena segala macam benda yang menjadi kebutuhan pokok kita maka kita harus membelinya dari orang lain.

Maka dari itu, sudah sepantasnya kita sebagai mahluk yang di dalam kesehariaannya selalu berhubungan dengan ekonomi maka sudah sewajarnya kita juga mempelajari mengenai ilmu ekonomi ini. Karena dengan mempelajari ilmu ekonomi maka kita akan mendapat berbagai pengetahuan dan wawasan baru tentang ekonomi.

Ilmu ekonomi ini oleh Alfred W Stonier dibagi menjadi 3 kelompok, dan kemudian pada tahun 1930 para ahli ekonomi kembali membaginya menjadi 2 kelompok. Dan inilah 5 Pembagian Ilmu Ekonomi.5 Pembagian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi dibagi menjadi 3 oleh Alfred W Stonier, yaitu :

  1. Teori Ekonomi : Teori Ekonomi adalah sebuah ilmu ekonomi yang memberi penjelasan yang telah disederhanakan mengenai cara bagaimana sebuah sistem ekonomi bekerja dan juga memberikan penjelasan tentang ciri-ciri yang sangat penting dari sistem ekonomi tersebut. Teori ekonomi ini dibangun atas landasan dari pengamatan sebab akibat yang di dasarkan pada aksi dan juga reaksi yang ada di dalam kehidupan ekonomi masyrakat.
  2. Ilmu Ekonomi Deskriptif ; Ilmu Ekonomi Deskriptif adalah sebuah ilmu ekonomi yang memaparkan data-data yang dimana data tersebut menjelaskan berbagai kenyataan dan fenomena yang terjadi.
  3. Ilmu Ekonomi Terapan : Ilmu Ekonomi Terapan adalah sebuah ilmu ekonomi yang menggunakan rangka dasar umum dan juga analisis yang dijelaskan oleh teori ekonomi dalam rangka untuk menerangkan atau menjelaskan alasan/sebab-sebab dan juga arti penting dari kejadian2 yang dilaporkan/dipaparkan oleh ahli ekonomi deskriptif.

Dan kemudian di tahun 1930 para ahli ekonomi membagi lagi menjadi 2 yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro.

  1. Ekonomi Makro : Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang membahas tentang aktifitas ekonomi secara keseluruhan, utamanya mengenai : inflasi, pertumbuhan ekonomi, hutang luar negeri, kebijakan ekonomi, perbankan dan pengangguran.
  2. Ekonomi Mikro : Ekonomi mikro adalah sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari atau mengkaji perilaku dari perusahaan dan konsumen, serta juga mengenai penentuan harga pasar, barang dan juga jasa yang di jual belikan.

Itulah bahasan dan uraian mengenai 5 Pembagian Ilmu Ekonomi. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Artikel Lainnya :