Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial Subjek Partisipan

Posted on

Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial Subjek Partisipan – Secara umum, budaya politik yang ada di sebuah negara maupun daerah dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu budaya politik parokial, budaya subjek atau budaya kaula, serta yang terakhir adalah budaya partisipan. Satu negara bisa jadi memiliki rakyat yang menerapkan budaya politik yang berbeda dengan negara lain. Pertama adalah budaya parokial. Budaya parokial merupakan budaya politik sebuah daerah yang rakyatnya tidak melek terhadap dunia politik alias tidak mengerti banyak dengan dunia politik yang sedang berlangsung. Masyarakat seperti ini sampai sekarang masih bisa ditemukan di berbagai daerah terpencil, terutama untuk daerah-daerah yang memiliki perkembangan teknologi informasi yang belum benar-benar maju. Rendahnya informasi yang mereka dapatkan membuat mereka menganut sistem politik tradisional, dan mereka menganggap bahwa politik itu tabu untuk dibahas, karena yang boleh ikut campur di dalamnya hanyalah para petinggi pemerintahan di dalam daerah tersebut. Berbeda halnya dengan budaya politik subjek atau budaya politik kaula. Budaya ini masyarakatnya sudah lebih makmur dan sudah tersentuh dengan teknologi, tetapi peran yang mereka berikan terhadap politik masih begitu rendah.  Mereka sebenarnya mengerti apa yang tengah terjadi dalam dunia politik di sekitar mereka, tetapi mereka lebih memilih untuk bersikap apatis. Terlebih lagi biasanya masyarakat dengan budaya ini cenderung mempercayakan semua pemerintahan dan dunia politik terhadap tokoh yang sudah mereka percayai, sehingga mereka cenderung tidak mau ikut campur di dalamnya.

Budaya politik ketiga adalah budaya politik partisipan yang merupakan budaya politik modern saat ini. Daerah dengan masyarakat yang menganut budaya ini sudah memiliki kesadaran yang begitu tinggi akan dunia politik yang sedang terjadi, masyarakat pun benar-benar memperhatikan apa yang tengah ada dan turut memberikan peran untuk dunia politik di sekitar mereka. Saat ini di Indonesia pun sudah menerapkan budaya politik partisipan setelah menganut budaya kaula pada era pemerintahan orde baru dahulu. Masyarakat pun turut ikut campur dan kritis dengan para petinggi politik mereka, dan tidak segan-segan untuk berpotes bila mereka menemukan sesuatu yang tidak semestinya. Beberapa perbedaan di atas membuat kita semakin jelas seperti apa ciri ciri budaya politik parokial subjek partisipan.

Masing-masing budaya memiliki ciri tersendiri. Parokial dengan segala kebutaannya terhadap partisipasi dan kesadaran, kaula dengan kesadaran yang cukup tetapi peran yang masih minim, serta budaya partisipan yang sudah memiliki kesadaran dan peran yang cukup tinggi. Tiap-tiap budaya masih bisa ditemukan di beberapa daerah tertentu di dunia.

Ciri ciri budaya politik parokial subjek partisipan sudah seharusnya dipahami dengan sungguh-sungguh bagi kawula muda, agar membawa generasi mereka semakin menjadi lebih baik kedepannya.

Artikel Lainnya :

Loading...