Apa itu Reaksi Eksotermik dan Contohnya

Reaksi eksotermik adalah reaksi kimia yang melepaskan energi dalam bentuk panas atau cahaya . Kata eksotermis berasal dari kata Yunani exo yang berarti ‘keluar’, dan termos , yang diterjemahkan sebagai ‘panas’.

Ini terjadi karena energi yang mengandung molekul-molekul reaktan lebih besar daripada energi yang mengandung molekul-molekul produk, dan bagian dari energi kimia ini dilepaskan dengan cara lain, seperti dalam cahaya dan panas.

Misalnya, kalium permanganat (zat padat yang mengandung oksigen) dan gliserin (cairan organik yang mudah terbakar) adalah dua zat yang menghasilkan cahaya dan panas (api) ketika bereaksi.

Contoh lain adalah hasil campuran hidrogen peroksida dan kalium iodida, yang menghasilkan gelembung, panas, dan akhirnya asap, yang merupakan energi yang dilepaskan dari reaksi eksotermik ini.

Di sisi lain, harus disebutkan bahwa reaksi oksidasi sebagian besar adalah reaksi eksotermik. Juga, kebalikan dari reaksi eksotermik adalah reaksi endotermik , yaitu reaksi melalui mana energi diserap.

Contoh reaksi eksotermik

Berikut ini beberapa contoh reaksi eksotermik:

  • Reaksi pembakaran: ketika senyawa organik seperti batu bara dan kayu bereaksi dengan oksigen untuk membentuk karbon dioksida, cahaya dan panas dihasilkan.
  • Reaksi deterjen: deterjen bubuk dengan air menghasilkan panas.
  • Pembentukan amonia: timbul dari reaksi nitrogen dengan hidrogen.
  • Oksidasi glukosa dalam sel: terjadi untuk menghasilkan karbon dioksida dan energi dalam bentuk ATP.
  • Soda kue dan cuka: karbon dioksida dan panas dilepaskan.

Contoh Campuran Heterogen Koloid dan Suspensi

Contoh Campuran Heterogen Koloid dan Suspensi – Larutan merupakan campuran homogen dua zat atau lebih. Ketika larutan ini ditempatkan dalam air, maka sebagian besar zat di dalamnya akan larut dan disebut soluble atau dapat larut. Sementara zat yang tidak larut disebut sebagai insoluble atau tidak dapat larut. Contoh zat yang mudah larut dalam air adalah garam serta gula. Dalam sebuah larutan, zat yang berjumlah lebih besar disebut pelarut sementara zat yang jumlahnya lebih sedikit dinamakan zat terlarut. Zat yang tidak terlarut ini akan mempertahankan keadaannya supaya tidak terdistribusi di dalam pelarut. Umumnya yang digunakan sebagai bahan pelarut adalah zat cair seperti air. Ini karena sebagian besar dari zat padat akan terlarut di dalam air, sementara hampir semua dari zat cair akan dapat menjadi pelarut. Zat terlarut juga bisa berada pada kondisi padat, cair serta gas. Contoh dari larutan logam padat ialah baja, kuningan serta perunggu.

Sebelum mengetahui mengenai contoh campuran heterogen koloid dan suspensi, terlebih dahulu harus kita ketahui apa itu suspensi dan koloid. Apabila kita mencampurkan gula di dalam air maka akan menjadi larutan, sementara apabila kita mencampurkan pasir dalam air, yang akan kita dapatkan adalah campuran atau yang disebut juga sebagai suspensi. Dalam campuran atau suspensi, partikel yang ada di dalamnya memiliki ukuran cukup besar sehingga masih mungkin untuk dipisahkan atau diangkat menggunakan metode mekanik. Misalnya adalah dengan menggunakan ayakan khusus yang akan memisahkan bagian-bagian penyusun dari sebuah campuran. Namun, hal ini tidak akan berlaku untuk larutan karena ukuran partikel penyusunnya yang sangat kecil.

Contoh campuran homogen :

  • Semangkuk kismis dan oatmeal adalah campuran heterogen
  • Lumpur adalah campuran heterogen, terdiri dari daun rumput, tanah, kotoran dan berbagai macam zat lain yang tercampur di dalam air.
  • Pasir juga adalah campuran heterogen yang terdiri dari campuran, kerikil, kerang, logam dan batu serta elemen lainnya.

Guna memisahkan komponen yang ada di dalam larutan, kita harus menggunakan beberapa metode fisika tertentu, salah satunya adalah destilasi. Dari sini dapat kita ketahui bahwa perbedaan antara campuran dan larutan adalah ukuran partikel-partikel penyusun yang ada di dalamnya.

Contoh koloid :

Contoh Campuran Heterogen Koloid dan Suspensi 2

Contoh Campuran Heterogen Koloid dan Suspensi

Contoh suspensi :

  • Campuran antara Kopi dan Air
  • Air yang keruh
  • Sirop Obat Batuk

Sementara yang dimaksud dengan koloid adalah sebuah kondisi pertengahan di antara larutan serta campuran. Penyebaran partikelnya kecil namun tidak sekecil molekul dalam larutan. Ukuran partikel inilah yang membedakan antara koloid dari campuran serta larutan. Koloid merupakan campuran antara dua zat atau bahkan lebih di mana partikel dari zat tersebut memiliki ukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukurannya berkisar antara satu hingga seratus nm. Beberapa contoh campuran heterogen koloid dan suspensi ini adalah tinta, mayonaise, jelly, hairspray dan lain-lain. Koloid sendiri terdiri atas sebuah fase terdispersi serta medium pendispersi. Medium yang dimaksud aialah partikel koloid yang terdistribusi. Sementara fase terdispersi ialah aerosol padat yang merupakan koloid dan zat terdistribusikan di dalam medium gas. Fase terdispersi serta medium pendispersi ini sendiri dapat berupa zat padat, cair maupun gas.

Artikel Lainnya :

Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika

Berikut ini adalah Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika yang wajib kamu ketahui. Barangkali masih banyak yang bertanya-tanya mengenai apa sih perubahan kimia? dan apa juga yang disebut dengan perubahan fisika? dan kemudian apa yang menjadi perbedaan dari kedua hal tersebut. Kadangkala susah untuk membedakanya, karena mungkin kita belum mengetahui atau karena kecele menganggap keduanya sama, padahal keduanya sangat jauh berbeda sekali.

Sebagai contoh untuk perubahan fisika yaitu pada benang yang menjadi kain. Saat benang ditenun maka akan menjadi kain. Di dalam proses perubahan dari benang menjadi kain ini, tidak terjadi perubahan zat dan juga tidak terbentuk zat baru. Yang terjadi hanyalah perubahan bentuk atau fisik, yang semula awalnya benang menjadi kain. atau misalnya contoh perubahan fisika yang lainnya yaitu pada es batu, es batu terbentuk dari air yang di dinginkan. Es batu ini bila dipanaskan akan mencari dan berubah menjadi air lagi, dan kemudian air tersebut bisa berubah menjadi uap, uap tersebut bisa berubah lagi menjadi air dan air tsb bisa jadi es batu lagi. Disini bisa kita lihat bahwa tidak terjadi perubahan zat, namun hanya terjadi perubahan bentuk. Adapun Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika ini mari kita bahas lebih lanjut.

Sekarang ke perubahan kimia, perubahan kimia adalah perubahan yang mengubah susunan zat atau kimia dari benda tersebut. kita ambil contoh yaitu pada kawat tembaga, bila kawat tembaga tersebut berkarat maka telah terjadi perubahan kimia terhadap kawat tembaga tersebut. Saat tembaga tersebut belum berkarat maka dia adalah tembaga, tapi ketika tembaga tersebut berkarat maka telah terjadi perubahan kimia dan juga terbentuk zat kimia yang baru yaitu tembaga oksida. Dan perbedaan dari perubahan kimia dan perubahan fisika ini adalah sebagai berikut :

Perubahan Kimia :

  • Terbentuk zat baru
  • Irreversibel (reaksi yang tidak dapat dibalik)
  • terjadi reaksi kimia yang ditandai dengan pembentukan gas,  perubahan energi dan endapan warna
    Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika

Perubahan Fisika :

  • Tidak terbentuk zat baru
  • Reversibel (reaksi yang bisa kembali ke bentuk semula)
  • Tidak Terjadi reaksi kimia

Dan untuk menambahkan lagi contoh mengenai dua perubahan diatas yaitu sebagai berikut. contoh dari perubahan fisika : tanah liat yang berubah jadi batu bata dan kain yang diubah menjadi baju.

Contoh dari perubahan kimia : Apel yang menjadi busuk dan Nasi yang berubah jadi basi.

Nah itulah tadi pembahasan mengenai perbedaan dari perubahan fisika dan kimia ini, diatas sudah dicantumkan mengenai perbedaan paling mendasar dari perubahan kimia dan fisika serta juga mengenai pengertian dari kedua istilah tersebut. semoga saja tulisan Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika ini bermanfaat bagi kita semua.

Artike Lainnya :

10 Contoh Larutan Koloid dan Suspensi

10 Contoh Larutan Koloid dan Suspensi – Sebelum ke memberikan contoh tentang larutan, koloid dan suspensi. Apakah kalian sudah tahu mengenai persamaan dari larutan koloid dan suspensi? lalu apa perbedaan dari larutan koloid dan suspensi? Mungkin bila kamu belum tahu apa itu larutan, koloid dan suspensi. Kita harus membahas terlebih dulu mengenai pengertiannya, namun sepertinya akan lebih baik jika bahasan mengenai hal tersebut dilakukan lain kali saja dan di artikel yang berbeda. Kali ini kita fokus saja dalam menyajikan contoh dari ketiga hal yang kita singgung diatas.

Lalu apa sajakah yang contoh dari larutan, koloid dan suspensi ini? apakah banyak contohnya di kehidupan kita sehari hari? atau kah jarang? Pada kali ini, akan dijabarkan mengenai contoh ketiga hal tersebut dengan masing masing sebanyak 10 buah, contoh larutan 10 buah, contoh koloid 10 buah dan contoh suspensi 1o buah. Dan bila dirasa kurang, mungkin kami akan menambahkannya lagi di lain waktu dan untuk sekarang cukup saja mungkin dengan 10 buah contoh, lalu apa saja contohnya? silahkan disimak penjelasan 10 Contoh Larutan Koloid dan Suspensi dibawah ini :

Contoh larutan :

  1. Larutan asam cuka
  2. HCl (aq)
  3. Larutan NH4OH
  4. Alkohol 90% 95% 70%
  5. Larutan CH3COONa
  6. Larutan garam
  7. Larutan LiOH
  8. Larutan NaOH
  9. Larutan MgCl
  10. Larutan H3PO4

Contoh koloid :

  1. darah
  2. santan
  3. mentega
  4. air mineral
  5. soda gembira
  6. udara
  7. air ledeng
  8. susu
  9. kecap
  10. sirup

10 Contoh Larutan Koloid dan Suspensi

Contoh Suspensi :

  1. campuran air dan kopi
  2. minyak dan air
  3. kuah
  4. air yang keruh
  5. kaldu
  6. air dan pasir
  7. air dan batu
  8. lumpur yang diendapkan
  9. air dan kerikil
  10. minyak dan kapas

Nah diatas itu adalah contoh dari larutan, koloid dan suspensi. Dan hampir dari semua contoh diatas tersebut sangat gampang sekali untuk ditemukan, karena banyak sekali di sekitar kita. Seperti kopi yang sudah diseduh, susu atau juga dengan lumpur yang tercipta apabila setelah adanya hujan. bahkan darah pun termasuk kedalam koloid, baik itu darah kita sendiri maupun darah binatang.

Kadang kala kita tidak menyadari, dan bahkan sampai tidak tahu contoh contoh dari larutan, koloid dan suspensi yang ada di sekitar kita. Semoga dengan setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu mengenai contoh larutan, contoh koloid ataupun contoh suspensi, sehingga bila guru memberikan tugas di sekolah, kamu tidak bingung lagi dalam menjawab pertanyaan dari guru. Penjabaran 10 Contoh Larutan Koloid dan Suspensi semoga bisa bermanfaat dan tentunya juga membawa pemahaman baru dan memberikan wawasan bagi kita semua. Jangan lewatkan artikel lainnya di blog ini, kamu bisa mencari artikel menarik lainnya dengan menggunakan kolom pencarian yang ada di pojok kanan atas blog ini.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • contoh laruta suspensi dan koloid
  • contoh koloid
  • larutan air susu
  • kenapa nasi termasuk koloid
  • jelaskan perbedaan koloid suspensi dan larutan berikan contohnya
  • contoh sistem koloid
  • sebutkan contoh suspensi koloid dan larutan
  • contoh koloid disekitar kita
  • contoh koloid di lingkungan kita
  • contoh contoh larutan koloid dan suspensi

30 Contoh Perubahan Kimia dan Fisika

30 Contoh Perubahan Kimia dan Fisika – Tentunya di sekolah bagi yang jurusan ipa pastilah belajar tentang fisika dan kimia dan biasanya di kedua mata pelajaran tersebut ada materi tentang perubahan fisika atau kimia. Setelah diterangkan oleh guru, biasanya guru akan memberikan tugas untuk mencari contoh lain dari perubahan fisika dan kimia yang disebutkan oleh guru. Sudah tahukah apa saja? Mari kita bahas secara lebih lanjut dan terperinci mengenai materi ini.

Kadang kita merasa sulit saat mencari contoh perubahan dari kimia dan fisika, padahal sebenarnya banyak sekali contoh dari perubahan itu yang ada di lingkungan sekitar kita, bahkan mungkin setiap hari kita selalu bersinggungan dengan perubahan kimia atau fisika ini. Mungkin juga kita tak menyadarinya, karena kita tak mengetahuinya atau bahkan acuh tak peduli. Sehingga tidak sadar, dan baru sadar saat ada tugas yang mengharuskan kita mencari mengenai apa saja sih contoh dari perubahan kimia dan contoh perubahan fisika ini. Nah bagi kalian yang sedang mencari, mengenai contoh perubahan ini maka telah tepat dengan datang kemari, karena saya telah menyiapkan masing masing 15 contoh dari perubahan fisika dan perubahan kimia, sehingga saya memberi judul 30 Contoh Perubahan Kimia dan Fisika.

Baiklah mari kita mulai saja pembahasan mengenai contoh contohnya seperti apa saja.

Contoh perubahan kimia :

  1. kayu yang dibakar
  2. petasan yang di bakar
  3. apel yang membusuk
  4. gula yang di larutkan ke dalam air
  5. kertas yang di bakar menjadi abu
  6. susu yang menjadi masam rasanya
  7. daun yang menguning dan berubah menjadi berwarna kecoklatan
  8. kedelai yang dijadikan tahu atau tempe
  9. proses fotosintetis
  10. daun yang diproses jadi pupuk kompos
  11. nasi menjadi basi
  12. singkong difermentasi jadi tape
  13. kertas dibakar jadi abu
  14. besi yang menjadi berkarat dikarenakan terkena air
  15. pembakaran bensin pada motor/mobil

30 Contoh Perubahan Kimia dan Fisika

Contoh perubahan fisika :

  1. es batu jadi air
  2. lilin yang meleleh ketika dipanaskan
  3. air jadi uap ketika dipanaskan
  4. benang yang diubah jadi kain
  5. es krim yang mencair
  6. kayu dibuat jadi meja
  7. aluminium dibuat jadi peralatan makan (garpu atau sendok)
  8. batu ditumbuk jadi kerikil
  9. beras digiling jadi tepung
  10. tanah liat yang diubah jadi genting atau batu bata
  11. pohon dipotong jadi balok kayu
  12. biji kopi digiling jadi serbuk kopi
  13. gula dilarutkan jadi air gula
  14. kapur barus menyublim
  15. raksa menguap

Itulah diatas adalah 15 contoh dari masing masing perubahan kimia dan perubahan fisika, benarkan? bahwa banyak sekali contoh diatas adalah hal hal yang sebenarnya sering terjadi di lingkungan sekitar kita. Demikian lah penjabaran mengenai contoh perubahan fisika dan kimia ini, semoga artikel tentang 30 Contoh Perubahan Kimia dan Fisika ini bermanfaat dalam mengerjakan tugas dari ibu dan bapak guru di sekolah.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • contoh perubahan fisika dan kimia
  • contoh perubahan fisika
  • perbedaan perubahan fisika dan kimia
  • perubahan fisika dan kimia
  • Sebutkan 5 contoh perubahan fisika!

Contoh Kapilaritas Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Kapilaritas Dalam Kehidupan Sehari-Hari, Jika membahas tentang kapilaritas, pernahkan memikirkan tentang proses menyalakan kompor ketika melaksanakan proses memasak. Kompor bisa nyala ketika minyak tanah naik dan bergerak lewat sumbu yang terbuat dari bahan kain dengan pori-pori yang kecil. Hal ini merupakan salah satu contoh kapilaritas dalam kehidupan sehari hari yang bisa dijadikan pelajaran bahwa kapilaritas memiliki manfaat dan fungsi yang membuat pelaksanaan aktifitas berjalan dengan baik. Kapilaritas merupakan salah satu peristiwa naiknya jenis zat cair melalui pembuluh yang berupa celah kecil atau pori-pori kecil dan lembut. Jika air sudah masuk dalam pembuluh atau celah kecil atau pori-pori lembut ini maka akan jauh lebih tinggi untuk proses peresapannya. Hal ini diakibatkan oleh adhesi yaitu jenis peristiwa partikel air dan partikel gas jauh lebih besar dibandingkan kohesi atau partikel air itu sendiri. Namun berbeda dengan raksa yang masuk pada pori-pori lembut maka akan lebih rendah karena kohesi yang ada pada partikel raksa juah lebih besar dibandingkan adhesi dari partikel raksa dan gelas.

Berikut ini ada beberapa contoh kapilaritas dalam kehidupan sehari hari antara lain:

  • Naiknya minyak pada sumbu kompor sehingga membuat kompor menyala. Proses naiknya ini dinamakan dengan peristiwa kapilaritas. Untuk prosesnya sendiri minyak tanah masuk melalui sumbu yang memiliki pori-pori lembut dengan perbandingan andhesi jauh besar dibandingkan kohesi.

 

  • Naiknya minyak tanah pada sumbu lampu dari api atau tempel sehingga lampu bisa menyala. Ini juaga peristiwa kapilaritas dengan proses yang sama persis namun bahan yang digunakannya saja berbeda.

 

  • Naiknya air di musim hujan sehingga dinding rumah basah. Hal ini bisa dikatagorikan kapilaritas namun untuk peroses penyerapannya membutuhkan waktu yang agak lama dengan perbandingan adhesi lebih besar dibanding kohesi.

Contoh Kapilaritas Dalam Kehidupan Sehari-Hari

  • Naiknya air tanah pada akar melalui pembuluh tumbuhan. Peristiwa kapilaritas ini sasarannya adalah pembuluh tumbuhan yang menghantar air tanah sehingga memberikan kehidupan pada tumbuhan tersebut.

 

  • Air yang menggenang bisa diserap dengan kain spons atau kain pel. Hal ini juga kapilaritas yang menggunakan bahan kain untuk proses penyerapan air sehingga air di ruangan atau lantai cepat kering.

Itulah ulasan singkat mengenai kapilaritas dan contoh kapilaritas dalam kehidupan sehari hari yang bisa dijadikan suatu pelajaran yang berharga bagi seluruh masyarakat bahwa kapilaritas dalam kehidupan memiliki peran penting untuk memenuhi setiap aktifitas dan memecahkan masalah yang terjadi berkaitan dengan peristiwa kapilaritas itu sendiri. Kapilaritas ini bisa dimanfaatkan untuk melancarkan setiap kegiatan dengan menggunakan sasaran bahan yang cocok dan benar. Sehingga nanti ketika melaksanakannya peristiwa kapilaritas bisa terwujud dengan baik dan benar. Semoga ini bermanfaat sebagai informasi terbaik.

Artikel Lainnya :

Pengertian Massa Dalam Kimia

Pengertian Massa Dalam Kimia – Kimia adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji tentang perubahan senyawa pada suatu benda. Ternyata, kimia juga mempelajari massa benda namun lebih identik pada senyawanya. Pengertian massa dalam kimia berbeda dengan pengertian massa dalam ilmu lain. Karena terhitung cukup rumit, maka pembelajaran kimia biasanya diberikan ketika SMP. Dimana ilmu pengetahuan alam atau sains sudah dipecah menjadi 3 mata pejalaran berbeda yaitu fisika, kimia, dan biologi. Meskipun begitu, setelah kurikulum baru diterapkan dan ilmu pengetahuan alam berganti naman menjadi sains, ada beberapa sekolah dasar yang sudah menyinggung sedikit mengenai pelajaran kimia, meskipun hanya dasarnya saja. Berikut ini akan dijelaskan secara sederhaa mengertai pengertian massa dalam cabang ilmu kimia. Sehingga, anda akan mudah membedakan antara kajian massa dalam ilmu lainnya.

Pada hakekatnya, massa adalah zat yang terkandung dalam suatu benda dimana keadaannya tidak terpengaruhi dengan gravitasi sekitar. Pengertian ini harus digaris bawahi karena banyak orang rancu antara pengertian massa dan berat, baik itu dalam ilmu kimia maupun fisika. Berat benda dipengaruhi oleh gravitasi, sedangkan massa tidak. Nah, pengertian massa dalam kimia ini cenderung lebih mengkaji pada perubahan senyawa komposisi zat suatu benda. Dimana dalam fisika, kajian massa lebih kepada perubahan benda tanpa membentuk zat atau senyawa baru. Fisika hanya meninjau percepatan, kecepatan, gaya gravitasi, berat, atau perubahan jarak. Dari sini, bisa diperkirakan bahwa bidang pembelajaran mengenai massa berbeda antara kimia dan fisika.

Perubahan pada senyawa sebenarnya tidak terlalu rumit, apalagi yang berkaitan dengan massa. Contoh sederhananya adalah perubahan bensin menjadi bahan bakar kendaraan bermotor. Bensin yang termasuk salah satu senyawa air, berubah menjadi gas setelah melalu proses pembakaran. Memang bila dilihat sekilas tidak ada hubungannya dengan pengertian massa dalam kimia. Tapi, massa tersebut sebenarnya ada pada bensin yang merupakan senyawa air dan berubah menjadi gas. Bila diteliti lebih lanjut, massa kedua senyawa ini tetap sama, hanya saja mengalami perubahan bantuk. Contoh lain adalah proses fotosintesis. Proses ini melibatkan perubahan sinar matahari, air, dan karbondioksida menjadi makanan untuk tumbuhan dan oksigen untuk kelangsungan hidup makhluk hidup.

Pengertian Massa Dalam Kimia

Sudahkah anda jelas dengan kajian massa pada ilmu kimia? Memang bila dilihat-lihat, massa lebih sering dibahas pada ilmu fisika, tapi sebenarnya keberadaan massa masih ada dalam hitungan ilmu kimia. Namun begitu, meskiun terapan belajar objek massa berbeda, namun pengertian massa yang dipakai tetaplah sama. Hampir setiap cabang ilmu pengetahuan alam menggunakan teori Newton mengenai pengertian dan penerapan massa. Karena tidak terdapan perbedaan pada pengertian massa dalam kimia dengan cabang ilmu pengetahuan lain, maka besar kemungkinan anda akan terbolak-balik. Selamat belajar lebih dalam!

Artikel Lainnya :

Tentang Alkana Alkena Alkuna

Tentang Alkana Alkena Alkuna – Bagi anda yang sudah pernah belakar atau sedang belajar kimia, tentu anda tidak akan asing lagi dengan istilah alkana alkena alkuna. Ketiganya merupakan hidrokarbon dasar yang digunakan untuk mengelompokkan suatu hidrokarbon sesuai dengan rantai C yang digunakan dalam suatu senyawa hidrokarbon. Pada pembahasan kali ini, akan dibahas mengenai informasi umum tentang alkana, alkena, dan juga alkuna. Pembahasan ini terkait pengertian dan sifat-sifat umum dari setiap rantai hidrokarbon.

Kita mulai pembahasan yang pertama dengan alkana. Alkana merupakan rantai hidrokarbon yang memiliki atau tersusu dari rantai C tunggal atau disebut juga ikatan kovalen tunggal. Sehingga jika digambarkan dalam suatu struktur molekul, kita akan melihat suatu rantai dengan satu ikatan atau yang sering disebut dengan ikatan tunggal. Alkana sering disebut dengan hidrokarbob jenuh karena rantai tunggalnya ini. Sifat-sifat alkana secara umum yangpertama adalah sukar atau sulit bereaksi. Sifat yang kedua adalah mudah larut di dalam suatu pelarut non polar. Sifat yang ketiga adalah membentuk rantai tunggal C. Sifat yang keempat adalah fakta bahwa semakin panjang rantai atom C atau semakin banyaknya unsur C dalam suatu senyawa, maka titik didih makin tinggi. Namun jika rantainya tidak lurus atau memiliki cabang, maka titik didihnya menjadi lebih rendah.

Pembasahan yang kedua adalah tentang alkena. Alkena merupakan suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap. Ikatan rangkap ini bentuknya seperti (=) jika digambarkan di dalam suatu senyawa alkena. Ada beberapa sifat alkena yang perlu untuk diperhatikan. Sifat yang pertama adalah alkena merupakan senyawa yang tidak jenuh. Alkena dikatakan sebagai senyawa tak jenuh karena alkena memiliki ikatan rangkap. Sifat yang kedua adalah dapat larut dalam pelarut non polar seperti alkana, namun alkena lebih reaktif. Secara fisik, alkena merupkan suatu gas yang tidak berwarna yang memiliki bau khas, bisa dibakar, dan memiliki tingkat eksplosif di udara jika konsentrasinya berada pada kisaran 3%-34%.

Tentang Alkana Alkena Alkuna

Pembahasan yang terakhir adalah mengenai Alkuna. Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap tiga. Ikatan rangkap tiga ini seperi lambing sama dengan namun ditambah satu strip lagi. Ada beberapa sifat alkuna yang cukup mirip dengan alkena. Yang pertama adalah alkuna juga mampu larut di dalam pelarut non polar. Namun alkuna ini lebih reaktif ibandingkan dengan alkena. Kemudian yang agak berbeda adalah wujud alkena yang berupa gas pada suhu kamar. Namun secara umum, ketiganya sebenarnya cukup mirip terutama alkena dan alkuna. Itu tadi merupakan penjelasan singkat terkait pengertian dan juga sifat-sifatnya baik sifat kimia maupun sifat fisiknya. Ketiga hidrokarbon alkana alkena alkuna ini wajib untuk dipahami jika ada ingin lebih mendalami kimia sebab ketiganya adalah dasar dari hidrokarbon.

Artikel Lainnya :

Pengertian Orbital Dalam Kimia

Pengertian Orbital Dalam Kimia – Orbital merupakan suatu kata yang tidak asing lagi dalam ilmu kimia. Pengertian orbital dalam kimia sendiri memiliki pengertian spesifik sesuai fungsinya dalam hal ini orbital atom. Secara umum, dalam ilmu kimia, orbital atom merupakan ruang ditemukannya electron di dalam atom. Ruang ini sifatnya spesifik, artinya tidak semua ruang atau space di dalam atom ini akan terisi oleh electron. Sehingga bisa dikatakan bahwa orbital ini seperti wilayah khusus kekuasaan electron. Untuk lebih memahami tentang orbital atom, kita perlu tahu mengenai bilangan kuatum. Bilangan kuantum sendiri memiliki empat buah bilangan. Bilangan-bilangan inilah yang akan menunjukkan pada kita orbit dari electron yang mengelilingi inti atom.

Bilangan kuantum yang pertama adalah bilangan kuantum utama yang dituliskan dengan simbol n. Bilangan kuantum utama ini digunakan untuk menunjukkan tingkat energy utama dari lokasi electron tersebut atau energy utama pada sebuah orbital electron. N sendiri disini mewakili jumlah kulit dari orbital electron. Jumlah n berkisar dari angka 1-7. Bilangan kuantum yang selanjutnya diberi nama bilangan azimuth yang memiliki symbol i. Bilangan ini sering disebut juga dengan bilangan sub kulit atau sub lintasan dari orbital atom dimana suatu atom bergerak pada kulit tertentu. Untuk angka dari bilangan azimuth ini nilainya dimulai dari 0 dan memiliki rumus i=(n-1). Jadi, untuk orbital atom yang memiliki 2 kulit atau n=2, nilai bilangan azimuth atau i=2-1=1. Mudah bukan?

Bilangan kuantum selanjutnya disebut dengan bilangan kuantum magnetic yang disimbolkan dengan huruf m. bilangan kuantum magnetic ini berfungsi untuk menunjukkan orientasi suatu orbit electron terhadap medan magnet. Nantinya aka nada m positif, m negative, dan juga m o untuk orbital atom dengan nomor atom tertentu. Penentuan bilangan kuantum magnetic menggunakan kotak berjumlah ganjil(1,3,5,dst) dengan mengisi bagian tengah dengan angka 0. Pada kotak sebelah kanan 0 diisi dengan angka positif seperti +1,+2, dst, sedangkan pada kotak sebelah kiri 0 diisi dengan angka positif seperti -1,-2, dst.

Selanjutnya untuk mengisi tiap electron dimulai dari yang postif kemudian yang negative. Electron terakhir lah yang menunjukkan kecenderungan orbital tersebut pada medan magnet.

Pengertian Orbital Dalam Kimia

Bilangan kuantum yang terakhir disebut dengan bilangan kuantum spin yang dilambangkan dengan huruf s. bilangan kuantum spin ini menunjukkan kepada kita arah putaran dari electron terhadap sumbu. Arah spin sendiri disimbolkan dengan angka setengah atau ½ dengan dua symbol positif dan negative. Sehingga kita mendapatkan +1/2 dan -1/2. Pengisiannya dimulai dari spin +1/2 atau kotak positif seperti pada kuantum magnetic baru kemudian yang negative. Electron terakhir lah yang menunjukkan spin tersebut positif atau negative. Itu tadi penjelasan singkat mengenai Pengertian orbital dalam kimia dan bilangan kuantum yang berkaitan dengan orbital atom.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • apa itu orbital
  • apa yang dimaksud dengan orbital
  • apakah yang dimaksud dengan orbital

Soal Jawaban Ulangan Kimia Kelas XI Semester 2 UKK

Pilihan ganda
1.    Larutan Mg(OH)2 0,01 M mempunyai konsentrasi OH- sebesar ….
a.    0,001 M
b.    0,01 M
c.    0,1 M
d.    0,02 M
e.    0,05 M

2.    Larutan NH3 0,1 M (Kb = 10-5 mempunyai [OH] sebesar ….
a.    10-1
b.    10-2
c.    10-3
d.    10-4
e.    10-5

3.    Pasangan asam-basa konjugasi dari reaksi:
CH3COOH + HNO2⇌ CH3COOH2+ + NO2- adalah ….
a.    CH3COOH2+ dan HNO2
b.    CH3COOH2+ dan NO2
c.    CH3COOH2+ dan CH3COOH
d.    CH3COOH dan HNO2
e.    CH3COOH dan NO2

4.    Larutan NH3 dengan pH = 11 + log 2 (Kb = 10-5) mempunyai konsentrasi sebesar ….
a.    4 x 10-1 M
b.    4 x 10-2 M
c.    2 x 10-2 M
d.    2 x 10-1 M
e.    5 x 10-2 M

5.    Bila larutan HCl 0,2 M dapat dinetralkan oleh 20 mL larutan NaOH 0,1 M, maka banyaknya larutan HCl yang diperlukan adalah ….
a.    5 mL
b.    10 mL
c.    20 mL
d.    30 mL
e.    40 mL

6.    Di bawah ini yang merupakan larutan kurang dari 7 adalah ….
a.    Na2S
b.    Mg(OH)2
c.    NH4Cl
d.    NaOH
e.    CH3COONa

7.    Definisi asam menurut Bronsted-Lowry adalah ….
a.    Donor proton
b.    Akseptor proton
c.    Melepaskan ion H+ dalam air
d.    Akseptor pasangan elektron bebas
e.    Donor pasangan elektron bebas
8.    Berikut tabel harga Ka asam lemah

No Asam Ka
1 HP 1,2 x 10-5
2 HQ 2,3 x 10-8
3 HR 4,6 x 10-6
4 HS 6,8 x 10-5

Urutan kekuatan asam berdasarkan tabel tersebut adalah ….
a.    HP > HS > HR > HQ
b.    HP > HQ > HR > HS
c.    HQ > HS > HR > HP
d.    HS > HQ > HR > HP
e.    HP > HR > HQ > HR

9.    Menurut Bronsted-Lowry ion atau molekul yang bersifat amfoter adalah nomor ….
1)    H2O
2)    NH4+
3)    HCO3-
4)    PO4-3
a.    1, 2, 3
b.    1 dan 3
c.    2 dan 4
d.    4
e.    Semua benar

10.    Perhatikan tabel berikut!

No Zat pH
1 Cairan lambung 2
2 Urine 6
3 Darah 7
4 Sari anggur 4
5 Susu sapi 8
6 Isi susu 7

Urutan keasaman zat tersebut adalah ….
a.    6,5,4,3,2,1
b.    2,4,6,1,3,5
c.    1,2,3,4,5,6
d.    5,3,6,2,4,1
e.    4,1,5,6,2,3

11.    Hasil uji larutan dengan beberapa indikator adalah sebagai berikut.

Indikator Trayek pH/Perubahan warna Larutan
Fenolftalein 8,3-10/Tak berwarna-merah Tidak berwarna
Metil jingga 2,4-4,0/Merah-kuning Kuning
Metil merah 4,2-6,3/Merah kuning Kuning
Bromtimol biru 6,0-7,6/Kuning biru Biru

Larutan tersebut mempunyai pH sekitar ….
a.    6,0 < pH < 7,6
b.    7,6 < pH < 8,3
c.    8,3 < pH< 10,0
d.    6,3 < pH < 8,3
e.    4,2 < pH < 7

12.    Larutan 100mL HCl 0,1M ditritrasi dengan larutan NaOH 0,05M, maka volume larutan NaOH yang diperlukan sebanyak ….
a.    100 mL
b.    200 mL
c.    50 mL
d.    20 mL
e.    10 mL
13.    Larutan HCl dicampur dengan larutan Mg, kemungkinan terbesar akan menghasilkan ….
a.    Gas O2
b.    Gas H2
c.    Gas Cl2
d.    Gas CO2
e.    Tidak bereaksi
14.    Untuk menetralkan 11,6 Mg(OH)2 (mr = 58) diperlukan HCl sebanyak …. (mr HCl = 36,5)
a.    12 g
b.    12,6 g
c.    13 g
d.    13,4 g
e.    14, 6 g
15.    Dalam 100 mL larutan CH3COOH (Kc = 10-5) dimasukan 50 mL larutan KOH 0,2 M, ternyata dihasilkan larutan penyangga dengan pH = 5, maka molaritas larutan CH3COOH adalah ….
a.    0,1 M
b.    0,2 M
c.    0,3 M
d.    0,4 M
e.    0,5 M
16.    Campuran berikut yang merupakan larutan penyangga adalah ….
a.    50 mL CH3COOH 0,2 M + 50 mL NaOH 0,3 M
b.    50 mL HCOOH 0,1 M + 50 mL KOH 0,05 M
c.    50 mL CH3COOH 0,1 M + 200 mL NaOH 0,1 M
d.    50 mL KOH 0,2 M + 50 mL HCl 0,3 M
e.    100 mL NaOH 0,1M + 200 mL HCOOH
17.    Bila 100 mL larutan KOH 0,1 M dicampur dengan larutan di bawah ini, yang tidak dapat membentuk larutan penyangga adalah ….
a.    50 mL larutan HCOOH 0,3 M
b.    50 mL larutan HCOOH 0,4 M
c.    100 mL larutan HCOOH 0,15 M
d.    100 mL larutan HCOOH 0,05 M
e.    100 mL larutan HCOOH 0,25 M
18.    Dalam 100 mL larutan terlarut 0,1 M NH3 dan 0,2 M NH4Cl (Kb = 2.10-5) pH larutan tersebut adalah ….
a.    8 + log 9
b.    9 + log 8
c.    6 + log 2
d.    9 – log 2
e.    5
19.    Ke dalam 300 mL larutan NH3 0,4 M ditambahkan 200 mL larutan NH4Cl 0,06 M (Kb = NH3 = 10-5), pH larutan akan berubah dari ….
a.    3 – log 2 menjadi 4
b.    3+log 2 menjadi 5
c.    11 + log 2 menjadi 4
d.    11 – log 2 menjadi 5
e.    2 – log 3 menjadi 4
20.    Sebanyak 100 mL HCCOH 0,3 M (Ka = 10-4) dimasukan 25mL NaOH 1 M. Bila 25 mL larutan campuran tersebut diencerkan menjadi 200 mL, maka pH larutan menjadi ….
a.    5
b.    5 – log 2
c.    9
d.    9 + log 2
e.    6
21.    Larutan penyangga yang terdiri dari campuran HCOOH 0,1 M (Ka = 10-5) dan HCOOK 0,1 M memiliki pH = 5, maka perbandingan volume HCOOH dan HCOOK adalah ….
a.    3:1
b.    2:1
c.    1:1
d.    1:2
e.    1:3
22.    Garam berikut yang tidak dapat terhidrolisis adalah ….
a.    NH4Cl
b.    NH4HCOO
c.    KCl
d.    KCN
e.    Na2CO3
23.    Diantara garam berikut yang bisa mengalami hidrolisis total adalah ….
a.    Na2CO3
b.    NaCl
c.    NH4Cl
d.    (NH4)2CO3
e.    Na2SO4
24.    Harga pH dari 100 mL larutan CH3COOK 0,4 M (Ka = 10-5) besarnya ….
a.    10
b.    9 + log 2
c.    9 + log 4
d.    5 – log 5
e.    5 + log 2
25.    Larutan NH4NO3 0,001M mempunyai Kb NH3 = 10-5, maka pH larutan garam tersebut adalah ….
a.    4,5
b.    3,5
c.    2,5
d.    1,5
e.    1
26.    Bila larutan CH3COOH 0,1 M mempunyai pH = 3, maka larutan CH3COONa 0,1 M adalah ….
a.    5
b.    6
c.    7
d.    8
e.    9
27.    Sebanyak 25 mL KOH 0,2 M dicampur dengan larutan CH2COOH 0,2 M (Ka = 10-5) dan pH larutan menjadi 9, maka volume asam asetat yang dicampurkan adalah ….
a.    25 mL
b.    50 mL
c.    75 mL
d.    100 mL
e.    125 mL
28.    Yang dapat mengalami hidrolisis sebagian adalah nomor ….
1)    NaCl
2)    NH4NO3
3)    (NH4)2SO4
4)    K2S
a.    1,2 dan 3
b.    1 dan 3
c.    2 dan 4
d.    4
e.    Semua benar
29.    Ksp AgCl pada 298 K adalah 1×10-10, maka larutan AgCl sebesar ….
a.    10-4
b.    10-5
c.    10-6
d.    10-7
e.    10-8
30.    Kristal Mg(OH)2 dimasukan kedalam larutan dengan pH 12. Kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan tersebut adalah ….
a.    2×10-6
b.    2×10-7
c.    2×10-8
d.    2×10-9
e.    2×10-10
31.    Bila kelarutan Ag2S adalah s, maka harga Ksp Ag2S dalam air adalah ….
a.    2s
b.    s2
c.    4s2
d.    4s3
e.    s3
32.    Kelarutan Mg(OH)2 dalam air sebesar 5×10-4 mol/L sehingga larutan jenuh Mg(OH)2 dalam air memiliki pH ….
a.    12,00
b.    11,00
c.    10,3
d.    9,7
e.    3,7
33.    Diketahui Ksp Ag2CO3 = 8×10-12. Kelarutan Ag2CO3 dalam larutan Ag2CrO4 0,1 M adalah ….
a.    2×10-6
b.    2×10-7
c.    2×10-8
d.    2.10-9
e.    2×10-10
34.    Garam yang memiliki kelarutan paling kecil adalah ….
a.    BaF2 Ksp 1,0×10-6
b.    Ba(OH)2 Ksp 5×10-3
c.    BaCrO4 Ksp 1,2×10-10
d.    BaCO3 Ksp 5,1 x 10-9
e.    BaC2O4 Ksp 2,3×10-8
35.    Perhatikan tabel berikut!

No Koloid Suspensi
1 Secara makrooskopis homogen Heterogen
2 Ukuran partikel > 100 nm Ukuran partikel antara 1 – 100 nm
3 2 fase 2 fase
4 Stabil Tidak stabil
5 Tidak dapat disaring dengan penyaring biasa Dapat disaring

Dari perbandingan sifat koloid dan suspensi diatas yang tidak sesuai adalah nomor ….
a.    1
b.    2
c.    3
d.    4
e.    5
36.    Yang merupakan contoh aerosol
1)    Asap
2)    Cat
3)    Debu
4)    Santan
a.    1,2 dan 3
b.    1 dan 3
c.    2 dan 4
d.    4
e.    Semua benar
37.    Penjernihan air merupakan proses ….
a.    Kondensasi
b.    Adsorpsi
c.    Redoks
d.    Elektroforesis
e.    Peptisasi
38.    Berikut ini yang merupakan koloud liofil adalah ….
a.    Sol logam dan agar-agar
b.    Gelatin dan susu
c.    Mayonnaise dan susu
d.    Agar-agar dan sol sabun
e.    Sol belerang dan sol sulfida
39.    Susu adalah sistem dispersi dari ….
a.    Cair dalam padat
b.    Cair dalam gas
c.    Cair dalam cair
d.    Padat dalam cair
e.    Padat dalam padat
40.    Pada prinsip kerja detegen, akan terbentuk sistem koloid berupa ….
a.    Sol
b.    Aerosol
c.    Emulsi
d.    Sol padat
e.    Buih
Essay
1.    Diketahui:
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l)        ΔH = -571,7 kJ
C3H4(g) + 4O2(g)→ 3CO2(g) + 2H2O(l)    ΔH = 1,941 kJ
C3H8 + 5O2(g)→ 3CO2(g) + 4H2O(l)    ΔH = -2.220 kJ
Hitung perubahan entalpi untuk reaksi:
C3H4(g) + 2H2(g)→ C3H8(g)
2.    Berikut tabel hasil percobaan untuk reaksi
2A(g) + B(g)→ 2AB(g)

No [A](M) [B](M) Laju reaksi ms-1
1 0,1 0,1 6
2 0,1 0,2 12
3 0,2 0,1 24

Tentukan: [adsense1]
a.    Orde total reaksi
b.    Persamaan laju reaksi
3.    Diketahui larutan 50 mL NH3 0,2M, tentukan:
a.    Pereaksi yang tersisa dan jumlahnya
b.    pH larutan campuran
4.    Selidiki munculnya endapan dari larutan-larutan berikut:
a.    NaCl 200 mL 0,01 M dan Pb(NO3)2 0,1 M
b.    AgNO3 0,05 M dan NaCl 0,001 M dalam 300 mL air (Ksp AgCl = 10-5)
5.    Sebutkan sistem koloid yang termasuk:
a.    Sol
b.    Emulsi

Kunci Jawaban
1.    D
2.    B
3.    C
4.    D
5.    C
6.    B
7.    C
8.    B
9.    c
10.    b
11.    d
12.    e
13.    a
14.    e
15.    b
16.    e
17.    b
18.    b
19.    b
20.    b
21.    c
22.    b
23.    e
24.    b
25.    a
26.    d
27.    a
28.    b
29.    e
30.    e
31.    c
32.    d
33.    b
34.    e
35.    b
36.    c
37.    d
38.    b
39.    e
40.    c
1.    ΔH = -297,7 kJ
2.    a.  orde reaksi = 2
b. v = k[A][B]
3.    prediksi yang tersisa adalah s mol larutan NH3
pH = 10,5 + log3
4.    a. tidak terjadi endapan Qc < ksp
b. terjadi endapan Qc < ksp
5.    sol : agar-agar, gelatin, cairan kanji
emulsi: susu, santan, mayonaise

Incoming search terms:

  • larutan nh3 0 1 m (kb=10-5) dicampur dengan larutan (nh4)2so4 0 05 m ternyata ph larutan = 9 log 2 maka perbandingan volume larutan nh3 dan volume (nh4)2so4 adalah