Pengertian Wilayah Formal dan Fungsional Beserta Contohnya

Pengertian Wilayah Formal dan Fungsional Beserta Contohnya – Wilayah adalah suatu daerah yang memiliki ciri tertentu. Misalnya, kegiatan ekonomi, pola pertanian, iklim, dan tumbuhan asli.

Wilayah didefinisikan sebagai bagian dari permukaan bumi dengan satu atau banyak karakteristik serupa yang membuatnya unik dari daerah lain, seperti budaya, ekonomi, topografi, iklim, politik dan faktor lingkungan seperti spesies flora dan fauna yang berbeda.

Wilayah dibedakan menjadi dua macam, yaitu wilayah formal dan wilayah fungsional.

Pengertian Wilayah Formal

Wilayah formal adalah kawasan yang homogen. Wilayah formal dicirikan oleh sesuatu yang dimiliki atau melekat pada manusia dan alam secara umum, seperti bahasa tertentu yang digunakan penduduk.

Awalnya kriteria yang digunakan adalah kondisi fisik contohnya iklim dan topografi lalu berkembang menjadi kriteria ekonomi, misalnya industri-industri atau tipe pertanian bahkan digunakan kriteria sosial politik.

Jadi, yang dimaksud wilayah formal adalah suatu wilayah yang statis, homogen (seragam), dan pasif, misalnya wilayah desa.

Contoh Wilayah Formal

Berikut ini adalah beberapa contoh perwilayahan secara formal, yaitu:

Daerah Pertanian

Daerah pertanian adalah penamaan perwilayahan secara formal karena penamaan ini di dasarkan pada ciri-ciri tanaman dan pengolahan lahan. Tanaman yang di kembangkan umumnya tanaman pangan atau sayuran, dan pengolahan lahan dilakukan secara intensif.

Daerah Pegunungan

Daerah pegunungan adalah penamaan perwilayahan secara formal karena penamaannya didasarkan pada ciri-ciri morfologi, yaitu suatu daerah yang memiliki ketinggian di atas 600 meter diatas permukaan laut, dan memiliki kemiringan lerengnya lebih dari 24%.

Daerah Perkotaan

Daerah perkotaan adalah penamaan perwilayahan secara formal karena penamaannya didasarkan pada ciri-ciri permukiman dan jaringan jalan. Permukiman pada umumnya padat dan tersebar secara merata. Jaringan jalan yang ada hampir tersebar di seluruh wilayah secara merata dan dapat menjangkau atau menghubungkan semua daerah yang ada di perkotaan.

Temukan Juga: Perbedaan Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional

Pengertian Wilayah Fungsional

Wilayah fungsional adalah suatu kawasan yang difungsikan, menurut jenis dan kekhususan, suatu wilayah yang saling berhubungan satu sama lain, misalnya kota, kecamatan, dan kelurahan yang selalu berhubungan.

Jadi, wilayah fungsional adalah wilayah yang dinamis serta aktif dan selalu berubah, biasanya wilayah seperti ini terdapat di kota atau wilayah sentral.

Contoh Wilayah Fungsional

Berikut ini adalah beberapa contoh wilayah fungsional, antara lain:

Daerah Konservasi

Daerah konservasi adalah penamaan wilayah secara fungsional, karena penamaan ini di dasarkan pada fungsi atau peruntukannya bahwa daerah tersebut sebagai daerah yang harus dipertahankan fungsinya. Fungsi tersebut untuk mempertahankan tanah, air, flora, fauna, atau biodiversity. Misalnya daerah konservasi hulu sungai cimanuk yang berfungsi sebagai wilayah yang harus dipertahankan kondisi tanah dan airnya agar jika terjadi hujan aliran permukaannya terkendali, serta tidak menimbulkan erosi atau banjir.

Daerah Resapan

Daerah resapan adalah penamaan wilayah secara fungsional, karena penamaan ini di dasarkan pada fungsi daerah yang dijadikan sebagai daerah resapan air hujan. Misalnya daerah resapan bandung utara sebagai daerah resapan air hujan untuk pemenuhan air tanah di kota bandung. Contoh lain adalah daerah resapan bogor, puncak, dan cianjur sebagai daerah resapan air hujan untuk wilayah jakarta.

Zona Penyangga

Zona penyangga adalah penamaan wilayah secara fungsional, karena penamaan ini di dasarkan pada fungsi daerah tersebut sebagai penyangga bagi daerah lain. Zona ini akan dijadikan tolak ukur terhadap kerusakan daerah yang akan dilestarikan. Misalnya, hutan mangrove sebagai zona penyangga wilayah pantai dari kerusakan yang diakibatkan oleh gelombang laut. Contoh lain adalah zona Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat sebagai zona penyangga wilayah hutan lindung dari kerusakan oleh masyarakat.

Komet: Asal, Struktur dan Klasifikasi Komet

Komet adalah benda langit padat dan ditutupi oleh bahan organik yang diistirahatkan, seperti air, metana, amonia atau es kering, yang menyublimasikan menjadi energi matahari, yaitu, mereka berpindah dari keadaan padat ke gas, tanpa melalui keadaan cair.

Kata komet berasal dari bahasa Latin comēta, yang berarti “rambut”, mengacu pada bangun atau ekor yang dihasilkan dalam tubuh surgawi ini ketika mendekati Matahari.

Lintasan komet dapat berbentuk elips, parabola, atau hiperbolik, dan sebagian besar komet melakukan perjalanan secara berkala.

Ketika sebuah komet melintasi atmosfer Bumi, ia terurai menjadi beberapa fragmen, menyebabkan hujan bintang.

Asal komet

Komet memiliki dua kemungkinan asal: awan Oort dan sabuk Kuiper.

Awan Oort

Ini adalah formasi bola yang mengandung asteroid dan komet di dalamnya. Ini adalah awan hipotetis, karena belum terlihat, dan diyakini berada di batas Tata Surya. Diperkirakan bahwa komet jangka panjang berasal dari awan ini.

Sabuk Kuiper

Ini adalah seperangkat komet dan benda langit lainnya yang mengorbit Matahari, dekat planet Neptunus. Diyakini bahwa komet periode pendek datang dari sana.

Struktur komet

Sebuah komet terdiri dari lima bagian: nukleus, koma, ekor ion, debu, dan awan hidrogen.

Inti (nukleus)

Itu terdiri dari es dan batu. Dari sini muncul sisa-sisa debu komet yang nantinya akan menjadi bagian dari ekor. Itu adalah bagian paling terang dari komet.

koma

Ini adalah awan debu dan gas yang menutupi inti.

Ekor ionik

Itu terbentuk dengan ion yang dikeluarkan dari nukleus. Perpanjangannya bisa mencapai beberapa kilometer dan meskipun ada di semua komet, itu tidak selalu terlihat.

Debu

Ini dihasilkan pada saat sublimasi, ketika energi matahari melepaskan debu yang ditemukan di nukleus.

awan hidrogen

Ketika komet menyerap sinar ultraviolet, ia melepaskan hidrogen, menciptakan semacam lapisan atau awan di sekitarnya.

Klasifikasi Komet

Komet diklasifikasikan menurut ukurannya, usia komet mereka, dan periodisitas yang dengannya mereka menyelesaikan orbitnya.

Menurut ukurannya

  • 0 hingga 1,5 km: komet kerdil.
  • Dari 1,5 hingga 3 km: komet kecil.
  • Dari 3 hingga 6 km: komet sedang.
  • Dari 6 hingga 10 km: komet besar.
  • Dari 10 km hingga 50 km: komet raksasa.
  • Lebih dari 50 km: Goliath.

Menurut usia kometnya

Usia komet diukur berdasarkan orbit yang dibuatnya di sekitar Matahari dan dinyatakan dalam CY ( tahun komet )

  • Kurang dari 5 CY: komet bayi.
  • Kurang dari 30 CY: komet muda.
  • Kurang dari 70 CY: komet sedang.
  • Kurang dari 100 CY: komet tua.
  • Lebih dari 100 CY: komet methuselah .

Tergantung pada periode translasi

Gerakan translasi adalah gerakan yang dilakukan komet mengelilingi Matahari. Periode komet dapat berupa:

  • Kurang dari 20 tahun: komet jangka pendek.
  • Antara 20 dan 200 tahun: komet periode menengah.
  • Antara 200 dan 1.000.000 tahun: komet jangka panjang

Ada komet yang hanya lulus sekali dan kemudian menghilang selamanya, sehingga disebut non-periodik. Mereka ditandai dengan memiliki orbit parabola atau hiperbolik. Untuk bagian mereka, komet periodik memiliki orbit elips.

Kandungan Senyawa Dalam Minyak Bumi

Kandungan Senyawa Dalam Minyak Bumi – Minyak bumi merupakan hasil timbunan dari tumbuhan atau hewan sejak ribuan tahun yang lalu dan terendapkan dibawah permukaan bumi karena adanya perubahan lempeng tanah dan unsur – unsur yang terkandung didalamnya. Jika mendengar kata minyak bumi, mungkin sebagian orang sudah tidak asing lagi, hal ini dikarenakan banyak sekali kegiatan atau aktivitas manusia yang masih mengandalkan hasil minyak bumi untuk menunjang kebutuhan sehari – hari. Minyak bumi ini berasal dari uraian benda yang sudah lama sekali, akibat adanya endapan batu sedimen yang lama ditambah  lagi dengan adanya campuran dari alam, gas, dan air yang secara bersamaan membentuk suatu senyawa kimia dan nantinya akan keluar secara mandiri kelapisan muka bumi akibat beberapa hal. Hal ini juga didukung karena adanya penurunan suhu yang dialami seiring berkembangnya jaman, apalagi jika dibandingkan antara pulau Sumatera dengan Pulau Jawa pun memiliki perbedaan suhu yang dialami oleh setiap wilayah, baik daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.

Membicarakan tentang minyak bumi, tentu sangat erat dengan adanya kandungan senyawa dalam minyak bumi itu sendiri. Salah satunya adalah hidrokarbon ringan, seperti etana, propona, metana, butana. Kandungan senyawa tersebut memiliki rantai hidrokarbon berbeda – beda sesuai dengan muatannya, yakni ada yang terdapat 4 seperti butana, propana 5, dan lainnya. Tidak hanya itu saja, bahkan senyawa lainnya yang terdapat dalam kandungan minyak bumi tersebut adalah nitrogen, oksigen, dan sulfur.

Persentase dari beberapa lemen senyawa kimia tersebut yaitu nitrogen sebesar 85%, lalu hidrogen hanya 13%, oksigen sekitar 0,05 – 1,5%, sulfur 0,05% – 6%, dan loga kurang dari 0,1%. Jika dilihat secara kasat mata, maka warna dari minyak bumi ini adalah hitam kecoklatan, namun tak sedikit pula minyak bumi yang sudah tercampur dengan adanya gas alam yang secara bersamaan bisa anda gunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Selain kandungan senyawa diatas, senyawa lainnya adalah alkana dan pentana yang memiliki gugus rantai c5H12 dan oktana C8H18.

Kandungan Senyawa Dalam Minyak Bumi

Untuk mempelajari hal ini lebih dalam, anda bisa membaca informasi dari buku kimia SMA yang terdapat uraian/ penjelasan dari untaian gugus rantai tersebut. Minyak bumi bisa digunakan untuk kebutuhan sehari – hari apabila sudah melalui proses penyulingan dan akan menjadi bahan bakar, yang berbentuk; Elpiji, Butana, bensin, bahan bakar jet, minyak tanah, minyak bakar dan diesel. Demikian beberapa informasi mengenai kandungan senyawa dalam minyak bumi yang bisa anda ketahui secara umum. dengan mempelajari kandungan dari minyak bumi ini,semoga semakin membuat kita sadar bahwa minyak bumi yang merupakan bahan bakar fosil bisa saja habis, maka dari itu mulai dari sekarang , kita harus mulai mencari alternatif energi yang baru.

Artikel Lainnya :

8 Fraksi Minyak Bumi Serta Kegunaannya

8 Fraksi Minyak Bumi Serta Kegunaannya – Minyak bumi memiliki fraksi sebagai pembeda yang mana setiap fraksi memiliki kegunaan masing-masing. Fraksinasi minyak bumi itu sendiri ialah sebuah proses pemisahan komponen di dalam minyak bumi yang masih mentah dan memiliki perbedaan titik didihnya. Fraksinasi juga bisa disebut sebagai proses pemurnian minyak bumi mentah  dan nantinya akan menghasilkan produk minyak bumi yang sudah siap guna, seperti LNG, LPG, bensin, nafta, minyak danah dan lain sebagainya. Inilah 8 fraksi minyak bumi serta kegunaannya.

Fraksi minyak bumi yang pertama kali terbentuk adalah gas. Gas yang berasal dari desitlasi minyak bumi adalah bahan baku untuk LPG (liquid petroleum gas). Fraksi ini merupakan fraksi yang paling sering digunakan sebagai kebutuhan rumah tangga. Semenjak minyak tanah dihapuskan, gas menjadi bahan bakar untuk kompor di Indonesia. Kedua, adalah nafta. Nafta ini memiliki rantai karbon yang terbilang pendek. Jika LPG memiliki rantai hidrokarbon C1-C5, nafta memiliki rantai karbon pendek yaitu C5-C7. Fraksi ketiga adalah fraksi yang sudah sangat akrab di telinga kita, yakni gasoline atau bensin. Fraksi ini baru terbentuk di titik didik 30oc -200oc.Bensin memiliki rantai karbon yang panjang yakni C5-C12. Fungsi dari nafta adalah sebagai olefin dan bisa menjadi pelarut non folar untuk proses industri.

Keempat terdapat fraksi yang dulu sempat menjadi bahan bakar utama kebutuhan rumah tangga Indonesia, Minyak tanah atau kerosin. Minyak tanah adalah satu dari 8 fraksi minyak bumi yang mempunyai titik didih 175oc – 275oc. Hidrokarbon rantai fraksi ini adalah C12-C16. Saat ini, minyak tanah sudah tidak di edarkan lagi di tanah air karena dinilai tidak efisien. Kelima adalah solar diesel. Fraksi ini terbentuk di titik didih 250oc – 400oc. Ikatan karbon solar adalah C15-C18. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, solar merupakan bahan bakar untuk mesin berat dan alat berat.

8 Fraksi Minyak Bumi Serta Kegunaannya

Keenam ada pelumas yang baru terbentuk ketika titik didih telah mencapai lebih dari 350oC. pelumas atau minyak pelumas ini memiliki fungsi untuk mesin yang digunakan sebagai pencegah keausan. Produk pelumas ini adalah oli dan gemuk. Ketujuh adalah paraffin atau lilin. Fraksi ini adalah fraksi yang mengendap di tanuh tinggi bagian bawah. Hidrokarbon fraksi ini memiliki panjang lebih dari C20. Paraffin digunakan untuk membuat lilin, teknologi pengawet dan korek api. Dan yang terakhir ada residu yang terbentuk dari proses tanur tinggi. Residu ini sering kali dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Contoh dari residu adalah aspal atau bisa juga bahan baku untuk membuat jalan raya, bahan bakar mesin pembangkit uap dan bahan untuk pelapis anti bocor. Itulah tadi 8 fraksi minyak bumi serta kegunaannya.

Artikel Lainnya :

Dampak Negatif Minyak Bumi Terhadap Lingkungan

Dampak Negatif Minyak Bumi Terhadap Lingkungan – Banyak jenis dampak yang akan terjadi akibat minyak bumi salah satunya adalah pencemaran udara. Terutama di kota besar yang menyebabkan kualitas udara mengganggu kenyamanan dan akan menimbulkan dampak penyakit. Dampak negatif minyak bumi terhadap lingkungan yang tidak terkendali dan tidak efisien penempatannya inilah yang nantinya akan memberikan kerugian besar di dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini beberapa dampak negatif minyak bumi terhadap lingkungan dalam kehidupan, antara lain:

  • Dampak iklim dan udara

Semog yang merupakan salah satu jenis pencemaran yang disebabkan karena tingginya kadar gas olahan minyak bumi yang dilepaskan secara bebas, baik dari kendaraan bermotor maupun aktifitas industri. Hal ini akan menyebabkan batuk dan menghalangi jangkauan mata dalam memandang.

  • Dampak perairan

Jika minyak bumi yang ada cara penampungannya salah maka minyak tanah akan berdampak tumpah ke sungai, air tanah dan laut yang dapat mencemarkan perairan. Hal ini pada umumnya terjadi karena kesalahan manusianya.

  • Dampak tanah

Akan menimbulkan berbagai macam masalah karena pertambangan terbuka yang sangat memerlukan lahan yang luas. Jika setiap tanah yang ada digunakan untuk olahan minyak bumi maka tidak akan bisa lagi digunakan untuk lahan hutan atau pertanian.

  • Dampak asap kendaraan bermotor

Gas yang ditimbulkan kendaraan bermotor yang terbuat dari olahan minyak bumi ini memiliki dampak negatif yang sangat tinggi. Karbon dioksida dikatagorikan sebagai gas rumah kaca yang nantinya akan meningkatkan kadar atau suhu pada permukaan bumi semakin memburuk. Ada juga karbon monoksida pada kendaraan dari minyak bumi yang memiliki sifat racun. Hal ini akan menyebabkan sakit pada saluran pernapasan, sakit mata dan paru-paru. Apabila karbon monoksida masuk di saluran pernapasan maka akan bereaksi di bagian hemoglobin yang dibawa darah sehingga membentuk karbon yang sangat membahayakan.

Dampak Negatif Minyak Bumi Terhadap Lingkungan

Selain itu ada oksida belerang yang apabila terhisap akan direaksikan dengan air di saluran pernapasan dan akan membentuk asam sulfat yang dapat menghancurkan jaringan dan menyakitkan. Oksidasi pada belerang ini juga dapat larut pada air hujan sehingga nanti akan mengakibatkan jenis hujan asam yang membahayakan. Sedangkan oksida nitrogen pada kendaraan bermotor akan mencemari lingkungan dan menimbulkan asap yang merugikan. Sehingga daya pandang mata berkurang, iritasi di bagian mata, saluran pernapasan dan jenis tanaman di sekitar akan layu.

Itulah beberapa dampak negatif minyak bumi terhadap lingkungan yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki dampak positif yang menguntungkan, minyak bumi juga memiliki dampak negatif yang merugikan. Semuanya bisa diatur apabila dalam proses pengelolahannya dilaksanakan dengan benar dan selalu memperhatikan kesehatan lingkungan sekitar. Tidak hanya mencari keuntungan sendiri dan merugikan orang lain. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.

Artikel Lainnya :

10 Manfaat Minyak Bumi Bagi Manusia

10 Manfaat Minyak Bumi Bagi Manusia – Minyak bumi merupakan salah satu sumber daya tidak dapat diperbaharui dan mineral yang penting untuk kehidupan manusia. Tidak bisa dibayangkan apabila kehidupan tanpa adanya minyak bumi. Minyak bumi merupakan komponen lengkap bahan bakar. Minyak bumi mempunyai peran penting seperti 10 manfaat minyak bumi bagi manusia. Minyak bumi dapat mempengaruhi tingkat ekonomi suatu bangsa secara langsung. Berikut ini 10 manfaat minyak bumi bagi manusia diantaranya adalah:

  1. Bahan bakar

Minyak bumi yang sudah diolah bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin atau kendaraan. Tidak dibayangkan apabila tidak adanya minyak bumi.

  1. Sumber gas cair

Gas yang sering digunakan yaitu LPG merupakan hasil olahan dari minyak bumi. Jenis gas cair ini merupakan produk tinggi dibandingkan dengan bahan bakar lainnya.

  1. Industri kimia

Senyawa yang dihasilkan dari minyak bumi juga berguna untuk berbagai macam produk kimia. Seperti cat dan produk plastik.

  1. Bahan serat

Komponen dari olahan minyak bumi juga berguna sebagai bahan serat. Seperti nilon, rayon dan bahan tekstil. Saat ini belum bisa ditemukan sumber bahan serat yang lain selain dari minyak bumi.

  1. Produk dapur

Produk dapur yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kulkas, magic com dan kursi juga berasal dari olahan minyak bumi yang berupa besi dan almunium.

  1. Bahan mobil

Dari beberapa bagian mobil yang terbentuk itu terbuat dari minyak mentah yang sudah diolah. Serat dari olahan minyak bumi ini dijadikan lapisan blok di produk mobil dan jenis cairan untuk mobil seperiti minyak pelumas, rem dan bahan bakar.

  1. Sumber olahan pupuk

Senyawa sintesis dari olahan pupuk ini berasal dari olahan minyak bumi. Selain itu, olahan minyak mentah ini juga memberikan hasil tenaga yang dapat menggerakkan suatu mesin produksi.

10 Manfaat Minyak Bumi Bagi Manusia

  1. Pembangkit listrik

Untuk membangkitkan listrik butuh adanya minyak bumi supaya nanti tenaga berupa uap. Dengan uap inilah dapat menggerakkan tubrin pada pembangkit pada kumparan magnet sehingga bisa menghasilkan listrik.

  1. Bahan obat

Senyawa dari minyak bumi ini bisa dijadikan salah satu bahan untuk obat-obatan yang memiliki kandungan aspirin. Selain itu, komponen hidrokarbonat dari minyak bumi juga sangat efektif untuk bahan obat.

  1. Listrik tenaga surya

Untuk membangkitkan litsrik tenaga surya masih sangat membutuhkan minyak bumi namun bukan utamanya. Minyak bumi dalam hal ini berbentuk bahan resin.

Itulah 10 manfaat minyak bumi bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Minyak bumi yang merupakan sumber daya alam tidak dapat diperbaharui yang perlu untuk dimanfaatkan dengan baik dan jangan dibuang sia-sia walaupun itu sudah berupa sampah karena masih bisa diolah kembali sebagai sumber tenaga yang lain. Semoga bisa dijadikan bahan referensi yang baik dan bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Karakteristik Demografi Negara Maju

Karakteristik Demografi Negara Maju – Demografi adalah istilah lain dari penduduk. Membahas demografi berarti membahas kondisi penduduk dari aspek jenis kelamin, umur, kondisi ekonomi, sosial, dll. Karakteristik demografi Negara maju sangat jauh berbeda dengan demografi Negara berkembang, tergantung pada tingkat kemajuan kebudayaannya. Apabila sebuah Negara memiliki kebudayaan yang maju, maka karakteristik demografinya akan lebih baik dari pada Negara yang kebudayaannya rendah. Lebih mencolok lagi apabila dibandingkan dari aspek ekonominya, GDP dan GNP nya akan lebih tinggi Negara maju dari pada Negara yang sedang berkembang. Perbedaan ini sangat wajar dan akan menjadi hubungan yang harmonis apabila terjadi interaksi dan kerjasama yang baik diantara keduanya. Seperti Negara Indonesia dengan Negara maju seperti jepang atau amerika serikat. Perpaduan antara ketiga Negara tersebut pada akhirnya melahirkan sebuah peluang usaha yang saling menguntungkan. Bagi Negara berkembang, ketersediaan lapangan kerja menjadi peluang yang besar untuk menaikkan taraf hidup, sedangkan bagi Negara maju sangat diuntungkan karena memiliki pangsa pasar yang baru.

Perbedaan Karakteristik demografi Negara maju dan Negara berkembang sesungguhnya diawali dari budaya yang berkembang di dalam masyarakatnya. Biasanya budaya Negara maju didominasi oleh budaya disiplin kerja, keterbukaan, dan budaya persaingan yang tinggi. Dengan budaya disiplin yang tinggi, masyarakat terdorong untuk bekerja secara tepat waktu dan tepat target. Secara otomatis penghasilan dan taraf hidup akan mengikutinya. Sedangkan budaya keterbukaan dan budaya persaingan yang tinggi dapat mendorong masyarakat untuk terus menciptakan kreatifitas yang pada akhirnya melahirkan sebuah tatanan yang semakin modern. Seperti jepang yang selalu inovatif dalam menciptakan produk otomotif, dalam satu tahun mampu mencipakan ribuan kendaraan bermotor dengan berbagai jenis produk, dari yang manual sampai dengan motor matic.

Belum lagi alat alat elektronik, yang usul punys usul, peralatan tersebut berawal dari sebuah prakarya siswa setingkat SD. Berbeda dengan kebudayaan di Negara berkembang, budayanya kurang terlalu statis, kurang berani menerima tantang karena takut akan resiko. Ditambah dengan budaya kerja yang kurang disiplin, membuat para masyarakat kurang serius dalam mendalami pekerjaannya. Prinsip yang penting dapat bertahan hidup menjadi pegangan utama bagi setiap masyarakat, sehingga inovasi pun tidak perlu diperhatikan. Hal ini terlihat dari hasil produksi Negara berkembang yang dari dulu hingga sekarang tidak banyak mengalami perubahan. Kekurangan itu ditutup dengan sebuah alasan “melestarikan budaya leluhur”, sehingga tidak berani melakukan inovasi.

Karakteristik Demografi Negara Maju

Dari sekian banyak perbedaan tersebut akhirnya dapat disimpulkan beberapa perbedaan antara karakteristik demografi Negara maju dan Negara berkembang sangat terlihat dalam:

  1. Budaya, yaitu budaya disiplin kerja, budaya keterbukaan dan budaya persaingan
  2. Sosial ekonomi, yakni tentang taraf hidup dan standar kesejahteraan keluarga
  3. Tingkat pendidikan, penduduk Negara maju sangat membutuhkan pendidikan tinggi untuk terus berinovasi,

Demikianlah artikel ini.

Artikel Lainnya :

Pengertian Suhu Udara Lengkap

Pengertian Suhu Udara Lengkap – Jika anda memperhatikan ponsel android atau smartphone anda maka anda akan melihat informasi suhu tempat anda sekarang berada. Atau anda juga bisa melihat informasi suhu dalam siaran perkiraan cuaca yang biasanya disiarkan di tv. Terkadang definisi antara suhu udara dengan cuaca dianggap sama, padahal sebenarnya pengertian suhu udara adalah keadaan panas udara sedangkan cuaca adalah keadaan panas udara yang ada dalam wilayah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Jadi dapat disebutkan bahwa suhu udara menentukan cuaca.

Suhu udara di hitung dengan beberapa satuan yaitu celcius, fahrenheit dan reamur. Dari ketiga jenis satuan suhu udara, satuan yang paling sering digunakan adalah celcius. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer. Semakin tinggi suhu udara dalam suatu wilayah maka akan semakin panas, sebaliknya jika suhu udara semakin rendah maka akan semakin dingin seperti di kutub utara atau di kutub selatan. Selain pengertian suhu udara lengkap berikut akan dijelaskan mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi suhu yaitu:

  1. Sudut datangnya sinar matahari

Semakin besar sudut sinar datang matahari maka semakin banyak sinar yang disampaikan ke bumi, sedangkan semakin kecilnya sudut datang sina matahari maka cahaya yang di sinari ke bumi lebih sedikit. Oleh karena itulah mengapa kita merasakan panas pada siang hari dan merasa sedikit sejuk saat pagi dan sore hari.

  1. Kondisi tempat

Semakin tinggi suatu tempat maka kondisi temperaturnya akan semakin trendah dan begitupun sebaliknya, semakin rendah suatu tempat maka kondisi temperaturnya akan semakin tinggi. Itulah mengapa dataran tinggi seperti puncak atau di daerah pegunungan memiliki suhu yang sangat sejuk atau cenderung dingin, berbeda dengan kondisi di pantai yang tanahnya landai yang panasnya mampu untuk menghitamkan kulit.

  1. Arah Angin

Angin yang berhembus dari dataran tinggi ke dataran rendah akan memberikan efek sejuk, sedangkan angin yang berhembus dari arah pantai ke dataran tinggi akan memberikan efek panas.

Pengertian Suhu Udara Lengkap

  1. Awan

Awan adalah sekumpulan partikel yang tersusun dan dapat menghalangi sinar matahari ke bumi. Semakin mendung suatu awan maka akan semakin sedikit sinar matahari yang bisa sampai ke daratan bumi. Oleh karena itu pada saat mendung atau menjelang hujan kita merasakan dingin.

  1. Intensitas penyinaran

Semakin tinggi letak garis lintang suatu wilayah maka akan intensitas penyinaran akan semakin kecil begitupun sebaliknya. Seperti halnya indonesia yang terletak pada lintang yang rendah sehingga menyebabkan suhu rata – rata harian wilayah indonesia cukup tinggi.

Sekian ulasan mengenai pengertian suhu udara lengkap dengan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Selain pengertian suhu udara, faktor yang berpengaruh juga masih ada informasi mengenai cara mengukur suhu udara dengan menggunakan termometer yang bisa anda pelajari.

Artikel Lainnya :

Proses Pembentukan Minyak Bumi Dan Gas Alam Lengkap

Proses Pembentukan Minyak Bumi Dan Gas Alam Lengkap – Minyak bumi san gas alam merupakan barang yang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup  umat manusia. Minyak bumi dan gas yang kita gunakan sebagai bahan bakar kendaraan, bahan bakar perapian ternyata telah melalui berbagai tahapan. Minyak bumi yang terdapat dialam bukanlah berbentuk sesuai dengan uang bisa kita nikmati sekarang ini, akan tetapi telah melalui proses yang panjang sampai bisa kita nikmati sekarang ini. Terdapat tiga teori yang mengemukakan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam lengkap dengan penjelasannya. Tiga teori proses pembentukan minyak bumi dan gas yaitu:

  1. Teori organik

Teori organik juga disebut dengan teori biogenetik. Menurut teori organik, minyak bumi dan gas berasal dari tubuh hewan dan tumbuhan yang mati jutaan tahun yang lalu dan terpendam didalam endapan  lumpur . Kemudian seiring dengan berjalannya waktu endapan lumpur tersebut mengalir ke arah lautan dan mengendap selama beribu – ribu tahun. Endapan lumpur dari hewan dan tumbuhan yang mati di daratan terus mengalir ke arah lautan dan terakumulasi di dasar lautan. Karena pengaruh waktu dan suhu membuat jasad tumbuhan dan binatang tersebut berubah menjadi bintik – bintik dan gelembung minyak atau gas.

  1. Teori anorganik

Menurut teori ini proses pembentukan minyak bumi dan gas alam lengkap terjadi karena adanya aktivitas bakteri. Unsur oksigen, belerang, nitrogen dari jasad yang terkubur berasal dari aktivitas bakteri yang kemudian berubah menjadi minyak bumi dan gas.

  1. Teori duplex

Teori yang merupakan perpaduan antara teori organik dan teori anorganik menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas berasal dari organisme laut baik tumbuhan maupun hewan. Berdasarkan teori duplex, minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas alam berasal dari materi nabati. Akibat pengaruh waktu dan suhu, endapan lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan tersbut mengandung bintik – bintik minyak dan gas yang kemudian bermigrasi menuju tempat yang mempunyai tekanan rendah dan akhirnya terakumulasi di suatu tempat tertentu. Tempat tersebut adalah tempat yang disebut dengan trap atau tempat yang akan di lakukan pengeboran minyak dan gas bumi.

Proses Pembentukan Minyak Bumi Dan Gas Alam Lengkap

Beberapa ada yang lebih mendukung teori anorganik, namun adapula yang mendukung teori organik dan duplex. Teori yang paling banyak digunakan adalah perpaduan dari kedua teori organik dan anorganik yaitu teori duplex. Minyak bumi dan gas alam disebut dengan barang yang tidak dapat di perbaharui sama seperti mineral dan batu bara. Hal ini dikarenakan proses pembentukan minyak bumi dan gas memerlukan waktu yang sangat lama. Oleh karena itu beberapa pemerintah di negara – negara tertentu membatasi eksploitasi minyak bumi dan gas alam di wilayah negaranya guna menjaga jumlah minyak bumi dan gas alam untuk generasi yang akan datang. Sekian informasi mengenai proses pembentukan minyak bumi dan gas alam lengkap dengan penjelasannya.

Artikel Lainnya :

Pengertian Taman Nasional

Pengertian Taman Nasional – Sebagai penduduk asli Indonesia, Anda pastinya sudah mengetahui apa itu taman nasional bukan? Jika belum, mari kita bahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan taman nasional. Sebelum mengetahui apa saja yang berhubungan dengan taman nasional, ada baiknya jika Anda mengetahui pengertian taman nasional terlebih dahulu. Taman nasional adalah wilayah yang dilindungi oleh pemerintah dari polusi dan tingkat perkembangan manusia yang digunakan sebagai tempat konservasi dan pariwisata. Taman nasional biasa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dan menjaga aset milik negara agar tidak hilang atau punah. Tidak hanya itu, taman nasional juga dapat dimanfaatkan sebagai:

  • Tempat penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan.
  • Tempat meningkatkan kesadaran akan alam.
  • Tempat untuk memanfaat tumbuhan maupun hewan yang ada di taman nasional.
  • Tempat untuk memanfaatkan plasma nutfah.
  • Tempat pemanfaatan tradisional.

Pengertian taman nasional tidak jauh beda dengan pengertian taman hutan raya. Sebagai tempat yang dapat digunakan sebagai tempat penelitian, taman nasional harus memiliki wilayah dan luas tanah yang luas. Ekosistem yang baik sangat mendukung untuk melakukan pengamatan mengenai fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Setidaknya, ekosistem yang ada di taman nasional memiliki ekosistem yang belum terjamah oleh tangan manusia atau mirip dengan aslinya. Taman nasional juga dapat meningkatkan kesadaran manusia akan alam sekitar dengan melakukan aot bond, ekowisata dan praktek lapangan. Pemerintah juga dapat melakukan penelitian akan hewan dan tumbuhan yang terdapat di taman nasional tersebut.

Taman nasional juga dapat digunakan sebagai tempat pemanfaatan secara tradisional. Maksud dari pemanfaatan tradisional ini adalah dengan mengambil hasil alam yang ada di hutan nasional seperti kayu dan tentunya merupakan jenis tumbuhan yang tidak dilindungi. Biasanya, jenis kayu yang akan diambil sudah disetujui dan diberikan ijin oleh pemerintah setempat. Tidak semua jenis pohon yang ada di taman nasional dapat dengan bebas di tebang karena pohon-pohon yang ada di sana merupakan alat untuk melakukan penelitian. Mereka yang akan melakukan penebangan harus melakukan kemitraan dengan pemegang ijin dan masyarakat sekitar.

Pengertian Taman Nasional
Di Indonesia sendiri ada banyak taman nasional yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia. Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Irian Jaya, Sulawesi, Jawa, Sumatera dan Kalimantan merupakan pulau-pulau di Indonesia yang memiliki banyak hutan nasional. Taman nasional ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai tempat untuk melindungi hewan dan tumbuhan yang dijaga kelestariannya. Tempat ini sangat sesuai untuk melakukan penelitian terhadap hewan dan tumbuhan yang akan diketahui asal-usulnya. Anda dapat turut serta dalam menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan dengan berperan serta ikut menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan. Dengan mengetahui pengertian taman nasional, diharapkan Anda dapat berperan serta menjaga keutuhan hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia.

Artikel Lainnya :