Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kediri

Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kediri

Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kediri – Indonesia merupakan sebuah negara yang heterogen dengan berbagai suku, budaya, adat-istiadat, dan aspek lainnya yang mewarnai. Hal ini dapat pula disebabkan karena sejarah Indonesia yang kental dan khas dengan budaya masing-masing yang dibawa oleh setiap kerajaan yang berjaya pada masanya.

Ya, melalui sejarah Anda tentu tahu bahwa sebelum dicanangkan nama ‘Indonesia’, terdapat begitu banyak kerajaan yang tersebar hingga ke seluruh pelosok nusantara, bukan? Salah satuny adalah Kerajaan Kediri yang merupakan sebuah kerajaan besar di Jawa pada masanya. Kerajaan Kediri ini termasuk sebagai Kerajaan Mataram Kuno yang berada di bawah pemerintahan Mapanji Garasakan.

Arsip yang menyebutkan mengenai silsilah raja-raja Kediri, pemerintahan yang memegang tampuk kekuasaan, wilayah kekuasaan dari Kerajaan Kediri, serta faktor penyebab runtuhnya Kerajaan Kediri diperoleh dari beberapa prasasti kerajaan yaitu sebagai berikut:

  • Prasasti Banjaran (1052 M) yang berisi mengenai kemenangan Panjalu atau Kediri dari Jenggala.
  • Prasasti Hantang (1135 M) yang merupakan lanjutan dari Prasati Banjaran dengan penjelasan berupa Panjalu atau Kadiri yang berada di bawah pemerintahan Raja Jayabaya. Terdapat pula semboyan kerajaan berupa Panjalu Jayati yang mempunyai arti berupa Panjalu Menang. Berdasarkan sejarahnya, prasati ini dibuat untuk dijadikan sebagai piagam atas kesetiaan penduduk Desa Ngantang selama berperang dengan Jenggala.
  • Prasati Jepun (1144 M)
  • Prasasti Talan (1136 M)
  • Terdapat pula bukti peninggalan Kerajaan Kediri berupa seni sastra. Hal ini berkaitan dengan kegemaran pemerintahan Kerajaan Kediri yang memberikan perhatian kepada seni sastra. Salah satu karya sastra yang terkenal hingga saat ini adalah Kitab Bharatayuddha dengan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh sebagai penulisnya. Kitab ini menceritakan mengenai peperangan antara Pandawa dan Korawa yang dimenangkan oleh Pandawa.
  • Selain itu, terdapat pula karya sastra berupa Kakawin Hariwangsa dan Gatotkacasraya yang ditulis oleh Mpu Panuluh.

Faktor penyebab runtuhnya Kerajaan Kediri masih berhubungan dengan perebutan kekuasaan pemerintahan yang merupakan ekor permasalahan dari pemecahan Kerajaan Medang Kamulan menjadi dua, yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu atau Kediri.

Ada dua faktor utama penyebab kemunduran kejayaan kerajaan kediri: 1.  Pengurangan hak-hak kaum Brahmana oleh Raja Kertajaya sehingga Kaum Brahmana banyak yang lari dan minta bantuan ke Tumapel untuk melawan Kerajaan Kediri. 2. Pada tahun 1222 terjadi Perang Ganter antara Ken Arok dengan Kertajaya (Raja Kediri saat itu). Ken Arok dengan bantuan para brahmana berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Punjon, Malang). Dengan demikian berakhirlah riwayat Kerajaan Kediri.

Awalnya, pemecahan Kerajaan Medang Kamulan bertujuan untuk mencegah terjadinya perang saudara karena dua putra Airlangga berusaha untuk memperoleh kekuasan dan memegang tampuk pemerintahan. Meskipun begitu, berhubungan dengan faktor iri dengan kejayaan Kerajaan Kediri, tetap terjadi perang saudara antara kedua kerajaan dan dimenangkan oleh Kerajaan Kediri. Kerajaan ini runtuh justru disebabkan karena kedudukan dalam pemerintahan diambil oleh Ken Arok yang mendirikan Kerajaan Singasari.

Kerajaan Kediri kembali pulih ketika Jayakatwang yang merupakan salah satu raja kediri bekerjasama dengan bupati Sumenep untuk merebut kembali kekuasaan di Kerajaan Kediri. Pada akhirnya, ketika Kerajaan Singasari dipimpin oleh Kertanegara, kekuasaan tersebut dijatuhkan dan direbut kembali untuk membangun masa kejayaan dari Kerajaan Kediri.

Ringkasan

Kerajaan Kediri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama.

Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana, perselisihan ini terjadi karena Raja Kertajaya memerintahakan kaum brahmana untuk menyembah dia sebagai raja, namun para kaum Brahmana menolak yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel.

Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter.

Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.

Setelah Ken Arok mengangkat Kertajaya, Kadiri menjadi suatu wilayah dibawah kekuasaan Singhasari. Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri.

Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang.

Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok.

Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri, namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya.

Artikel Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *