Apa Fungsi Glomerulus Pada Ginjal Manusia

Glomerulus adalah kantung seperti cangkir yang ditemukan di ginjal mamalia di awal bagian tubular nefron. Fungsi utamanya adalah menyaring plasma untuk menghasilkan filtrat glomerulus, yang melewati tubulus nefron untuk membentuk urin. Glomerulus nefron (unit fungsional ginjal) adalah langkah pertama dalam produksi urin.

Bagian dari nefron yang mengelilingi glomerulus adalah kapsula Bowman, yang juga disebut kapsula glomerulus atau kapsula glomeruli. Dalam kantung (kapsul Bowman) yang berisi sekelompok kapiler, glomerulus terletak dan bertanggung jawab untuk tahap pertama pembentukan urin, yaitu penyaringan darah untuk pembentukan urin.

Serangkaian kapiler yang disebut glomeruli di nefron mengalirkan darah dan menghasilkan filtrat. Dalam kapsula Bowman, cairan dari darah yang ada di glomerulus diterima sebagai filtrat glomerulus. Untuk membentuk urin, filtrat ini diproses lebih lanjut di sepanjang bagian lain dari nefron. Kandung kemih dikenal sebagai struktur seperti kantung yang menampung serta mengumpulkan urin yang berasal dari ureter.

Dua langkah lain yang dilakukan ginjal untuk menangkap dan mengekstrak limbah dari tubuh setelah filtrasi glomerulus meliputi: reabsorpsi tubulus: Darah yang disaring diserap kembali oleh tubulus yang ditemukan di nefron di pembuluh darah tetangga. Sekresi tubular: Filtrat kemudian ditransfer melalui tubulus ke saluran pengumpul. Urin akhirnya diproduksi, yang kemudian dibawa ke kandung kemih di mana ia tetap untuk sementara waktu. Peradangan pada filter kecil di ginjal Anda (glomeruli) adalah glomerulonefritis. Ekstrak Glomeruli dari aliran darah Anda kelebihan cairan, elektrolit, dan limbah dan mentransfernya ke dalam urin Anda. Glomerulonefritis dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) atau terus-menerus (kronis).

Apa itu Glomerulus?

Glomerulus adalah lingkaran kapiler yang dipilin menjadi bentuk bola, dikelilingi oleh kapsula Bowman. Di sinilah ultrafiltrasi darah terjadi, langkah pertama dalam produksi urin. Penghalang filtrasi terdiri dari 3 komponen:

  • Sel endotel kapiler glomerulus
  • Membran basal glomerulus
  • Sel epitel Bowman’s Capsule (podosit)

Struktur Glomerulus

1- Sel endotel

Endotelium kapiler glomerulus memiliki banyak perforasi yang disebut fenestrae, yang merupakan pori-pori dengan diameter sekitar 70nm. Pori-pori ini sebenarnya tidak membatasi pergerakan air dan protein atau molekul besar melainkan mencegah penyaringan sel darah (misalnya sel darah merah).

Di sekeliling permukaan luminal sel endotel terdapat glikokaliks yang terdiri dari glikosaminoglikan bermuatan negatif. Ini berfungsi untuk menghalangi difusi molekul bermuatan negatif dengan menolak mereka karena muatan yang sama.

2- Membran basal Glomerulus

Membran basal mengelilingi endotel kapiler dan sebagian besar terdiri dari kolagen tipe IV, proteoglikan heparan sulfat dan laminin. Secara khusus, proteoglikan heparan sulfat membantu membatasi pergerakan molekul bermuatan negatif melintasi membran basal.

Membran basal terdiri dari 3 lapisan:

  • Lapisan tipis bagian dalam (lamina rara interna)
  • Lapisan tebal (lamina densa)
  • Lapisan padat luar (lamina rara externa)

Lapisan-lapisan ini membantu membatasi filtrasi zat terlarut berukuran menengah dan besar.

3- Sel epitel

Prosesus seperti kaki diproyeksikan dari podosit ini dan saling berinterdigitasi untuk membentuk celah filtrasi. Celah filtrasi ini dijembatani oleh diafragma tipis (diafragma celah) yang memiliki pori-pori yang sangat kecil. Pori-pori mencegah molekul besar, seperti protein, dari persimpangan. Mirip dengan glikokaliks sel endotel, glikoprotein bermuatan negatif menutupi podosit, membatasi filtrasi anion besar.

Ultrafiltrasi

Di glomerulus, darah disaring ke dalam kapsul Bowman dalam proses yang disebut ultrafiltrasi. Ultrafiltrasi hanyalah filtrasi yang terjadi di bawah tekanan. Dalam hal ini, arteriol aferen dan eferen bertanggung jawab untuk menghasilkan tekanan. Arteriol aferen (di glomerulus proksimal) melebar, sedangkan arteriol eferen (di glomerulus distal) menyempit. Ini menciptakan gradien tekanan di seluruh glomerulus, menyebabkan filtrasi di bawah tekanan.

Laju filtrasi molekul dengan muatan yang sama melintasi penghalang filtrasi berbanding terbalik dengan berat molekulnya. Molekul kecil seperti glukosa (180 Da) disaring secara bebas sedangkan albumin (69 kDa) hampir tidak dapat melewati penghalang. Muatan listrik pada molekul juga berperan dalam mempengaruhi laju filtrasinya. Molekul besar bermuatan negatif menyaring lebih mudah daripada yang bermuatan positif dengan ukuran yang sama.

Related Posts