Dapatkan informasi lengkap tentang Teori Motivasi

Psikolog yang berbeda telah mencoba menjelaskan motivasi dari sudut yang berbeda. Pada dasarnya, teori motivasi adalah interpretasi sistematis dari konsep yang berlaku untuk semua organisme dan semua situasi. Deskripsi yang jelas tentang teori motivasi diberikan di bawah ini:

(a) Teori Aktualisasi Diri:

Teori ini dikemukakan oleh Maslow. Menurut teori ini, motivasi berakar pada pemuasan kebutuhan. Ia menjelaskan motivasi atas dasar berbagai kebutuhan. Menurutnya berbagai kebutuhan diatur secara hierarkis dari fisiologis hingga aktualisasi diri.

Kebutuhan fisiologis adalah yang paling kuat dari semuanya dan mencakup kebutuhan seperti makanan, air, dll. Kebutuhan ini memotivasi individu untuk beraktivitas. Misalnya, kekurangan makanan memotivasi anak untuk menyelesaikan tugas rumahnya. Ketika kebutuhan fisiologis terpenuhi, kebutuhan lain yang lebih tinggi memotivasi individu untuk bertindak demi kepuasan mereka. Proses pengaktifan ini berlanjut sampai kebutuhan aktualisasi diri tertinggi terpenuhi. Maslow menekankan, dengan demikian, bahwa motivasi berasal dari pemuasan kebutuhan.

(b) Teori Murray:

Teori ini dikemukakan oleh Murray. Menurut teori ini, kebutuhan yang tidak terpuaskan memotivasi individu untuk bertindak dan bertahan sampai kepuasan terwujud. Kebutuhan diikuti oleh perasaan atau emosi dan menimbulkan perilaku terbuka tertentu sampai terpuaskan. Ia mengklasifikasikan kebutuhan menjadi dua jenis.

(i) Viscerogenik:

Ini sangat penting untuk kelangsungan hidup organisme sebagai makanan, air, seks, dll. Ini juga disebut kebutuhan Murrary.

(ii) Psikogenik:

Kebutuhan ini muncul dari kebutuhan primer. Kebutuhan untuk memperoleh, berprestasi, merendahkan, berafiliasi, agresi, otonomi, superioritas, pengasuhan, succorance, cognisance, dll termasuk dalam kelompok ini. Kebutuhan ini disebut juga kebutuhan sekunder.

(c) Ruang Motivasi:

Teori ini juga dikenal sebagai teori pengurangan dorongan penguatan. Hull percaya bahwa dorongan adalah agen universal yang mendorong organisme untuk bertindak dan pengurangan dorongan adalah keadaan universal yang memperkuat. Dia mengkorelasikan dorongan dengan penguatan yang menekankan bahwa pengurangan dorongan memiliki efek penguatan. Hull mengusulkan pengurangan drive sebagai dasar fungsi penghargaan dalam meningkatkan pembelajaran. Dia memandang keadaan penguat sebagai sesuatu yang melibatkan ‘penurunan karakteristik pelepasan reseptor dari suatu kebutuhan.’ Hull, melalui teori ini, mencoba menjelaskan perilaku yang termotivasi dan membuka jalan bagi penelitian empiris.

(d) Teori Insentif Motivasi:

Teori ini didasarkan pada gerak bahwa ada banyak objek di lingkungan yang menarik organisme. Teori insentif telah dikembangkan sebagian dari pertimbangan teoritis dan sebagian dari studi empiris penguatan. Tollman mendukung gagasan insentif dan menganggapnya sebagai faktor kunci dalam motivasi.

Hull juga menerima peran insentif dalam motivasi. Insentif bukanlah motif tetapi objek dari situasi yang merangsang yang dapat dicapai untuk memiliki kemungkinan kondisi yang memotivasi. Insentif adalah objek motif yang memuaskan. Teori motivasi insentif menekankan bahwa organisme dalam pengertian tertentu dapat mengantisipasi penguatan dan antisipasi semacam itu berfungsi dalam beberapa cara untuk memfasilitasi perilaku instrumental.

Related Posts