Dapatkan informasi lengkap tentang Kesalahan dalam statistik

Dalam Statistik, kata ‘kesalahan’ digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara nilai sebenarnya dan nilai perkiraan atau perkiraan. Dengan kata lain ‘kesalahan’ mengacu pada perbedaan antara nilai sebenarnya dari parameter populasi dan perkiraannya yang diberikan oleh statistik sampel yang sesuai yang dihitung oleh beberapa perangkat statistik.

Kesalahan muncul karena alasan berikut:

(i) Perkiraan dalam pengukuran, misalnya, tinggi individu dapat didekati dengan 10 sentimeter, usia dapat diukur tepat ke bulan terdekat, berat badan dapat diukur tepat hingga 10 kilogram, jarak dapat diukur tepat ke terdekat meteran dan sebagainya. Jadi, dalam semua pengukuran tersebut pasti ada perbedaan antara nilai yang diamati dan nilai yang sebenarnya.

(ii) Perkiraan dalam pembulatan angka ke ratusan terdekat, ribuan, jutaan, dll. atau dalam pembulatan desimal.

(iii) Bias karena kesalahan pengumpulan dan analisis data serta bias dalam penyajian dan interpretasi hasil.

(iv) Bias pribadi penyelidik dan sebagainya.

Ketidakakuratan atau kesalahan dalam penyelidikan statistik, yaitu dalam pengumpulan, pemrosesan, analisis, dan interpretasi data dapat diklasifikasikan secara luas sebagai berikut:

(i) Kesalahan Sampling dan

(ii) Kesalahan Non-Sampling.

Kesalahan Pengambilan Sampel:

Dalam survei sampel, karena hanya sebagian kecil dari populasi yang dipelajari, hasilnya pasti berbeda dari hasil sensus dan dengan demikian memiliki sejumlah kesalahan. Kesalahan ini akan selalu ada tidak peduli bahwa sampel diambil secara acak dan sangat representatif.

Kesalahan ini dikaitkan dengan fluktuasi pengambilan sampel dan disebut kesalahan pengambilan sampel. Kesalahan pengambilan sampel disebabkan fakta bahwa hanya sebagian dari populasi (yaitu sampel) yang telah digunakan untuk memperkirakan parameter populasi dan menarik kesimpulan tentang populasi tersebut. Dengan demikian, kesalahan pengambilan sampel hanya ada dalam survei sampel dan sama sekali tidak ada dalam metode sensus.

Kesalahan pengambilan sampel terutama disebabkan oleh alasan berikut:

  1. Pemilihan sampel yang salah:

Beberapa bias diperkenalkan dengan penggunaan teknik sampling yang cacat untuk pemilihan sampel, misalnya purposive atau judgment sampling di mana penyidik dengan sengaja memilih sampel yang representatif untuk mendapatkan hasil tertentu. Bias ini dapat diatasi dengan benar-benar mengikuti sampel acak sederhana atau dengan memilih sampel secara acak tunduk pada batasan yang, sementara, meningkatkan akurasi bersifat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bias pada hasil.

  1. Pergantian:

Jika kesulitan muncul dalam menghitung unit sampling tertentu yang termasuk dalam sampel acak, peneliti biasanya mengganti anggota populasi yang nyaman. Ini jelas mengarah pada beberapa bias karena; karakteristik yang dimiliki oleh unit yang disubstitusi biasanya akan berbeda dengan yang dimiliki oleh unit yang awalnya termasuk dalam sampel.

  1. Demarkasi unit sampling yang salah:

Bias karena demarkasi yang rusak dari unit pengambilan sampel sangat signifikan dalam survei area seperti percobaan pertanian di lapangan atau survei pemotongan tanaman, dll. peneliti apakah akan memasukkan mereka dalam sampel atau tidak.

  1. Kesalahan akibat bias dalam metode estimasi:

Metode pengambilan sampel terdiri dari memperkirakan parameter populasi dengan statistik yang sesuai yang dihitung dari sampel. Pilihan teknik estimasi yang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahan.

  1. Variabilitas populasi:

Kesalahan pengambilan sampel juga tergantung pada variabilitas atau heterogenitas populasi yang akan dijadikan sampel.

Related Posts