Shalat Sunnah Wudhu

Shalat Sunnah Wudhu – Shalat sunah wudhu adalah shalat sunnah du arakaat yang dilakukan sehabis berwudhu, selama air wudhu belum kering.
Shalat sunnah wudhu ini termasuk shalat sunnah ghairu muakkad dan tidak disunahkan dilakukan secara berjamaah. Shalat sunnah wudhu ini akan menambah timbangan pahal kita, apalagi dalam hal ini raslulullah saw telah bersabda :
“Barangsiapa yang melakukan wudhu dengan sempurna, kemudian melakukan shalat dua rakaat, sementara hatinya tidak berbicara apa-apa (dalam hal urusan duniawi, melakukan hanya mengingat Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni”. (H.R Bukhari dan Muslim)

 

Bila memiliki waktu yang senggang, maka laksanakanlah shalat sunnah wudhu ini namun jika sedang dalam keadaan tergesa-gesa, maka bila tidak pun, tidak apa-apa.Shalat sunnah wudhuDemikianlah hukum dari shalat sunnah wudhu, yang memiliki hukum sunnah ghairu muakkad.

Semoga bermanfaat!
Artikel Lainnya :

Hukum, Syarat, Rukun dan Sunnah Shalat Jumat

Hukum, Syarat, Rukun dan Sunnah Shalat Jumat – Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai shalat jumat.
Shalat jumat hukumnya fardhu ain bagi setiap orang islam mukallaf, laki-laki dan bermukim.Shalat jumat adalah shalat yang biasa dilakukan pada hari jumat, setiap laki-laki yang telah dewasa dan baligh diharuskan untuk mengikuti shalat jumat.
2.Syarat Wajib Shalat Jumat

    1. Islam
    2. Baligh
    3. Berakal
    4. Laki-laki
    5. Merdeka, bukan budak
    6. Sehat bukan orang sakit
    7. Bermukim pada daerah dilaksanakannya shalat jumat.
  1. Dilakukan disatu desa atau kota tertentu
  2. Jumlah orang yang berjamaah jumat sekurang-kurangnya 40 orang laki-laki yang telah memenuhi syarat wajib shalat jumat diatas.
  3. Dilakukan pada waktu shalat dzuhur

Firman Allah swt : hukum shalat jumatitu lah firman Allah tentang keharusan untuk mengikuti shalat jumat.

4.Fardhu Shalat Jumat

  1. Dua khutbah jumat yang dilakukan dengan berdiri dan duduk diantara dua khutbah
  2. Shalat jumat dilakukan dengan dua rakaat
  3. Shalat jumat dilakukan dengan berjamaah

5.Syarat Khutbah Jumat

  1. Telah masuk waktu dzuhur
  2. Khatib harus menutup aurat
  3. Berturut-turut antara dua khutbah
  4. Suci dari hadas dan naji, baik pada badan, pakaian dan tempat
  5. Khutbah terdengar oleh 40 orang jama’ah ahli jumat

6.Rukun Khutbah Jumat

  1. Membaca hamdalah pada dua khutbah
  2. Membaca shalawat pada nabi saw pada dua khutbah
  3. Berwasiat takwa kepada Allah pada dua khutbah
  4. Membaca ayat al-quran pada salah satu dua khutbah
  5. Berdoa untuk orang mukmin laki-laki dan perempuan tentang urusan kepentingan akhirat pada khutbah kedua

7.Sunnah-Sunnah Shalat Jumat

Hukum, Syarat, Rukun dan Sunnah Shalat Jumat1.Hukum Shalat Jumat
3.Syarat Sah Shalat Jumat

  1. Mandi dan membersihkan tubuh
  2. Berpakaian putih bersih dan suci
  3. Memakai wangi-wangian
  4. Memotong kuku dan kumis
  5. Memperbanyak bacaan ayat al-quran, berdoa dan berzikir
  6. Tenang dan khusus ketika khatib menyampaikan khutbah

8.Zikir Sesudah shalat Jumat

  1. Membaca istigfar
  2. Membaca surat al-fatihah 7 kali
  3. Membaca surat Al-Ikhlas 7 kali
  4. Membaca surat Al-Falaq 7 kali
  5. Membaca surat An-Naas 7 kali
  6. Berdoa kepada Allah]

Itulah pembahasan lengkap dan mendetail mengenai Hukum, Syarat, Rukun dan Sunnah Shalat Jumat tentunya seorang muslim wajib hukumnya untuk mengikuti solat jumat ini dan bila 3x tidak melakukan solat jumat karena sengaja maka dia harus lah bersyahadat lagi. apalagi sebenarnya mengerjkan solat jumat itu tidak sulit toh cuma sebentar paling lama menghabiskan waktu cuma 1 jam, dan pelaksanaannya pun cuma seminggu sekali, maka sangat heran sekali jika banyak kaum pria yang dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah shalat jumat ini, maka dari itu bila kita memiliki teman, saudara, anak atau suami yang tidak melaksanakan sholat jumat maka tegur lah dan suruh untuk segera melaksanakan solat jumat, tinggalkan dulu pekerjaan sebentar untuk melaksanakan sholat jumat di mesjid. Carilah ridho allah, agar rezeki dan semua yang kita inginkan dipermudah oleh nya.

Artikel Lainnya :

Shalat Jama dan Shalat Qashar

Shalat Jama dan Shalat Qashar – Selain shalat sunnah dan shalat wajib, ada juga Shalat Qashar dan Shalat Jama. Berikut penjelasan mengenai kedua shalat tersebut :
1. Shalat Qashar
Bagi orang yang berpergian (musafir) mendapatkan rukhshah (keringanan) boleh melakukan shalat wajib yang empat rakaat dengan jalan disingkat (qashar) menjadi dua, diantara dasar shalat qashar ialah firman Allah swt.
“Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sembahyang(mu)..” (Q.S An-Nisa :101)
Diantara hadist yang menjelaskan tentang shalat qashar ini diriwayatkan dari anas :
“Sesungguhnya saya pernah shalat zhuhur empat rakaat bersama Nabi saw di madinah, dan shalat ashar dua rakaat ketika di dzil hulaifah” (H.R Bukhari dan Muslim)
Shalat Qashar dan Shalat Jama
Syarat-Syarat Shalat Qashar :

  • Jarak perjalanan sekurang-kurangnya dua hari perjalanan kaki atau dua marhalah (16 farsakh = 81km)
  • Perjalanan bukan karena kemaksiatan
  • Yang boleh di qashar hanya shalat empat rakaat dan bukan shalar qadha
  • Tidak boleh bermakmum pada orang yang bukan musafir

 

2. Shalat Jama

Shalat jama ialah melakukan dua shalat dalam satu waktu, baik pada waktu shalat yang pertama (jama taqdim) atau pada waktu shalat yang kedua (jama takhir). Seperti menjama shalat dzuhur dan ashar di waktu shalat dzuhur atau shalat maghrib dan isya dilakukan di waktu shalat maghrib, yang disebut dengan jama taqdim. Sedangkan bila shalat dzuhur dan isya dilakukan di waktu shalat ashar, atau shalat maghrib dan isya dilakukan pada waktu shalat isya, maka disebut dengan jama takhir.

Syarat-Syarat Shalat Jama :

  • Niat shalat jama dilakukan pada shalat pertama
  • Shalat dilakukan dengan tertib, yaitu dengan memulai shalat yang pertama, kemudian baru shalat yang kedua. Seperti shalat dzuhur lalu shalat ashar, shalat maghrib lalu shalat isya
  • Dilakukan secara berturut-turut tanpa dipisah dengan kegiatan lain antara kedua shalat yang dijama itu
  • Bepergian masih berlangsung sampai dengan takbiratul ihram pada shalat yang kedua
  • Waktu shalat masih cukup (belum habis hingga selesainya shalat kedua)
  • Menguatkan dugaan bahwa shalat yang pertama adalah sah

3. Shalat Jama Qashar

Bagi musafir yang telah memenuhi ketentuan dan syarat-syarat diatas boleh melakukan shalat jama dan qashar sekaligus, yaitu mengumpulkan dan sekaligus meringkas dua shalat dalam satu waktu. Untuk lebih jelasnya pelaksanaan shalat jama dan qashar itu ialah :

  • Shalat dzuhur dengan jama taqdim dan qashar
  • Shalat Ashar dengan jama taqdim dan qashar
  • Shalat Dzuhur dengan jama takhir dan qashar
  • Shalat Ashar dengan jama takhir dan qashar
  • Shalat Maghrib dengan jama taqdim tanpa qashar
  • Shalat Isya dengan jama taqdim dan qashar
  • Shalat Maghrib dengan jama takhir tanpa qashar
  • Shalat isya dengan jama takhir dan qashar

Shalat Jama dan Shalat Qashar. Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Macam-Macam Makmum Dalam Shalat

Macam-Macam Makmum Dalam Shalat – Dalam shalat berjamaah ada beberapa macam jenis makmum, dan berikut penjelasannya mengenai berbagai jenis/macam makmum di dalam pelaksanaan sholat. Dan berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.
a. Makmum Muwafiq
makmum muwafiq adalah makmum yang mendapatkan kesempatan yang cukup untuk membaca fatihah bersama imam, atau makmum yang mengikuti imam mulai dari awal shalat berjamaah.

b. Makmum Masbuq
makmum masbuq ialah makmum yang tidak mendapatkan kesempatan yang cukup untuk membaca fatihah bersama imam. Dalam hal ini ada beberapa ketentuabn :

    • Jika ia mendapati imam ruku lalu setelah takbiratul ihram ia langsung mengikuti imam ruku dengan mendapatkan kesempatan thuma’ninah bersama imam, maka sempurnalah satu rakaat baginya, sekalipun ia tidak membaca fatihah.
    • Jika ia mendapati imam bangkit dari ruku, sementara ia baru ruku, maka ia tidak mendapatkan satu rakaat bersama imam, dan ia harus mengulang satu rakaat itu setelah imam salam.

Macam-Macam Makmum Dalam Shalat

  • Jika ia mendapati imam pada akhir shalat, maka hendaklah ia langsung takbiratul ihram terus duduk mengikuti imam, agar ia mendapatkan fadhilah shalat berjamaah.

Demikian lah bahasan kali ini mengenai Macam-Macam Makmum Dalam Shalat. Semoga ini membuat kita jadi semakin getol dan rajin dalam beribadah apalagi setelah mengetahui jenis jenis makmun yang ada di dalam pelaksanaan sholat.

Artikel Lainnya :

12 Perkara Yang Membatalkan Shalat

12 Perkara Yang Membatalkan Shalat – Ada Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat sholat karena itu akan membuat shalat jadi batal. Maka dari itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui perkara apa saja yang bisa membuat sholat yang kita lakukan menjadi batal. Tentu nya kita tidak mau jika sholat yang kita lakukan malah tidak sah dan tidak diterima.

Maka dari itu sangat penting sekali untuk terus menyimak uraian berikut ini tentang perkara atau hal yang membatalkan sholat. Shalat akan batal jika salah satu syarat atau rukunnya tidak dilaksanakan, dan berikut ini adalah  12 Perkara Yang Membatalkan Shalat :

a. Berhadas, baik besar atau kecil
b. Terkena najis yang tidak dimaafkan
c. Terbukanya aurat
d. Berubahnya niat shalat
e. Membelakangi kiblat
f. Berkata-kata dengans engaja
g. Makan atau minum dengan sengaja meskipun sakit
h. Tertawa terbahak-bahak
i. Murtad (keluar dari islam)
j. Gerakan tiga kali bertururt-tururt, atau lebih
k. Menambah rukun fi’liyah (perbuatan)
l. Mendahului imam dengan dua rukun
perkara yang membatalkan shalatDiatas itu adalah perkara perkara atau hal hal yang menyebabkan sholat kita jadi batal maka dari itu mulai sekarang jauhi hal hal tsb saat kita sedang melakukan sholat.

Demikian itulah beberapa perkara, sebab atau hal-hal yang 12 Perkara Yang Membatalkan Shalat.

Artikel Lainnya :

12 Hal Yang Makruh Dalam Shalat

12 Hal Yang Makruh Dalam Shalat – Ada beberapa perkara yang dimakruhkan saat sedang mengerjakan shalat. Terutama shalat 5 waktu yang merupakan shalat wajib bagi umat muslim di manapun berada. Shalat tidak bisa ditinggalkan oleh hal hal sepele, bahkan meski kita sakitpun meski tetap melaksanakan sholat, meski di dalam posisi berbaring atau duduk sekalipun.

Oleh karena itu maka mengetahui apa saja hal yang makruh saat shalat banyak sekali manfaatnya, sehingga kita bisa menjauhi hal hal makruh dan yang bisa menyebabkan shalat kita menjadi batal. Sangat sayangkan, jika shalat kita menjadi tidak diterima oleh Allah swt. Maka dari itu mari kita pelajari mengenai hal hal apa saja yang makruh dilakukan saat dalam keadaan shalat.

Berikut adalah 12 Hal Yang Makruh Dalam Shalat :

      • Menaruh telapak tangan di dalam lengan baju ketika takbiratul ihram, ruku dan sujud
      • menututp mulut rapat-rapat
      • membuka kepala
      • bertolak pinggang
      • memalingkan muka ke kanan dan ke kiri
      • memejamkan mata, kecuali jika membuka mata akan mengganggu kekhusu’an shalat
      • menengadahkan mata ke langit
      • menahan hadas kecil yang berupa kencing dan kentut
      • meludah

Perkara Yang Makruh Dalam Shalat

  • melaksanakan shalat diatas kuburan, kecuali makam para nabi dan syuhada
  • melakukan hal-hal yang dapat mengurangi kekhusu’an shalat
  • meninggalkan satu sunnah shalat dengan sengaja.

Sekian penjelasan mengenai 12 Hal Yang Makruh Dalam Shalat.

 

Artikel Lainnya :

Hal-Hal Sunnah Dalam Shalat

Hal-Hal Sunnah Dalam Shalat – Ada dua sunnah ketika mengerjakan shalat, yaitu sunnah ab’adh dan sunnah haiat. Sunnah ab’adh adalah sunnah yang jika ditinggalkan diganti dengan sujud sahwi.
Hal-Hal Sunnah Dalam Shalat – Sedangkan sunnah haiat adalah sunnah yang tidak perlu diganti dengan sujud sahwi jika ditinggalkan.
Sunnah Ab’adh 
a. Membaca tahiyat awal
b. membaca shalawat atas nabi saw pada tahiyat awal
c. membaca shalawat kepada keluarga nabi pada tahiyat akhir
d. membaca doa qunut pada shalat subuh dan shalat witir, pada pertengahan kedua bulan ramadhan
Hal-Hal Sunnah Dalam Shalat

Sunnah Haiat

a. Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ikhram, ketika akan ruku dan berdiri darinya

b. bersedekap dengan meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri

c. menundukan pandangan ke tempat sujud

d. membaca doa iftitah

e. membaca ta’awwuds

f. mengeraskan bacaan fatihah

g. membaca amin setelah bacaan fatihah

h. membaca suarat-suarat al-quraan setelah fatihah, pada rakaat pertama dan kedua

i. sunnah bagi makmum mendengarkan bacaan imam

j. membaca takdir ketika bangun dan turun dari ruku

k. membaca “sami allahu li man hamidah”, ketika berdiri dari ruku dan membaca “rabbanaa wa lakal hamdu, ketika i’tidal

l. meletakan dua telapak tangan diatas lutut ketika ruku

m. membaca tasbih ketika ruku dan sujud, tiga kali

n. membaca doa ketika duduk diantara dua sujud

o. duduk iftirasy

p. duduk tawarruk ketika tahiyat akhir

q. membaca salam yang kedua

r. menoleh ke kanan pada salam pertama dan menoleh ke kiri pada salam kedua.

Semoga informasi mengenai Hal-Hal Sunnah Dalam Shalat ini bisa menambah wawasan kita semua.

Artikel Lainnya :

Waktu-Waktu Yang Dilarang Melakukan Shalat

Waktu-Waktu Yang Dilarang Melakukan Shalat – Islam adalah agama yang tertib oleh karena itu ada juga waktu terlarang untuk melakukan shalat. Waktu yang dilarang untuk melakukan shalat ada 5 waktu. Dan berikut ini adalah kelima waktu tersebut :
Dilarang melakukan shalat pada lima waktu berikut ini.
a. Waktu Syuruq (ketika matahari terbit hingga naik kira-kira 10 derajat dari permukaan bumi).
b. Waktu Istiwa’ (ketika matahari tepat di tengah-tengah bumi).
c. Waktu Ghurub (ketika matahari mulai terbenam hingga sempurna tenggelam).
d. Setelah shalat subuh hingga terbit matahari.
e. Setelah shalat ashar hingga matahari terbenam.
Waktu-Waktu Yang Dilarang Melakukan Shalat
Larangan melakukan shalat pada lima waktu tersebut, kecuali :

a. Shalat waktu Istiwa’ pada hari jumat.

b. Shalat di tanah haram mekkah.

c. Shalat yang mempunyai sebab yang mendahului, seperti shalat qadha’, tahiyat mesjid, shalat jenazah dan lain sebagainya.

Nah sekarang kita telah mengetahui Waktu-Waktu Yang Dilarang Melakukan Shalat. Jadi lebih hati-hati yaa saat akan melakukan shalat.

Artikel Lainnya :

Hal Yang Dilarang Saat Haid Dan Nifas Menurut Islam

Hal Yang Dilarang Saat Haid Dan Nifas Menurut Islam – Wanita memiliki struktrur tubuh yang berbeda dari laki-laki dan karena itu pula wanita memiliki sejumlah keistimewaan dan tentu juga larangan. Salah satunya adalah larangan akan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat dalam keadaan haid dan nifas.
Berikut ini adalah Hal Yang Dilarang Saat Haid Dan Nifas Menurut Islam :
a. Mengerjakan shalat
b. Thawaf, baik thawaf fardhu atau sunnah
c. Menyentuh atau membawa mushaf (Al-Quran)
d. Berhenti (i’tikaf) di dalam mesjid
e. Puasa
Hal Yang Dilarang Saat Haid Dan Nifas Menurut Islam
f. Bersengaja membaca Al-Quran

g. Haram bagi suami menceraikan istrinya yang sedang haid atau nifas

h. Berhubungan suami istri

Dan begitulah larangan yang tidak boleh dilakukan oleh wanita saat dalam keadaan haid atau nifas.

 

Artikel Lainnya :

Macam-Macam Darah Yang Keluar Dari Rahim Wanita

Macam-Macam Darah Yang Keluar Dari Rahim Wanita – Ada 3 macam jenis darah yang keluar dari rahim wanita. yaitu : Darah Haidh, Darah Nifas dan Darah Istihadhah.
Berikut penjelasan lebih lanjutnya. Macam-Macam Darah Yang Keluar Dari Rahim Wanita.
a. Darah Haid 
Darah haid ialah darah yang keluar dari rahim perempuan yang telah mencapai umur akil baligh. Darah ini keluar setiap bulan sekali, karena sudah menajdi tabiat bagi wanita, kecuali bila wanita itu telah mencapai usia menopous (sudah tua dan berhenti haid). Mengenai  waktu terjadinya haid, paling cepat sehari semalam; umumnya satu minggu dan paling lama 15 hari.
Macam-Macam Darah Yang Keluar Dari Rahim Wanita
b. Darah Nifas

Yaitu, darah yang keluar dari rahim perempuan setelah melahirkan.

c. Darah Istihhadhah

Yaitu, darah yang keluar dari rahim perempuan sebab penyakit, bukan darah di waktu haidh dan bukan pula darah nifas.

Itulah penjelasan mengenai 3 macam darah yang keluar dari rahim wanita.

Artikel Lainnya :