Contoh Periodisasi Dalam Sejarah

Contoh Periodisasi Dalam Sejarah – Periodisasi sejarah ada karena unsur waktu dalam sejarah yang menyebabkan perlunya kronologi atau urut-urutan peristiwa.

Periodisasi dalam sejarah sangat penting artinya bagi upaya memahami sejarah. Tanpa periodisasi, kita sulit untuk memahaminya urut-urutan peristiwa dalam sejarah.

Contoh Periodisasi Dalam Sejarah

Berikut ini terdapat beberapa contoh periodisasi yang dapat digunakan dalam pembabakan sejarah Indonesia.

Zaman prasejarah (….-400)

Membahas perkembangan sosial, budaya, ekonomi, dan kehidupan bangsa Indonesia pada masa purba, yaitu mulai munculnya tanda-tanda kehidupan bangsa Indonesia sampai dengan masa bangsa Indonesia mengenal tulisan.

Zaman Pengaruh hindu-Buddha (400-1500)

Dimulai pada masa aksara (mengenal tulisan) yang ditandai dengan ditemukannya prasasti di Kutai Kalimaman Timur yang berangka tahun 400 M. Kajian dalam masa ini sampai dengan masuknya pengaruh Islam di Indonesia.

Zaman pengaruh islam (1500-1700)

Diperkirakan agama Islam masuk ke lndonesia mulai abad VII. Pengaruh Islam terus meluas dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan bercorak lslam di Nusantara.

Zaman Penjajahan dan Kolonialisme (1700-1945)

Dimulai dengan kajian mengenai masuknya bangsa Barat ke Indonesia pada abad XV, perlawanan kerajaan di berbagai daerah, sampai dengan akibat yang timbul di berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Zaman Pergerakan Nasional (1908-1928)

Munculnya kesadaran nasional dan upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam ikatan kebangsaan. Pada masa ini muncul para cendekiawan sebagai pelopor pergerakan nasional.

Zaman pendudukan jepang (I943-1945)

Berkuasanya Jepang di Indonesia menandai dimulainya masa pendudukan Jepang. Masa ini diwarnai dengan kekejaman Jepang dalam Perang Asia Timur Raya dan persiapan kemerdekaan.

Zaman Mempertahankan Kemerdekaan (1945-1949)

Berupa kajian mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, percobaan sistem pemerintahan pada awal kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan serta keberhasilan dalam mencapai kedaulatan.

Zaman RIS dan Demokrasi Liberal (1949-1959)

Berupa kajian mengenai pemerintahan Uni Indonesia­Belanda sebagai hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag dan masa penerapan sistem parlemen di Indonesia.

Zaman Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Mengenai kajian demokrasi terpimpin dan keruntuhan rezim orde lama.

Zaman Orde Baru (1966-1998)

Membahas tentang pemerintahan Orde Baru hingga awal Reformasi.

Zaman Reformasi

Demokrasi yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Orde Baru telah melahirkan gerakan reformasi yang kemudian membawa tatanan ketatanegaraan baru di Indonesia. Pembaharuan dilakukan dalam bentuk amandemen UUD 1945, penerapan otonomi daerah, perubahan sistem partai politik, dan pemilu. Masa reformasi merupakan bahasan hingga masa sekarang.

Untuk menambah pemahaman mengenai periodisasi, akan disajikan tabel perbandingan contoh periodisasi sejarah Indonesia dari beberapa ahli.

Periodisasi

Di antara periodisasi sejarah yang dipaparkan di atas mempunyai beberapa perbedaan. Namun, perbedaan tersebut tidak perlu diperdebatkan sebab masing-masing sejarawan mempunyai dasar dalam menyusun periodisasi. Pada dasarnya semua periodisasi yang disusun para sejarawan adalah benar sebab kegunaan utama periodisasi adalah untuk memudahkan atau memahami perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Candi Peninggalan Hindu Yang Terkenal

Candi Peninggalan Hindu Yang Terkenal Adalah – Sebagaimana kita tahu, bahwa Indonesia ini memiliki beragam macam budaya, suku, bahasa, adat istiadat dan juga agama yang berbeda-beda. Berbagai macam agama ada di Indonesia, namun kita tahu bahwa Negara kita ini menjunjung tinggi nilai kerukunan.

Walaupun berbeda-beda agama tapi diharapkan Indonesia ini masih tetap bisa bersatu dan selalu hidup berdampingan. Sebelum masyarakat atau nenek moyang kita dulu mengenal agama seperti Hindu, Budha, Kristen dan juga Islam, maka neenk moyang kita dulunya beragama dan menganut system kepercayaan animism atau juga dinamisme.

Namun seiring dengan berjalannya waktu maka berkembanglah system kepercayaan tersebut dan munculah kepercayaan seperti halnya agama Hindu yang samapi saat ini masih ada dan tetap dilestarikan. Awal mula kedatangan agama Hindu tersebut ke Indonesia yaitu pada sekitar abad ke 15 SM.

Masuknya agama tersebut ke Indonesia ini terdapat beberapa versi. Contohnya dibawa oleh para pedagang dai India ke Indonesia dengan melalui jalur penyusupan namun dilakukan secara damai oleh para pedagang dari India.

Salah satu peninggalan bersejarah yag dibawa oleh agama Hindu ini selain prasasti, maka terdapat juga Candi yang samapi saat ini masih tetap dilestarikan sebagai bukti sejarah nenek moyang kita. Candi peninggalan Hindu yang terkenal kebanyakan berada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Candi ini merupakan bangunan yang biasanya dibangun dengan 3 bagian atau undak. Yaitu berupa kaki candi, tubuh dan bagain atapnya. Sama seperti hal nya rumah. Dalam candi tersebut merupakan wujud dari 3 dewa, yaitu dalam agama Hindu sendiri dikenal dengan Dewa Brahmana, Dewa Wisnu dan juga Dewa Syiwa.

Semua dewa tersebut mempunyai arti tersendiri. Dimana dewa Brahmana yaitu sebagai dewa pencipta, dewa wisnu sebagai dewa pemelihara, dan juga dewa syiwa yaitu sebagai dewa pelebur.

Candi Peninggalan Hindu Yang Terkenal

Dari keberadaanya agama tersebut, terdapat peninggalan yaitu berupa Candi sebagai bukti atau saksi sejarah. Contoh candi peninggalan agama Hindu ini diantaranya Candi Prambanan yang terdapat di daerah Yogyakarta yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Lama dibangun pada abad 7 M.

Candi Badut Malang juga merupakan candi peninggalan agama Hindu yang dibangun pada tahun 760 M merupakan peninggalan dari kerajaan Kanjuruhan, candi ini terdapat di daerah Jawa Timur. Selain candi Badut Malang terdapat candi lainnya yang terdapat di daerah Jawa Timur yaitu berupa candi Penataran Blitar, candi Sawentar Blitar, candi Kidal, candi Singasari.

Di Jawa Tengah sendiri terdapat 3 candi yaitu Candi Dieng yang dibangun pada abad 7 M. Candi Canggal pada abad ke 8 M dan juga Candi Gedong Sanga yang dibangun pada abad ke 8 M yang juga keduanya merupakan peninggalan dari kerajaan Mataram Lama. Itulah candi peninggalan Hindu yang terkenal yang terkenal di Indonesia yang samapi saat ini masih ada.

Artikel Lainnya :

Peninggalan Sejarah Agama Islam Hindu Budha

Peninggalan Sejarah Agama Islam Hindu Budha – Sebelum agama Hindu, Budha, dan juga Islam datang ke Indonesia, masyarakat pada zaman dulu menganut keprcayaan animisme dan juga dinamisme.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu masuklah beberapa kepercayaan lainnya seperti Hindu budha yang juga agama tersebut meninggalakan bbeerapa sejarah yang samapi saat ini masih utuh. Hingga dengan datangnya para pedagang dari India dan juga yang lainnya munculah agama Islam yang dalam penyebarannya rata-rata melalui jalur perdagangan. Dan hingga saat ini agama Islam ini menjadi mayoritas agama terbesar dan terbanyak pengikutnya di Indonesia.

Diantara ketiga agama tersebut terdapat beberapa perpaduan baik itu dalam budayanya maupun dalam bentuk lainnya. Bahkan sampai saat ini dari ketiga agama tersebut meninggalkan sejarah baik dari segi budayanya maupun dari peninggalan lainnya. Baik antara perpaduan ketiga agama tersebut maupun dari masing-masing agama tersebut.

Peninggalan sejarah agama Islam Hindu Budha sampai saat ini masih tetap dilestarikan sebagai bukti bahwa agama tersebut benar adanya dan ada pelaku sejarahnya. Salah satu peninggalan agama Hindu yang sampai saat ini menjadi bukti sejarah di Indonesia adalah prasasti  yang merupakan peninggalan dari kerajaan Kutai dan juga ada mesjid demak yang merupakan peninggalan kerajaan islam demak.

Banyak sekali prasasti yang merupakan peninggalan beberapa kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia, seperti halnya prasasti Yupa. Selain prasasti ada juga Candi yang menjadi bukti sejarah, dimana salah satu candi yang ada di Indonesia tersebut ada yang masuk ke dalam 7 keajaiban dunia yang disebut dengan Candi Borobudur, candi borobudur adalah peninggalan agama budha. Sedangkan untuk peninggalan agama hindu yaitu Candi Prambanan.

Selain peninggalan dalam bentuk fisik maka ada juga peninggalan lainnya yang samapi saat ini masih tetap dilestarikan menurut kepercayaannya masing-masing. Seperti hari raya Nyepi yang dirayakan oleh agama Hindu setiap tahun baru Saka.

Untuk adat istiadatnya juga yang sampau saat ini masih ada yaitu yang dilakukan oleh agama Hindu berupa Ngaben dan Kasodo. Dimana sering diadakan di Bali untuk membakar orang yang sudah meninggal. Sedangkan Kasodo berupa upacara adat yang sering dilakukan oleh suku Tengger di daerah Bromo Jawa Barat.

Selain agama Hindu Budha, sesuai dengan perkembangannya muncul juga agama Islam yang dalam penyebarannya secara perlahan dan para pelaku penyebarannya tidak begitu saja meninggalakan budaya yang telah ada sebelumnya.

Salah satu peninggalan sejarah agama Islam yang ditinggalkan adalah dari Masjid Agung Demak. Sebagai pusat keagamaan orang Islam di Indonesia. Selain masjid,ada juga karya lainnya yaitu berupa kaligrafi yaitu karya seni menulis arab yang merupakan ciri khas orang Islam.

Selain itu juga sebagai bukti sejarah penyebaran agama Islam maka, ditinggalkan juga beberapa Nisan atau makam salah satunya nisan Sultan Almalik As Saleh yang ada di Aceh dan juga Nisan Fatimah binti Maimun yang ada di Gresik. Dan samapi saat ini peninggalan sejarah agama Islam Hindu Budha tersebut masih tetap dilestarikan dan sebagai bukti peninggalan sejarah.

Artikel Lainnya :

Peninggalan Sejarah Agama Islam

Peninggalan Sejarah Agama Islam – Agama islam merupakan agama yang telah disempurnakan sejak kedatangan Nabi Muhammad SAW. Sejak kelahiran Nabi Adam juga agama Islam telah berdiri namun belum begitu menyebar luas.

Dan dari mulai kelahiran Nabi Adam hingga saat ini terutama pada saat nabi Muhammad ada agama Islam dapat menyebar luas bahkan hingga luar Makkah sendiri. Sejak kemunculannya hingga saat ini Islam telah memebrikan ajaran-ajaran yang bermakna, dan juga telah meninggalkan sejarah-sejarah sebagai bukti bahwa Islam ini agama yang telah disempurnakan, agama yang sudah ada dari dulu dan kita wajib untuk mempercayainya.

Peninggalan-peninggalan tersebut banyak tersebar di seluruh Negara dan sampai saat ini juga masih ada. Dan di Indonesia pun masih ada, kita bahas mengenai peninggalan agama islam yang ada di indonesia dibawah ya.

Peninggalan sejarah agama islam di dunia yang sampai saat ini masih ada yaitu tak lain bangunan Ka’bah. Ka’bah yang berada di kota Makkah yang merupakan kota suci umat Islam. Dimana setiap orang yang mampu diwajibkan untuk berziarah ke tanah suci Makkah dan juga Madinah.

Salah satu tempat yang dituju adalah Ka’bah yang merupakan bangunan paling bersejarah dalam agama Islam. Salah satu keunikan sendiri dari bangunan Ka’bah ini adalah bangunan yang menjadi patokan arah solat atau arah kiblat bagi umat islam di seluruh dunia.

Dalam sejarahnya Ka’bah ini juga pernah menjadi bahan perselisihan baik antar kaum, maupun antar suku. Pendirian Ka’bah sendiri asal mulanya didirikan oleh Nabi Ibrahim, dimana didalamnya terdapat batu hitam atau juga Hajar aswad yang disunatkan bagi yang berziarah untuk mencium batu tersebut. Dalam sejarahnya bangunan Ka’bah tersebut sempat mengalami beberapa perombakan hingga sekarang juga.

Selain di kota suci umat Islam juga, terdapat beberapa peninggalan Islam di Negara lainnya. Tidak ketinggalan juga di Negara kita sendiri di Indonesia, melalui penyebarannya agama Islam ini telah meninggalkan sejarah Islam yang begitu mendalam.

Peninggalan Sejarah Agama Islam

Peninggalan agama islam di indonesia :

  1. Masjid Agung Demak (peninggalan dari kerajaan islam demak)
  2. Masjid Agung Banten (peninggalan dari kerajaan banten)
  3. Mesjid Kudus (dibuat oleh sunan kudus)
  4. Keraton kasunanan Surakarta
  5. Kasepuhan dan Kanoman Cirebon
  6. Seni Tari (tari saman, zapin dan seudati)
  7. Hikayat : hikayat jauhar manikam
  8. Seni Musik : Gambus dan rebana
  9. Kitab ajaran tasawuf (suluk) : Suluk wujil

Yaitu lewat para waliyullah atau di Indonesia sendiri disebut dengan wali songo. Islam yang dikenal dulunya masyarakatnya beragamakan Hindu Budha, namun setelah masuknya para wali dan juga para penyebar agama lainnya yang datang ke Indonesia lewat beberapa jalur tersebut ternyata meninggalkan sejarah tersendiri sampai saat ini yang masih kita kenang.

Salah satu peninggalan sejarah Islam adalah dengan adanya kuburan orang terdahulu yang bercorakan Islam. Selain itu juga adanya masjid juga menandakan bahwa Islam ada di Indonesia sekaligus menjadi bukti sejarah yang sampai saat ini masih ada. Salah satu masjid peninggalan para penyebar Islam dulu adalah masjid agung demak, masjid ternate, masjid sunan ampel, masjid sunan kudus, masjid banten, masjid Cirebon, masjid raya, dan juga masjid Katangga yang berada di Sulawesi Selatan. Sampai saat ini masih ada dan merupakan peninggalan sejarah agama islam di Indonesia

Artikel Lainnya :

Contoh Peninggalan Zaman Logam

Contoh Peninggalan Zaman Logam – Hasil dari budaya zaman logam beserta fungsinya tentu saja ada banyak, hampir di seluruh bagian wilayah indonesia bisa ditemukan hasil budaya peninggalan dari zaman logam. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa zaman logam itu sendiri terbagi kepada tiga periode yaitu zaman tembaga, zaman perunggu dan zaman besi. Akan tetapi bangsa indonesia tidak mengalami zaman tembaga, zaman tembaga ini kebanyakan terjadi di wilayah semenanjung malaka, thailand dan juga di vietnam. Adapun indonesia sendiri langsung loncat ke zaman perunggu.

Manusia sebagai mahluk yang terus menerus berkembang tentu saja kebudayaan dan hasil dari kebudayaan nya terus berkembang, baik itu dari zaman prasejarah hingga sekarang. Jika dulu di zaman bat, manusia nya banyak membuat peralatan dengan bahan dasar batu, maka kemudian manusia manusia tersebut berkembang ke tahap selanjutnya yaitu zaman logam, di zama logam ini ada banyak pula peralatan yang berbahan dasar batu. Namun lebih dominan atau lebih banyak lagi, peralatan yang dibuat dengan berbahan dasar dari logam. Peralatan dari logam tersebut dibuat dengan cara atau menggunakan metode bivalve (cetakan setangkup) dan cetakan lilin (a cire perdu).

Mari kita ulas lebih mendalam mengenai Contoh Peninggalan Zaman Logam ini. Contoh dari hasil budaya zaman logam ini cukup banyak tersebar di indonesia, ada yang memiliki fungsi sebagai wadah, sebagai perhiasan, untuk dibuat patung dan sebagainya. Dan berikut ini adalah contoh peninggalan budaya dari zaman logam.

Beberapa contoh peninggalan zaman logam perunggu adalah :

  1. Nekara Perunggu atau Moko yang berfungsi sebagai mas kawin. Nekara perunggu ini ditemukan di jawa, sumatera, bali, roti, sumbawa dan pulau selayar.
    contoh peninggalan zaman logam
  2. Bejana perunggu yang ditemukan di pulau sumatera dan madura. Bejana perunggu ini berfungsi sebagai hiasan dan juga sebagai tempat menyimpan barang.
  3. Arca Perunggu yang ditemukan di bogor jawa barat dan di bangkinang, riau serta ditemukan juga di lumajang, jawa timur.

Hasil budaya dari zaman besi ini masih bisa kita temukan hingga sekarang bahkan hingga kini masih banyak dipakai oleh masyarakat. Dan sangat mungkin pula, kamu mempunyai salah satunya di rumah.

Beberapa contoh peninggalan zaman logam besi adalah :

  • Mata Pisau
  • Mata Sabit
  • Mata Kapak

Ketiga alat atau perkakas dari besi tersebut ditemukan di daerah gunung kidul di yogyakarta, di daerah bogor di jawa barat dan juga di daerah besuki serta punung di jawa timur. Begitulah ulasan dan penjabaran mengenai Contoh Peninggalan Zaman Logam ini, semoga dengan mengetahui hasil budaya zaman logam beserta fungsinya ini bisa dan akan menambah wawasan dari kita semua, khususnya mengenai sejarah.

Artikel Lainnya :

4 Zaman Batu Di Indonesia

4 Zaman Batu Di Indonesia – Zaman prasejarah ditinjau atas dua aspek, bahan alat yang dipakai dan kemampuan. Bila ditinjau dari bahan alat yang dipakai maka ada dua zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Sedangkan bila ditinjau dari segi kemampuan maka ada 3 zaman yaitu masa berburu & mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam dan masa logam atau perundagian.

Nah di indonesia sendiri zaman batu terbagi kepada 4 zaman. Zaman batu sendiri merujuk kepada masa atau zaman dimana manusia membuat perkakas, alat-alat atau benda dari bahan batu. Meski pada saat itu ada alat atau benda tertentu yang terbuat dari tulang dan kayu, namun yang paling dominan adalah alat atau benda yang dibuat adalah berbahan batu. Perkakas atau alat alat dari batu ini banyak digunakan sebagai alat pemotong dan juga senjata. Untuk mengetahui secara lebih jelas mengenai pembagian zaman batu di indonesia silahkan baca terus ulasan mengenai zaman batu ini. Berikut ini adalah 4 Zaman Batu Di Indonesia :

  1. Zaman Batu Tua / Palaeolithikum
  2. Zaman Batu Madya / Mesolithikum
  3. Zaman Batu Muda / Neolithikum
  4. Zaman Batu Besar / Megalithikum

Zaman Batu Tua atau Palaeolithikum memiliki ciri khusus sebagai berikut ini yaitu :

  • Manusia pada zaman ini belum mengenal seni.
  • Manusia pada zaman ini mencari makan dengan cara berburu dan meramu.
  • Manusia pada zaman ini bersipat berpindah pindah (nomaden) alias tidak menetap di suatu tempat.
  • Peralatannya terbuat dari tulang dan juga batu yang masih kasar.
  • Jenis peralatan yang digunakan adalah kapak perimbas, alat serpih dan kapak genggam.

Zaman Batu Madya atau  Mesolithikum, secara umum zaman batu madya hampir memiliki ciri yang sama dengan zaman batu tua. Namun ada beberapa tambahan ciri khusus untuk zaman batu madya, yaitu :

  • Pada zaman ini ditemukan bukit karang (Kjokkenmoddinger) yang merupakan timbunan atau pembuangan dari sampah dapur.
  • Di zaman batu madya ditemukan gua yang digunakanm sebagai tempat tinggal (Abris Sous Roche).
  • Manusia di zaman batu madya sudah mengenal seni lukis sederhana yang hasilnya berupa lukisan cap tangan ataupun babi hutan di dinding gua.
  • Alat atau peralatan yang digunakan adalah kapak sumatera (peble).
  • Manusia pada zaman batu madya ini sudah mulai mengenal tentang kepercayaan.4 Zaman Batu Di Indonesia

Zaman Batu Muda atau Neolithikum, zaman ini disebut juga sebagai zaman revolusi pada masa prasejarah karena sudah terjadi perubahan yang begitu mendasar pada corak atau pada pola kehidupan dan peralatan yang digunakannya. Hasil kebudayaan dari zaman batu muda antar lain yaitu :

  • Alat sudah berbentuk halus dan bahkan sudah diberi tangkai.
  • Jenis peralatan yang digunakan adalah kapak lonjong dan persegi.
  • Manusia pada zaman ini telah hidup menetap.
  • Pakaian manusia pada zaman ini terbuat dari kayu, dan perhiasannya terbuat dari manik manik dan batu.
  • Manusia di zaman batu muda ini sudah mulai bercocok tanam.
  • Manusia di zaman batu muda sudah mengenail kepercayaan, yaitu animisme dan dinamisme.

Zaman Batu Besar atau Megalithikum, adapun alasan zaman megalithikum ini disebut sebagai zama batu besar adalah karena hasil kebudayaan masyarakatnya terbuat dari batu yang memiliki ukuran cukup besar. hasil kebudayaan dari zaman batu besar ada sebagai berikut, yaitu :

  • Punden Berundak, yaitu sebuah bangunan yang dibuat dari batu yang disusun secara bertingkat atau berundak undak.
  • Waruga, yaitu sebuah kubur batu yang memiliki bentuk kubus.
  • Sarkofagus, ialah sebuah kubur batu yang terbuat dari batu dan berbentuk lesung.
  • Kubur Batu, berfungsi untuk menyimpan mayat orang yang meninggal, berbentuk persegi panjang dan terbuat dari lempengan batu.
  • Dolmen, dolmen ialah sebuah meja batu yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk menyimpan sesaji.
  • Menhir, menhir ialah sebuah tugu yang terbuat dari batu besar. menhir ini berfungsi sebagai tempat bersembahyang atau memuja arwah dari leluhur.

Sekian ulasan mengenai 4 Zaman Batu Di Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Artikel Lainnya :

3 Macam Pembagian Zaman Logam

3 Macam Pembagian Zaman Logam – Masa perundagian atau disebut juga zaman logam adalah dimana masa penggunaan batu sebagai alat-alat dan benda di kehidupan sehari hari mulai digantikan dengan penggunaan logam. Zaman logam ini termasuk dalam periodisasi atau pembagian zaman dari zaman prasejarah. Dalam perkembangannya, di saat manusia masih menggunakan alat dari batu sebagai perkakas sehari harinya pun dibagi kepada beberapa zaman, diantaranya adalah zaman batu tua, zaman batu tengah dan zaman batu muda.

Manusia adalah mahluk hidup yang terus berkembang dari zaman prasejarah hingga zaman modern seperti sekarang ini. Penggunaan alat alat yang memudahkan kehidupan manusia pun semakin banyak ragamnya. Begitupun dengan nenek moyang kita, dari yang awalnya hidup dengan berburu dan berpindah pindah tempat, hingga akhirnya menetap di suatu tempat. Dari yang awalnya menggunakan alat-alat seperti pisau dari tulang, hingga kemudian menggunakan pisau dari batu dan kemudian memakai pisau dari logam. ini menunjukan bahwa semakin tinggi peradaban dan budaya suatu masyarakat atau bangsa, maka penggunaan alat-alat atau benda yang dibuatnya pun akan ikut meningkat, dari benda yang awalnya dibuat dengan bahan dasar batu hingga akhirnya menggunakan bahan dasar logam seperti tembaga dan besi.

Zaman Logam ini pun secara umum dibagi ketiga tipe, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu dan zaman besi. Akan tetapi bangsa indonesia bisa dibilang cukup unik karena melakukan lompatan dalam periodisasi zaman logam ini. Karena bangsa indonesia tidak mengenal zaman tembaga, melainkan langsung loncat ke zaman perunggu dan zaman besi. 3 Macam Pembagian Zaman Logam :

  1. Zaman Tembaga : Zaman ini ditandai dengan dimulainnya pembuatan benda atau alat-alat dengan bahan dasar tembaga. Indonesia tidak mengalami zaman ini. Kebudayaan dan peradaban masyarakat pada zaman logam tembaga ini sudah lebih tinggi daripada zaman batu. Zaman tembaga ini berkembang di beberapa negara seperti di : thailand, semenanjung malak, vietnam dan juga kamboja.
    3 Macam Pembagian Zaman Logam
  2. Zaman Perunggu : Zaman ini ditandai dengan dimulainya penggunaan bahan dasar perunggu untuk alat perkakas atau benda dan alat lainnya. teknik pembuatan di zaman perunggu ini menggunakan metode cetakan setangkup/bivalve dan cetakan lilin (a cire perdue). pada zaman perunggu ini manusia sudah mulai bertani, bersawah memakai sistem irigasi dan juga berladang. Contoh peninggalan zaman perunggu antara lain : Nekara Perunggu (ditemukan pulau roti, jawa, bali, sumatera). Bejana Perunggu yang banyak ditemukan di sekitar danau kerinci sumatera. Arca Perunggu yang ditemukan di Bangkinang, Riau dan juga di sumatera selatan dan bogor. Perhiasan Perunggu yang ditemukan di bogor, bali dan malang. Kapak Corong yang ditemukan di danau sentani, irian dan juga di jawa, sulawesi selatan, bali dan sulawesi tengah.
  3. Zaman Besi : Peradaban zaman besi ini sudah lebih canggih lagi dari zaman perunggu, karena proses pengolahan besi lebih sulit dari perunggu. Pemrosesan besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, kurag lebih sampai 3500 derajat celcius. Zaman besi ini juga menjadi akhir dari zaman praaksara. Contoh alat atau benda besi yang dihasilkan : cangkul, pedang, pisau, kapak, dan sabit/celurit. Benda dari besi tersebut ditemukan di bogor, jawa barat – gunung kidul, yogyakarta – punung dan besuki, jawa timur.

Meski kini telah zaman modern, namun penggunaan benda atau alat dari batu, perunggu, tembaga atau pun besi terkadang masih digunakan hingga sampai sekarang. Diatas itulah ulasan mengenai 3 Macam Pembagian Zaman Logam. Penggunaan istilah zaman batu, zaman tembaga, zaman perunggu dan zaman besi hanyalah sebagai penanda terhadap adanya suatu bahan material yang digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan alat, benda atau peralatan pada zamannya.

Artikel Lainnya :

Pengertian Zaman Logam dan Contohnya

Pengertian Zaman Logam dan Contohnya – Zaman logam atau dikenal juga sebagai zaman perundagian. Zaman logam sendiri adalah istilah yang diberikan oleh para ahli dalam menandai dimulainya era penggunaan logam menggantikan penggunaan batu. Pada zaman dahulu, manusia menggunakan alat alat dari batu dalam menunjang kehidupannya, tujuan dibuatnya alat alat tersebut adalah untuk mempermudah proses di dalam kehidupan sehari hari, seperti kapak batu, pisau batu dan lain sebagainya.

Dengan dimulainya zaman logam, tidak serta merta berakhir pula penggunaan barang barang yang terbuat dari batu. Penggunaan barang barang dari batu tetap ada yang digunakan, bahkan penggunaan barang dari batu masih terus digunakan hingga sampai kini, contohnya adalah cobek dan ulekan. Setiap awal suatu masa maka itu pertanda berakhirnya masa sebelumnya. Zaman prasejarah, berakhir saat zaman sejarah dimulai. Zaman batu mulai berakhir dan ditinggalkan saat zaman logam atau zaman perundagian dimulai. Dimulainya zaman logam ini berbeda beda untuk tiap masyarakat atau bangsa, tergantung dari peradaban yang telah mereka capai. Untuk lebih mengetahui mengenai zaman logam ini, mari kita lakukan analisa dan pembahasan mengenai apa sih sebenarnya Pengertian Zaman Logam dan Contohnya?

Jadi pengertian dari zaman logam itu sendiri adalah zaman yang ditandai dengan kemampuan manusia dalam membuat benda atau alat-alat dari bahan logam.

Zaman logam ini sendiri pun terbagi kepada tiga fase, yaitu :

Pengertian Zaman Logam dan Contohnya

  1. Zaman Logam Tembaga
  2. Zaman Logam Perunggu
  3. Zaman Logam Besi

Zaman tembaga ini mulai berkembang di daerah vietnam, kamboja dan thailand. Akan tetapi bangsa indonesia tidak mengalami zaman ini. Bangsa Indonesia langsung ke zaman perunggu dan besi. Untuk contoh yaitu bangsa vietnam mulai beralih dari penggunaan batu menjadi menggunakan tembaga dalam pembuatan barang barang nya.

Contoh dari peninggalan zaman perunggu antara lain adalah sebagai berikut :

  • Kapak corong yang banyak sekali ditemukan di daerah jawa dan bali, sumatera selatan, irian dan sulawesi.
  • Arca perunggu ini lumayan banyak ditemukan di daerah bogor, lumajang dan riau.

Contoh dari peninggalan zaman besi antara lain adalah sebagai berikut :

  • Cangkul, Alat ini ditemukan di bogor jawa barat, di yogyakarta terutama di daerah gunung kidul dan di jawa timur yaitu di daerah punung dan besuki.
  • Mata Pedang, Alat ini ditemukan di jawa barat yaitu di bogor, di yogyakarta yaitu di daerah gunung kidul dan di jawa timur yaitu di daerah besuki dan punung.
  • Mata Pisau, Alat ini ditemukan di bogor jawa barat, di jawa timur yaitu di daerah punung dan besuki dan di yogyakarta terutama di daerah gunung kidul.

Pembahasan mengenai 3 macam zaman logam diatas, akan dijabarkan lebih mendetail di ulasan selanjutnya, Pengertian Zaman Logam dan Contohnya.

Artikel Lainnya :

5 Peninggalan Hindu Di Indonesia

5 Peninggalan Hindu Di Indonesia – Banyak sekali peninggalan sejarah bercorak agama hindu yang ada di bumi pertiwi indonesia yang sangat kita cintai ini. Sebagai agama yang masuk lebih dulu ke indonesia dibanding budha maupun islam, tentunya hindu meninggalkan corak agama dari hindu itu sendiri di masyarakat. Peninggalan dari agama hindu itu bisa berupa bangunan seperti candi, prasasti ataupun patung, dan bisa juga seperti karya sastra atau kitab dan juga kebudayaan.

Sebagai aliran agama yang telah lama ada di indonesia, tentu saja tidak mungkin jika tidak ada peninggalan sama sekali. Karena pada masa jayanya, banyak kerajaan yang bercorakan agama hindu. Namun seiring perjalanan waktu, peninggalan peninggalan dari hindu tersebut banyak yang rusak atau pun hilang. Seperti kitab kitab nya, di zaman penjajahan dahulu kala. Belanda banyak mengangkut hasil karya sastra dari indonesia ke belanda. Dan hingga kini karya sastra dari berbagai tempat di indonesia itu tersimpan rapi di museum belanda, belanda tidak mau mengembalikan karya sastra itu, padahal itu adalah warisan budaya indonesia.

Selain itu, bukan tidak mungkin pada zaman perang kemerdekaan. Banyak sekali patung atau candi peninggalan agama hindu yang ikut hancur terkena ledakan dari musuh. Atau mungkin juga bangunan seperti patung, candi dan prasasti tersebut hingga kini masih banyak, namun belum ditemukan karena terkubur di dalam tanah. Lalu apa saja 5 Peninggalan Hindu Di Indonesia?

Berikut ini adalah peninggalan sejarah bercorak agama hindu yang ada di indonesia :

5 Peninggalan Hindu Di Indonesia

  1. Candi dahulu dipakai sebagai tempat penyimpanan abu jenazah dari para raja dan juga sebagai tempat ibadah. Peninggalan berupa candi : Candi cangkuang, candi prambanan, candi dieng (candi paikesit, candi dwarati, candi bima, candi arjuna dsb).
  2. Peninggalan berupa prasasti : prasasti kerajaan kutai martadipura dan prasasti dari kerajaan tarumanegara.
  3. Peninggalan hindu lainnya berupa karya sastra, yaitu : Kitab negarakertagama yang ditulis oleh mpu prapanca, kitab arjuna wiwaha yang ditulis oleh mpu kanwa dan kitab sutasoma yang ditulis oleh mpu tantular.
  4. Peninggalan hindu yang berupa kebudayaan atau tradisi : Tradisi Ngaben atau upacara untuk pembakaran mayat dan Tradisi upacara nyepi.
  5. Peninggalan hindu yang kelima adalah busana atau pakaian yang dipakai saat akan sembahyang di pura ataupun busana yang dipakai sehari-hari dan juga Bentuk Bangunan Rumah. Contohnya pakaian adat bali, Dan juga bentuk bangunan rumah masyarakat bali.

Demikian lah penjabaran mengenai 5 Peninggalan Hindu Di Indonesia ini, semoga setelah mengetahui mengenai peninggalan sejarah yang bercorak agama hindu ini kita bisa menjadi sadar bahwa kekayaan khasanah budaya di indonesia itu sangat beragam dan menjadi tugas generasi muda untuk menjaganya.

Artikel Lainnya :

10 Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

10 Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya – Sebagai kerajaan besar, runtuhnya sriwijaya tidak berlangsung dengan cepat atau terjadi tiba tiba, tapi tahap demi tahap yang disebabkan oleh banyak faktor. Berikut kita ulas lebih dalam mengenai kerjaan sriwijaya ini, Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang sangat besar dan memiliki pengaruh bagi daerah daerah di sekelilingnya, Bahkan sriwijaya ini daerah kekuasaannya sangat luas sekali yang mencakup thailand selatan, kamboja, sumatera, semenanjung malaya, pesisir kalimantan dan juga jawa. Dari paparan diatas tersebut saja kita bisa menilai bahwa kerajaan sriwijaya yang berada di sumatera ini pada masanya sangatlah kuat dan besar.

Akan tetapi, tak ada yang abadi. Sehebat apapun sebuah kerajaan pada akhirnya akan mengalami kemunduran juga. Begitupun dengan kerajaan sriwijaya ini. Kerajaan sriwijaya ini berdasarkan keterangan dari I-Tsing telah berdiri sejak 671. Dan berdasarkan prasasti kedukan bukit, pada 672 kerajaan sriwijaya dipimpin oleh dapunta hyang. Pada masa sriwijaya dipimpin oleh sri jayanasa, sriwijaya pernah mengirimkan bala tentara nya ke bumi jawa dengan tujuan untuk menghukum kerajaan yang ada di jawa karena tidak mau tunduk kepada sriwijaya.

Pada saat ekspedisi militer tersebut terjadi, tercatat pada saat yang hampir bersamaan kerajaan kalingga dan tarumanegara runtuh, kemungkinan besar kedua kerajaan tersebut runtuh akibat dari serbuan sriwijaya. Sebagai kerajaan yang memiliki letak strategis untuk perdagangan dan pelayaran di asia tenggara, sriwijaya berkembang dengan pesat menjadi pusat perdagangan dan juga untuk tempat transit para pelayar/pedagang.

10 Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Namun sekali lagi, bahwa takkan ada gading yang tak retak. Sehebat dan sebesar apapun sebuah kerajaan akan tetap bisa runtuh jika terus dirundung masalah, dan berikut adalah 10 Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya :

  1. Kerajaan sriwijaya seringkali di serang oleh kerajaan colamandala yang dipimpin Raja Rajendracoladewa dari india.
  2. Banyak kerajaan taklukan yang memisahkan diri dari sriwijaya, seperti kerajaan pahang, sunda, jambi, kelantan dan ligor.
  3. Sriwijaya terdesak oleh perkembangan kerajaan di thailand yang memperluas pengaruhny di semenanjung malaya.
  4. Sriwijaya tersudut dengan pengaruh kerajaan singasari yang telah menjalin hubungan baik dengan kerajaan melayu di jambi.
  5. Sriwijaya di serang oleh Raja Dharmawangsa pada 990M.
  6. Sektor ekonomi dan perdagangan mengalami kemunduran, karena pelabuhan pelabuhan pentingnya melepaskan diri dari sriwijaya.
  7. Singasari sukses melakukan ekspedisi pamalayu
  8. Mulai berkembangnya pengaruh kerajaan islam, yaitu samudera pasai
  9. Sektor militer sriwijaya melemah, hingga menyebabkan beberapa wilayah taklukan akhirnya melepaskan diri, seperti sumatera dan semenanjung malaya.
  10. Sriwijaya ditaklukan oleh majapahit. yang disebabkan oleh serangan dari Adityawarman atas perintah dari gajah mada pada 1477.

Dan itulah tadi poin poin dari 10 Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya.

Artikel lainnya :