Pengertian dan Tata Cara Tayamum

Pengertian dan Tata Cara Tayamum – Tayamum ialah mengusapkan tanah (debu) yang suci pada muka dan kedua tangan hingga kedua siku dengan syarat-syarat tertentu.

Tayamum dilakukan sebagau pengganti wudhu atau mandi sebagai bentuk keringanan (rukhshah) bagi orang yang tidak dapat memakai air sebab adanya uzur atau halangan-halangan, yaitu :

a. Uzur karena sakit

b. Karena dalam perjalanan (musafir)

c. Karena tidak ada air

Pengertian dan Tata Cara Tayamum – Allah swt berfirman : “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” (Q.S. Al-maidah-6)

Syarat-Syarat Tayamum :

  1. sudah masuk waktu shalat
  2. tidak ada air
  3. dengan tanah (debu) yang bersih dan suci
  4. menghilangkan najis

Rukun-Rukun Tayamum :

  1. Niat tayamum
  2. mengusap muka dengan tanah (debu)
  3. Mengusap kedua tangan sampai kedua siku dengan tanah (debu)
  4. tertib (berturut-turut)

Sunnah-Sunnah Tayamum :

  1. Membaca basmalah
  2. mendahulukan anggota yang kanan atas yang kiri
  3. menipiskan debu yang melekat pada telapak tangan
  4. membaca dua kalimah syahadat sesudah bertayamum

Yang membatalkan tayamum :

Pengertian dan Tata Cara Tayamum

  1. Semua yang membatalkan wudhu
  2. melihat air, sebelum shalat, kecuali yang bertayamum karena sakit
  3. murtad (keluar dari islam)

Kita bisa melakukan tayamum adalah tatkala kita berada dalam keadaan sakit ataupun kita berada di daerah yang tidak memiliki air sehingga pada saat akan shalat yang dimana kita tentunya harus berwudhu maka kita mengganti wudhu yang menggunakan air dengan cara tayamum, tayamum ini menggunakan media tanah atau debu, tentunya tanah yang kita gunakan harus lah tanah yang kita yakini bebas dari adanya najis seperti kotoran lain sebagainya, serta jangan sampai salah dipahami pada saat melakukan tayamum kita hanya menempelkan tipis tanah tersebut ke tangan kemudian menggosokannya ke muka dan tangan, bukan dengan menempekan seluruh tanah ketangan sehingga menyebabkan nantinya muka dan tangan kita menjadi kotor. Selain dengan menggunakan tanah, tayamum juga bisa dengan menggunakan debu, bilamana kita sedang dalam keadaan darurat kita tidak perlu mencari tanah susah-susah. maka kita tinggal mencari tembok yang bersih dari najis, dan melakukan tayamum dengan cara mengunakan debu yang menempel di dalam tembok tersebut.

Sangat disayangkan sekali sebenarnya, banyak sekali muslimin maupun muslimah yang tidak mengetahui tentang bagaimana cara melakukan tayamum ini, padahal sebagai seorang muslim sudah sewajarnya jika mereka mengetahui nya, maka dari itu dari dibuatlah tulisan ini agar bisa menambah ilmu bagi yang belum tahu tentang tayamum dan bagaimana cara melakukannya serta media apa yang bisa digunakan untuk bertayamum. Pengertian dan Tata Cara Tayamum.

Artikel Lainnya :

Rukun Wudhu dan Sunnah Wudhu

Rukun Wudhu dan Sunnah Wudhu – Seperti yang sudah disinggung di artikel sebelumnya, wudhu adalah wajib dilakukan untuk membuang hadas kecil dan dalam melakukan wudhu tidak bisa sembarangan, ada syarat-syarat, wudhu dan sunnah dalam berwudhu.

Maka dari itu bila sebelumnya kita tidak tahu bagaimana rukun dan sunnah wudhu itu, sebaiknya anda menyimak bahasan kali ini, sehingga kita bisa mengetahui berbagai syarat wudhu ataupun rukun wudhu dan juga sunnah wudhu, sehingga kita bisa melakukan wudhu dengan benar dan sesuai dengan syariat islam.

Yang pertama adalah syarat-syarat wudhu, syarat untuk wudhu ialah :

a. islam

b. tamyis, yakni dapat membedakan yang baik dan buruk

c. tidak berhadas besar

d. dengan air yang suci dan mensucikan

e. tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai ke anggota wudhu

f. mengetahui mana yang wajib dan mana yang sunnah

Syarat wudhu diatas adalah wajib hukumnya dan bila tidak terpenuhi salah satunya maka wudhu kita menjadi tidak sah. Syarat yang pertama adalah kita harus lah seorang muslim alias memeluk agama islam, syarat yang kedua yaitu tamyis. syarat yang ketiga adalah tidak memiliki hadas besar seperti keluar najis dari dubur/mimpi junub. syarat yang ketiga adalah melakukan wudhu dengan air yang suci dan juga mensucikan. syarat yang ke empat yaitu tidak ada penghalang untuk mengalirnya air ke anggota badan saat melakukan wudhu. Syarat yang terakhir adalah tahu yang wajib dan yang sunnah. Rukun Wudhu dan Sunnah Wudhu.

Yang kedua adalah rukun-rukun wudhu, adapaun rukunnya sebagai berikut :

a. niat

b. membasuh muka

c. membasuh kedua tangan sampai dengan siku

d. mengusap sebagian kepala

e. membasuh kedua kaki sampai dengan mata kaki

f. tertib (berturut-turut)

Yang ketiga adalah sunnah wudhu, dan sunnah nya adalah :

a. membaca basmalah sebelum berwudhu

b. membasuh kedua telapak tangan

c. berkumur

d. membasuh lubang hidung

e. mengusap seluruh kepala dengan air

f. mengusap kedua telinga, luar dan dalam

g. mendahulukan yang kanan daripada yang kiri

h. membasuh tiap-tiap anggota wudhu tiga kali

i. menyela-nyela jari tangan dan kaki

j. berdoa sebelum wudhu
Rukun Wudhu dan Sunnah Wudhu
Itulah uraian tentang rukun wudhu dan sunnah wudhu. Dari penjelasan diatas maka bisa kita ketahui bahwa wudhu tidak bisa dilakukan dengan seenaknya sendiri, namun harus lah memenuhi syarat dan juga rukun wudhu yang telah ditentukan, bila tidak terpenuhi salah satu syarat ataupun rukun wudhu diatas tentunya akan membuat wudhu yang kita lakukan jadi tidak sempurna atau tidak sah, semoga mulai sekarang kita menjadi lebih hati-hati dan lebih benar lagi dalam berwudhu. Dan semoga bermanfaat bagi kita semua, amin.

Artikel Lainnya :

Pengertian Wudhu dan Dasar Hukumnya

Pengertian Wudhu dan Dasar Hukumnya – Wudhu adalah mensucikan anggota badan tertentu dengan air untuk menghilangkan hadas kecil. Namun bila dalam keadaan darurat dikarenakan tidak ada air maka kita bisa melakukan tayamum tapi bahasan pada saat ini akan fokus dulu dengan wudhu.

Adapun tentang tayamum akan kita bahas di lain kesempatan dan di lain artikel. wudhu wajib hukumnya saat kita akan melakukan shalat, dan juga kita dianjurkan untuk selalu berada dalam keadaan memiliki wudhu.

Wudhu wajib dilakukan saat akan melakukan ibadah shalat. Berikut adalah beberapa kutipan dari al-quran dan hadist yang menjadi dasar hukum harusnya melakukan wudhu saat akan shalat.

Pengertian Wudhu dan Dasar Hukumnya

Dasar dilakukannya wudhu adalah firman Allah swt yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku-siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”. (Q.S Al-Maidah : 6)

Dan juga sabda nabi saw :

“Allah tidak akan menerima shalat salah seorang dari kalian apabila berhadas hingga berwudhu”. (H.Q Bukhari dan Muslim)
Pengertian Wudhu dan Dasar Hukumnya
Demikian itu lah pengertian wudhu dan dasar hukumnya yang didasarkan dari firman allah dalam surat al-maidah dan hadist. dengan mengetahui dasar hukum dari pelaksanaan wudhu  ini tentunya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak kita, kenapa kita harus berwudhu disaat akan sholat, dan jawabannya karena diperintahkan oleh allah swt yang diturunkan melalui al quran dan juga hadist.

Tentunya kita kebanyakan setelah melaksanakan wudhu kemudian wudhu kita batal karena sesuatu hal, maka kita tidak berwudhu lagi, padahal menjaga wudhu sangat dianjurkan karena dengan memiliki wudhu maka kita berada dalam keadaan bersih atau suci, begitu pun saat kita akan tidur, dianjurkan untuk tidur dalam keadaan memiliki wudhu.

Berwudhu memiliki tujuan untuk membersihkan diri kita dari hadas kecil yang ada di badan, dan bilamana untuk menghilangkan hadas besar maka kita tidak bisa menghilangkan nya dengan cara wudhu tapi harus melakukan mandi junub.

Menjaga kebersihan diri sangat lah bagus, selain disukai oleh allah swt juga akan membuat kita selalu sehat dan juga menjaga agar diri kita tidak mengganggu orang lain, tentunya saat kita dalam keadaan kotor atau memiliki hadas maka orang-orang akan enggan untuk mendekat, bisa dikarenakan bau, kotor dan lain sebagainya.

Tentunya itu sangat mengganggu bagi orang lain, maka dengan selalu menjaga diri untuk berada dalam keadaan bersih dan memiliki wudhu maka akan membuat kita terhindar dari hal-hal yang telah disebutkan diatas tadi. Maka semoga bahasan wudhu dan hukumnya ini bisa membuat kita semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan.

Artikel Lainnya :

Pengertian Istinja

Pengertian Istinja – Istinja adalah membersihkan kotoran yang keluar dari dua pintu (kubul dan dubur) dengan air atau dengan tiga batu. Istinja yang lebih baik adalah dengan batu atau semisalnya yang dapat menghilangkan najis dan bukan barang yang dimuliakan, kemudian diikuti dengan air.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai istinja ini dan apa yang menjadi dasar hukum dari harusnya melakukan istinja ini, apakah itu berasal dari hadist kah? atau dari al quran kah? mari kita bahas secara lebih lanjut topik istinja ini.

“Apabila salah seorang diantara kamu ber-istinja dengan batu, maka hendaklah ia melakukannya dengan ganjil”. (H.R Bukhari dan Muslim)
Istinja dengan batu harus memenuhi syarat-syarat berikut :

    1. Najis yang keluar dari kubul atau dubur belum kering
    2. Najis yang keluar tidak mengenai sekitarnya
    3. Tidak terjadi najis selain yang keluar
    4. Najis yang itu melalui jalan biasanya
    5. Menggunakan tiga batu yang dapat membersihkan tempat keluarnya kotoran.

Pengertian Istinja
Agama islam adalah agama yang sangat disiplin dan sangat menganjurkan pemeluknya untuk selalu menjaga kebersihan diri, cara kita bersikap dan berperilaku maupun melakukan sesuatu haruslah sesuai dengan apa yang ada di dalam ajaran agam islam, seperti dalam masalah istinja ini, kita tidak bisa sembarangan melakukan istinja namun ada syarat dan ketentuan yang berlaku dan harus kita ikuti, seperti misalnya istinja dengan cara menggunakan batu maka istinja dengan batu bisa dilakukan jika memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, seperti bahasan diatas, misalnya kotorannya belum kering dan istinja nya menggunakan tiga buah batu. mari kita bahas secara satu persatu mengenai syarat istinja dengan batu, yang pertama adalah najis nya keluar dari kubul dan dubur yang belum kering, nah bila kita suatu saat akan melakukan istinja dengan batu, maka pastikan lah najis nya masih dalam keadaan belum kering karena bila sudah kering maka istinja dengan batu nya menjadi tidak sah, maka harus dilakukan dengan menggunakan air.

Syarat yang kedua agar bisa beristinja dengan menggunakan batu adalah najis nya tidak mengenai sekeliling, misalnya saat kita melakukan buang air kecil maka air kencing nya jangan lah sampai mengenai bagian selain selain lubang kubul. misalnya air kencing nya mengenai paha atau tangan atau area disekitar kubul maka kita tidak bisa beristinja dengan menggunakan batu. Tentunya beristinja dengan air lebih bagus karena selain membuang wujud dari najis nya, beristinja dengan air juga menghilangkan bau dari najis tersebut. Demikian itu adalah pengertian dari istinja semoga bahasan diatas tentang istinja ini bisa memberikan kita informasi dan pengetahuan yang baru sehingga kita bisa melakukan istinja dengan baik dan benar.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • arti istilah istinja

Jenis Najis Yang Dimaafkan Dalam Islam

Jenis Najis Yang Dimaafkan Dalam Islam – Ialah najis yang dimaafkan bila tidak dibasuh atau dicuci, karena jumlahnya yang hanya sedikit, tidak bisa dilihat mata normal dan sulit menghindarinya. Yang termasuk najis yang dimaafkan ini, adalah :

Jenis Najis Yang Dimaafkan Dalam Islam

a. Bangkai binatang yang tidak mengalir (sedikit) darahnya, seperti lalat, nyamuk dan lain sebagainya. Rasulullah saw bersabda :
“Jika lalat jatuh pada bejana salah seorang dari kalian, maka benamkanlah lalat itu, lalu buanglah. Karena pada salah satu dari kedua sayapnya terdapat obat dan pada sayap yang satunya terdapat penyakit” (H.R Bukhari)

b. Sedikit dari darah atau nanah

c. Debu atau percikan air dijalanan yang sulit untuk menghindarinya

d. Makanan beku yang terkena bangkai tikus atau cicak. Seperti hadist yang diriwayatkan maimunah ra :

“Sesungguhnya pernah ada tikus yang jatuh pada mentega (yang beku) lalu mati di dalamnya. Kemudian hal itu ditanyakan kepada Nabi saw, beliau menjawab : Buanglah bangkai tikus dan mentega yang disekitarnya, lalu makanlah mentega itu (sisanya)” (H.R Bukhari dan Ahmad)
Jenis Najis Yang Dimaafkan Dalam Islam
Pada sebelumnya kita sudah mempelajari berbagai macam jenis najis dalam islam. Dan pada kesempatan kali ini kita mempelajari berbagai macam najis yang dimaafkan, dengan mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan najis ini maka semoaga membuat kita menjadi semakin berhati-hati dalam melakukan sesuatu, seperti misalnya dalam memakai baju, dalam makan dan berbagai macam hal lainnya.

Dengan paham dan tahu mengenai hal ini kita akan menjadi lebih menjadi pribadi yang baik lagi, utamanya dalam menjaga kebersihan diri dan kebersihan di dalam rumahnya. Allah swt sangat menyukai hambanya yang menjaga kebersihan diri, maka dari itu hendaklah kita selalu menjaga kebersihan diri, apalgi jika kita hendak beribadah kepada allah swt, maka dari itu disunnah kan saat kita akan sholat kita juga memakai wewangian selain tentunya harus dalam keadaan suci atau bersih dari najis.

Dari berbagai penjelasan ini semoga tentunya bisa menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi dan lebih menjaga diri lagi dari najis yang mungkin ada disekitar kita, sehingga kita bisa dalam keadaan selalu suci. Akan lebih baik lagi tentunya jika kita dalam kehidupan sehari-hari selalu berada dalam keadaan memiliki wudhu, ini sangat baik sekali dan sangat dianjurkan dalam agama, misalnya saat kita akan tidur akan lebih baik jika kita dalam keadaan telah bersuci/wudhu.

Semoga penjelasan diatas bisa bermanfaat dan juga memberikan wawasan yang baru bagi kita semua sehingga kita bisa mendapat ilmu baru dari pembahasan yang diatas telah kita sebutkan satu persatu dengan cukup jelas dan mendetail, Jenis Najis Yang Dimaafkan Dalam Islam.

Artikel Lainnya :

Jenis-Jenis Najis dan Cara Membersihkannya

Jenis-Jenis Najis dan Cara Membersihkannya – Dalam islam najis dibedakan menjadi 3 macam, berikut ini adalah jenis najis dan pengertiannya.

Jenis-Jenis Najis dan Cara Membersihkannya

a. Najis Mughallazhah (najis berat), yaitu seperti anjing, babi dan keturunan dari keduanya. Adapun cara mencuci benda yang kena najis ini hendaklah dibasuh 7 kali, satu kali dari padanya hendaklah airnya dicampur dengan tanah.
“Cara mencuci bejana seseorang dari kamu apabila dijilat anjing hendaklah dibasuh 7 kali, satu kali dari padanya dicampur dengan tanah” (H.R Muslim)

b. Najis Mukhaffafah (najis ringan) seperti kencing bayi laki-laki yang belum berusia 2 tahun dan belum makan selain air susu ibunya. Adapun cara mencuci benda yang kena najis ini dengan memercikan air diatas benda itu meskipun tidak mengalir. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Ummu Qais binti Muhsin ra :

“Sesungguhnya ia pernah datang kepada rasulullah saw bersama anak laki-lakinya yang masih kecil dan belum makan makanan (selain air susu ibunya), beliau memangkunya, lalu ia kencing di atas pakaiannya, maka beliau meminta air lalu memercikannya dan tidak membasuhnya” (H.R Bukhari dan Muslim)
Jenis-Jenis Najis dan Cara Membersihkannya
c. Najis Mutawassithah (najis sedang), yaitu najis yang lain dari kedua najis diatas, seperti sesuatu (kotoran) yang keluar dari dubur atau kubul manusia dan binatang, arak dan lain sebagainya. Cara mensucikannya adalah dengan mengalirkan air diatas benda yang kena najis serta menghilangkan zat, rasa, warna dan baunya.

Dalam agama islam kita sangat dianjurkan sekali untuk terus memiliki keadaanyang suci, seperti contohnya adalah dengan selalu dalam keadaan berwudhu. Dan masih banyak lagi hal lainnya lagi di dalam agama islam yang mengajarkan kita agar selalu dalam keadaan suci baik dari najis kecil maupun najis besar.

Maka dari itu sebagai muslim, kita haruslah selalu menjaga kebersihan diri kita, rumah kita dan lain sebagainya. dengan begitu selain kita menjalankan perintah allah swt maka kita juga telah menjaga diri kita dari datangnya penyakit karena kondisi yang kotor. Masih banyak lagi manfaat dari dari selalu menjaga keadaan kita dan lingkungan kita agar tetap bersih, penelitian-penelitian di era modern ini banyak mengungkapkan bahwa banyak sekali penyakit yang timbul akibat dari keadaan lingkungan yang kotor.

Dengan mempelajari tentang berbagai macam najis ini tentu akan membuka pandangan dan pengetahuan kita sehingga nantinya kita bisa semakin menjaga diri dari najis, baik najis kecil maupun najis besar. islam dalah agama yang sempurna, karena mengatur kebaikan di dalam segala sendi kehidupan, salah satunya adalah mengenai menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Itu merupakan penjelasan dari topik bahasan kita kali ini mengenai Jenis-Jenis Najis dan Cara Membersihkannya.

Artikel Lainnya :

Pembagian Air Untuk Thaharah Menurut Islam

Pembagian Air Untuk Thaharah Menurut Islam – Untuk bersuci atau berthaharah tidak bisa sembarang air yang digunakan. Dalam islam ada kualifikasi tersendiri tentang air yang bisa digunakan untuk bersuci.

Pembagian Air Untuk Thaharah Menurut Islam – pembagian air untuk bersuci ada 4 jenis, yaitu :

  1. Air yang suci dan mensucikan, seperti air hujan, air laut, air embun, air sumur dan air yang keluar dari mata air.
  2. Air suci tetapi tidak mensucikan, seperti air kopi, air teh, air kelapa dan air musta’mal (air sedikit yang telah digunakan menghilangkan hadas atau najis dan tidak berubah rasa, rupa dan baunya).
  3. Air suci dan mensucikan tetapi makruh dipakai, seperti air yang terjemur matahari dalam bejana selain bejana emas dan perak.
  4. Air yang kena najis (mutanajjis). Bila air yang kena najis itu kurang dari dua kulah, maka hukumnya najis meskipun tidak berubah. Jika air yang kena najis itu mencapai dua kulah atau lebih, maka dihukumi najis bila berubah dan dihukumi tidak najis bila tidak berubah.

Bila pada sebelumnya kita membahas mengenai syarat dari thaharah maka kali ini kita membahas mengenai jenis air yang bisa digunakan untuk ber thaharah. Maka kita pastilah menjadi semakin kagum dengan ajaran islam karena di dalam ajaran islam, soal pembagian air pun sudah diatur dan sudah ditentukan, mana air yang boleh dan mana air yang tidak boleh digunakan untuk berthaharah.
Pembagian Air Untuk Thaharah Menurut Islam
Islam adalah ajaran agama yang paling sempurna karena mencakup ke dalam segala sendi kehidupan ini, sehingga seharusnya kita bisa menjadi semakin lebih beriman dan lebih meyakini lagi akan ajaran yang kita anut. Jangan sampai ada keraguan di dalam diri anda terhadap ajaran/agama islam ini karena telah disebutkan bahwa agama islam adalah agama yang sempurna, sudah bisa kita lihat berbagai mukjizat dari al-quran, seperti contohnya banyak hal yang disebutkan dalam al-quran ratusan atau ribuan tahun yang lalu kini di era modern telah terbukti kebenarannya.

Maka dari itu dengan pembagian berbagai jenis air untuk air ini pastilah memiliki manfaat yang mungkin belum kita ketahui alasannya secara pasti, mulai dari sekarang kita harus berhati-hati dalam menggunakan air untuk berthaharah, agar thaharah yang kita lakukan memang benar dan sesuai dengan tuntunan agama islam. Semoga dari semua paparan diatas membuat wawasan dari para pembaca menjadi semakin luas dan semakin paham lagi mengenai hukum dalam bersuci dari hadast.

Semoga penjelasan diatas mengenai Pembagian Air Untuk Thaharah Menurut Islam ini bisa bermanfaat bagi penulis dan umumnya bagi pembaca skalian, mungkin pembahasan dan penjelasan kali ini cukup disini saja, silahkan masih banyak lagi artikel lainnya yang bisa anda baca di blog ini.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • pembagian dari jenis air menurut thaharah

Pengertian dan Syarat-Syarat Wajib Thaharah

Pengertian dan Syarat-Syarat Wajib Thaharah – Thaharah menurut bahasa berarti bersih dari kotoran baik yang tampak seperti kencing maupun yang tidak.

Sedangkan menurut istilah syara’ berarti menghilangkan najis atau hadas. Dengan demikian thaharah meliputi dua hal, yaitu berikut ini :

a. Bersuci dari hadas, baik dari hadas besar maupun kecil.

b. Bersuci dari najis, baik pada badan, pikiran atau tempat.

Syarat – Syarat Wajib Thaharah, Untuk lebih jelasnya mengenai pembahasan dari syarat wajib thaharah ini maka sebaiknya kita mulai saja penjelasaanya dibawah ini. Syarat-syarat wajib thaharah bagi orang yang hendak melakukan shalat ada 10, yaitu :

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh (dewasa)
  4. Berhentinya darah haid dan nifas
  5. Telah masuk waktu salat
  6. Tidak tidur
  7. Tidak lupa
  8. Tidak terpaksa
  9. Adanya air atau debu
  10. Dapat melakukan sesuai dengan kemampuan

Alat – Alat yang digunakan untuk thaharah ;

  1. Air
  2. Debu (tanah) yang suci
  3. Batu untuk istinja

Pengertian dan Syarat-Syarat Wajib Thaharah
Dengan mengetahui berbagai syarat dari thaharah dan juga pengertian dari thaharah ini semoga akan menjadikan kita lebih paham lagi dalam bersuci sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan syariat islam. Menjaga kesucian diri atau menjaga diri dari najis sangat baik untuk kesehatan, dan membersihkan diri dari najis pun dalam islam ada aturannya, karena islam adalah agama yang kumplit dalam segala hal.

Segala sesuatu hal sudah ada aturan dan panduannya maka dari itu, kita harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh allah swt. Seperti misalnya dalam bersuci setelah kita melakukan istinja, diutamakan yang paling utama adalah kita harus menggunakan air, kenapa menggunakan air? karena dengan menggunakan air

Selain membuang najis, air ini juga membuang sekaligus dengan bau nya. namun misalnya jika kita nanti nya saat setelah istinja namun tidak bisa menemukan air, maka kita bisa membersihkan diri dengan menggunakan batu, kita tidak boleh membersihkan diri setelah istinja dengan menggunakan tulang karena tulang adalah makanan dari para jin.

Begitupun saat kita hendak berwudhu, maka kita harus menggunakan air namun bila dalam keadaan darurat kita tidak bisa menemukan air, maka kita bisa dengan melakukan tayamum. Dan sudah banyak dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa bersuci dengan air lebih baik dan lebih higienis daripada bersuci dari istinja dengan menggunakan tissue.

Maka dari itu bila sebelumnya kita belum mengetahui berbagai macam hal yang berkaitan dengan thaharah ini, dengan membaca tulisan ini bisa menjadikan kita lebih paham lagi dan menjadi lebih baik lagi, sehingga kita bisa thaharah dengan baik dan benar sesuai dengan syariat islam. Itulah Pengertian dan Syarat-Syarat Wajib Thaharah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • syarat wajib bersuci
  • syarat wajib thaharah

8 Nama Surga dan 8 Nama Neraka

8 Nama Surga dan 8 Nama Neraka – Surga adalah tempat bagi orang yang soleh dan menjalankan perintah dari Allah swt sedangkan Neraka adalah kebalikannya, yaitu bagi orang yang ingkar kepada Allah dan banyak berdosa.

Berikut adalah 8 Nama Surga dan 8 Nama Neraka :

Nama-Nama Surga

  1. Surga Firdaus
  2. Surga ‘And
  3. Surga Na’im
  4. Surga Ma’wa
  5. Surga Darussalam
  6. Surga Darul Muqamah
  7. Surga Maqamul Amin
  8. Surga Khuldi

Nama-Nama Neraka

  1. Neraka Jahanam
  2. Neraka Jahiim
  3. Neraka Hawiyah
  4. Neraka Wail
  5. Neraka Sya’ir
  6. Neraka lazha
  7. Neraka Saqar
  8. Neraka Huthamah

Sebagai muslim tentunya kita pasti tau dengan rukun iman, dan salah satu nya adalah percaya kepada hari akhir. Neraka dan surga ini adalah tempat yang akan kita tuju setelah hari akhir atau hari kiamat. orang yang melakukan berbagai kebaikan dan menjalan semua perintah allah swt serta menjauhkan diri dari segala larangannya maka akan diganjar dengan surga, sebaliknya dengan yang melakukan pelanggaran dan melakukan berbagai macam dosa di dunia maka saat di akhirat nanti akan dimasukan ke dalam neraka.

Di surga kita akan mendapat berbagai keindahan dan kenikmatan yang tidak akan pernah kita dapatkan di dunia, di surga kita bisa makan, minum dengan sepuasnya dan ada berbagai macam makanan atau minuman dan segala kenikmatan yang tersedia di surga. Maka dari pada itu bila kita ingin masuk ke surga maka di alam dunia ini kita harus lah berbuat kebaikan kepada siapa saja dan menjalankan semua perintah allah swt. berbanding terbalik dengan neraka, neraka adalah tempat penyiksaan bagi hamba-hamba yang melanggar perintah allah.
8 Nama Surga dan 8 Nama Neraka
Hukuman di neraka ini sangatlah menakutkan dan sisksaanya tidak akan bisa kita bayangkan. siksaan di neraka begitu pedih dan menakutkan. Jangan sampai nanti kelak kita masuk ke neraka ini, maka dari itu di alam dunia ini kita harus bisa melakukan kebaikan dan memperbaiki semua kesalahan yang pernah dan sedang kita lakukan.

Jika kita masih sering melakukan dosa, maka mulai sekarang berhentilah dari segala sesuatu hal yang berdosa. Ingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara dan sedikit sekali jika dibandingkan dengan kehidupan kita kelak di akhirat, kehidupan di akhirat sangatlah panjang dan kekal abadi. kenikmatan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kenikmatan yang ada di akhirat.

Maka dari itu kita mulai dari sekarang harus menjadikan kehidupan di akhirat sebagai tujuan utama dari kita, jangan sampai kita tergoda oleh kenikmatan dunia yang sesaat, itu semua adalah godaan dari iblis dan untuk menjauhkan kita dari godaan setan atau iblis kita bisa membentenginya dengan iman yang kuat agar kita tidak termudah tergoda oleh godaan setan. Dan demikian lah 8 Nama Surga dan 8 Nama Neraka. semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Tahapan-Tahapan Kehidupan Di Alam Akhirat

Tahapan-Tahapan Kehidupan Di Alam Akhirat – Kehidupan di dunia hanya lah sementara, kehidupan yang lama adalah di alam akhirat. Ketika terjadi kiamat, setiap manusia akan mengalami tahap-tahap kehidupan sebagai berikut, yaitu :

  1. Yaumul Ba’ats (hari kebangkitan), yaitu suatu hari dimana manusia dibangkitkan kembali dari kubur.
  2. Yaumul Mahsyar (hari perkumpulan), yaitu suatu hari dimana manusia dikumpulkan di suatu tempat yang bernama padang mahsyar.
  3. Yaumul Hisab (hari perhitungan), yaitu suatu hari dimana dilakukan perhitungan amal perbuatan manusia ketika di dunia.
  4. Yaumul Mizan (hari penimbangan), yaitu suatu hari dimana dilakukan penimbangan amal perbuatan manusia selama di dunia untuk mengetahui berat ringannya pahala dan dosa.
  5. Yaumul Shirath (hari melewati jembatan), yaitu suatu hari dimana setiap manusia melewati jembatan untuk menuju surga.
  6. Yaumul Jaza’ (hari pembalasan), yaitu suatu hari dimana Allah swt memberikan belasan kepada setiap manusia sesuai dengan amal perbuatan mereka selama di dunia. Bagi orang yang berat pahala amat kebaikannya, maka ia akan masuk surga. Dan bagi orang ringan amal kebaikannya atau berat kejahatannya, maka ia akan masuk neraka.Tahapan-Tahapan Kehidupan Di Alam Akhirat

Akhirat adalah tempat tujuan atau tempat abadi bagi kita untuk menghabiskan waktu dalam mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita di dunia, kehidupan di akhirat sangat lah lama berbeda dengan kehidupan di dunia fana saat ini. Jika pada saat di dunia kita beriman kepada allah swt dan melaksanakan semua perintahnya serta menjauhi segala larangannya maka di akhirat nanti kita akan mendapat kesenangan atas semua perbuatan baik kita di dunia dengan masuk ke surga.

Lain hal nya lagi jika kita melakukan perbuatan dosa dan melanggar larangan allah swt maka di akhirat kelak kita akan mendapat siksaan api neraka yang sangat panas sekali. Namun sangat disayangkan sekali di era yang semakin modern ini yang dimana kita bisa melihat berbagai keindahan dari sang pencipta dan menemukan berbagai kebenaran yang disampaikan allah swt dalam kitabnya, masih banyak saja yang tidak beriman kepada allah swt.

Tentunya ini sangat disayangkan sekali, banyak sekali di era modern ini kebenaran al quran terkuak, seperti contohnya yaitu air laut yang tidak pernah menyatu dan juga gunung berwarna warni yang telah allah swt sebutkan di dalam al-quran. kita harus selalu mengingat bahwa kehidupan di alam dunia hanya sementara saja, berbeda dengan kehidupan di akhirat nanti yang akan kekal selamanya, dengan mengingat hal tersebut maka kita akan terpacu untuk beribadah kepada sang pencipta.

Dan begitulah Tahapan-Tahapan Kehidupan Di Alam Akhirat. Semoga artikel dan kajian ini menambah wawasan kita semua dan membuat kita menjadi semakin rajin dalam beribadah.

Artikel Lainnya :

Incoming search terms:

  • alam akhirat
  • alam akhirat pdf
  • manusia didalam akhirat
  • perjalanan kehidupan di akhirat
  • suatu tahapan kehidupan akhirat yang semua manusia dikumpulkan disebut