Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Corak Kehidupan

Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Corak Kehidupan – Sudah kita ketahui bahwa kita hidup didunia yang mampu berubah-ubah dari masa kemasa, masa dahulu sering kita kenal dengan nama zaman dahulu, dan ternyata zaman terdahulu juga memiliki beberapa masa berdasarkan corak kehidupan.

Zaman dahulu ada yang sudah terekam dalam sejarah dan banyak juga yang tidak tercatat dalam sejarah khususnya dizaman pra sejarah.Zaman prasejarah sendiri adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan.Sehingga semua bukti yang terjadi pada zaman pra sejarah tidak bisa diabadikan lewat tulisan.

Namun berbeda dengan zaman sejarah, yaitu zaman yang sudah mengenal tulisan, sehingga banyak yang diabadikannya lewat tulisan.

Kita bisa mengetahui pembagian zaman prasejarah berdasarkan corak kehidupan. Terbagi menjadi tiga masa antara lain, pertama masa meramu dan berburu, pada zaman ini manusia bertahan dengan cara mencari dan mengumpulkan makanan yang mereka dapatkan dari hutan, makanan yang dikumpulkan terdiri dari berbagai jenis, seperti buah buahan, ubu, sayuran dan talas, selain makanan tersebut mereka juga berburu hewan yang bisa dikonsumsi seperti rusa, kerbau, babi, burung, serta banteng.

Alat alat yang digunakan untuk berburu adalah kapak genggam yang bisa juga digunakan untuk menggali makanan yang ada didalam tanah seperti ubi, mata tombak bisa juga digunakan untuk menangkap babi hutan, alat serpih yang bisa digunakan untuk penusuk atau pisau, dan menggunakan kapak perimbas juga yang berfungsi untuk menguliti binatang serta memecahkan tulang.

Pada masa ini manusia juga belum menetap disuatu pemukiman, mereka hidup menggerombol dan berpindah pindah tempat, dan untuk perapian mereka masih menggunakan dua buah batu yang digosokkan untuk membuat api.

Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Corak Kehidupan

Zaman prasejarah berdasarkan corak kehidupan yang kedua adalah masa bercocok tanam. Manusia pada masa ini mulai menetap di suatu tempat secara berkelompok, tempat yang dipilih adalah gua yang berada di dataran tinggi dan dekat dengan sumber mata air.

Manusia juga sudah mulai bisa menggambar, mereka menggambar binatang atau tangan dan benda lainnya, bisa anda lihat di gua yang memiliki sejarah pra peradaban biasanya dijumpai berbagai relief, manusia juga sudah mengenal bercocok tanam diladang, mereka juga sudah mulai mempercayai sebuah keyakinan, dan yang paling terlihat perubahannya adalah mereka sudah bisa membuat dan mengolah batu menjadi barang yang bermanfaat bagi mereka.

Pembagian zaman prasejarah berdasarkan corak kehidupan yang ketiga adalah masa perundagian atau pertukangan, pada masa ini manusia sudah melewati masa bercocok tanam, mereka sudah hidup dalam suatu perkampungan dan merasa ada yang kurang dalam hal peralatan untuk digunakan sehari hari, dan muncullah kelompok undagi, yaitu orang orang yang memiliki keahlian menciptakan barang.

Artikel Lainnya :

Hasil Budaya Zaman Logam Beserta Fungsinya

Hasil Budaya Zaman Logam Beserta Fungsinya – Di zaman modern seperti saat ini, manusia telah menemukan dan dapat memenuhi segala kebutuhannya dengan berbagai penemuan dan alat-alat canggih lainnya.

Hal ini tentu berbeda dengan beberapa abad silam di mana alat-alat yang digunakan oleh manusia zaman dahulu masih sangat terbatas. Berbicara mengenai alat, pada kesempatan kali ini akan diulas mengenai alat-alat yang menjadi hasil dari budaya manusia di zaman logam beserta segala fungsinya.

Zaman logam diperkirakan mulai ada setelah zaman batu, di mana manusia yang hidup di era zaman logam mulai menemukan cara untuk meleburkan logam dan kemudian dijadikan sebagai senjata atau peralatan lain yang mendukung kebutuhan mereka sehari-hari.

Teknik pembuatan alat logam dapat dibagi menjadi dua, yakni dengan menggunakan cetakan batu atau yang disebut dengan bivalve dan dengan cara menggunakan cetakan tanah liat. Teknik cetak yang satu ini merupakan alat cetak yang sangat penting di zaman logam.

Zaman logam sendiri dapat dikategorikan menjadi dua yakni zaman perunggu dan zaman besi. Ada beberapa hasil budaya zaman logam beserta fungsinya yang akan dikupas pada kesempatan kali ini.

Zaman perunggu merupakan hasil kebudayaan yang diadopsi dari para pedagang China di mana pada saat itu manusia mulai mencampurkan timah dengan tembaga dengan perbandingan 10:3 untuk memperoleh hasil alat yang keras.Adapun hasil kebudayaan dari zaman perunggu adalah kapak corong.

Di Indonesia sendiri kapak corong ditemukan di beberapa wilayah di daerah Sumatra Selatan, Sulawesi, Jawa-Bali, Irian, dan Kepualuan Selayar.Fungsi dari kapak corong adalah sebagai perkakas ataupun untuk memotong kayu pada zaman itu.

Hasil kebudayaan di zaman tersebut adalah Moko atau Nekara Perunggu.Moko merupakan alat berbentuk seperti dandang yang pada masa itu digunakan sebagai mas kawin.Alat yang satu ini ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Sumbawa, Bali, Leti, dan Selayar.

Alat yang ketiga adalah bejana perunggu yang ditemukan di Sumatera dan Madura.Selain itu, di zaman perunggu juga ditemukan arca yang terbuat dari perunggu.Hasil kebudayaan di zaman logam berupa arca perunggu ditemukan di daerah Riau, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Hasil Budaya Zaman Logam Beserta Fungsinya

Setelah zaman perunggu berjalan, kemudian manusia mulai beralih dan mengembangkan kemampuan serta ketrampilan mereka pada besi. Zaman ini disebut sebagai zaman besi.Di zaman ini, manusia telah menemukan teknik untuk meleburkan besi dan tembaga.

Adapun beberapa hasil kebudayaan yang dapat diamati di zaman tersebut adalah mata kapak dengan tungkai kayu, kapak besi, mata sabit, mata pisau, mata pedang, serta cangkul.Alat-alat tersebut pun dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas mulai dari berladang, berkebun, hingga sebagai alat para prajurit kerajaan.

Berbagai alat tersebut dapat ditemukan secara merata di seluruh Indonesia, khususnya banyak ditemukan di Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.Itulah beberapa hasil budaya zaman logam beserta fungsinya.Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno – Mataram kuno adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia.Kerajaan yang satu ini merupakan kerajaan Hindu Buddha yang sudah ada sejak abad ke-8 Masehi.

Adapun daerah kekuasaan kerajaan mataram kuno adalah di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meskipun kerajaan tersebut telah runtuh dua 3 abad setelahnya, yakni abad ke-11, namun masih banyak peninggalan sejarah dari kerajaan tersebut yang menunjukkan betapa besarnya pengaruh mataram kuno pada kehidupan di masa itu.

Adapun peninggalan dari mataram kuno adalah prasasti dan juga candi-candi. Untuk peninggalan berupa candi, ada beberapa candi yang bisa ditemui yakni candi Sewu, candi Arjuna, candi Bima, candi Borobudur, candi Mendut, candi Pawon, candi Puntadewa, dan candi Semar.

Adapun peninggalan lain dari kerajaan mataram kuno selain candi adalah prasasti. Berikut adalah beberapa prasasti peninggalan kerajaan mataram kuno.

Pertama adalah prasasti Canggal atau juga biasa dikenal dengan prasasti Gunung Wungkir atau prasasti Sanjaya. Prasasti yang satu ini menunjukkan tahun 732 Masehi yang ditemukan di area candi Gunung Wukir, Magelang Jawa Tengah.

Aksara yang digunakan pada prasasti ini adalah aksara Pallawa serta bahasa Sanskerta. Isi dari prasasti Canggal adalah pernyataan raja Sanjaya sebagai penguasa dari kerajaan Mataram kuno di tahun 732.

Prasasti yang kedua adalah prasasti Kelurak. Prasasti ini menunjukkan tahun 782 Masehi dan ditemukan di sekitar candi Lumbung, kompleks candi Prambanan Jawa Tengah. Garis besar dari isi yang dituliskan pada prasasti ini adalah didirikannya sebuah bangunan suci, yakni candi Sewu, atas perintah dari Raja Indra yang memiliki gelar Sri Sanggramadhananjaya.

Prasasti peninggalan Mataram kuno yang ketiga adalah prasasti Mantyasih yang ditemukan di daerah Magelang Jawa Tengah.Prasasti ini cukup unik karena di dalamnya memuat silsilah kerajaan yakni nama-nama raja Mataram sebelum Raja Balitung berkuasa.

prasasti kalasan
prasasti kalasan

Selain itu, prasasti Mantyasih juga menjadi pernyataan bahwa pada zaman dahulu, desa Mantyasih Magelang merupakan desa yang bebas pajak.Prasasti yang keempat adalah prasasti Sojomerto. Prasasti ini ditemukan di desa Sojomerto,  Batang, Jawa Tengah.

Bahasa yang digunakan pada prasasti ini adalah bahasa Melayu kuno. Tidak ada tahun yang jelas dalam prasasti ini, namun diperkirakan bahwa Prasasti Sojomerto berasal dari abad ke-7 atau awal abad ke-8 masehi.

Adapun prasasti peninggalan kerajaan mataram kuno yang selanjutnya adalah prasasti Kalasan. Prasasti ini merupakan prasasti peninggalan dari Wangsa Sanjaya yang berasal dari kerajaan mataram kuno. Angka yang ditunjukkan pada prasasti ini adalah 778 masehi.

Prasasti ini ditemukan di daerah Kalasan, Sleman Yogyakarta. Huruf yang digunakan adalah huruf Pranagari yang berasal dari India Utara serta bahasa Sanskerta. Dalam prasasti ini, terdapat perintah untuk membangun sebuah bangunan suci yang diperuntukkan untuk dewa. Bangunan suci yang dimaksud tersebut adalah candi Kalasan.

Artikel Lainnya :