10 Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

10 Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli – Lingkungan hidup adalah lingkungan kehidupan bagi kita semua. Untuk mengetahui bagaimana cara menjaganya, kita harus tahu lebih dulu tentang definisi lingkungan hidup itu sendiri. Apa sebenarnya lingkungan hidup itu dan bagaimana cara menjaganya? Berikut adalah penjelasan tentang apa itu lingkungan hidup dan bagaimana cara merawatnya. Sebenarnya ada banyak ahli yang mengatakan tentang definisi lingkungan hidup. Pengertian lingkungan hidup yang pertama adalah benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang ada pada ruang yang kita tempati dan bisa mempengaruhi hal-hal disekitarnya yang hidup, termasuk manusia. Dari definisi ini, dapat diartikan bahwa lingkungan hidup adalah lingkungan atau keadaan di sekitar kita yang sangat berpengaruh terhadap hal-hal didalamnya. Definisi ini sebenarnya sangat luas, Untuk bisa mengertinya, kita harus membuat batasan. Batasan pada definisi ini dibagi ke dalam empat faktor. Faktor-faktor tersebut adalah faktor yang dapat dijangkau manusia. Faktor-faktor tersebut adalah faktor alam, politik, ekonomi, dan juga sosial.

10 pengertian lingkungan hidup menurut para ahli selanjutnya adalah lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat dialam. Apa sebenarnya maksud dari definisi ini? Definisi ini berarti bahwa lingkungan hidup adalah bentuk fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Dengan kata lain, segala hal yang ada di alam adalah dianggap sebagai lingkungan hidup. Segala sesuatu yang berada di alam adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua itu berarti adalah lingkungan hidup. Menurut definisi tersebut, lingkungan hidup yang dimaksud adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya. Definisi yang selanjutnya tentang lingkungan hidup adalah semua benda an kondisi yang ada di alam yang berpengaruh terhadap kehidupan kita. Mengapa hewan termasuk lingkungan hidup?

Hal ini dikarenakan hewan berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup manusia dan juga tumbuhan. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, lingkungan hidup dapat dikatakan sebagai hal-hal yang berpengaruh terhadap kehidupan kita.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli :

  • Emil Salim : Lingkungan hidup ialah segala sesuatu baik itu kondisi, benda, pengaruh atau keadaan yang ada di dalam tempat yang kita tempati dan itu mempengaruhi kehidupan mahluk hidup.

10 Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

  • Otto Soemarwoto : lingkungan hidup adalah aspek sebuah kondisi dan benda yang berada di lingkungan sekitar kita dan juga mempengaruhi kehidupan kita.
  • Soedjono : menurut soedjono, lingkungan hidup ialah lingkungan jasmani serta lingkungan fisik yang ada di alam dan dan mencakup lingkungan kehidupan dari hewan, tumbuhan dan juga manusia.

Bagaimana cara menjaga lingkungan hidup? Lingkungan hidup yang tidak dijaga pasti akan merusak kehidupan kita. Oleh karena itu, kita harus memahami betul bagaimana cara merawatnya. Ada beberapa cara merawat lingkungan hidup kita. Pertama, kita harus merawat lingkungan hidup sebagaimana lingkungan hidup tersebut seharusnya dirawta. Misalnya saja merawat tumbuhan harus dengan menyirami dan memberikan pupuk. Dengan demikian, anda akan mendapatkan manfaat dari tumbuhan tersebut. Kedua, anda bisa merawat lingkungan hidup dengan cara tidak merusaknya. Hal ini adalah hal yang harus dilakukan. Terkadang, kita secara tidak sengaja menghancurkan lingkungan hidup tersebut. Terakhir kita harus merawat dengan tidak mengambil hal-hal yang langka. Hewan dan tumbuhan yang langka ada baiknya untuk dibiarkan saja ada seperti yang tertera pada 10 Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli dan bagaimana cara merawatnya.

Artikel lainnya :

Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian

Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian – Setiap orang pastinya memiliki jumlah kebutuhannya masing-masing. Tentunya semakin dewasa, jumlah kebutuhan hidup kita akan meningkat. Hal itu berkaitan juga dengan dimana kita tinggal, dimana kita bekerja, dan sebagainya. Apalagi bagi orang yang sudah berkeluarga, tentunya kebutuhannya pun akan semakin bertambah. Dalam mencukupi atau memenuhi kebutuhannya, tentunya dibutuhkan pemasukan. Pemasukan yang dimaksud adalah uang. Uang dapat dicari atau didapatkan dari bekerja. Nah, berbicara masalah bekerja, di zaman yang semakin modern dan besar seperti saat ini tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Bagaimana tidak, jumlah lowongan pekerjaan yang ada tidak sebanding dengan jumlah para pencari kerja. Hal itu tentunya tidak hanya merugikan dirinya sendiri, melainkan juga lingkungan masyarakat dan negara. Maka, dari itu masalah pengangguran ini menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan oleh pemerintahan. Lalu, apa dampak pengangguran terhadap perekonomian? Semuanya akan dikupas tuntas dalam artikel satu ini.

Pengangguran merupakan hal yang sangat menyita perhatian pemerintah negara, seperti salah satunya negara Indonesia. Jumlah angka pengangguran di Indonesia sendiri itu fluktuasi. Maka, hal ini menjadi hal yang harus dipecahkan oleh pemerintah Indonesia. Di setiap pemerintahan masing-masing presiden sudah menjalankan program-program untuk mengentaskan pengangguran di Indonesia. Namun, pengangguran belum 100% terpecahkan. Dapat kita lihat saja, di beberapa kota besar di Indonesia, masih banyak pengangguran dari berbagai kalangan dengan latar belakang pendidikan yang beragam, salah satunya dari Sarjana. Tentunya ada banyak dampak pengangguran terhadap perekonomian yang sangat terasa. Agar tidak berkepanjangan, maka diperlukan peran pemerintah yang benar-benar serius untuk menghapuskan yang namanya peningkatan pengangguran di Indonesia.

Pemerintah harusnya dapat dengan segera untuk membuka lapangan pekerjaan atau lowongan pekerjaan agar masalah ini terpecahkan. Caranya dengan menciptakan pengusaha-pengusaha baru, memperluas pekerjaan, dan sebagainya. Apa saja dampak pengangguran terhadap perekonomian? Dampaknya antara lain yaitu:

Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian

  • Kemiskinan: Tentunya orang-orang yang menganggur tak memiliki penghasilan, dan oleh karena itu akan menyebabkan dirinya susah untuk memenuhi kebutuhannya. Seseorang dapat dikatakan miskin jika pendapatan perharinya kurang dari Rp 7.500,00.
  • Semakin tinggi angka kriminalitas: Untuk membuhi kebutuhan hidupnya, orang-orang yang menganggur ini tentunya akan mencari cara agar kebutuhannya terpenuhi. Sampai sudah terdesak, di antara mereka ada yang melakukan mencuri, menjambret, mencopet, dan sebagainya.
  • Adanya kekacauan sosial dan juga politik, misalnya seperti perebutan kekuasaan dan juga demo dimana-mana dengan berbagai tuntutan.
  • Gangguan psikis: Tentunya pengangguran dengan adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan akan membuat orang menjadi stres. Akibatnya banyak terjadi perampokan karena masalah ekonomi, kasus pencurian akibat masalah ekonomi, kasus kesehatan dan juga gizi masyarakat.
  • Banyaknya jumlah anak-anak jalanan yang mengamen, pengemis di jalanan, rumah-rumah yang kumuh, dan juga kasus-kasus perdagangan anak.

Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Dampak Pembakaran Minyak Bumi Terhadap Lingkungan

Dampak Pembakaran Minyak Bumi Terhadap Lingkungan -Sudah ada yang pernah tahu, darimana dan apa itu minyak bumi? Ya, pastinya kita sudah tidak asing dengan yang namanya minyak bumi, bukan? Kehidupan sehari-hari kita tidak dapat kita lepaskan dari peran dari minyak bumi. Namun, tentunya sudah bukan atau tidak berbentuk minyak yang masih mentah dan langsung kita gunakan begitu saja. Melainkan sudah diolah sedemikian rupa agar menjadi minyak-minyak dalam bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Salah satu manfaat dari minyak bumi yang paling sering kita gunakan adalah bahan bakar minyak atau BBM alias bahan bakar kendaraan alias bensin. Bensin merupakan produk dari minyak bumi yang sudah diolah. Namun, sudah tahukah apa dampak pembakaran minyak bumi terhadap lingkungan? Sebelum kita membahasnya secara lengkap lebih baik kita membahas terlebih dahulu apa itu minyak bumi dan darimana asal dari minyak bumi ini.

Minyak bumi terbentuk dari organisme yang sudah lama mati berada di dasar laut. Organisme ini kemudian tertimbun oleh pasir dan juga lumpur. Setelah itu, terbentuklah batuan sedimen yang terbentuk di atas dari organisme itu tadi, yang mana akhirnya terbentuk minyak bumi. Nah, minyak bumi inilah yang menjadi sumber dari berbagai bahan seperti misalnya bensin. Minyak bumi menjadi sebuah hal yang diperebutkan banyak orang di dunia ini. Bagaimana tidak, kebutuhan manusia akan olahan dari minyak bumi ini semakin tinggi dan semakin tak terkontrol. Negara-negara yang sebagai sumber dari minyak bumi ini menjadi negara-negara yang kaya. Bagaimana tidak kaya? Ya, karena dengan hasil penjualan olahan minyak bumi tersebut, tentunya akan menambah pendapatan dari negara-negara penghasil atau dekat dengan sumber minyak bumi. Meskipun minyak bumi menghasilkan pundi-pundi uang, tetapi minyak bumi juga memiliki dampak. Salah satunya adalah dampak pembakaran minyak bumi terhadap lingkungan.

Dampak pembakaran minyak bumi terhadap lingkungan yang paling dekat dan dapat mudah kita kenali adalah dari asap kendaraan bermotor. Seperti yang kita sering lihat bahwa asap kendaraan yang tidak terkontrol menjadi masalah bagi kesehatan. Ya, selain dapat menyebabkan polusi udara, tentunya asap kendaraan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Dapat kita lihat orang-orang di kota-kota besar, banyak yang sudah menggunakan masker karena mereka sadar bahwa polusi udara sudah tidak terkontrol. Jika sudah begitu pastinya udara yang kita hirup sudah tidak bersih alias sudah terkontaminasi. Jadi, kita harus tetap hati-hati dan menjaga rongga pernafasan kita agar tetap bersih dari polusi. Nah, berikut beberapa dampak dari polusi, antara lain yaitu:
Dampak Pembakaran Minyak Bumi Terhadap Lingkungan

  1. Gangguan kesehatan seperti sesak nafas, kanker, paru-paru menjadi kotor, iritasi, gangguan masalah kulit seperti kusam, komedo, dan berjerawat.
  2. Pakaian menjadi mudah kotor terkena polusi.
  3. Pemanasan global.

Demikian lah bahasan mengenai dampak minyak bumi ini.

Artikel Lainnya :

Pengertian Lingkungan Hidup Secara Umum

Pengertian Lingkungan Hidup Secara Umum – Kehidupan melibatkan berbagai unsur diantaranya makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan) dan lingkungan hidupnya. Berbagai unsur tersebut haruslah berjalan secara seimbang agar menciptakan kehidupan yang baik dan semestinya. Jika tidak terjadi keseimbangan antara unsur-unsur tersebut maka akan terjadi berbagai hal negatif, misalnya bencana, dan sebagainya. Pengertian lingkungan hidup secara umum yaitu sebuah kesatuan ruang dengan segala makhluk hidup dan benda yang berada di dalamnya termasuk juga manusia serta perilakunya. Jadi bukan hanya lingkungan fisik saja. Lingkungan hidup ini mencakup ekosistem, budaya, perilaku sosial, bahkan juga udara yang ada. Manusia sebagai makhluk yang berakal sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup ini. Maka manusia harus memiliki kesadaran untuk menjaga keseimbangan dalam lingkungan hidupnya.

Lingkungan hidup begitu penting untuk kehidupan manusia maupun makhuk hidup lainnya jika dilihat dari pengertian lingkungan hidup secara umum. Lingkungan hidup ini memiliki fungsi pokok dalam keberlangsungan hidup semua makhluk hidup di alam. Tanpa lingkungan hidup ini manusia dan makhluk hidup lainnya tidak akan bisa bertahan hidup dan tidak akan memiliki tempat untuk tinggal. Berbagai fungsi pokok dari lingkungan hidup adalah sebagai berikut.

  • Sebagai habitat makhluk hidup

Semua makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan memerlukan lingkungan hidup untuk menjadi tempat ia tinggal. Bukan hanya sekedar lingkungan saja, namun lingkungan yang sehat dan berjalan dengan baik dan semestinya sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan makhluk hidup. Selain itu lingkungan hidup juga menjadi tempat tumbuh dan berkembang makhluk hidup itu sendiri.

  • Penyedia Sumber Daya Alam (SDA) bagi keberlangsungan hidup manusia

Lingkungan hidup sangat penting bagi seluruh makhluk hidup, namun terutama manusia. Segala kebutuhan manusia bersumber dari alam. Tanpa adanya lingkungan hidup, manusia tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya dan tidak akan bisa mempertahankan keberadaanya.

  • Memberi pengaruh pada pola pikir, tingkah laku, dan sifat makhluk hidup.

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa lingkungan hidup bukan hanya berupa lingkungan fisik saja, namun juga budaya, sosial, dan sebagainya. Maka lingkungan hidup juga akan berpengaruh bagi pola pikir, tingkah laku, dan sifat makhluk hidup.
Pengertian Lingkungan Hidup Secara Umum

Untuk itu setiap makhluk hidup tentunya harus menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Namun sebagai makhluk yang memiliki akal, manusialah yang paling dituntut untuk menjaganya. Manusia merupakan pemimpin di bumi, maka sudah semestinya manusia menjaga lingkungan hidupnya. Cara menjaga lingkungan hidup misalnya dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, melakukan reboisasi jika melakukan penebangan, menghindari kebiasaan yang bisa merusak lingkungan hidup seperti udara. Kebiasaan yang bisa merusak lingkungan hidup misalnya terlalu banyak mempoduksi karbonmonoksida yang bisa mencemari udara, serta berbagai cara lainnya. Itulah sedikit ulasan tentang pengertian lingkungan hidup secara umum, fungsi, serta cara menjaganya. Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut UU No 4 Tahun 1982

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut UU No 4 Tahun 1982 – Berbicara mengenai lingkungan hidup sudah barang tentu hal ini berhubungan erat dengan kehidupan semua jenis makhluk hidup yang ada di dunia ini. baik itu manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan jenis makhluk hidup yang lainnya. Apapun jenis makhluk hidup yang ada di dunia ini tentu saja tidak akan bisa hidup secara individu. Akan terjadi interaksi satu sama lain antar makhluk hidup tersebut. Hal ini karena untuk bertahan hidup, semua makhluk membutuhkan satu sama lain. Contohnya adalah manusia yang membutuhkan tumbuhan sebagai makanan pemenuh gizi mereka. Tanpa adanya tumbuhan yang bisa dimakan oleh manusia, maka manusia tersebut akan kekurangan gizi dan vitamin yang dapat diperoleh dari tumbuhan tersebut.

Nah lantas tahukah anda apa dan bagaimana pengertian lingkungan hidup menurut UU no 4 tahun 1982? Jika anda belum bisa memahami maka sangat tepat bagi anda menyimak ulasan mengenai definisi lingkungan hidup yang ada pada UU no 4 tahun 1982. Dari banyak sumber yang ada, definisi dari lingkungan hidup yang ada pada UU no 4 tahun 1982 ini merupakan siklus hidup yang berkaitan dengan unsur semua jenis benda, keadaan, daya, serta yang terpenting adalah makhluk hidup itu sendiri yang termasuk di dalamnya ada manusia. Tidak hanya mengenai makhluk hidup itu sendiri akan tetapi juga mengenai perilaku dari makhluk hidup tersebut terhadap lingkungan yang ada disekitarnyan sehingga terjadi kelangsungan hidup yang sejahtera dari setiap jenis makhluk hidup yang terkait. Memang pada dasarnya memperlajari ruang lingkup lingkungan hidup ini maka kita akan berbicara mengenai banyak sekali hal-hal yang ada di dunia ini.

Sebagai salah satu contohnya adalah manusia dan perilakunya. Dalam bidang lingkungan hidup, manusia harus berperilaku dengan baik terhadap setiap jenis makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Jika perilaku manusia tidak dikendalikan dan tidak ada kesadaran dari manusia itu sendiri maka lingkungan hidup akan rusak. Dan lama kelamaan manusia itu sendiri yang akan merugi. Dengan menjalankan semua aturan hidup sesuai dengan kaidah berlingkungan hidup yang baik maka dapat dijamin kehidupan di dunia ini akan menjadi aman dan sejahtera.

Yang mana hal tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh manusia saja, akan tetapi juga akan dirasakan oleh semua kalangan jenis makhluk hidup yang lainnya. Nah dengan memahami pengertian lingkungan hidup menurut UU no 4 tahun 1982 tersebut maka diharapkan kita sebagai salah satu jenis makhluk yang hidup di dunia ini bisa melakukan interaksi yang baik dengan lingkungan yang ada di sekitar kita. Sehingga terciptalah hidup yang aman sejahtera.

Artikel Lainnya :

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Beberapa Ahli

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Beberapa Ahli – Manusia tidak dapat terlepas dari lingkugan hidup. Apapun yang terjadi dengan lingkungan hidup dapat memberikan efek kepada manusia. Begitu pula sebaliknya, lingkungan hidup akan berubah sesuai dengan apa yang dilakukan oleh manusia. Hubungan ini seperti sebuah rantai yang saling terbuhung dan memberikan getaran kepada seluruh mata rantai yang lain hingga suatu saat gertaran itu akan kembali dirasakan di mata rantai yang pertama. Jika getara iitu berupa hal positif tentu harus ditambah di tiap putarannya agar semakin lama semakin besar. Namun, jika ternyata getaran tersebut adalah hal negatif, bagaimana cara menghentikannya? Manusia sebagai makhluk berakal adalah kuncinya. Jika manusia dapat menyikapi tiap geteran, dan dalam saat yang bersamaan tidak memberikan getaran negatif, tentu akan terjadi putaran yang indah dan nyaman. Manusia hidup bersama manusia lain di suatu lingkungan. Apakah lingkungan hidup ini merupakan tempat yang ditinggali manusia? Ternyata tidak semudah itu. Lingkungan memiliki perbedaan dengan lingkungan hidup. Berikut ini adalah pengertian lingkungan hidup menurut beberapa ahli yang dapat kita gunakan sebagai landasan berpikir.

  • Soedjono : “lingkungan hidup adalah lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam yang mencakup lingkungan hidup manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya.” Pendapat Soedjono ini cukup ambigu dan membingungkan. Salah satu pandangan dapat mengartikannya dengan lingkungan hidup sebagai lingkungan yang meliputi makhluk hidup saja. Sedangkan air, tanah, udara, dan sejenisnya tidak termasuk.
  • Bintarto

“Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik berupa benda ataupun nonbenda yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi sikap dan tindakan kita.”

Pengertian ini cukup dekat dengan penjelasan sebelumnya. Gerak rantai senada dengan pendapat Bintarto mengenai lingkungan hidup.

  • Emil salim

“Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal hidup termasuk kehidupan manusia.”

Mirip dengan pendapat Bintarto, namun Emil salim berpendapat bahwa kita sebagai manusia tidak akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup.

  • Otto Semarwoto

“Lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.”

Jika dilihat, diksi yang digunakan oleh Otto Semarwoto dan Emil berbeda, namun ketika idtinjau dari segi maksud, dua ungkapan ini sama.

  • Undang-undang Republik Indonesia No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

“Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.”

Dilihat dari diksi dan maknanya, sepertinya pendapat dari UU ini adalah yang paling lengkap dibanding yang sebelumnya.

Itulah pengertian lingkungan hidup menurut beberapa ahli yang dapat anda gunakan sebagai acuan dalam berpikir. Pendapat yang terakhir tidak menunjukkan nama seorang ahli, namun UU dapat dibuat dari pendapat berbagai ahli yang telah melewati penggodokan yang panjang.

Artikel Lainnya :

Dampak Pemanasan Global Terhadap Perubahan Iklim

Dampak Pemanasan Global Terhadap Perubahan Iklim – Pemanasan global yaitu kenaikan suhu di permukaan bumi yang pada umumnya disebabkan oleh adanya peningkatan emisi gas rumah kaca contohnya adalah metana, karbondioksida, dinitro oksida, perfluorokarbon, sulfur heksafluorida, dan  hidrofluorokarbon di atmosfer. Berdasarkan pendapat  para ahli, pemanasan global tersebut disebabkan oleh efek gas rumah kaca. Atmosfer yang ada di bumi ini terdiri dari berbagai macam gas yang mempunyai  fungsi berbeda-beda. Kelompok gas tersebut pada umumnya memiliki fungsi untuk menjaga suhu di permukaan bumi supaya  tetap hangat. Gas itulah yang disebut dengan gas rumah kaca karena dalam suatu sistem kerja gas-gas di atmosfer itu mempunyai kemiripan dengan sistem kerja rumah kaca yang dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai tanaman agar tumbuh dengan baik.

Rumah kaca tersebut memiliki fungsi untuk menahan panas matahari supaya suhu yang ada di dalam rumah kaca terjaga dan tetap hangat. Oleh karena itu tanaman yang terdapat di dalamnya bisa tumbuh baik karena tanaman mendapat panas atau sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. Pemanasan Global tentu saja akan memberikan beberapa dampak yang luas, baik itu terhadap manusisa, hewan, maupun tumbuhan. Beberapa diantaranya juga bisa mempengaruhi perubahan iklim serta hasil pertanian.

  1. Dampak Pemanasan Global Terhadap Iklim

Akibat meningkatnya suhu di permukaan bumi dalam waktu yang cukup lama hingga saat ini sudah mengubah iklim dan cuaca pada berbagai wilayah di bumi, khususnya pada daerah Kutub Utara. Berikut ini adalah beberapa dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim:

  1. Pada daerah subtropis, pegunungan yang diatas puncaknya ditutupi oleh salju lama-lama salju tersebut akan cepat mencair.
  2. Beberapa daerah menjadi kekeringan karena air tanah lebih cepat mengalami penguapan
  3. Terjadinya kekeringan ekstrim dan hujan ekstrim di berbagai wilayah.
  4. Terjadinya angin puting beliung.
  5. Sering terjadi badai karena curah hujan yang terus meningkat.
  6. Dampak Pemanasan Global Terhadap Hasil Pertanian

Selain berdampak terhadap iklim, pemanasan global juga ternyata sangat berdampak terhadap hasil pertanian serta ketahanan pangan nasional. Berikut ini merupakan dampak pemanasan global terhadap hasil pertanian:

  1. Tanaman pertanian banyak yang rusak karena keringnya lahan pertanian
  2. Terjadinya gagal panen karena berbagai wilayah pertanian direndam banjir.
  3. Rawan pangan akan terus meningkat pada wilayah rawan banjir dan kekeringan.
  4. Banyaknya serangan hama dan penyakit terhadap tanaman pangan akibat perubahan iklim di bumi.

Pemanasan ternyata sangat berpengaruh terhadap kelestarian hidup di bumi. Sehingga pemanasan global pun sudah menjadi salah satu hal ancaman yang sangat serius bagi cuaca dan iklim di bumi sehingga berpengaruh pula terhadap ketahanan pangan serta hasil pertanian. Pemanasan global harus segera di sikapi dengan beberapa perubahan pola hidup manusia seperti mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, melestarikan hutan tropis, reboisasi, dan perubahan lainnya yang dapat membantu mengurangi berbagai dampak pemanasan global terhadap perubahan iklim serta hasil pertanian.

Artikel Lainnya :

Pengertian Hutan Mangrove Menurut Para Ahli

Pengertian Hutan Mangrove Menurut Para Ahli – Selain pantai, salah satu wisata alam yang tengah diminati oleh masyarakat adalah hutan bakau alias hutan mangrove. Ya, salah satu hutan alam yang berada di daerah air payau mempunyai daya tarik tersendiri dengan pemandangannya yang khas, serta lokasinya yang spesifik berada di sekitar muara sungai, dengan pengaruh pasang-surut dari air laut yang cukup berperan. Terlebih lagi, pemerintah dengan berupaya untuk mempercantik area hutan bakau dengan berbagai inovasi sehingga cocok digunakan sebagai destinasi wisata selama libur panjang. Nah, sebelum membicarakan topik yang lebih dalam lagi, sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengan hutan bakau ini?

Nah, berdasarkan pengertian hutan mangrove menurut para ahli, hutan mangrove ini merupakan suatu ekosistem alam yang terletak di peralihan antara air tawar dan air laut, atau disebut juga dengan istilah air payau. Oleh sebab itu, ekosistem hutan ini pun sangat dipengaruhi oleh adanya pasang-surut dari air laut sebagai kunci dari suburnya tanaman bakau tersebut. Umumnya, hutan mangrove juga banyak ditemukan di daerah yang tidak terkena ombak, daerah berpasir, serta daerah yang masih terendam air laut, baik ketika pasang maupun surut. Tidak heran, selain tanaman mangrove, tanaman lainnya yang tumbuh di ekosistem tersebut mempunyai karakteristik yang khas, dan telah beradaptasi untuk dapat tumbuh di ekosistem tersebut, misalnya berupa api-api, kendeka, nirih, pidada, dan spesies lainnya.

Ekosisten hutan bakau ini berada di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di daerah Dangkalan Sunda karena daerah tersebut menjadi muara dari sungai-sungai besar.

Pengertian Hutan Mangrove Menurut Para Ahli :

  • Kusmana (2002) : menurut kusmana hutan mangrove adalah sebuah komunitas tumbuhan atau individu jenis tumbuhan yang dimana membentuk suatu komunitas didaerah pasang dan surut.
  • Indrawan dan Soerianagara (1982) : Indrawan dan Soerianagara menyebutkan bahwa hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di daerah/area dekat pantai.
  • Steenis : steenis (1978) mengemukakan bahwa hutan mangrove adalah suatu vegetasi hutan yang tumbuh dan berkembang di antara garis pasang dan surut.

Misalnya daerah yang terletak di pantai timur Sumatera, pantai utara Jawa, bahkan Dangkalan Sahul yang terletak di Papua daerah pantai barat daya. Jadi, setelah mengenal pengertian hutan mangrove menurut para ahli dan seluk-beluk mengenai ekosistem hutan bakau ini, sebenarnya peran sebuah hutan mangrove untuk kehidupan apa saja, sih?

  • Berawal dari segi ekonomi, kayu bakau mempunyai kualitas baik untuk dijadikan sebagai barang komoditas, sementara fungsi lainnya dialihfungsikan sebagai arang kayu, bahan pangan dan minuman, tanin, bahkan sebagai bahan pewarna dan kosmetik.
  • Dari segi perlindungan ekologi, maka hutan bakau sangat berperan untuk mencegah abrasi atau pengikisan daratan pantai dengan fungsinya sebagai pelindung pantai dan mampu memecah ombak.
  • Hutan bakau merupakan ekosistem terbaik untuk habitat berbagai hewan laut, berupa kepiting bakau, ikan belodok, siput bakau, udang kumpur, dan berbagai jenis ikan laut.
  • Pembangunan green belt di sekitar garis pantai dari hutan bakau dapat digunakan untuk megurangi dampak yang diakibatkan oleh tsunami. Hal ini terbukti dengan upaya green belt yang dilakukan oleh pemerintahan Jepang.
  • Jadi, setelah mengenal seluk-beluk dari hutan bakau, apakah Anda masih mempunyai alasan lain untuk mengubah fungsi hutan bakau sebagai tambak dan kebun kelapa sawit?

Demikian.

Artikel Lainnya :

Pengertian Hutan Produksi dan Contohnya

Pengertian Hutan Produksi dan Contohnya – Hutan merupakan kekayaan alam yang patut dijaga kelestariannya, selain itu hutan juga mempunyai banyak sekali macamnya. Salah satu yang akan dibahas yaitu mengenai hutan produksi dan juga contohnya. Hutan banyak sekali memberikan hasil dan manfaat yang bernilai ekonomis dan juga memiliki fungsi utama yaitu untuk memproduksi hasil-hasil hutan. Hutan merupakan suatu lahan yang luas dan banyak ditumbuhi oleh berbagai tumbuhan serta pepohonan liar atau budi daya yang dilakukan oleh pemerintah dan juga masyarakat yang tinggal disekitar hutan tersebut. Hutan produksi banyak memberikan nilai ekonomis karena dapat menghasilkan berbagai jenis kayu yang bernilai ekonomis yaitu seperti kayu damar, kayu jati, kayu mahoni, getah damar, rotan dan lain sebagainya. Dikatakan ekonomis karena hutan ini mampu memproduksi seperti kayu yang sudah disebutkan diatas yang memiliki harga jual tinggi.

Hutan produksi merupakan areal hutan yang dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai penghasil hutan dan berfungsi untuk menghasilkan hasil hutan bagi masyarakat maupun industri dan eksport dan yang terkait dengan hasil hutan. Apabila hutan produksi dikelola dengan baik maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik juga dalam menghasilkan nilai ekonomis tertentu. Pengertian hutan produksi dan contohnya, biasanya lebih menekankan pada hutan yang digunakan untuk dapat menghasilkan keuntungan dengan menjual ataupun memanfaatkan hasil hutan tersebut. Namun, untuk dapat memanfaatkan hutan produksi harus terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemerintah. Karena ada undang-undang yang mengatur tentang kehutanan dan aktifitas pengelolaan hutan produksi ini jangan sampai merusak hutan dan alam disekitarnya.

Ada tiga jenis hutan produksi yang terdiri dari hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan hutan produksi konversi.

  • Hutan produksi tetap

Merupakan hutan yang dieksploitasi dengan cara ditebang pilih ataupun dapat ditebang secara habis

  • Hutan produksi terbatas

Pengelolaan hutan produksi terbatas adalah dengan cara  tebang pilih, mengingat hasil hutan tersebut sangat terbatas. Serta di alokasikan untuk kebutuhan kayu dengan intensitas yang rendah. Umumnya hutan ini berada di wilayah pegunungan dilokasi lereng yang curam, karena untuk mencegah ataupun mempersulit kegiatan pembalakan liar.

  • Hutan produksi konversi

Merupakan hutan produksi yang bisa dikonversikan untuk berbagai tujuan yang diluar konteks kehutanan seperti untuk lahan pertanian, perkebunan, lahan pertanian, pertambangan dan juga transmigrasi. Dengan kata lain hutan ini mempunyai banyak fungsi atau mutifungsi karena tidak hanya dapat digunakan untuk memproduksi hasil hutan saja.
pengertian-hutan-produksi-dan-contohnya

Untuk contoh hutan produksi yaitu hutan jati, tusam, mahoni, damar dan jabon di Pulau Jawa. Selain di pulau jawa, hutan tusam juga ada di Sumatera. Jadi, sudah jelas akan pengertian hutan produksi dan contohnya. Penggunaan hutan dalam memanfaatkan hutan dibatasi oleh HPH atau Hak Penggunaan Hutan serta digunakan untuk menghasilkan kayu saja. Akan tetapi, kenyataannya pada zaman sekarang HPH tidak berjalan semestinya. Banyak perusahaan pengelola hutan produksi sering menebang pohon secara berlebihan atau dengan kata lain pembalakan yang tanpa diimbangi dengan penanaman baru.

Artikel lainnya :

Pengertian Hutan Suaka Alam dan Contohnya

Pengertian Hutan Suaka Alam dan Contohnya – Hutan di Indonesia ada banyak sekali macamnya, salah satunya adalah hutan suaka alam. Hutan suaka alam adalah hutan yang memiliki ciri khas tertentu dan juga memiliki fungsi pokok yaitu sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman hayati tumbuhan serta satwa dan juga ekosistem, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga dalam kehidupan. Ada undang-undang yang mengatur tentang kawasan hutan suaka alam yang diatur didalam UU Republik Indonesia no 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Cagar alam juga merupakan salah satu kawasan hutan suaka alam yang didalamnya mempunyai kekhasan dan keanekaragaman flora, fauna, dan ekosistem tertentu yang dilindungi serta perkembangannya dari ekosistem tersebut berlangsung secara alamiah. Baik flora maupun faunanya yang hidup di dalam kawasan cagar alam tersebut dilindungi keberadaannya.

Tidak hanya itu, kita juga harus benar-benar mengerti akan pengertian hutan suaka alam dan contohnya yang terdapat dalam beberapa kategori. Berikut ini merupakan contoh kategori dari hutan suaka alam.

 

  1. Cagar alam

Cagar alam merupakan salah satu kawasan hutan suaka alam yang keadaan alamnya mempunyai kekhasan baik flora, fauna dan juga ekosistemnya yang perlu dilindungi dan dilestarikan dan perkembangannya berlangsung secara alami sesuai dengan kondisi aslinya. Contoh kawasan cagar alam di Indonesia adalah Pananjung Pangandaran di Jawa Barat dan Nusa Kambangan di Jawa Barat.

  1. Cagar Biosfer

Merupakan suatu kawasan yang terdiri atas ekosistem asli, ekosistem unik, dan juga ekosistem yang keberadaannya telah mengalami degradasi dan keseluruhan unsur alamnya dilindungi serta dilestarikan untuk kepentingan penelitian dan juga pendidikan

  1. Taman Hutan Raya

Merupakan suatu kawasan pelestarian alam dengan tujuan mengkoleksi flora dan fauna yang alami ataupun bukan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan umum sebagai tujuan penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Contoh kebun raya di Bogor.

  1. Suaka Margasatwa

Merupakan Hutan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Contohnya Taman nasional Ujung Kulon Banten.
pengertian-hutan-suaka-alam-dan-contohnya

  1. Taman nasional

Taman Nasional merupakan kawasan tanah yang dilindungi oleh pemerintah pusat, dari perkembangan manusia dan polusi. Contohnya, Taman Nasional Bali Barat sebagai tempat penangkaran jalak bali yang dikategorikan hewan langka. Taman Nasional Ujung kulon tempat penangkaran badak bercula satu yang hampir punah, hewan ini hanya ada di Indonesia

Berbagai jenis flora dan fauna yang terdapat di hutan suaka alam juga dapat digunakan untuk keperluan di masa sekarang dan dimasa yang akan datang. Hutan suaka alam sendiri memiliki fungsi dan juga nilai yang sangat penting karena biasanya selain digunakan sebagai sarana rekreasi juga banyak dilakukan untuk pengembangan penelitian, pendidikan, Ilmu pengetahuan dan untuk kepentingan lainnya. Demikian pengertian hutan suaka alam dan contohnya. Semoga informasi tadi dapat memberikan banyak manfaat.

Artikel Lainnya :