Fungsi Kromatin Pada Sel Tumbuhan

Fungsi Kromatin Pada Sel Tumbuhan – Sel merupakan kata yang tak asing pastinya bila anda sedang belajar biologi atau memelajari makhluk hidup. Sel juga dapat diartikan sebagai struktur dan fungsional terkecil yang ada di makhluk hidup.

Sel juga dapat hidup karena mendapatkan nutrisi dan juga memiliki tempat pengolahan nutrisi. Uniknya sel yang kecil ini memiliki bagian-bagian yang ternyata sangat penting seperti kromatin.

Kromatin adalah bagian tubuh yang besar atau disebut makro yang mengandung DNA, RNA, dan juga protein. Komponen protein utama kromatin adalah histon yang memadatkan DNA.

Kromatin adalah kompleks DNA, RNA, dan protein yang terutama berupa histon yang disebut H1, H2A, H2B, H3, dan H4—yang menyusun kromosom. Ini hanya dapat ditemukan dalam sel eukariotik karena sel prokariotik memiliki organisasi DNA yang sangat berbeda, yang disebut sebagai genofor (bukan kromatin).

Kromatin ini juga ada pada sel tumbuhan dan juga sel hewan sehingga anda tahu salah satu persamaan sel tumbuhan dan sel hewan. Ternyata komposisi dari kromatin bisa berbeda tergantung jenis makhluk hidup tersebut. Namun sel tumbuhan dan sel hewan memiliki kromatin dengan kandungan yang sama.

Di dalam kromatin, DNA yang membungkus protein histone dan menjadi kromatin. DNA disini juga dalam bentuk double helix dan digabungkan dengan protein bernama histone sehingga membentuk kromatin.

Apa itu kromatin pada tumbuhan?

Kromatin adalah kompleks DNA genom dengan protein yang disebut histon, di mana setiap molekul DNA yang terikat histon disebut sebagai kromosom. Namun, kromatin tidak hanya memadatkan genom ke dalam nukleus, tetapi juga merupakan mekanisme yang mengendalikan bagaimana genom dibaca dari sel ke sel.

Fungsi

Kromatin pada dasarnya adalah kombinasi protein dan DNA yang membentuk isi inti sel. Fungsi utama kromatin adalah untuk mengemas DNA (asam deoksiribonukleat) ke dalam volume yang lebih kecil yang muat di dalam sel; untuk mengontrol ekspresi gen serta replikasi DNA; dan untuk memperkuat DNA untuk mempromosikan mitosis dan meiosis sekaligus mencegah kerusakan DNA.

Fungsi kromatin pada sel tumbuhan ada 4 pertama, membantu untuk membungkus DNA menjadi ukuran yang lebih kecil atau lebih padat. Seperti yang anda tahu sebelumnya, bahwa DNA yang ada di dalam kromatin ini diubah menjadi DNA double helix. Pergabungan ini disebabkan oleh protein histone. Dengan mengubahnya bentuknya menjadi double helix, DNA bisa lebih padat dan cukup untuk ukuran sel.

Kedua, membantu tetap utuh saat terjadi mitosis. Pastinya dalam fase ini sel induk akan membelah diri menjadi dua sel anakan. Dengan adanya kromatin ini mampu untuk tetap hidup saat membelah diri dan menghasilkan dua sel anakan yang memiki DNA sama seperti induknya.

Ketiga, dapat mencegah rusaknya DNA. Ini pasti akan mencegah rusaknya DNA entah saat terjadi mitosis atau tidak, karena DNA telah dipadatkan dalam bentuk double helix oleh protein histone, sehingga tak mudah rusak.

Keempat mencegah DNA mereplikasi. Bila DNA sudah dalam bentuk double helix, artinya DNA tersebut sudah berpasangan satu sama lain. Bila sudah berpasnagan dapat mencegah terjadinya replikasi DNA yang belebihan. Tak hanya itu saja mampu membuat struktur DNA menjadi kuat dan tahan terhadap kondisi tertentu seperti kuat saat mitosis.

Dengan kata lain fungsi kromatin pada sel tumbuhan ternyata sangat berperan penting dalam penurunan DNA asli dari induk ke anakan saat mitosis. Tak hanya sampai situ saja, kromatin ini juga mampu untuk melindungi dan juga menguatkan DNA dengan mengubah bentuknya menjadi double helix oleh protein histone. Hal ini ada dengan tujuan untuk melindungi DNA agar tak mudah rusak dan memadatkannya agar saat mitosis DNA ini tak rusak namun dapat tetap utuh saat sudah berada di sel anakan.

Struktur Kromatin

Kromatin mengandung protein dua kali lebih banyak dari DNA dan ketika diwarnai, ia menghasilkan bahan berwarna. Ini terutama ditemukan di nukleus dan ada dalam dua bentuk yaitu eukromatin atau bentuk yang diperluas; dan heterokromatin, bentuk terkondensasi.

Variasi histon seperti asetilasi dan metilasi; serta protein pengikat DNA non-histone dapat sangat mempengaruhi keseluruhan struktur kromatin. Histon termetilasi dapat menahan DNA lebih erat, sehingga membatasi akses dan memblokir transkripsi.

Asetilasi histon dapat menyebabkan melonggarnya kromatin; dan memfasilitasi transkripsi dan replikasi. Histon termetilasi erat memegang DNA, membatasi akses dan menghambat transkripsi. Metilasi lisin-27 dan lisin-4 pada histon-3 dapat terlibat dalam pengembangan.

Kromatin dapat dimasukkan ke dalam tujuh struktur yang berbeda, dengan untai DNA sebagai bentuk paling sederhana. Penambahan histon inti ke DNA menciptakan nukleosom dan kompleks nukleosom-DNA membentuk apa yang dikenal sebagai “manik-manik-pada-string”, di mana gen berada di bawah transkripsi yang lebih aktif di bawah struktur ini. Pada tahun 1974, Roger Kornberg pertama kali mendeskripsikan nukleosom.

Kehadiran linker histone H1 menghasilkan pembentukan serat 30nm di mana gen ditranskripsi secara kurang aktif. Penambahan protein perancah lebih lanjut menciptakan kromosom aktif yang hadir selama interfase. Kromatin diatur secara acak dalam inti sel. Namun, ada daerah tertentu yang terikat pada membran nukleus dan daerah lain yang terikat bersama oleh kompleks protein.

Artikel lainnya :

  • Fungsi Vakuola Pada Sel Tumbuhan

Related Posts