Fungsi Kromatin Pada Sel Hewan

Posted on

Fungsi Kromatin Pada Sel Hewan – Dunia hewan merupakan salah satu dunia yang menarik untuk disimak. Jika kita memperhatikannya dengan baik, ada banyak informasi yang akan kita dapatkan ketika mengupas dunia hewan tersebut. Salah satu informasi yang akan kita dapatkan ketika meneliti dunia tersebut adalah mengetahui akan seluk beluk dari kromatin. Kromatin sendiri merupakan kompleks dari protein histon, protein non histon dan asam deoksiribonukleat yang dapat ditemukan di inti sel eukariota. Kromatin juga sangat mudah kita ganti warnanya hanya dengan menggunakan zat pewarna. Sel eukariota tingkat tinggi memiliki dua tahap pembentukan yakni tahap interface yang terdiri dari eukromatin dan heterokromatin. Kromatin hewan yang mengalami penggumpalan atau fragmentasi selama proses mitosis atau proses meiosis akan membentuk kromosan yang berbentuk menyerupai batang. Kromoson yang berkembang dengan baik akan tersusun dengan protein dan asam deoksirinukleat. Setiap 2 pasang dari protein histon yang terbagi menjadi H2A, H3, H4 dan H2B akan membentuk octamer.

Tahap interface kromatin pada hewan yang terbagi menjadi eukromatin dan heterokromatin tersebut nantinya akan mengalami perubahan yang cukup mencolok. Gen yang terekspresi secara normal dengan bentuk aukromatin nantinya akan berpindah di daerah heterokromatin dan mengalami peredaman gen yang membuat ekspresi gen terhenti. Perubahan dari bentuk kromatin hewan tersebut merupakan mekanisme epigenetika yang normal terjadi. Secara garis besar, fungsi kromatin pada sel hewan adalah memadatkan ukuran DNA dengan Panjang enam kaki sehingga DNA tersebut dapat masuk ke dalam nucleus dengan ukuran yang lebih kecil. Tidak hanya itu, kromatin juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah kerusakan pada DNA dan melakukan ekspresi gen. Berikut merupakan fungsi utama kromatin pada hewan yang dapat kita ketahui:

  • Memperkuat DNA dalam melakukan mitosis
  • Mengemas ukuran DNA menjadi ukuran yang lebih kecil
  • Mencegah agar DNA tidak mengalami kerusakan
  • Mengendalikan replikasi dan ekspresi gen

Struktur kromatin pada hewan tergantung pada faktor tertentu. Jika diperhatikan dengan baik, struktur kromatin didasari oleh siklus gen. Ketika mengalami fase interface, kromatin memiliki ukuran yang longgar secara structural sehingga akses ke DNA dan RNA dapat berjalan dengan lancar. Struktur lokal kromatin ketika fase interface didasari oleh gen yang dimiliki oleh DNA. DNA dengan gen aktif akan ditranskripsikan dengan longgar dan memiliki kaitan dengan RNA polymerase.

Sedangkan untuk DNA dengan gen tidak aktif memiliki kaitan dengan protein structural dan memiliki kaitan dengan heterokromatin. Dilihat dari struktur dan fungsi kromatin pada sel hewan tersebut, kita dapat melihat bahwa kromatin memiliki peranan yang sangat penting bagi DNA hewan. Dengan pengetahuan seputar fungsi dan struktur dari kromatin tersebut, informasi akan dunia hewan dapat kita kenali dengan baik.

Artikel Lainnya :

Loading...