10 Contoh Gejala Sosial

Ini adalah 10 Contoh Gejala Sosial yang sering terjadi di masyarakat dan di kehidupan sehari-hari di sekitar lingkungan kita tinggal. Permasalahan sosial di indonesia ini memang semakin komplek, semakin banyak penduduk di dalam suatu negara makan akan semakin banyak juga tantangan atau masalah sosial yang harus di hadapi, apalagi indonesia adalah negara yang masih berkembang bukan negara maju. Faktor ekonomi juga turut mempengaruhi mengapa gejala sosial ini semakin banyak terjadi. Bahkan bila kita menengok berita di televisi ataupun di media cetak seperti koran, banyak sekali berita kriminalitas dan berbagai berita mengenai kemiskinan yang mendera masyarakat kita.

Kemiskinan dan kurangnya pendidikan adalah salah satu faktor yang banyak menyumbang kenapa gejala sosial ini banyak sekali terjadi, apalagi bisa kita nilai sendiri bahwa banyak sekali masyarakat atau penduduk di indonesia yang tidak bisa mengecap bangku pendidikan dan hidupnya berada dibawah garis kemiskinan, hingga tak heran bila banyak anak yang terkena gizi buruk dan sebagainya. Dan ini adalah 10 Contoh Gejala Sosial yaang sering terjadi di masyarakat indonesia ataupun di kehidupan kita sehari hari.

  1. Kemiskinan
  2. Tidak Tersedianya Lapangan Kerja
  3. Terlalu Banyaknya Penduduk atau Kepadatan Penduduk
  4. Kenakalan Remaja seperti genk motor dan sebagainya
  5. Tingginya angka Kriminalitas
  6. Banyaknya Pengangguran
  7. Kesenjangan Sosial
  8. Penyakit Menular atau Wabah Penyakit
  9. Pencemaran Lingkungan
  10. Masalah Sampah
    10 Contoh Gejala Sosial

Diatas tersebut adalah beberapa dari sekian banyak gejala sosial yang ada di negara indonesia. Sebagai negara yang tengah berkembang, tidak lah mengherankan jika di dalam masyarakatnya banyak terjadi problematika sosial. Seperti gejala sosial pencemaran lingkungan, indonesia sebagai negara yang tengah berkembang banyak sekali menjadi sasaran investasi bagi negara lain untuk membangun pabrik di indonesia, seperti di Bekasi. Ratusan pabrik berdiri disana, dampak banyaknya pabrik yang paling terasa adalah adanya pencemaran lingkungan terutamanya Air. Sungai menjadi tercemar, karena limbah pabrik dibuang langsung ke sungai. Hingga akhirnya sumur warga pun banyak yang tercemar, air menjadi berbau tidak sedap.belum lagi hewan penghuni sungai yang mati akibat pencemaran limbah pabrik tersebut.

Gejala sosial masalah sampah, ini tidak terlepas dari penduduk indonesia sendiri yang kurang tertib hingga mengakibatkan banyak sampah berserakan di jalanan dan juga di sungai, tidak heran bila akhirnya masalah sampah ini menjadi masalah sosial yang serius karena tidak dikelola dengan baik. Sampah yang sudah terlalu banyak dan menumpuk tentu akan mengakibatkan pencemaran terhadap udara dan lingkungan sekitar.

Masalah sosial teralu banyaknya pengangguran juga sangat serius. meski menganggur tentunya mereka tetap membutuhkan makanan, dan bagaimana mereka bisa makan jika pekerjaan saja tidak punya maka tentu saja uang juga tidak punya dan pada akhirnya mereka bisa gelap mata melakukan aksi kriminalitas akibat didesak oleh kebutuhan.

Artikel Lainnya :

Kegunaan Sosiologi Dalam Bidang Perencanaan Sosial

Kegunaan Sosiologi Dalam Bidang Perencanaan Sosial – Dalam masyarakat, kita mengenal dengan adanya adat istiadat atau kultur yang biasanya dilakukan oleh sebuah wilayah tertentu. Dan tentunya, masing – masing wilayah biasanya memiliki kultur dan kebiasaan yang berbeda dibandingkan dengan wilayah lainnya. Disini, peran pembelajaran ilmu sosial atau biasa kita sebut sebagai sosiologi sangatlah dibutuhkan. Ya, kegunaan sosiologi dalam bidang perencanaan sosial sangat penting karena masyarakat sudah semestinya belajar untuk saling menghargai dan menghormati dan juga menyadari bahwa setiap individu adalah manusia yang juga merupakan makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup tanpa adanya orang lain. Dari sosiologi itu sendiri, kita akan mempelajari segala sesuatu hal yang terlibat dengan kebiasaan kita sebagai manusia dan apa saja perlakuan kita untuk menghadapi sebuah kondisi yang tidak atau belum pernah kita temui. Dengan kata lain, sosiologi sangat baik untuk perkembangan moral dan pengetahuan soal kebudayaan lain dari yang kita miliki.

Tentu saja, kegunaan sosiologi dalam bidang perencanaan sosial sangatlah dibutuhkan oleh sebuah pemerintahan. Karena bila pemerintah ingin mengeluarkan suatu kebijakan atau program pemerintah, maka sebelum kebijakan tersebut dikeluarkan harus mengkaji dulu aspek sosial masyarakat, apakah akan diterima oleh masyarakat atau justru ditolak? Karena kebijakan pemerintah tersebut tentu berdampak terhadap kehidupan sosial di masyarakat maka perlu dikaji dulu dengan ilmu sosiologi, apakah akan berdampak baik atau buruk bagi masyarakat. Meski perencanaan sosial atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah bermaksud baik, namun belum tentu mendapat reaksi yang bagus dari masyarakat. Dan disinilah pentingnya sosiologi, yaitu untuk bisa memetakan kondisi sosial yang ada di dalam masyarakat, sehingga diharapkan perencanaan sosial / kebijakan dari pemerintah akan diterima oleh masyakarat banyak.

Ya, dengan adanya pembelajaran dalam bidang sosiologi, masyarakat kebanyakan akan lebih mengerti apa itu menjadi makhluk sosial. Hal ini sangat berguna bagi negara yang ingin memajukan masyarakatnya apalagi soal keberadaban pada penduduk negara itu sendiri. Di Indonesia, memang Indonesia adalah sebuah negara dari bumi ini yang dikenal oleh masyarakat luar negeri dengan keberagaman suku, budaya, ras, dan agama yang juga menjadi contoh untuk menjalin hubungan yang baik dengan toleransi yang baik pula.

Namun, nyatanya, masih ada masyarakat yang memiliki tingkat keberadaban yang belum bisa dibilang beradab.Masih ada beberapa kelompok masyarakat terutama pada pelosok – pelosok daerah yang masih belum bisa saling menghargai adanya perbedaan dan perubahan yang baru sehingga terjadi ketidak amanan dan tidak nyaman bagi masyarakat sekitarnya.

Kegunaan Sosiologi Dalam Bidang Perencanaan Sosial

Dari sosiologi itu sendiri, sebenarnya kita sebagai masyarakat sebuah negara yang memiliki kultur yang banyak, kita sudah harus mempelajari ilmu ini sejak dini. Ya, pasalnya, dalam perkembangan umur kita, kita akan mengalami perbedaan – perbedaan yang ada dalam lingkungan masyarakat. Untuk membantu kita hidup dengan nyaman bersamaan dengan lingkungan sekitar dan orang lain, pengaplikasian teori dalam ilmu sosiologi sangatlah penting. Namun, tidak hanya melalui pendidikan formal saja, sosiologi juga bisa kita pelajari secara otodidak melalui kebiasaan kita menghadapi kegiatan sosial di kehidupan sehari – hari.Secara keseluruhan, kegunaan sosiologi dalam bidang perencanaan sosial sangatlah penting untuk disebar luaskan khususnya di negara ini. Masyarakat yang semakin manju moral dan mentalnya dalam kehidupan sosial akan lebih memajukan negara baik untuk nama baik dan juga prestasi. Jadi, untuk kalian yang masih belum paham tentang sosiologi lebih dalam, ada baiknya kalian belajar sosiologi untuk lingkungan yang lebih baik lagi.

Artikel Lainnya :

4 Kegunaan Sosiologi

4 Kegunaan Sosiologi – Sosiologi adalah salah satu bidang ilmu pendidikan yang memiliki subyek manusia sebagai makhluk sosial dan juga lingkungan sekitarnya. Mulai dari sekolah dasar maupun pendidikan di usia dini, secara tidak langsung, kita sudah diajarkan tentang ilmu sosiologi. Bahkan, mulai dari lahir pun, kita sudah dikenalkan dengan ilmu ini. Disini kita akan bahas mengenai 4 kegunaan sosiologi di dalam lingkungan masyarakat kita. Sosiologi memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Ke empat kegunaan di dalam sosiologi ini adalah : Kegunaan Sosiologi Di Dalam Pembangunan, Kegunaan Sosiologi Di Dalam Pemecahan Masalah Sosial, Kegunaan Sosiologi Di Dalam Perencanaan Sosial, Kegunaan Sosiologi Di Dalam Penelitian. Dan mari kita bahas ke empat kegunaan sosiologi tersebut di bawah ini secara terperinci.

1. Kegunaan Sosiologi Di Dalam Pembangunan : Sebuah pembangunan di dalam masyarakat hendaknya harus dilihat dari aspek sosiologis nya, yaitu hasil dari pembangunan tersebut harus bisa di rasakan oleh semua karangan masyarakat terutama masyarakat dari kalangan bawah/miskin. Pembangunan yang seperti hal ini biasanya yang menyangkut pada hal seperti pakaian, pendidikan, kesehatan, pangan maupun keamanan. Tujuan dari adanya pembangunan adalah untuk memeratakan perekonomian baik di lapisan elit atau pun kalangan bawah. Tujuan pelaksanaan dari pembangunan ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan, yang kebanyakan biasanya terjadi di negara berkembang. Pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup manusia ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu : struktural dan spiritual.

2. Dari 4 kegunaan sosiologi di lingkungan masyarakat, yang kedua adalah Kegunaan Sosiologi Di Dalam Pemecahan Masalah Sosial : Masalah sosial terjadi biasanya akibat dari ulah masyarakat itu sendiri. Biasanya masalah sosial ini terjadi dipicu oleh faktor ekonomi, kurangnya pendidikan dan kesehatan. Karena masalah sosial melibatkan sejumlah masyarakat (banyak orang) dan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai kehidupan sosial masyarakat, maka memecahkan masalah sosial adalah tugas dan kegunaan dari ilmu sosiologi itu sendiri. kegunaan sosiologi di dalam memecahkan masalah sosial ini adalah dengan mempelajari dan meneliti akar masalah dari konflik/masalah sosial itu sendiri dan kemudian menemukan solusinya, serta setelah itu memberikan penyadaran atau pemahaman kepada masyarakat yang terlibat konflik. ada dua metode dalam menangani masalah sosial ini yaitu metode refresif dan metode preventif.

3. Kegunaan Sosiologi Di Dalam Perencanaan Sosial : Untuk menggapai kehidupan yang lebih baik tentunya kita harus melakukan perencanaan, adapun kegunaan sosiologi disini adalah untuk mempersiapkan masa depan dengan cara ilmiah. manfaat sosiologi di dalam perencanaan sosial ini bersifat mencegah (preventif) karena pelaksanaannya adalah dengan memberikan bimbingan dan pengarahan mengenai cara hidup bermasyarakat yang baik dan benar.

4 Kegunaan Sosiologi

4. Kegunaan Sosiologi Dalam Penelitian : Metode penelitian yang ada di dalam ilmu sosiologi bisa diterapkan di dalam semua bidang kehidupan terutama di aspek yang di dalamnya memiliki sangkut paut dengan interaksi antar individu di dalam sebuah kelompok masyarakat. Info yang diberikan sosiologi adalah data yang diperoleh berdasarkan pada metode ilmiah yang sudah tidak diragukan lagi manfaatnya. Oleh karena itu para ahli sosiologi banyak dilibatkan di berbagai bidang, terutama di dalam pencarian data. ahli Sosiologi biasanya ditempatkan di jabatan seperti bidang hubungan perburuhan atau di bidang personalia.

Demikian itulah dari 4 kegunaan sosiologi. Secara keseluruhan, sosiologi adalah ilmu yang sangat penting untuk membangun sebuah negara terutama dari peradabannya itu sendiri.Indonesia sendiri nampaknya masih membutuhkan ilmu sosiologi ini untuk disebarkan lebih luas.Pasalnya, walaupun Indonesia terkenal dengan keramah tamahannya, namun masih banyak kelompok – kelompok yang berseteru hanya karena hal – hal sepele.

Artikel Lainnya :

Kegunaan Sosiologi Secara Umum

Kegunaan Sosiologi Secara Umum – Pendidikan merupakan pilar yang sangat penting untuk membangun sebuah negara yang beradab.Dari sini, banyak sekali ilmu – ilmu di bidang pendidikan yang sudah semestinya diajarkan kepada masyarakat sebuah negara. Di Indonesia, dikarenakan oleh banyaknya suku bangsa, kultur dan perbedaan yang ada, ilmu dalam bidang pendidikan yang penting untuk diajarkan kepada seluruh rakyatnya adalah sosiologi. Sosiologi itu sendiri adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan antara manusia yang merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari orang lain untuk bertahan hidup. Disini, kegunaan sosiologi secara umum bisa kita dapatkan untuk membangun masyarakat yang sangat beradab dan damai.Jika kita lihat, sosiologi adalah ilmu yang sangat mudah untuk dipelajari. Namun, mungkin saja yang membuat susah adalah istilah – istilahnya dalam kurikulum pendidikan resmi. Akan tetapi, sosiologi juga tidak hanya bisa dipelajari dari bangku sekolah.Secara tidak langsung, dengan menjalankan kehidupan sehari – hari, kita juga secara otodidak belajar tentang bagaimana sosiologi itu sendiri.

Kegunaan sosiologi secara umum bisa dikatakan sangat membantu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan banyaknya perbedaan bahkan dari seorang individu. Dari sini, kita bisa menciptakan adanya rasa saling menghormati dan menghargai. Ya, sosiologi juga mempelajari bagaimana kelakuan – kelakuan dan kebiasaan manusia dalam berhubungan sosial dengan orang lain. Dari sisi seperti ini, jika kita memiliki tujuan untuk saling membantu dan berhubungan baik dengan orang lain, kita bisa mempelajari sikap dan kelakuan orang lain dan mengikuti cara bersosial dengan mereka.

Hal ini memiliki tujuan yang sangat baik untuk kedepannya. Pasalnya, jika kita memiliki hubungan baik dengan orang lain, kita akan bisa hidup lebih nyaman dan tenteram tanpa adanya ancaman dari pihak yang lain.

Kegunaan Sosiologi Secara Umum

Secara keseluruhan, kegunaan sosiologi secara umum sangat membantu kita pada saat kita menghadapi situasi dan lingkungan yang baru.Dari ilmu sosiologi, kita bisa mengerti bagaimana harus berkelakuan di sebuah tempat yang berbeda dari kampung halaman kita. Contoh saja, pada saat orang kota sedang mengunjungi sebuah desa, dengan otomatis, kita akan beradaptasi dan juga berlaku tidak seperti di kota. Kita akan mempelajari bagaimana budaya di desa itu lalu menerapkannya untuk bisa diterima oleh masyarakat setempat. Pada intinya, sosiologi adalah ilmu yang sangat penting untuk dipelajari dibandingkan ilmu yang lain. Tidak bertujuan untuk menjelekan ilmu bidang lain, namun ilmu sosial ini merupakan dasar dari rasa kemanusiaan yang beradab yang sudah semestinya diajarkan kepada setiap masyarakat yang ada. Dengan demikian rasa dan jiwa sosial yang dimiliki masyarakat akan lebih peka dan tentunya keadaan di lingkungan masing – masing wilayah akan lebih aman dan saling gotong royong.

Artikel Lainnya :

Kegunaan Sosiologi Dalam Masyarakat Multikultural

Kegunaan Sosiologi Dalam Masyarakat Multikultural – Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya banyak cara manusia bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya baik dengan alam maupun orang – orang sekeliling. Di Indonesia ini, kita mengenal berbagai macam kebudayaan dan juga beragam suku bangsa yang ada.Dari sini, peran dan kegunaan sosiologi dalam masyarakat multikultural sangatlah diperlukan.Sosiologi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana kita hidup sebagai manusia yang adalah makhluk sosial dimana seseorang pasti akan membutuhkan daerah lingkungannya dan juga tidak akan bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain.Dari ilmu sosiologi ini, negara Indonesia yang memiliki banyak ragam budaya dan suku bangsa sangat membutuhkan pendidikan ini mulai dari sekolah dasar. Hal ini dibutuhkan karena banyaknya perbedaan kultur yang ada dari masing – masing suku bangsa dan juga kebudayaan. Sosiologi juga berpengaruh pada pola pikir masyarakat dalam menerima apa yang dinamakan perbedaan.

Dalam sosiologi, bermacam – macam perilaku manusia dipelajari didalamnya. Oleh karena itu, sudah semestinya pendidikan sosiologi dimasukan dalam pelajaran melalui kurikulum pendidikan mulai dari usia dini. Mulai dari perbedaan – perbedaan kecil, kita sebagai manusia yang beradab pada masa kini sudah bisa menerima dan menghormati perbedaan.Kegunaan sosiologi dalam masyarakat multikultural juga sangat penting dalam menciptakan adanya kedamaian dan kesejahteraan. Tentu saja, dengan tingkat pengetahuan tentang ilmu sosial dengan orang – orang disekitar dan lingkungan, kita bisa hidup dengan menghargai orang lain dan juga saling membantu. Kegunaan sosiologi di masyarakat multikultural adalah bisa membantu untuk membuat masyarakat mengerti dan paham bahwa adat kebiasaan dan perilaku setiap orang atau suku itu berbeda-beda, dengan mengetahui hal tersebut maka akan tercipta kondisi masyarakat yang aman, tentram, akur dan bisa bergotong royong dalam mewujudkan tujuan bersama.

Dengan sikap saling membantu dan tolong menolong ini, kehidupan masyarakat yang multikultural ini akan sangat lengkap baik dalam memajukan negara dan juga menciptakan kedamaian untuk hidup bersama saling berdampingan. Di Indonesia sendiri, sebetulnya sudah banyak masyarakat perkotaan yang hidup dengan tingkat sosiologi yang memadai untuk zaman modern seperti ini.Namun, dengan luasnya negara maritim ini, pelosok – pelosok Indonesia nampaknya masih harus diberi pendidikan lebih mendalam lagi soal sosiologi untuk masyarakat multikulural.

Kegunaan Sosiologi Dalam Masyarakat Multikultural

Dalam kehidupan sehari – hari, kegunaan sosiologi dalam masyarakat multikultural sangatlah penting untuk diaplikasikan.Pasalnya, saat ini, kemajuan era sudah semestinya membuat pemikiran masing – masing individu semakin terbuka dengan adanya suatu hal yang baru.Namun, tentunya masyarakat juga dengan menggunakan ilmu sosial yang dipelajari sudah semestinya bisa memilih mana yang bisa menimbulkan sebuah masalah dalam lingkungan sosial dan juga yang tidak.Jika kita ambil contoh, kebanyakan negara – negara di barat sudah memiliki penduduk dengan tingkat sosiologi yang tinggi. Tentu saja, walaupun berbeda kultur, masyarakat barat sangat terbuka soal hal menghargai orang lain dan juga bersikap untuk tidak mengganggu orang lain yang sedang melakukan sebuah ritual contohnya. Jadi, sosiologi sangat penting untuk dipelajari untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Artikel Lainnya :

10 Contoh Dampak Negatif Globalisasi

10 Contoh Dampak Negatif Globalisasi – Siapa yang pernah mendengar istilah bahwa nantinya globalisasi atau perluasan segala sesuatu akan makin masuk ke dalam Indonesia, bahkan seluruh belahan di dunia? Sekarang hal tersebut telah terjadi di sekitar kita. globalisasi merupakan suatu kondisi dimana segala arus informasi sudah dapat terbuka oleh siapapun, dari Negara manapun, bahkan hal apapun, untuk beberapa hal, arus ini juga tidak mudah dibendung karena sekarang telah terdapat kejadian maraknya teknologi yang maju, yang dapat diakses oleh siapa saja. Seperti contohnya saja, jika dahulu globalisasi hanya bisa dirasakan oleh orang yang berada di kota maju saja, dengan teknologinya, sekarang hampir seluruh wilayah yang ada di Indonesia telah mampu untuk mengakses hal tersebut.

Tentunya terdapat dampak positif, tetapi sayangnya banyak juga dampak negative. Beberapa diantara akan sedikit dirangkum dalam 10 Contoh Dampak Negatif Globalisasi yang memang telah banyak dirasakan sekarang ini. sebenarnya dampak positifnya mungkin pengetahuan akan dapat diakses oleh siapapun, lalu munculnya kebiasan baru atau bahkan sesuatu pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak ada di Indonesia, meski sayangnya sekarang ini hal tersebut telah semakin tidak karuan, dan banyak yang tidak mengambil sisi positifnya, tetapi justru dampak negative yang diberikan. Selain berbahaya hal ini juga dapat mengganggu stabilisasi yang ada di kebudayaan Indonesia sendiri yang akhirnya dirasa makin ditinggalkan dengan hal baru tersebut.

Salah satu contoh dari dampak negative globalisasi yang lainnya adalah maraknya penyelundupan barang yang ada di Indonesia, dan sebagai besar penyelundupan ini merupakan bahan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat sekarang ini. dan berikut adalah 10 dampak negatif dari globalisasi :

  1. Semakin mudah masuknya pengaruh budaya barat dan luar lainnya yang tidak sesuai dengan adat ketimuran masuk ke indonesia dan ditiru anak muda.
  2. Nilai nilai di masyarakat mulai luntur, seperti solidaritas, tenggang rasa, gotong royong dan sebagainya
  3. Banyak terjadi penyelundupan barang dll ke indonesia
  4. Banyak perusahaan yang berasal dari indonesia yang lebih senang menjalin kerjasama dengan perusahaan dari luar negeri. sehingga dunia industri di dalam negeri sulit berkembang
  5. Dikarenakan banyak perusahaan dari luar yang mudah masuk ke indonesia, maka kerusakan lingkungan pun semakin banyak yang dikarenakan limbah industri
  6. Masyarakat menjadi individualis atau mementingkan diri sendiri (individualisme)
  7. Munculnya sikap sekulerisme yang memisahkan kehidupan duniawi dengan nilai nilai agama
  8. Gaya hidup masyarakat menjadi sering berfoya foya dan hidup megah, karena status seseorang dinilai dari kekayaannya
  9. Pemuda dan pemudi menjadi lebih mudah terpengaruh oleh budaya dari suatu negara yang dimana budaya tersebut belum tentu baik
  10. Arus lalu lintas informasi yang sangat cepat di era globalisasi membuat masyarakat bisa dengan mudah dalam mencari berita informasi namun juga bisa menyebabkan masyrakat terjerumus ke hal negatif, seperti pros titusi online, atau terpengaruh gerakan/kelompok terlarang

Salah satu contoh terbesar adalah narkoba, dimana sekarang banyak orang yang mengkonsumsinya dan akhirnya, muncul para bandit yang rela masuk ke Indonesia, karena makin banyaknya tawaran. Hal serupa juga sebenarnya masuk ke dalam alcohol, dimana jika diluar alcohol digunakan untuk menghangatkan diri dan lain sebagainya, tetapi di Indonesia justru beberapa alcohol beredar secara sembarangan. Bukan masalah tidak boleh dan boleh, tetapi tentunya tidak semua masyarakat tahu bahaya yang ada di dalamnya bukan?

10 contoh dampak negatif globalisasi

Contoh lain yang juga merupakan gaya hidup yang meninggalkan adat adalah sudah marakanya pergaulan bebas, yang berasal dari tayangan yang ada di bioskop, televisi yang terkadang tanpa sensor dan lain sebagainya, memang Indonesia, bukanlah wilayah 100 persen muslim, tetapi Indonesia juga memiliki keragaman budaya yang sebenarnya bisa dibilang jauh sekali dari hal-hal yang berbau pakaian terbuka, yang harus segera dihilangkan tapi nyatanya malah berturut berlanjut hingga sekarang. Dampak negative seperti itulah yang cukup mencoreng Indonesia sekarang ini, dan tentunya masih banyak lagi hal yang anda dapat cari tahu di 10 Contoh Dampak Negatif Globalisasi.

Artikel Lainnya :

Objek Kajian dan Ruang Lingkup Sosiologi

Objek Kajian dan Ruang Lingkup Sosiologi – Untuk mengetahui apa – apa saja yang menjadi objek kajian sosiologi beserta ruang lingkupnya, terlebih dahulu anda harus mengetahui apa itu sosiologi. Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari prilaku atau tingkah laku manusia secara sosial serta asal usulnya secara lengkap dan rinci. Fokus kajian ilmu sosiologi yaitu pada hubungan yang terjalin antar sesama manusia serta adanya hubungan manusia dalam masyarakat. Kata sosiologi bersal dari bahasa latin yaitu socius dan logos. Socius artinya adalah kawan dan logos memiliki pengertian yaitu sebagai ilmu pengetahuan.

Mengetahui objek kajian dan ruang lingkup sosiologi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan dimana nantinya manusia bisa saling membangunkebersamaan karena sudah mampu mengenal satu sama lain dan bisa beradaptasi dengan lingkungannya secara tepat dan benar. Objek sosiologi yaitu adalah masyarakat. Masyarakat terdiri atas kumpulan – kumpulan manusia yang memang telah lama menempati satu wilayah yang sama dan melakukan sebuah interaksi satu – sama lainnya, dimana  interaksi – interaksi tersebut akhirnya mencipatakan sebuah norma dan nilai yang digunakan untuk mengatur kehidupan masyarakat. Berikut beberapa objek sosiologi yang perlu anda ketahui yaitu:

  1. Objek sosiologi material yang merupakan sekumpulan benda – benda fisik , sumber daya termasuk tempat – tempat yang memiliki pengaruh penting terhadap kebudayaan
  2. Objek sosologi yang non material yaitu adat istiadat termasuk budaya
  3. Objek sosiologi formal yaitu adalah manusia dan masyarakat
  4. Objek sosiologi budaya suatu faktor yang akan mempengaruhi hubungan masyarakat
  5. Objek sosiologi agama merupakan sebuah objek yang dapat menjadi pemicu antara hubungan sesama manusia atau masyarakat sosial.

Obek sosiologi diatas bisa disempurnakan dengan mengetahui apa saka ruang lingkup sosiologi yang ada. Karena sebelumnya telah dijelaskan bahawa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari sebuah struktur sosial yang juga meliputi berbagai perubahan yang terjadi secara sosial. Ruang lingkup sosiologi memiliki cakupan yang sangat luas jika dibandingkan dengan ilmu – ilmu sosial lainnya. ruang lingkup sosiologi diantaranya adalah hubungan individu dengan individu, hunbungan induvidu dalam kelompok, hubungan kelompok dengan kelompok lain dalam masyarakat. Secara rinci ruang lingkup kajian sosiologi yaitu sebagai berikut:

  1. Ekonomi yang merupakan kajian sosiologi yang kaitannya berhubungan dengan prosuksi dan berbagai pengeloloaan serta pengolahan sumber daya alam
  2. Manajemen yang merupakan sebuah hal penting untuk membuat kajian tentang apa saja yang akan atau harus didalami oleh masyarakat
  3. Sejarah merupakan sebuah kajian yang cukup penting karena merupakan suatu catatan secara kronologis mengenai sebuah perristiwa
    Objek Kajian dan Ruang Lingkup Sosiologi

Pembahasan diatas mengenai objek kajian dan ruang lingkup sosiologi bisa anda jadikan pengetahuan yang mendasari anda berhubungan atau bersikap dalam masyarakat dimana didalamnya terdpat nilai dan norma yang akan membatasi setiap tingkah laku antara individu sehingga terjalin hubungan yang haromonis antara satu sama lain. Objek kajian dan ruang lingkup ini akan berkolerasi secara terus menuerus untuk membentuk tatanan hidup yang lebih baik.

Artikel lainnya :

Jenis-Jenis Interaksi Sosial Disosiatif

Jenis-Jenis Interaksi Sosial Disosiatif – Terdapat dua macam dari proses sosial yang dapat timbul karea adanya interaksi sosial yakni proses asosiatif atau bersekutu dan juga proses disosiatif atau memisahkan. Proses interaksi sosial asosiatif ialah suatu proses menuju terbentuknya persatuan maupun interaksi sosial. Lain halnya dengan proses interaksi sosial disosiatif yang merupakan proses oposisi yang berarti berjuang melawan seseorang maupun sekelompok orang dengan tujuan tertentu. Dari kedua macam interaksi sosial tersebut, masing-masing memiliki beragam bentuk. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai interaksi sosial disosiatif mulai dari pengertiannya hingga contohnya dalam kehidupan ini.

Interaksi sosial disosiatif ini disebut juga sebagai oposisi yang artinya akan bertentangan dengan seseorang maupun kelompok masyarakat guna dapat mencapai tujuan tertentu. Berikut ini akan dijelaskan mengenai jenis jenis interaksi sosial disosiatif yang sering kita jumpai:

  1. Persaingan (competition)

Persaingan ialah proses sosial pada saat terdapat kedua belah pihak yang saling berlomba untuk melakukan sesuatu guna mencapai kemenangan tertentu. Persaingan ini terjadi jika ada beberapa pihak yang menginginkan sesuatu dengan jumlah terbatas. Ada pula persaingan yang terjadi tak sehat yang menjurus dari kekerasan maupun permusuhan.

  1. Kontraversi

Kontraversi ini ialah sikap menentang dengan tersembunyi supaya tidak adanya perselisihan atau konflik secara terbuka. Kontravesi juga merupakan proses sosial dengan adanya keraguan, ketidakpastian, penolakan, maupun penyangkalan dengan tak mengungkapkannya secara tak terbuka. Penyebabnya ialah perbedaan pendirian pada kalangan tertentu. Macam-macam dari bentuk kontraversi seperti umum, sederhana, intensif, rahasia, dan taktis.

  1. Pertikaian

Pertikaian merupakan proses sosial dan kelanjutan dari kontoversi. Di dalam pertikaian ini perselisihan yang ada bersifat terbuka. Pertikaian juga dapat terjadi dengan adanya perbedaan yang semakin tajam antar kalangan tertentu dalam masyarakat. Pada kondisi perbedaan yang semakin jauh ini menyebabkan adanya rasa amarah dan benci sehingga timbul dorongan untuk saling melukai atau menyerang. Contohnya adalah pertikaian yang terjadi antar anak sekolah yang saling melukai menggunakan senjata tajam.

  1. Pertentangan atau konflik

Pertentangan atau konflik ini merupakan suatu perjuangan individu maupun kelompok sosial guna memenuhi tujuannya dengan cara menentang pihak lain. Konflik ini biasa terjadi dengan adanya ancaman atau kekerasan. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat, perasaan individu, kebudayaan, kepentingan baik itu kepentingan individu maupun kelompok, dan juga karena terjadinya perubahan-perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan disorganisasi sosial. Pertentangan ini memiliki bentuk-bentuk khusus antara lain seperti pertentangan pribadi, pertentangan rasial, pertentangan antarkelas sosial, pertentangan politik, dan juga pertentangan yang bersifat internasional. Salah satu pertentangan yang sering kita saksikan adalah pertentangan politik yang terjadi antargolongan masyarakat maupun negara-negara berdaulat. Contohnya pertentangan antarpartai politik menjelang pemilu.

Jenis-Jenis Interaksi Sosial Disosiatif

Penjelasan singkat terkait jenis jenis interaksi sosial disosiatif di atas semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Hal ini baik untuk kita pelajari bersama karena erat kaitannya dengan kehidupan manusia dengan lingkungan sosial yang ada. Karena pada dasarnya manusia ini memang makhluk sosial.

Artikel lainnya :

Jenis-Jenis Interaksi Sosial Asosiatif

Jenis-Jenis Interaksi Sosial Asosiatif – Manusia melakukan interaksi dengan sesama manusia karena pada dasarnya manusia tak dapat mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dengan sendiri. Bentuk interaksi antar manusia dengan lingkungan sosial ini ada yang berbentuk asosiatif dan ada pula yang berbentuk disosiatif. Bentuk interaksi asosiatif adalah interaksi sosial yang lebih mengarah ke dalam bentuk kerjasama sebagai suatu proses yang terjadi karena saling pengertian maupun kerjasama timbal balik antara individu atau kelompok satu dengan kelompok lainnya, yang mana proses tersebut akan menghasilkan tujuan-tujuan bersama. Sementara itu, bentuk interaksi manusia dengan lingkungan sosial yakni disosiatif merupakan interaksi sosial yang lebih mengarah ke suatu perpecahan atau dapat merenggangkan solidaritas yang terjalin.

Dalam hidup ini, interaksi sosial yang terjadi bisa bersifat positif maupun dapat pula negatif. Interaksi sosial positif ini sering dikenal sebagai interaksi sosial asoosiatif, sementara itu interaksi sosial negatif disebut juga sebagai interaksi sosial disosiatif. Nah, kali ini kita akan mengetahui lebih dalam lagi mengenai jenis jenis interaksi sosial asosiatif yang mengarah pada persatuan karena adanya interaksi yang terjadi antar individu maupun kelompok yang terlibat di dalamnya. Sebenarnya interaksi sosial asosiatif ini merupakan interaksi yang mendorong terciptanya suatu keteraturan sosial yang mengarah ke bentuk asosiasi seperti halnya kerjasama, akomodasi, asimilasi, dan juga akulturasi. Berikut ini beberapa contoh interaksi sosial asosiatif yang sering kita jumpai:

  • Kerjasama

Kerjasama merupakan bentuk utama dari proses interaksi sosial yang dilakukan oleh sesorang dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan bersama. Contoh dari kerjasama ini adalah kerjasama atau kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

  • Akomodasi

Akomodasi merupakan suatu proses penyesuaian sosial di dalam interaksi antar individu maupun kelompok guna dapat meredakan pertentangan yang terjadi. Bentuk lain dari akomodasi ini seperti kompromi, koersi, arbitrasi, toleransi, mediasi, konversi, konsiliasi, ajudikasi, stalemate, dan segregasi. Contoh nyata dari akomodasi ini adalah rakyat Indonesia yang rela melakukan kerja paksa pada zaman penjajahan Belanda demi kelangsungan hidupnya.

  • Asimilasi

Asimilasi merupakan suatu proses ke arah peleburan kebudayaan hingga masing-masing pihak dapat merasakan adanya suatu kebudayaan tunggal milik bersama. Asimilasi ini juga suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha mengurangi perbedaan pendapat antar beberapa orang maupun kelompok. Contohnya adalah perkawinan dari dua suku yang berbeda di mana tiap suku pasti memiliki tradisi atau tata cara perkawinan yang berbeda-beda.

  • Akulturasi

Akulturasi merupakan suatu proses sosial yang timbul karena suatu kebudayaan yang menerima unsur-unsur dari kebudayaan asing tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri. Contohnya adalah makanan Bakpao yang ada di Indonesia ini memiliki isi seperti kacang ijo, coklat, ayam, dan sebagainya. Padahal di negara aslinya isi bakpao adalah daging babi.

Jenis-Jenis Interaksi Sosial Asosiatif

Itu dia penjelasan singkat mengenai jenis jenis interaksi sosial asosiatif beserta dengan contohnya. Semoga dapat menambah ilmu pengetahuan untuk Anda semua. Selain itu, kita dapat pula mengamalkannya untuk kehidupan sosial kita supaya hidup dengan nyaman dan tentram.

Artikel lainnya :

Faktor Penyebab Perubahan Sosial Eksternal

Faktor Penyebab Perubahan Sosial Eksternal – Perubahan sosial merupakan salah satu pbentuk dari pergeseran atau perubahan tatanan yang ada dalam masyarakat. Perubahan ini sangat erat kaitannya dengan perubahan sosisl serta budaya. Beberapa peneliti serta para ahli dalam bidang psikologi yang meneliti perubahan sosial ini mengemukakan bahwa sebenarnya perubahan sosial memiliki faktor – faktor penyebab atau faktor yang emndorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat dan adapula faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial. Terdapat 2 faktor utama penyebab perubahan sosial masyarakat yaitu faktor penyebab perubahan sosial ssecara eksternal dan faktor perubahan sosial secara internal.

Faktor eksternal merupakan faktor – faktor yang berasal dari luar masyarakat yang dapat mengubah sistem tatanan yang ada dalam masyarakat sebelumnya. Faktor penyebab perubahan sosial eksternal di klasifikasikan menjadi beberapa faktor seperti berikut ini:

  • Pengaruh dari kebudayaan masyarakat lain

Melalui interaksi sosial baik langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan lahirnya beragam budaya baru. Misalnya adanya masyarakat tionghoa yang hidup berdampingan dengan masyarakat pribumi menjadikan lahirnya beberapa kebudayaan baru di Indonesia. Misalnya lahirnya salah satu seni budaya berupa musik gambang kromong yang memadukan musik khas china dengan musik khas betawi.

 

  • Perubahan lingkungan alam

Berubahnya lingkungan alam yang ada disekitar manusia menjadikan salah satu penyebab dari perubahan sosial yang ada di masyarakat. Misalnya ketika terjadi suatu bencana alam disuatu wilayah seperti gunung meletus maka masyarakat akan berpindah untuk mencari tempat baru yang bisa ditinggali. Kepergian masyarakat dari daerah asalnya tidak hanya membawa barang – barang kebutuhannya saja melainkan juga membawa kebiasaan atau budaya yang telah mengakar dalam dirinya yang kemudian akan di sesuaikan dengan tempat tinggal yang barunya. Setelah proses penyesuaian tersebut maka dapat dikatakan telah muncul perubahan sosial dalam masyarakat apalagi jika masyarakat gunung tersebut berpindah ke pesisir pantai, dari yang biasanya bertani kemudian berpindah menjadi nelayan. Hal ini merupakan bukti yang nyata dari perubahan sosial.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial Eksternal

  • Peperangan

Konflik yang ada dalam masyarakat tentunya akan memberikan dampak yang sangat besar bag masyarakat. Salah satu perubahan besar yakni misalnya negara yang menang dalam peperangan maka akan menduduki atau membuat peraturan yang membuat negara yang kalah harus tunduk terhadap peraturan itu. Maka mau tidak mau segala sesuatu yang terdapat dalam negara tersebut berubah, misalnya sistem pemerintahan dan budayanya juga pasti akan berubah.

Selain faktor penyebab perubahan sosial eksternal adapula faktor internal penyebab perubahan sosial masyarakat yakni adanya pertumbuhan populasi penduduk, dan adanya penemuan – penemuan baru dalam masyarakat yang kemudian menjadi sebuah awal mula budaya baru yang tercipta didalam masyarakat. Selain itu ada pula faktor yang menghambat perubahan sosial siantara yaitu faktor geografis yang menyebabkan daerah tersebut terisolasi sehingga sangat sulit untuk menjangkau daerah tersebut untuk mengembangkan IPTEK, tingginya rasa memiliki budaya tradisional sehingga akan sulit untuk menerima budaya baru dan lain – lain.

Artikel Lainnya :