Dapatkan informasi lengkap reproduksi seksual (Bunga)

I. Organ reproduksi seksual terdapat pada bunga angiospermae.

  1. Benang sari dan karpel masing-masing mewakili organ seks pria dan wanita.

iii. Sempurna atau biseksual atau hermafrodit: Bunga yang memiliki kedua organ penting yaitu benang sari dan karpel.

  1. Bunga jantan atau jantan: Bunga berkelamin tunggal, karpel tidak ada.
  2. Bunga betina atau putik: Bunga berkelamin tunggal, benang sari tidak ada.
  3. Monoecious: Tanaman dengan bunga jantan dan betina misalnya, Jagung, Castor dll.

vii.Dioecious: Bunga jantan dan betina hadir pada tanaman yang berbeda misalnya, Pepaya, Murbei dll.

Perkembangan gametofit jantan:

sebuah. Setiap benang sari terdiri dari silinder, benang besar seperti filamen dan anter bilobed terminal yang luas.

  1. Kepala sari yang khas adalah tetrasporangiate dengan empat microsporangia (dithecous) tetapi terkadang hanya dengan dua microsporangia (monothecus) misalnya Malvaceae.
  2. Di antera dithecous, kedua lobus dipisahkan di sisi anterior oleh alur yang dalam dan dilekatkan di sisi belakang oleh ikat.
  3. Ada bundel vaskular tunggal di ikat.
  4. Pada dinding antera antera dewasa, lapisan terluar adalah epidermis diikuti oleh satu lapisan endotelium, kemudian satu sampai tiga lapisan tengah dan terdalam adalah tapetum berlapis tunggal.
  5. Endothecium (selulosa yang menebal berserat dan memanjang secara radial) mencapai perkembangan maksimumnya ketika antera siap untuk pecah. Sifat hidroskopi sel endotel membantu dalam dehisensi kepala sari melalui celah.
  6. Butir serbuk sari (haploid) mewakili tahap pertama gametofit jantan dan dapat disebut sebagai gametofit jantan atau gametofit jantan yang berkembang sebagian atau gamet jantan.
  7. Butir serbuk sari memiliki dua dinding berlapis:

(i) Exine luar (keras, kutikula dan dengan pertumbuhan spinosus) dan

(ii) intine bagian dalam (tipis dan terbuat dari selulosa). Exine terdiri dari sporopollenin. Exine memiliki satu atau lebih titik lemah yang dikenal sebagai pori kuman (biasanya 3 di dikotil dan 1 di monokotil).

I. Perkembangan gametofit jantan dimulai pada serbuk sari. Mikrospora hanya mengalami dua kali pembelahan mitosis dan menghasilkan sel vegetatif (sel tabung) yang lebih besar dan sel generatif yang lebih kecil. Pada tahap ini, terjadi dehisensi antera dan serbuk sari bersel dua dilepaskan.

  1. Setelah serbuk sari jatuh pada kepala putik, serbuk sari menyerap air dan nutrisi dari sekresi putik melalui pori-pori germinalnya.
  2. Intine tumbuh melalui pori kuman menjadi tabung serbuk sari yang ramping. Inti generatif membelah menjadi dua inti jantan. Biasanya sel generatif turun ke tabung serbuk sari dan kemudian membelah membentuk gamet jantan. Gametofit jantan dalam angiospermae sangat berkurang.

Perkembangan gametofit betina:

sebuah. Bakal biji secara teknis adalah megasporangium yang memiliki nucellus (jaringan parenkim), integumen (satu atau dua penutup) dan struktur seperti tangkai pendek (funicle) yang melekat pada plasenta dan integumen membungkus-sebuah lubang yaitu mikropil.

  1. Pada ovula muda, sel archesporial hipodermal berdiferensiasi yang membentuk archesporium ovula. Sel archesporial membelah dengan pembelahan periklin dan membentuk:

(i) sel parietal primer luar (membentuk nucellus) dan

(ii) sel sporogen primer dalam (berdiferensiasi sebagai sel induk megaspora).

  1. Sel induk megaspora (megasporofit) membelah dengan meiosis dan dihasilkan tetrad linier dari empat megaspora. Tiga bagian atas ke arah mikropil mengalami degenerasi dan bagian paling bawah ke arah kalaza bersifat fungsional.
  2. Megaspora fungsional adalah sel pertama dari gametofit betina. Ia membelah dengan tiga pembelahan mitosis sehingga terbentuk delapan inti: 4 menuju mikropil dan 4 menuju kalaza. Dari empat inti di setiap kutub, satu inti (inti kutub) bergerak menuju pusat. Kedua inti kutub bergabung bersama tepat pada saat dan pembuahan membentuk inti sekunder diploid atau inti definitif. Tiga inti menuju mikropil membentuk alat telur (satu sel telur dan dua sinergid): semuanya haploid. Tiga inti menuju kalaza membentuk sel antipodal (haploid dan vestigeal). Jadi, kantung embrio yang matang atau terorganisir pada saat pembuahan adalah 7 sel dan 8 nukleat.
  3. Kantung embrio bersel 7, 8 nukleat dan monosporik dikenal sebagai kantung embrio jenis Polygonum karena ditemukan pertama kali di Polygonum oleh Strasburger.
  4. Dalam kantung embrio, semua sel bersifat haploid kecuali nukleus sekunder (2n).
  5. P. Maheshwari (1950) mengklasifikasikan gametofit betina ke dalam kantung embrio monospora, bisporik, dan tetrasporik, tergantung pada jumlah inti megaspora yang berperan dalam perkembangannya.

Related Posts