4 Macam Riba Menurut Ulama Fiqih

4 Macam Riba Menurut Ulama Fiqih – Riba dalam bahasa timur atau Arab memiliki makna bertambah atau bertumbuh. Dan ada juga yang menyebutkan bahwa riba merupakan penambahan pada barang-barang special. Riba sendiri dilarang dan merupakan sesuatu yang di haramkan dalam ajaran Islam.

Sehingga kesimpulannya riba merupakan akad pertukaran  pada barang tertentu yang mengakibatkan beberapa penambahan. Seperti misalnya ada hutang kepada seseorang senilai Rp. 5.000.000 namun setelah itu harus mengembalikan uang tersebut dengan penambahan atau bunga sebesar Rp. 5.200.000. dan penambahan tersebut yang diharamkan dalam ajaran Islam. Jika sudah menegtahui arti dari riba, maka berikut ini akan diberikan 4 macam riba menurut ulama Fiqih :

  1. Riba Nasi’ah

Merupakan riba yang timbul akibat adanya jual beli atau pertukaran barang tidak sama yang dilakukan secara tempo atau berjangka. Atau juga memiliki kata lain adanya penambahan nilai transaksi yang disebabkan oleh adanya penangguhan saat transaksi. Dan riba nasi’ah ini dikenal dengan nama lain riba jahiliyah sebab berasal dari kebiasaan orang Arab jahiliyah yang mana memberikan pinjaman lalu saat sudah waktunya sudah habis, maka kan berkata mau diperpanjang atau segera dilunasi. Apabila di perpanjang maka tambahannya akan di ribakan lagi.

 

  1. Riba Qardh

Riba yang terjadi disebabkan adanya tambahan atas pinjaman pokok yang di syaratkan di muka oleh pihak kreditur kepada pihak yang berhutang atau disebut debitur, yang di terima sebagai suatu keuntungan. Seperti contoh : kreditur memberikan pinjaman berupa modal kepada debitur sebesar 20 juta dengan ketentuan wajib mengembalikan hutang tersebut sebesar 25 juta ketika sudah lewat tempo.

  1. Riba Jahiliyah

4 macam riba menurut ulama Fiqih yang selanjutnya yaitu  riba yang terjadi akibat terdapat tambahan ketentuan dari pihak kreditur, yang mana pihak peminjam di wajibkan untuk membayar pinjaman yang lebih dari jumlah yang di pinjamkan, disebabkan ketidak mampuan atau keterlambatan saat membayar pinjaman ketika sudah jatuh tempo. Seperti contoh : debitur mempunyai hutang sebesar 20 juta, dan jatuh tempo dalam 6 bulan. Akan tetapi sampai dengan tanggal tersebut debitur belum juga membayar dikarenakan tidak mampu membayar. Sehingga pihak peminjam membuat perjanjian, jika dalam jangka waktu pinjaman bisa diperpanjang maka jumlah utang  akan bertambah menjadi 25 juta.
4-macam-riba-menurut-ulama-fiqih

Riba yang timbul disebabkan transaksi jual beli atau pertukaran barang riba, yang mana memiliki perbedaan nilai transaksi jika penyerahan salah stau atau keduanya diberikan di hari depan. Dengan kata lain untuk riba Yad memiliki 2 syarat untuk transaksi tersebut yaitu pada satu jenis barang bisa di perjualkan dengan dua cara pembayaran, kredit atau lunas. Misalnya seperti mobil yang dibeli secara tunai dengan harga 200 juta, dan untuk kredit nilai mobil menjadi 250 juta, dan hingga dengan keduanya tidak bertemu pada keputusan tentang harga mobil yang ditawarkan. Demikian 4 macam riba menurut ulama Fiqih yang telah disampaikan. Semoga menambah ilmu agama Islam Anda.

Artikel Lainnya :

4 Macam Riba dan Contohnya

4 Macam Riba dan Contohnya – Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya riba dalam islam adalah haram, dan siapun yang melukakannya akan mendapatkan dosa. Telah disebutkan pula dalam Al-Qur’an yang artinya,”dan telah aku halalkan jual beli dan kuharamkan riba.

Sudah sangat jelas disebutkan dlalam Al-Qur’an bahwa riba itu haram dan tidak boleh untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebisa mungkin kita harus menjauhi riba dan harus berhati-hati dengan praktek riba ini karena saat ini banyak praktek riba yang diselipkan jual beli, sekilas hal tersebut seperti jual beli namun jika telaah lebih dalam itu termasuk riba bukan jual beli. Pengetahuan masyarakat mengenai riba perlu ditingkatkan kembali karena banyaknya praktek riba yang sekilas mirip jual beli dan membuat masyarakat kesulitan untuk membedakannya. Berikut akan dijelskan mengenai 4 Macam Riba Dan Contohnya :

1. Riba Fadl (Jual Beli) : Riba fadl merupakan riba yang muncul akibat adanya jual-beli atau pertukaran barang ribawi yang sejenis namun berbeda kadar atau takarannya. Contohnya: 2 kg gandum yang bagus ditukar dengan 3 kg gandum yang sudah berkutu

  1. Riba Nasi’ah

Riba nasi’ah merupakan riba yang muncul akibat jual-beli atau pertukaran barang ribawi tidak sejenis yang dilakukan secara hutang (jatuh tempo) adanya tambahan nilai transaksi oleh perbedaa atau penangguhan waktu transaksi.

Contoh: Alpi pinjam uang kepada Lisa sebesar Rp 100.000 dengan tempo 1 bulan jika pengembalian lebih satu bulan maka ditambah Rp 1.000

  1. Riba qardh

Riba qardh merupakan riba yang muncul akibat tambahan atas pokok pinjaman yang dipersyaratkan di muka oleh kreditur kepada pihak yang berhutang yang diambil sebagai keuntungan.

Contoh: Vna memeberikan pinjaman pada Zia sebasar Rp 500.000 dan wajib mengembalikan sebesar Rp 700.000 saat jatuh tempo dan kelebihan uang ini tidak jwlas untuk apa.
4-macam-riba-dan-contohnya

  1. Riba yad

Riba yad merupakan riba yang muncul akibat adanya jul-beli atau pertukaran ribawi maupun bukan ribawi dimana terdapat perbedaan nilai transaksi bila penyerahan salah satu atau kedua-duanya diserahkan kemudian hari.

Contoh: Tio dan Yoi sedang melakukan transaksi jual beli motor, Tio menawarkan motornya kepada Yoi dengan harga Rp 13.000.000 jika dibeli secara tunai namun jika kredit menjadi seharga Rp 15.000.000 hingga sampai akhir akhir ransaksi tidak adanya keputusan mengenai harga.

Berikut tadi penjelasan mengenai 4 Macam Riba Dan Contohnya semoga bisa menjadi pemahaman bersama dan menjadikan kita lebih berhati-hati lagi dalam menjalan transaksi terhadap sesama manusia. Jangan sampai kita terbodohi dan terkelabuhi oleh riba yang disamarkan menjadi transaksi jual beli. Jika tidak berhtai-hati maka kita sendiri yang akan merugi. Semoga ilmu yang sedikit ini menjadi bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Lainnya :

Macam-Macam Riba dan Penjelasannya

Macam-Macam Riba dan Penjelasannya – Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita selalu berhubungan dengan ekonomi dan terkadang kita sering menjumpai riba di dalamnya.

Dalam Islam, riba adalah satu hal yang merupakan perbuatan tercela bahkan haram dan harus dihindari. Untuk itulah, kita perlu memperlajari dan mengetahui apa itu riba dan seperti apa bentuk-bentuk atau macam-macam riba sehingga aktifitas sehari-hari kita dapat terhindar dari perbuatan tersebut.

Riba, arti menurut bahasa adalah tambahan atau disebut dengan ziyadah atau juga berkembang yang disebut dengan nama’. Jadi, riba bisa diartikan sebagai bertambahnya atau berkembangnya jumlah uang atau barang yang dipinjam dalam kurun waktu tertentu.

Setelah mengetahui penegertian dari riba dan seperti apa riba itu, perlu juga mengetahui macam-macam riba dan penjelasannya. Riba ternyata memiliki beberapa jenis dan memiliki pengertian yang berbeda yang sangat perlu diketahui untuk menghindari transaksi riba dalam kehidupan ekonomi. Berikut ini beberapa jenis riba yang perlu diketahui diantaranya adalah:

1. Riba Jahiliyah (Dain) : Riba jenis ini adalah jenis riba yang terdapat dalam utang piutang atau sering pula disebut dengan riba mudha’afah atau melipatgandakan uang. Riba jahilyah ini adalah riba yang apabila berhutang namun hutang yang dibayarkan melebihi jumlah hutang pada awalnya. Seiring dengan bertambahnya waktu untuk membayar ditentukan namun yang berhutang tidak mampu membayar maka semakin bertambah pula penambahan hutang yang harus dibayarkan.

2. Riba Qardhi : Riba jenis Qardhi ini juga termasuk riba yang ada dalam urusan utang piutang. Dalam kasus riba ini, seseorang yang memberikan hutang mengambil keuntungan dari orang yang dipinjaminya. Seperti misalnya mengambil keutungan beberapa persen dari jumlah uang yang dipinjamkan.

3. Riba Nasi’ah : Kasus riba ternyata tidak hanya terjadi dalam urusan utang piutang saja tapi juga sering terjadi dalam transaksi jual beli. Salah satunya adalah jenis riba nasi’ah ini yang mana seseorang menukarkan barang dalam waktu yang tidak bersamaan atau terlambat dari barang yang lainnya sehingga terjadi perbedaan, tambahan, atau perubahan dari yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan nanti.
Macam-Macam Riba dan Penjelasannya4. Riba Fadhl : Riba fadhl ini juga merupakan riba yang muncul dalam urusan jual beli. Dalam hal ini, riba fadhl terjadi apabila menukarkan barang yang sejenis namun memiliki kadar dan ukuran yang berbeda.

5. Riba Yad : pengertian dari riba ini yaitu adalah Berpisah dari tempat terjadinya transaksi jual beli sebelum serah terima barang yang telah disepakati jadi dibeli

Mengetahui dan mempelajari seperi apa riba dan bentuk-bentuknya baik dalam jual beli maupun piutang sangatlah penting sehingga dalam kehidupan ekonomi sehari-hari kita dapat menghindari hal yang dilarang oleh agama tersebut. Dengan begitu, apa saja yang kita lakukan bisa mendapatkan ridho dari Allah SWT dan juga sekaligus menambah pengetahuan dan wawasan kita semua. Semoga bermanfaat dan demikian ulasan mengenai macam-macam riba dan penjelasannya.

Artikel Lainnya :